
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Seperti janjinya saat di telepon tadi pagi, jika siang ini Nia akan datang saat siang selesai dia praktek di rumah sakit. Nada bersama mbak Nur sudah lebih dulu datang 1 jam yang lalu, Nada sangat senang saat datang kerumah nenek Karti.
Saat sampai didepan rumah ibunya, Nia benar-benar kaget melihat rumah ibunya yang sudah jauh berbeda. Rumah ibu Karti kini semakin bagus dengan tembok yang dicat warna hijau dan sekarang mempunyai teras yang cukup luas serta ada meja dan kursi diteras.
"Kapan rumah ibu di renovasi? Kenapa aku tidak tahu jika rumah ini direnovasi. Apa aku sangat keterlaluan selama dua minggu aku tidak datang kerumah ibu, bahkan rumah ibu direnovasipun aku tidak tahu."Seru Nia bermonolog pada dirinya sendiri.
Nia melangkahkan kakinya dan masuk kerumah, dia semakin terperangah melihat dalam rumah. Lantai sudah keramik, sofa minimalis sudah tersusun rapi di ruang tamu. Dan sekarang memiliki ruang keluarga yang disana ada Televisi yang besar. Dapur juga sudah berubah, ada 1 set meja makan, ada kulkas dan saat ini rumah memiliki 3 kamar tidur.
"Mama...."Seru Nada saat melihat Nia sudah datang.
"Nada senang main di kebun Nia. Ibu sudah melarangnya tetapi dia tetap saja, ibu khawatir nanti dia dimarah sama papanya kalau main kotor-kotoran."Seru ibu Karti yang berjalan dari belakang Nada.
"Tidak nek. Papa ku tidak akan marah, aku kalau dirumah dulu juga suka main kotor-kotoran sama Oma. Ikut Oma tanam bunga."Ucap Nada bicara dengan polosnya.
Nia mengusap pucuk kepala anaknya, Nia semakin gemas dengan Nada. Nia meminta Nada untuk segera mencuci tangan dan kaki terlebih dahulu.
"Sayang kamu cuci tangan kaki dan tangan dulu ya, sebentar lagi kita makan siang sama-sama."Seru Nia dengan lembut.
"Oke mama. Aku bisa cuci tangan sendiri, mama sama nenek duduk saja duluan."Seru Nada lagi.
Saat Nada mencuci tangan dan kakinya di kran luar, Nia mengajak ibunya duduk di kursi meja makan terlebih dahulu. Dia akan menanyakan soal rumah yang sudah berubah total.
"Bu, sejak kapan rumah ini di renovasi? Kenapa Nia tidak tahu? Dan siapa yang merenovasi semua ini bu?."Tanya Nia sama sekali tidak tahu jika rumah ibunua direnovasi.
"Semua ini suami kamu yang membiayai renovasi nya Nia. Sehari setelah kamu pindah, suamimu datang kesini bersama temannya. Dan suami mu meminta izin kepada ibu untuk merenovasi rumah, awalnya ibu tidak mau tetapi karena David akan mengajak ibu tinggal dengan kalian akhirnya ibu menyetujui untuk renovasi rumah ini. David tidak mau ibu tinggal dirumah yang jelek sedangkan kalian tinggal dirumah yang mewah dan bagus. Ibu juga tidak menyangka jika renovasi nya akan sebesar dan sebagus ini. Beruntung kebun ibu tanahnya tidak terpakai. Mereka memakai tanah bagian depan, sehinggahalaman rumah kita sekarang tidak seluas dulu."Ucap Ibu Karti menjelaskan.
David?
Nia tercengang saat mengetahui kenyataan jika David lah yang sudah merenovasi rumah ibunya. Ternyata David sangat perhatian dengan ibunya dan ingin membuat hunian ibunya menjadi lebih nyaman. Nia sendiri dari sulu ingin sekali merenovasi rumah ibunya namun terhalang akan biaya.
__ADS_1
"Ini sih bukan direnovasi bu, tapi dibangun ulang. Lihat saja jadi semakin besar dan bagus begini."Seru Nia sembari memandang kesekeliling rumahnya.
"Iya. Dan ini hanya dikerjakan kurang lebih 10 hari, baru kemarin ibu dan Wati pindah kerumah ini. Selama 10 hari ini ibu dan Wati tinggal di apartemen suamimu, padahal bisa loh tinggal di rumah tetangga tetapi suamimu tidak mengizinkan."Ucap Ibu Karti sembari tertawa.
"Mama aku sudah selesai cuci tangan dan kaki. Yuk kita makan, Nada sudah lapar."Seru Nada yang datang dari belakang bersama mbak Nur.
Tepat saat Nada masuk, Wati sudah selesai menggoreng ikan dan ayam. Nada memang pecinta ayam, jadi ibu Karti menyediakan ayam goreng untuk Nada. Sebelumnya Wati juga memanggil pak Sopir yang tadi datang bersama Nia untuk makan siang bersama, awalnya pak sopir menolak karena tidak enak harus makan satu meja dengan majikannya. Namun karena Wati memaksa akhirnya pak sopir pun ikut masuk dan makan siang.
"Masakan ibu memang sangat enak."Seru Nia dengan mulutnya yang penuh.
"Mama katanya kalau makan tidak boleh sambil bicara. Kok mama bicara? Mama lupa ya?."Seru Nada membuat Nia malu.
"Mama lupa sayang. Ya sudah yuk kanjutkan makannya."Ucap Nia.
Mereka akhirnya makan dalam diam, hanya dentingan sendok dan piring yang terengar. Nia sangat menikmati makan siangnya kali ini, sayur asam dan sambal terasi menjadi menu ternikmat bagi Nia. Ada ikan dan ayam goreng namun Nia lebih suka memakai ikan asin dan tempe goreng. Makananan itu sangat jarang terhidang di meja makan rumahnya bersama David.
"Ma, Nada mau nambah sayur asem nya."Seru Nada yang ternyata menyukai sayur asem buatan ibu Karti.
"Boleh sayang."Seru Nia mengambil piring Nada lalu mengisinya dengan sayur asem.
"Terimakasih mama."Seru Nada dengan sopan sembari tersenyum manis.
Makan siangpun berlanjut, semua menikmati makan siang nya. Ibu Karti terlihat bahagia bisa makan bersama Nia lagi, selama dua minggu ini dia hanya makan bersama Wati saja.
Selesai makan siang, Nia dilarang mencuci piring oleh Wati. Sebab sudah ada Wati dan mbak Nur yang akan mengerjakannya. Sedangkan pak sopir memilih untuk pulang sebab Nia masih lama dirumah ibunya.
Sementara itu saat ini Bella dan Vito sedang fitting baju pengantin. Pernikahan mereka tinggal dua minggu lagi dan akan digelar secara mewah dan meriah. Orang tua Vito harus merogok kocek nya dalam-dalam untuk membiayai pernikahan anak semata wayangnya. Mereka tidak masalah mengeluarkan banyak uang, karena menantu pilihan mereka adalah menantu yang terbaik. Menurut orang tua Vito, Bella adalah istri yang tepat untuk Vito.
Selain Bella selevel dan sederajat dengan mereka, Bella juga wanita yang cantik dan berpendidikan. Bahkan karier di dunia modelnya sudah patut di acungi jempol.
"Sayang, kenapa kamu kok tidak bersemangat begitu sih? Padahal kita lagi fitting baju pengantin kita loh, apa kamu tidak bahagia dengan pernikahan kita ini?." Tanya Bella dengan manjanya.
"Sudah jangan banyak tanya. Cepat kita selesaikan urusan kita disini sebab aku mau kembali keperusahaan lagi. Aku masih bayak pekerjaan, Bella."Seru Vito terlihat sekali raut wajah tidak sukanya.
Haaahhhhh
Bella menghela nafas dengan kasar, dia malu dengan sikap Vito. Apalagi saat ini mereka sedang berhadapan langsung dengan pimilik butik. Bella memilih butik milik tante Lidia, sebab butik itu bagus dan terkenal kualitasnya.
__ADS_1
"Apaan sih, kita itu lagi fitting baju pengantin kita jadi jangan mikirin pekerjaan dulu dong, Sayang."Seru Bella tetap dengan suara manjanya sembari memeluk lengan Vito.
"Jangan seperti ini Bella, malu dilihat sama pengunjung. Apa kamu tidak malu dilihatin sama ibu Lidia, beliau ada di depan kita loh. Maaf ya Bu."Seru Vito merasa tidak enak dengan Lidia, sang pemilik toko.
"Tidak apa-apa. Kalau memang Vito mau kembali ke kantor, Vito dulu saja yang fitting baju pengantinnya."Ucap Ibu Lidia memberikan saran agar Vito bisa segera kembali kekantor.
Vito mengangguk setuju dengan saran dari Ibu Lidia, namun Bella terlihat mendengus dengan kesal. Padahal dia ingin Vito lebih lama bersamanya, namun daripada Vito marah, akhirnya Bella juga setuju dengan saran dari pemilik butik.
Setelah 30 menit fitting baju selesai, Vito langsung keluar dari butik tanpa berpamitan kepada Bella. Bella masih ada di ruang ganti, untuk melakukan fitting bajunya. Setelah selesai, Bella keluar dan mencari keberadaan Vito namun dia tidak menemukan Vito.
"Mbak lihat calon suami saya?."Tanya Bella kepada pegawai butik.
"Sudah keluar butik dari 30 menit yang lalu mbak."Jawab karyawan butik dengan jujur.
"Haaii jangan panggil aku mbak. Panggil aku nona Bella ! Mbak itu terlalu norak untukku, cocoknya untuk kalangan bawah seperti kamu."Ucap Bella dengan kesal.
Padahal sebenarnya dia kesal dengan Vito tetapi dia lampiaskan kepada karyawan butik. Karyawan butik itu hanya menggeleng dengan heran dengan sikap sombongn dari Bella.
"Maaf Nona, Bella."Seru karyawan butik dengan terpaksa.
Dengan mulut bersungut-sungut, Bella keluar dari butik dengan buru-buru tanpa memperhatikan sekitarnya sehingga dia menabrak seorang gadis yang hendak masuk ke butik.
Bruukkkkkk
"Aouuwwww "Seru Bella dan wanita yang Bella tabrak secara bersamaan.
Miska yang sengaja datang ke butik untuk mengambil baju pesanan mamanya, harus dikagetkan dengan wanita yang berjalan dengan bersungut-sungut tanpa memperhatikan orang yang ada didepanya. Padahal Miska tadi sudah sedikit menghindar tetap saja sitabrak Bella.
"Haaiii kalau jalan itu pakai mata!!."Bentak Bella dengan kesal dan lantang.
"Maaf ya mbak. Tadi itu kamu sendiri yang jalan tidak memperhatikan jalan, situ jalan sambil main hp dan bersungut-sungut. Sudah salah malah nyolot."Seru Miska membela diri sembari melepas masker nya.
"Dasar bocah ingusan ! Kamu itu yang menabrakku, makanya kalau jalan mata itu dipasang jangan diumpetin."Seru Bella semakin tidak terima dengan pembelaan Miska.
Miska tidak mau lagi berdebat dengan Bella yang justru akan membuang-buang waktunya. Dia segera mencari keberadaan pemilik butik untuk mengambil baju mamanya, namun dengan cepat Bella mencengkram lengan Miska sampai Miska kesakitan.
"Lepaskan !!."Bentak Miska dengan ketus.
__ADS_1
**************