Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Kesempatan Bella


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Sehari setelah Nia dilamar David, Vito mengetahui jika ibu Karti sakit akibat tabrak lari. Sore setelah pulang dari kantor Vito mendatangi rumah Nia. Ini pertama kalinya Vito datang setelah hubungannya dengan Nia putus. Ada rasa canggung saat kaki Vito menapak di pekarangan rumah Nia.


Tok Tok Tok


" Assalamualaikum." Seru Vito mengucapkan salam sembari mengetuk pintu rumah Nia.


" Waalaikumsalam" Terdengar ibu Karti dari dalam menjawab salam Vito.


Dengan segera ibu Karti membukakan pintu untuk tamunya. Dengan langkah kaki yang masih sedikit pinjang ibu Karti berjalan membukakan pintu untuk sang tamu, saat ini Nia masih ada dirumah sakit sehingga ibi Karti hanya sendirian di rumah.


" Nak vito." Seru ibu Karti saat mengetahui tamu yang datang kerumahnya adalah Vito.


Dengan segera Vito menyalami ibu Karti dan mencium tangannya. Seperti biasa Vito saat bertemu dengan ibu Karti selalu mencium tangannya. Sudah lama sekali Vito tidak bertemu dengan ibu Karti dan tidak berkunjung kerumahnya.


" Ibu apa kabar?."Tanya Vito dengan sopan.


" Kabar ibu baik. Nak Vito masuk dulu." Seru Ibu Karti mengajak Vito masuk.


Vito mengangguk sembari mengulas senyum ramahnya. Kakinya melangkah memasuki rumah Nia, dia sangat rindu sekali dengan suasana rumah Nia. Biarpun kecil dan sederhana tetapi terasa nyaman, tenang dan adem sekali. Bikin betah siapapun yang berkunjung kerumah Nia pasti akan betah berlama - lama.


" Oh iya bu, ini ada buah sama kue untuk ibu. Maaf ya bu Vito baru bisa menjenguk ibu. Soalnya Vito juga baru dengar jika ibu kecelakaan." Seru Vito neminta maaf merasa tidak enak hati setelah hampir 10 hari kejadian dia baru menjenguknya.


" Iya tidak apa - apa nak Vito. Terimakasih ya buah dan kuenya, kok malah repot - repot ini."Seru ibu Karti.


" Tidak repot kok bu. Oh iya Nia belum pulang dari rumah sakit ya bu ?." Tanya Vito mencari keberadaan Nia.


" Iya nak Vito, biasanya sudah pulang. Mungkin dia sedang banyak pasien jadi sampai jam segini belum pulang. Oh iya nak Vito mau minum apa ? Sampai lupa ibu mau buatkan minum." Seru Ibu Karti dengan ramah.


Vito menggeleng dan menolak dengan halus saat ibu Karti menawarkan minum. Sebab dia tidak mau merepotkan ibu Karti apalagi jalannya ibu Karti masih belum sempurna. Pandangan Vito mengitari sekeliling isi rumah Nia, masih tetap sama dan masih seperti dulu tidak ada yang berubah. Yang berubah hanya status mereka saja.


" Bu, maaf ya kalau Vito sudah jarang main kesini lagi. " Seru Vito lagi.

__ADS_1


" Iya nak Vito tidak apa - apa. Mungkin memang kalian tidak berjodoh, yang penting tetap menjalin hubungan baik. Nak Vito sudah bertunangan dengan gadis pilihan orang tua nak Vito kan? Emm Nia semalam juga baru dilamar oleh seorang pria." Seru Ibu Karti membuat jantung Vito seakan berhenti berdetak.


Pengakuan ibu Karti barusab seolah membuat Vito susah untuk bernafas. Dadanya seakan sesak untuk bernafas, paru - parunya seakan menyempit. Dia tidak pernah mengira jika Nia akan secepat ini menerima lamaran seorang pria. Padahal dulu Nia saat masih bersamanya ingin fokus dulu dengan kariernya dan belum mau terikat.


" Ibu serius?." Tanya Vito ingin memperjelas apa yang dia dengar.


" Iya nak Vito ibu serius. Sebentar lagi Nia akan menikah, tetapi maaf sepertinya kami tidak bisa mengundang nak Vito. Sebab acara pernikahan Nia sangat sederhana , hanya keluarga saja yang datang. Semoga kalian sama-sama menemukan kebahagiaan kalian bersama pasangan masing - masinng." Ucap ibu Karti dengan penuh harap.


* Ini tidak bisa aku terima, dulu saat masih bersamaku Nia tidak mau terikat terlebih dahulu. Dia bilang ingin fokus dengan kariernya terlebih dahulu. Lalu kenapa sekarang justru dia menerima lamaran pria lain dan bahkan akan segera menikah. Aku hanya ingin tahu siapa pria yang mau menikah dengan Nia? Pasti hanya pria sederhana yang miskin,buktinya mereka menikah saja tidak ada pesta. Kurangajar kamu Nia !! Kamu sudah membuatku kesal.* Gumam Vito dalam batinnya.


" Maaf bu, kalau begitu Vito pamit pulang dulu ya bu. Sampaikan salam Vito untuk Nia." Seru Vito.


" Kok buru - buru nak Vito. Baik nanti ibu sampaikan salamnya sama Nia." Seru ibu Karti.


Vito mengangguk lalu dia bangkit dan melangkah keluar dari rumah Nia. Vito masuk mobilnya dan melajukan mobil meninggalkan pekarangan rumah Nia. Saat ini hati Vito benar - benar hancur dan tidak terima dengan apa yang barusan dia dengar, dia tidak terima Nia menikah dengan pria lain. Hati Vito kalut dan hancur, akhirnya dia tidak pulang namun justru dia mengendarai mobilnya menuju sebuah Club malam yang ada dipusat kota. Hari sudah mulai menjelang malam dan Vito kini sudah sampau di club malam.


Vito masuk ke club, awalnya dia hanya ingin menenangkan fikirannya dan hatinya dengan meminum segelas alkohol. Namun ternyata tidak cukup bahkan dia justru memibum alkohol sampai bergelas - gelas.


" Ehh itu bukannya tunangannya Bella? Kok tumben dia ada disini? Sepertinya dia mabuk itu, coba kamu hubungi Bella siapa. Kemana juga anak itu jam segini belum juga datang. Padahal janji jam 7 malam datang ini sudah jam 8 loh belum juga nongol anak itu." Seru Serli salah satu teman Bella yang akan mengadakan party di club malam itu.


Baru juga dibicarakan Bella sudah datang dengan dandanan yang seksinya dan tentunya akan membuat para mata lelaki melotot kearah Bella. Penampilan Bella memakai baju tapi seperti tidak memakai baju, dia hanya mengenakan dres tanpa lengan yang panjangnya setengah paha dan terlalu ketat di tubuhnya.


" Kebetulan kamu datang Bel." Seru Serli saat Bella sudah duduk bergabung dengan ketiga teman yang lainnya.


" Hhuuuuhhh kalau niat mau makan malam dulu kenapa buat jam 7? Ehh tapi ngomong - ngomong kamu tadi bilang Vito lembur,coba kamu lihat kearah sana. Bukannya itu Vito tunangan kamu? Dia mabuk tuh minum terus dari tadi." Ucap Serli menunjuk kearah Vito berada.


Mata Bella langsung mengikuti arah tangan Serli, dan mata Bella melihat kearag seorang pria yang sudah mabuk menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi. Biarpun cahaya remang - remang Bella masih bisa mengenali pria itu, dan benar pria itu adalah Vito sang tunangannya.


* Kenapa Vito bisa ada ditempat seperti ini? Apakah dia mabuk?* Gumam Bella langsung bangkit dan berjalan ke arah Vito.


" Vito ? Kamu mabuk?." Tanya Bella saat sudah berada didekat Vito.


" Nia ? Kamu disini juga Nia ? Aku sangat merindukanmu Nia, kenapa kamu tega denganku? Kamu justru mau menikah dengan pria lain. Kamu jahat Nia." Ucap Vito yang mabuk dan terus meracau memaki Nia, padahal saat ini yang ada dihadapannya adalah Bella.


Bella jadi tahu jika Vito seperti ini karena Nia. Bella mengepalkan kedua tangannya, ternyata Vito masih saja mencintai dan memikirkan Nia. Namun Bella tersenyum sinis, dengan keadaan Vito yang seperti ini akan Bella manfaatkan. Dengan segera Bella membawa Vito keluar dari Club malam itu.


" Mana dulu kunci mobil dia ini?." Seru Bella menggeledah kantong celana Vito untuk mencari kunci mobil Vito.


Bella malam ini akan pulang mengendarai mobil Vito, mobilnya sendiri dia tinggal di parkiran club malam dan Bella akan meminta sopirnya untuk mengambilnya. Kunci mobil Vito pun ketemu, segera Bella membawa Vito masuk ke mobil dan Bella langsung mengendarai mobil menuju hotel yang tidak jauh dari club itu.

__ADS_1


" Nia, Nia !! Aku sangat mencintaimu, Nia jangan tinggalkan aku. Maafkan aku Nia, aku tidak rela kamu menikah dengan pria lain." Mulut Vito terus meracau tidak jelas dan itu membuat Bella semakin kesal.


" Apa-apaan sih si Vito ini? Kenapa dia marah - marah seperti ini, heemm jadi wanita kampungan itu mau menikah? Baguslah dia tidak akan lagi merecoki hubunganku dengan Vito. Karena mulai malam ini Vito akan menjadi milikku seutuhnya. Hahaa Hahaaa." Seru Bella sambil tertawa lebar.


Mobil Bella sudah sampai di depan gedung hotel, dengan segera Bella membawa Vito masuk. Bella memesan 1 kamar hotel untuk mereka berdua. Selesai memesan kamar, Bella membawa masuk Vito ke kamar yang sudah dia pesan tadi. Dengan senyum sumringah Bella merebahkan tubuh Vito diatas kasur.


" Nia, kamu disini sayang? Kamu masih mencintaiku kan sayang?." Seru Vito sembari menangkup kedua pipi Bella.


Vito mengira jika Bella adalah Nia sang pujaan hatinya. Vito mencium Bella, dan Bella pun membalasnya dengan senang hati. Sebab inilah yang memang Bella inginkan, bisa tidur dengan Vito sehingga Vito tidak akan lagi bisa meninggalkan Bella.


" Nia sayang, kamu harus menjadi milikku." Seru Vitto mulai menyusuri tubuh Bella.


" Vito sayang, lakukanlah apa yang ingin kamu lakukan, aku pasrah. Malam ini aku sepenuhnya akan menjadi mikikmu begitupun dengan dirimu yang akan menjadi milikku seutuhnya. Tapi tunggu dulu ada yang ingin aku lakukan sebentar." Vito sudah tidak sabar lagi namun Bella berusaha melepaskan dekapan Vito. Bella mengambil ponselnya dan merekam semua yang akan terjadi.


Kini Bella sudah kembali lagi dan dengan segera Vito melampiaskan hasratnya. Bella sedikitpun tidak menolak sebab ini yang dia inginkan.


" Ternyata kamu sudah longgar Nia sayang. Tetapi aku tetap mencintaimu." Seru Vito meracau diatas sana sembari terus melakukan aksinya.


* Kurangajar. Bisa - bisanya dia menyadari jika aku sudah longgar. Memang iya sih aku sudah tidak lagi rapet, ini gara - gara video sialan itu yang membuat aku ingin merasakan seperti video yang aku lihat.* Gumam Bella dalam batinnya.


Kegiatan yang seharusnya tidak boleh mereka lakukan kini sudah mereka lakukan. Vito benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya.


Sementara itu saat ini dirumah Nia, ibu Karti menceritakan jika Vito tadi datang menjenguknya. Mendengar perkataan ibunya Nia pun kaget.


" Tadi kak Vito datang kesini bu? Sama siapa dia bu , apakah sama calon istrinya?." Tanya Nia dengan mata melotot.


" Matanya tidak melotot juga Nia. Itu tadi Vito datang sendirian, dia titip salam sama kamu. Buah - buahan sama kue itu bawaan Vito. Kamu bagi itu sebagian sama si Tami, anaknya pasti suka kamu kasih kue dan buah itu." Ucap ibu Karti sembari menunjuk kearah buah dan kue yang lumayan banyak.


Tami rumahnya tepat disamping Nia, dia orang yang baik dan suka menolong keluarga Nia saat Nia membutuhkan bantuan. Bahkan saat Nia tidak punya uang dia juga sering pinjam untuk sekedar ongkos kekampus. Sebenarnya semua tetangga Nia baik dan ramah, Tami mempunyai anak laki - laki yang saat ini usianya 6 tahun.


" Iya bu, nanti setengahnya Nia berikan sama anak mbak Tami. Ibu bicara apa saja sama Kak Vito?." Tanya Nia ingin tahu apa saja yang di bicarakan ibunya dan Vito.


" Ibu tidak banyak bicara dengan Vito, karena dia juga tidak lama. Ibu tadi hanya memberitahu jika kamu sudah dilamar seseorang dan akan segera menikah. Dan ibu juga memberitahu dia, jika pernikahan kamu akan dilangsungkan secara sederhana yang akan dihadiri oleh keluarga sehingga tidak bisa mengundang Vito dan teman-teman yang lainnya."Ucap Ibu Karti memberitahu apa saja yang tadi dia ceritakan kepada Vito.


Apa yang dikatakan Ibu Kartika kepada Vito menurut Nia memang sudah benar. Lebih baik memang Vito tahu jika Nia akan segera menikah. Sehingga Vito tidak lagi mengharapkannya. Terlebih Nia memang sudah tidak mau kembali dengan Vito, terlalu sakit penghinaan yang sudah Vito ucapkan kepada Nia.


" Kenapa Nia? Apa ibu salah mengatakan kepada Vito jika kamu akan menikah?."Tanya Ibu Karti.


" Tidak Bu. Ibu sudah benar memang lebih baik Kak Vito tahu jika Nia akan menikah. Lagi pula dia juga sudah bertunangan dan pastinya sebentar lagi dia juga akan menikah. Kita akan bahagia dengan pasangan kita masing-masing, Bu. Ya sudah kalau begit Nia ke rumahnya mbak Tami dulu ya Bu, mengantarkan buah sama kue ini untuk anaknya."Ucap Nia berpamitan.

__ADS_1


Nia mengambil buah dan kue yang ada diatas meja dapur dan segera mengantarkannya kerumah Tami mumpung belum larut malam.


**********


__ADS_2