Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Keputusan David


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Tok Tok Tok


Pintu ruangan David diketuk dari luar.


"Masuk."Seru David dengan tegas.


Jeni sekertaris David masuk dan menyanpaikan jika ada Pak Sigit dan Baskoro yang ingin menemuinya. Sekarang mereka sedang menunggu di tempat resepsionist.


"Suruh mereka masuk."Jawab David tanpa melihat kearah Jeni.


"Baik tuan."Jawab Jeni sambil menganggukkan kepalanya.


Jeni keluar dari ruangan David dan segera menghubungi resepsionist untuk memberitahu jika David bersedia menerima kedatangan Pak Sigit dan Baskoro.


"Apa yang ingin kalian sampaikan? Aku hanya memberi kalian waktu bicara masing-masing 5 menit. Mulai dari sekarang, terserah siapa duluan yang ingin bicara."Seru David memandang tajam Sigit dan Baskoro secara bergantian.


Tidak mau membuang-buang waktu lagi, akhirnya Baskoro yang lebih dulu memulai pembicaraan dengan David.


"Maaf Tuan David. Emm apa pemecatan saya sudah tidak dibatalkan lagi? Saya merasa dirugikan jika di pecat secara sepihak begini, padahal saya tidak melakukan kesalahan apapun. Tolong jangan pecat saya Tuan, saya sudah nyaman bekerja disini. Jika saya dipecat, saya harus bekerja dimana lagi?." Seru Baskor bicara dengan memohon sambil mengatupkan kedua tangannya.


David terlihat cuek dan dingin, seolah tidak menanggapi apa saja yang sudah dikatakan oleh Baskoro. Pandangan David beralih memdandang pak Sigit. Pak Sigit tahu maksud pandangan tajam David, beliaupun langsung menyampaikan maksud dan tujuannya datang menemui David.


"Emm Tuan David, apa penarikan saham dan kerja sama dengan perusahaan saya tidak bisa di batalkan. Tolonglah tuan, jangan tarik saham dan kerja sama kita. Jika itu sampai terjadi, saya tidak tahu lagi apa yang akan terjadi dengan perusahaan saya, Tuan. Tolonglah kasihanilah saya, hanya perusahaan itu mata pencaharian saya untuk keluarga."Ucap pak Sigit sembari memohon dengan mengatubkan dua tangannya.


*Kalau aku langsung memecat Baskoro aku tidak bisa bermain-main dengannya. Dan jika aku memutuskan kerja sama dengan perusahaan pak Sigit aku tidak profesional dong. Hemm sepertinya aku masih ingin bermain-main dengan keluarga tidak tahu malu ini. Terutama Baskoro, dia adalah orang yang sudah membuat istriku dan ibu mertuaku menderita.*Gumam David dalam batin.


David tidak akan memecat Baskoro, namun dia akan memperkerjakan Baskoro di bagian staff biasa bukan lagi seorang HRD. Dan untuk perusahaan pak Sigit, David akan tetap menarik sahamnya namun kerja sama tetap lanjut. Untuk Vito tetap dia pecat, David tidak mau memelihara Vito di perusahaannya.


"Aku tidak akan memecat anda ! Tapi aku tidak akan menempatkan kamu sebagai menejer lagi. Kamu aku pekerjakan di bagian Staff pemasaran !."Seru David dengan tegas.


Deegghhh

__ADS_1


Baskoro syok dengan keputusan David, bagaimana bisa seorang menejer HRD diturunkan di bagian Staff pemasaran. Baskoro tidak bisa terima dan ini semua dia beranggapan sebagai hinaan untuknya.


"Kenapa begitu? Seorang menejer HRD turun menjadi staff rendahan seperti itu?." Seru Baskoro tidak terima dengan keputusan David.


"Jika kamu tidak mau silahkan kamu keluar dari ruangan ini !!"Ucap David penuh penekanan.


Baskoro langsung terdiam dan tidak bisa membantah lagi. Dia tidak mungkin melawan David, jika dia melawan juga pasti akan sia-sia saja. Apalagi David memang pemilik perusahaan dan berkuasa.


"Dan untuk anda ! Aku tidak akan memutuskan kerja sama antar perusahaan tetapi aku menarik sahamku dari perusahaan anda ! Dan untuk anak anda tetap aku pecat !! Jika tidak terima dengan keputusan ku itu terserah kalian, masih untung aku berbaik hati dengan kalian."Seru David bicara dengan ketus.


"Baiklah kami terima, Tuan."Jawab Baskoro dan pak sigit bersamaan.


"Sekarang keluar !!."Seru David dengan kasar.


Kedua pria paruh baya itupun keluar dari ruangan David secara bersamaan. Mereka sudah tidak bisa memprotes apa yang menjadi keputusan David. Setelah dua orang itu keluar dari ruangannya, David memanggil Rendi untuk datang keruangannya.


"Iya Tuan, ada apa Tuan memanggil saya?."Tanya Rendi dengan hormat.


"Jangan batalkan kerja sama dengan Keluarga Vito? Hemmm aku ingin menghancurkan keluarga mereka secara perlahan-lahan. Dan Baskoro tempatkan dia di staff pemasaran, terserah dibagian apa saja yang penting dia hanya sebagai Staff."Seru David dengan lancar.


"Tuan yakin?."Tanya Rendi memastikan jika keputusan David sudah benar-benar difikirkan secara baik-baik.


"Sudah lakukan saja apa yang aku perintahkan !! Kamu tahu kan siapa Baskoro? Kamu pasti tahu maksud dan tujuanku."Ucap David sembari tersenyum licik.


Sementara itu saat ini Miska yang sedang magang di Rumah sakit yang sama dengan Nia bekerja. Tidak ada yang tahu siapa Miska yang sebenarnya kecuali Dokter Irawan dan ketiga teman magangnya yang memang 1 kampus dengan Miska.


"Miska bisa keruangan Om sebentar?." Seru Dokter Irawan menghampiri Miska yang baru saja ingin makan siang dengan ke tiga temannya.


"Iya Om."Jawab Miska dengan patuh.


"Kalian duluan ya, aku keruangan Om Irawan dulu."Ucap Miska kepada ketiga temannya.


Ketiga teman Miska hanya mengangguk sembari mengacungkan jempol tangannya. Teman Miska dua wanita dan 1 laki-laki, mereka sudah tahu siapa Miska yang sebenarnya dan mereka juga merahasiakan tentang jati diri Miska kepada teman yang lainnya. Ketiga teman Miska itu sangat salut dengan Miska, Miska lebih memilih merahasiakan identitasnya dan bergaya hidup sederhana ketimbang hidup foya-foya.


"Ada apa Om?."Tanya Miska yang saat ini sudah ada di ruangan Dokter Irawan.


"Maaf ya tadi Om panggil kamu saat bersama teman-teman kamu. Mereka tidak menaruh curigakan sama kamu?." Tanya Dokter Irawan yang belum tahu jika ketiga teman Miska sudah tahu siapa Miska.


"Om tenang saja. Mereka itu sudah tahu kok siapa Miska, hanya mereka teman Miska yang tahu siapa Miska yang sebenarnya, jadi Om tidak usah khawatir. Oh iya Om memanggilku ada apa?."Tanya Miska lagi.

__ADS_1


Hhhaahhhh


Terdengar helaan nafas berat dari pak Irawan, sepertinya ada sesuatu yang penting yang ingin dia sampaikan kepada Miska. Melihat raut wajah pak Irawan, Miska tahu jika masalah yang akan disampaikan pastilah sangat penting.


"Ini soal Kelly."Seru pak Irawan akhirnya membuka obrolan.


"Kelly? Ada apalagi dengan anak manja itu Om? Beberapa hari yang lalu Kelly dan tante Diana serta Om Haris datang kerumah. Kata mama sih mereka mau meminjam uang dan meminta kak David untuk mempekerjakan Kelly diperusahaan kak David. Tapi sudah pasti kak David menolak, mana mau kak David memperkerjakan anak manja itu."Seru Miska terlihat kesal jika membahas soal Kelly.


"Nah itu masalahnya, Miska. Mereka itu tidak langsung pulang tetapi menginap dirumah Om, sebagai seorang kakak tentunya Om tidak bisa melarang Diana dan keluarganya menginap dirumah Om. Namun lama-lama Om juga tidak enak dengan istri Om. Sudah 3 malam loh mereka menginap tanpa tahu diri, kalau dirumah kamu merekakan sungkan sama papa kamu. Dirumah David sudah pasti karena David yang tidak mengizinkan."Ucap pak Irawan justru curhat dengan keponakannya.


Miska hanya tersenyum mendengar cerita dari Pak Irawan. Beruntung mereka menginap dirumah pak Irawan, jika menginap dirumahnya sudah pasti dia dan Kelly akan saling adu mulut terus menerus. Miska dan Kelly dari dulu memang tidak pernah akur.


"Terus maksud om membicarakan ini sama Miska apa?."Tanya Miska masih bingung.


"Haahh... Hampir saja Om lupa. Begini, Kelly itu masih berambisi ingin memiliki kakakmu, David. Semalam Om mendengar obrolan Kelly dan mamanya, jika dia akan merusak hubungan Nia dan David. Om minta sama kamu untuk bicara sama Nia, kalau Om yang bicara langsung sama Nia kok kesannya tidak enak. Kamu kan wanita jadi lebih mudah bicaranya."Ucap pak Irawan.


"Sudah ku duga. Simuka tebal itu memang sudah tidak waras lagi, masa iya mau merusak rumah tangga saudaranya sendiri. Sepertinya bukan hanya kak Nia saja Om, Miska juga akan membicarakan ini kepada kak David agar dia juga bisa berhati-hati dengan iblis betina itu."Seru Miska dengan kesal.


"Iya sudah terserah kamu. Yang penting om sudah cerita sama kamu. Sekarang kamu kalau mau istirahat silahkan saja, jangan sampai tidak makan siang. Kalau kamu sakit gara-gara tidak makan siang Om bisa dihajar sama kakakmu yang super dingin dan arogan itu."Seru pak Irawan dengan tawanya yang unik.


"Siap Om. Baiklah kalau begitu Miska mau menyusul teman-teman kekantin dulu."Ucap Miska berpamitan.


Miska keluar dari ruangan dokter Irawan, saat Miska baru saja menutup pintu ruangan dokter Irawan tiba-tiba dia dikagetkan dengan suara seseorang.


"Ngapain kamu ada disini?."Tanya dokter yang bernametag Sari.


"Emm dokter Sari. Tadi ada perlu sama dokter Irawan."Jawab Miska dengan sopan.


"Anak magang kok berani menemui pemimpin Rumah Sakit? Kamu mau berbuat curang ya? Dengan mendekati dokter Irawan lalu kamu bisa mendapat nilai yang bagus dan bisa masuk rekomendasi salah satu mahasiswa magang yang akan direkrut di rumah sakit ini?."Seru dokter Sari dengan ketus sembari memandang sinis kearah Miska.


"Saya tidak seperti itu, anda salah besar dokter Sari. Dokter sendiri ada perlu apa datang keruangan Dokter Irawan? Mau merayu dokter Irawan ya? Jangan maling teriak maling dokter, Sari."Seru Miska dengan berani.


Bukan tanpa alasan Miska bicara seperti itu, dari dulu dia sudah tahu jika dokter Sari memang ada hati dengan dokter Irawan, namun dokter Irawan sama sekali tidak meresponnya.


"Dasar anak kecil kurangajar kamu ya !! Awas saja kalau kamu menyebar gosip yang tidak-tidak, aku datang kesini karena memang aku ada perlu. Jadi jaga bicaramu anak kecil."Seru dokter Sari dengan geram.


"Bagaimana? Dituduh yang tidak kita lakukan tidak enakkan kan? Makanya jangan suka menuduh lebih dulu, tapi bukannya dulu anda itu suka dengan dokter Irawan? Apa sekarang tidak lagi? Ingat, dokter Irawan itu sudah beristri jadi jangan kamu ganggu dia kalau tidak mau kariermu hancur!!." Seru Miska penuh penekanan.


Selesai bicara seperti itu Miska meninggalkan dokter Sari yang masih tetap berdiri terpaku ditempatnya, sambil memandang kepergian Miska dengan mengepalkan kedua tangannya. Dokter Sari merasa heran kenapa Miska bisa tahu tentang perasaannya kepada dokter Irawan.

__ADS_1


*Kenapa bocah magang itu bisa tahu soal perasaan ku kepada dokter Irawan? Apa mungkin dokter Irawan yang cerita semua itu kepada dia, hemm ini parut dicurigai. Sepertinya anak magang itu ada hubungan dengan dokter Irawan. Aku harus menyelidikinya.*Gumam dokter Sari dalam batinnya.


*************


__ADS_2