
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Tok
Tok
Pintu kamar Nada diketuk dari luar oleh mbak Nur, sudah jam 4 sore Nia dan Nada belum juga bangun dari tidur. Apalagi satu jam lagi David akan pulang, dia pasti akan marah jika Nada belum mandi.
"Non Nia."Seru mbak Nur dari depan pintu kamar Nada.
Mbak Nur sebenarnya bisa saja langsung masuk kekamar Nada, seperti biasanya dia memang keluar masuk kamar Nada. Namun kali ini ada Nia yang tidur dikamar Nada sehingga mbak Nur pun sungkan untuk masuk.
Ceklek
Pintu terbuka dan nampak terlihat wajah Nia yang memang baru bangun tidur.
"Mbak Nur. Kenapa tidak masuk saja, maaf ya mbak aku tadi ketiduran dikamar Nada. Nadanya masih tidur kok mbak."Seru Nia mencoba tersenyum meskipun dia masih sangat terlihat mengantuk sekali.
"Biar saya saja Non yang membangunkan Non Nada. Non lebih baik sholat saja dulu, lagipula sebentar lagi Tuan David akan pulang."Seru mbak Nur dengan sopan.
"Baiklah, terimakasih ya mbak Nur."Jawab Nia tidak lupa dengan kata terimakasihnya.
Nia keluar dari kamar Nada dan menaiki anak tangga menuju kamarnya. Nia akan mandi dan sholat terlebih dahulu baru dia akan membantu mbok Jum memasak menu makan malam. Hanya butuh waktu 12 menit, Nia sudah selesai mandi dan sholat. Nia memakai lipstik tipus-tipis dan memakai bedak. Dia akan membantu bik Jum sembari menunggu suaminya pulang dari kantor.
"Loh Non kan sudah mandi dan sudah cantik begini kok malah memasak sih Non. Nanti malah bau asap loh Non, lebih baik Non duduk saja sembari menunggu tuan pulang. Masa menyambut suami pulang masih bau bawang dan cabai ? Sudah Non duduk saja, lagipula ada Ani juga yang bantuin mbok masak."Seru mbok Jum menolak Nia membantu di dapur.
"Tapi bik, aku ingin membantu bibik."Seru Nia merasa tidak enak dengan mbok Jum.
David dan Nia memanggil mbok Jum dengan panggilan bibik. Padahal lebih suka di panggil dengan panggilan mbok Jum. Namun mbok Jum juga tidak masalah jika dipanggil bibik.
"Sudah Non tidak perlu membantu memasak, ini sudah jadi tugas saya sama Ani. Non sudah cantik loh, sekarang lebih bik non duduk sambil menemani non Nada main. Sebentar lagi Tuan pulang loh."Seru mbok Jum
Huuuhhhh
__ADS_1
Nia sudah tidak bisa lagi berkata-kata. Dia mau memaksa memasak pasti juga tetap tidak dibolehkan mbok Jum dengan alasan sudah mandi dan sebentar lagi David pulang.
"Anak mama lagi apa sih?." Tanya Nia menghampiri Nada yang sedang makan buah yang sudah dikupad oleh mbak Nur.
"Makan buah, Ma. Mama mau? Sini Nada yang suapin mama."Seru Nada sembari mengunyah buah mangga kesukaannya.
Aaaaaaa
Nia membuka mulutnya dan Nada menyuapkan buah mangga kedalam mulut Nia. Nia mrngunyahnya dan menikmati buah mangga yang sangat manis dan segar. Mbak Nur memilih membantu mbok Jum didapur, sebab Nada sudah bersama Nia.
"Enak kan ma? Mau lagi?." Tanya Nada dengan suara yang menggemaskan.
"Sudah sayang. Buat Nada saja ya, oh iya sebentar lagi papa pulang. Kita tunggu papa didepan yuk."Seru Nia mengajak Nada menunggu David didepan rumah.
"Ok siap mama yang cantik."Ucap Nada dengan antusius.
Selesai makan mangga, Nia dan Nada langsung keluar rumah dan menunggu David diteras. Nada dan Nia duduk di kursi yang ada diteras sembari Nada berceloteh riang menceritakan teman-teman sekolahnya. Setelah 10 menit menunggu akhirnya yang ditunggu-tunggu pulang juga.
"Alangkah bahagianya jika setiap kali aku pulang kerja begini istri dan anakku menyambut kepulanganku seperti itu. Rasanya lelah ku dari kantor hilang seketika."Seru David pada dirinya sendiri.
Selama menikah dengan David, memang baru ini Nia menyambut suaminya pulang. Hari biasanya dia sibuk dengan pekerjaannya dirumah sakit, saat David pulang Nia juga baru pulang. Terkadang hanya selisih berapa menit saja. Namun mulai bulan depan Nia hanya mengambil jadwal dari hari senin sampai kamis saja, agar lebih banyak waktu untuk suami dan anaknya.
Nada ingin mencium tangan papanya,seperti yang sudah diajarkan Nia. Setiap David berangkat dan pulang bekerja, Nada harus cium tangan papanya.
"Anak papa sudah cantik."Seru David lalu mencium pipi Nada.
Nia juga mengulurkan tangannya, David semakin bahagia dengan apa yang saat ini terjadi. Nia mencium tangan David dan mengambil tas kerjanya,lalu mengajaknya masuk kerumah.
"Nada, mama antar papa kekamar dulu ya."Seru Nia bicara dengan lembut.
"Iya ma. Mama sibuk urus papa dulu ya?." Seru Nada dengan polosnya.
Nia dan David tersenyum mendengar pertanyaan dari buah hatinya. Mereka hanya serempak mengangguk sembari mengulas senyum.
Kini Nia dan David menaiki anak tangga secara bersamaan. Nia membawakan tas kerja David, David memeluk punggung sang istri dengan senyum yang tidak luntur.
"Sayang, kenapa tadi saat aku datang kamu tidak mau memanggil ku Hubby? Hanya mengulurkan tangan saja untuk mencium tanganku."Ucap David langsung protes.
"Maaf Hubby, tadi kan sedang bersama Nada jadi aku bingung mau panggil bagaimana? Kalau aku panggil Hubby nanti Nada protes dan dia pasti juga akan ikut-ikutan memanggil Hubby. Emm kalau sedang bersama Nada bagaiman kala aku panggilnya papa saja."Seru Nia menjelaskan sekaligus menyampaikan pendapatnya.
__ADS_1
"Oh begitu. Benar juga sih, ya sudah kalau sedang ada Nada atau bersama Nada kamu boleh panggil aku Papa. Ya sudah aku mau mandi dulu ya, tolong siapkan pakain gantiku ya sayangku, istriku yang cantik."Seru David sembari mengusap pipi Nia.
Nia tersipu malu-malu mendengar panggilan yang sebegitu romantis. Tidak biasanya David bersikap seromantis itu. David masuk kamar mandi, Nia pun beranjak keruang ganti untuk menyiapkan pakain ganti sang suami tercintanya.
*Dulu aku sangat membenci David, dulu dia sangat menyebalkan, dingin dan Arogant. Ternyata dia bisa romantis juga, hemm yang namanya jodoh memang tidak ada yang tahu. Dulu aku mengira jika Kak Vito adalah jodohku dan pria yang pertama dan yang terakhir untukku. Namun ternyata semua itu salah, Allah tidak mentakdirkan aku dan Kak Vito bersatu. Dan mentakdirkan jodohku kepada orang yang saat itu sangat aku benci, David.*Gumam Nia dalam batinnya.
Nia pun teringat jika dia mendapat undangan pernikahan Vito dan Bella. Sepertinya Nia akan menceritakan perihal undangan itu, meskipun Nia tahu pasti David juga dapat undangan dari Vito. Secara David juga Bos diperusahaan tempat Vito dan ayah Bella bekerja.
" Sayang mana baju gantiku?." Seru David yang kini sudah memeluk Nia dari belakang.
"Emm.. Ehh Ini Hubby. "Jawab Nia terbata-bata dan gugup.
"Kamu kenapa gugup begitu, Sayang."Seru David sembari tersenyum jahil.
"Sudah cepat pakai bajunya, nanti masuk angin. Setelah ini kita turun dan temani Nada sembari minum teh. Meskipun kita sama-sama sibuk dengan pekerjaan kita masing-masing. Kita harus tetap luangkan waktu kita untuk Nada. Hubby, mulai bulan depan aku ambil jam kerja dari hari Senin sampai Kamis. Dan sebelum Hubby pulang dari kantor, insya Allah aku sudah sampai rumah. "Ucap Nia memberitahu David.
David mengangguk setuju dengan apa yang sudah dikatakan dan diputuskan oleh istrinya. Selesai berpakain, David dan Nia kembali turun kelantai bawah dan menemani Nada yang sedang bermain sembari menonton kartu kesukaannya.
"Mau kopi apa teh?." Tanya Nia ingin membuatkan minuman suaminya.
"Teh saja, Sayang."Jawab David singkat.
"Nada mau minum teh?." Tawar Nia kepada Nada yang sedang fokus dengan televisinya.
Nada hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan, dengan pandangan masih lurus kearah Televisi. David dan Nia hanya mengulas senyum saja melihat kelakuan anaknya.
Nia bergegas kedapur untuk membuatkan teh untuk suaminya. Sesampainya didapur dia heran melihat mbok Jum, Ani dan mbak Nur yang sibuk memasak. Bahkan sudah ada beberapa menu makanan yang sudah matang dan mbok Jum masih meracik bumbu yang lainnya.
"Bik ini kok masaknya banyak banget?."Tanya Nia dengan wajah keheranan.
"Loh Non tidak tahu ya, kalau Tuan dan Nyonya nanti malam mau makan malam disini. Makanya mbok masak banyak, katanya juga ada Nyonya Diana bersama keluarganya dari luar kota mau datang. Waduhh.. Mbok lupa ! Inikan kejutan, kenapa mbok kasih tahu."Ucap mbok Jum sembari memukul keningnya sendiri.
"Diana? Siapa dia bik?." Tanya Nia yang memang tidak tahu dengan keluarga dari David. Maklum saat menikah waktu itu mereka tidak pada datang.
"Adiknya Nyonya Karmila Non. Yang tinggal di kota B ituloh, mereka memang jarang sekali datang kesini. Mbok kasih tahu ya Non, kalau nyonya Diana ini orangnya kalau bicara rada sombong dan ketus. Jadi kalau dia bicara yang tidak-tidak jangan diambil hati."Ucap mbok Jum menasehati Nia.
Nia memang belun tahu siapa-siapa saja keluarga dari suaminya. Dan bagaimana karakter nya, sehingga saat mbok Jum memberitahu tentang wanita yang bernama Diana, Nia hanya mengangguk saja.
*Semoga saja keluarga suamiku semuanya baik-baik seperti kedua mertuaku. Jangan sampai ada saudara atau keluarga yang julid seperti disinetron.*Gumam Niq dalam batinnya.
__ADS_1
************