Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Pengusiran Bella


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Malam ini Vito pulang kerumahnya, namun saat dia pulang Bella ada di kamar nya sehingga tidak mengetahui jika Vito pulang. Sesampainya di kamarnya, Vito membersihkan badannya terlebih dahulu.


Tidak terlalu lama di kamar mandi, Vito pun mengganti pakaiannya dengan piyama tidur.


" Ahh akhirnya bisa beristirahat juga dikamar. Semoga saja Bella tidak mengganggu istirahatku."Ucap Vito sambil membaringkan tubuhnya.


Vito mencoba memejamkan matanya namun bayangan Nia tiba-tiba muncul. Bahkan bayangan Miska pun ikut muncul dalam benaknya.


" Kenapa bisa bayangan mereka berdua yang muncul dalam benak fikiranku? Apa ini pertanda bagus? Dokter Miska juga cantik dan menarik, wajahnya polos seperti Nia. Duhh kenapa aku malah memikirkan dia sih, apa aku menyukai dokter Miska?."Tanya Vito pada dirinya sendiri.


" Terserah lah ! Lebih baik aku istirahat saja, badanku rasanya remuk redam. Semua ini karena David yang sudah membuat aku babak belur, dan sekarang tubuh ini baru terasa pegal-pegal dan sakitnya."Ucap Vito menggerutu sendiri.


Sementara itu Bella yang tadi mendengar suara mobil Vito pun dia keluar dari kamarnya untuk memastikan Vito atau bukan. Bella melihat keluar ke arah garasi mobil. Ternyata benar, disana sudah ada mobil Vito. Bibir Bella menyunggingkan senyum, dia senang jika Vito ada dirumah.


Malam ini Bella berusaha ingin mendekati Vito dan ingin meminta haknya sebagai seorang istri.


Tok Tok Tok


" Vito sayang, Buka pintunya dong." Ucap Bella sambil terus mengetuk pintu kamar Vito.


Sudah 3 kali Bella mengetuk dan memanggil nama Vito. Namun, Vito tak kunjung membukakan pintu. Bella tidak menyerah begitu saja, dia pun kembali mengetuk pintu kamar Vito sampai Vito mau membukanya.


" Vito, aku mau bicara. Tolong buka pintunya, kita harus bicara Vito. Kamu tidak bisa terus mendiamkan aku seperti ini. Aku ini istri kamu, Vito !!."Seru Bella terus meminta Vito membuka pintu kamarnya.


Braaakkkk


Terdengar suara pintu di pukul dari dalam kamar. Vito lah pelakunya, dia kesal karena Bella terus mengganggu tidurnya.


" Mau apa lagi, Bella !! Apa kamu itu buta? Lihat ini sudah malam dan sudah jam berapa ini, Bella?."Seru Vito terlihat sangat kesal.


Haaahhhhh


Bella kaget melihat wajah Vito yang bonyok, dia pun mencoba untuk memegang wajaj Vito namun dengan cepat Vito menepis tangan Bella dengan gerakan yang kasar.


" Aaowww sakit sayang."Ucap Bella meringis kesakitan sembari memegang tangan kanannya.


" Aku tidak sudi kamu pegang-prgang. Tangan mu itu terlalu kotor dan menjijikan, Bella !! Jauh kan tangan mu, kalau tidak mau aku patahkan malam ini juga."Ucap Vito kasar.


" Kamu ini kenapa sih? Setiap kali bicara denganku selalu marah-marah tidak jelas seperti ini. Aku ini masih istri sah mu, jadi kamu harus memperlakukan aku dengan baik. Dosa kamu jika menelantarkan aku dan tidak peduli dengan ku."Ucap Bella seakan dia merasa paling benar saja.


Vito tersenyum jahat, Bella merasa paling benar dan seolah-olah Vito sebagai suami yang salah. Semua sumber masalah datang dari Bella dan Bella biang kerok semuanya. Vito sudah tidak bisa lagi mentolerir kelakuan Bella, sudah tahu dia salah tapi masih tidak merasa salah. Tidak semua kesalahan selesai dengan kata maaf.

__ADS_1


" Kamu masih menyalahkan ku? Ot4k kamu itu dimana? Aku seperti ini itu juga karena kamu, wanita murahan. Seandainya kamu tidak berselingkuh dengan papa tirimu itu, aku masih bisa menerima kamu meskipun aku tidak mencintai kamu. Tapi karena kamu ternyata berselingkuh, jadi jangan salahkan aku jika aku ini tidak memperdulikan kamu. Sekarang apa mau kamu?." Tanya Vito dengan sorot mata yang tajam.


" Aku mau, kita berbaikan Vito. Kita jalani rumah tangga kita sebagai mana mestinya, dan kita bisa hidup bahagia bersama dengan anak kita ini."Ucap Bella dengan mengusap perutnya yang buncit.


" Bullshit !! Memang itu anak ku? Aku yakin itu bukan anakku, Bella !. Lebih baik kamu pergi saja dari rumah ku ini dan jangan lagi datang kerumah ku. Karena mulai malam ini aku talak 3 kamu, Bella !!!." Ucap Vito dengan lantang.


Jdddeeerrrr


Bella terhenyak dengan talak yang di ucapkan oleh Vito. Vito mentalaknya, bahkan talak 3 yang sudah dia jatuhkan. Bella terlihat menggelengkan kepalanya, dia tidak mau bercerai dari Vito sebab dia sangat mencintai Vito.


Bella pun langsung memohon dengan bersimpuh di kaki Vito. Vito tidak peduli sedikitpun dengan tangisan Bella.


" Vito tolong jangan ceraikan aku, jika kita bercerai bagaimana dengan nasibku ini? Bagaimana dengan nasib anak kita ini, Vito. Aku mencintai kamu, Vito. Aku tidak mau kita bercerai."Seru Bella dengan terisak.


" Sudah aku bilang aku tidak yakin jika itu anakku. Aku sudah mengucapkan talak untuk mu, dan memang saat ini aku sudah mengurus perceraian kita. Tunggu saja surat itu pasti akan sampai di tanganmu. Untuk anak itu, jika kamu masih bersikeras itu anakku, nanti kita lakukan tes DNA saja. Jika terbukti dia anakku, aku akan menanggung biaya hidupnya. Dan jika dia bukan anakku, aku tidak mau menanggung biaya hidup nya. Sekarang cepat kemasi barang-barang mu, aku berikan kamu waktu sampai besok pagi. Jika sampai pagi kamu tidak pergi juga, aku akan menyeretmu keluar dengan kedua tangan ku ini."Ucap Vito sangat serius.


Brrraaaakkkk


Vito masuk ke kamarnya dan menutup pintu dengan kasar. Dia pun mengunci pintu kamar, agar Bella tidak bisa menyusul nya masuk. Sedangkan di depan pintu kamar Vito, Bella masih menangis.


" Ini pasti karena Vito masih mencintai mantan pacarnya itu. Lihat saja Vito, kamu akan membayar mahal rasa sakit hati ku ini. Dan untuk Nia, aku akan buat dia tidak bahagia. Gara-gara dia, Vito menceraikan aku. Dasar wanita kurangajar !!."Ucap Bella dengan kedua tangan terkepal.


Bella bangkit dan mengusap air matanya, dia masuk kamarnya untuk membereskan pakaiannya. Dan besok pagi dia baru akan keluar dari rumah Vito, tujuannya pasti kerumah Baskoro yang saat ini juga sudah menjadi suami nya.


Didalam kamarnya, Vito mendapatkan pesan dari Leni sang ibu mertuanya. Sebenarnya pesan itu sudah dikirim dari tadi sore. Namun Vito baru membacanya.


" Ada apalagi ini? Ini sudah mau jam 11 malam, coba aku telepon saja siapa tahu mama belum tidur."Seru Vito.


Ttuuttt tuutttt tuutttt


Telepon tersambung namun tak kunjung di angkat oleh Leni. Sehingga Vito pun memutuskan besok saja kembali menghubungi Leni.


Namun saat Vito sudah meletakkan ponselnya, justru ponsel Vito yang kembali berdering. Vito melihat jika mama mertuanya yang menghubunginya dan dengan segera dia mengangkatnya.


[ Hallo ma, maaf ada apa? Tadi telepon Vito pasti ganggu istirahat mama ya?]


[ Oh tidak Vito, mama justru belum tidur kok. Masih ada pekerjaan yang harus mama kerjakan. Ada yang ingin mama bicarakan sama kamu, ini soal Bell.]


[ Ada apa lagi ma? Oh iya, maaf ma. Malam ini aku sudah mentalak Bella, jadi mungkin besok Bella akan kembali kerumah mama. Maaf aku belum bisa menjadi suami yang baik untuk Bella.]


[ Kamu tidak perlu meminta maaf, itu semua pantas Bella dapatkan. Bella tidak akan pulang kerumah mama.]


[ Lantas dia akan pulang kemana ma?.]


[ Dia akan pulang ke rumah suaminya.]


[ Maksud mama?]


[ Baskoro dan Bella sudah menikah, beberapa hari yang lalu. Mereka di gerebek warga saat sedang melakukan hubungan itu, sehingga warga langsung menikahkan mereka saat itu juga.]

__ADS_1


Deeggghhhh


Dada Vito bergemuruh, dia sangat marah dengan kelaluan Bella. Bukan karena cemburu, tapi karena Bella menikah dengan pria lain disaat dia masih menjadi istri sahnya. Seolah-olah Bella mempermainkan pernikahan mereka, tapi beruntungnya Vito sekarang menjatuhkan talaknya.


[ Mama yakin? Apa mama baik-baik saja?.]


[ Mama baik-baik saja. Ya sudah, mama cuma mau memberitahu masalah itu saja. ]


[ Iya ma, terima kasih atas informasinya.]


Tuuuuttttt


Panggilan telepon pun dimatikan oleh Leni. Vito mengepalkan kedua tangannya. Dia tidak jadi tidur dan dia bangkit lalu mendatangi Bella yang ada di kamar.


Braakk Braaakk Braakkk


Vito menggedor pintu kamar yang di tempati Bella dengan kasar.


" Bella, Bella !! Keluar kamu, cepat keluar !!."Seru Vito dengan lantang.


Cekleeekkk


Pintu terbuka dan terlihat Bella memasang senyum manisnya. Dia mengira Vito akan meminta maaf.


" Vito sayang, ada apa? Kamu mau meminta maaf?." Tanya Bella percaya diri.


Plaakk


Plaakk


" Dasar wanita si4l4n! Mur4ha4n ! Pergi dari rumah ku sekarang juga. Aku tidak menyangka jika saat ini kamu sudah bersuami dua, cepat pergi dari sini. Lagi pula sekarang kamu sudah bukan istriku lagi." Ucap Vito setelah menampar Bella dengan cukup kuat.


" Vito, kamu sudah tahu."Seru Bella dengan syok.


" Cepat pergi !! Tidak perlu menunggu besok pagi, sekarang juga kamu harus angkat kaki dari rumahku."Ucap Vito lagi.


Vito melihat ada koper didekat lemari, Vito pun mengambil koper itu yang ternyata sudah berisi sebagian barang-barang Bella. Dengan kasar Vito menarik koper yang ada di atas lemari, dia membuka nya lalu memasukan barang-barang Bella yang belum dia bereskan.


" Vito tolong jangan seperti ini. Tolong berikan aku waktu sampai besok pagi, aku janji besok pagi aku akan keluar dari rumah kamu. Tapi tidak malam ini, ini sudah terlalu malam Vito."Ucap Bella terus memohon agar Vito tidak mengusirnya.


" Aku tidak perduli mau malam ataupun pagi, dulu juga sebelum kamu menikah denganku kamu sering pulang saat tengah malam. Sekarang cepat kamu pergi dari rumahku !!Semua barang-barangmu sudah ada di dalam 2 koper itu."Seru Vito kasar, lalu dia berjalan keluar menyeret 2 koper Bella.


Bella mengambil tas dan ponsel serta kunci mobilnya, dan dia pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Malam itu juga, Bella keluar dari rumah Vito dan status istri Vito pun sudah hilang. Hanya tinggal menunggu proses dari pengadilan.


Braaakkk


Vito menghempaskan dua koper Bella di halaman rumah. Tanpa ada belas kasihan sedikitpun untuk Bella, Vito langsung masuk kembali kerumah.


***********

__ADS_1


__ADS_2