Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Sepuluh tahun lagi


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Dua hari sudah berlalu, setelah 2 hari tidak masuk kerja karena kejadian tragedi di rumah sakit waktu itu. Hari ini Nia sudah kembali beraktifitas seperti biasa, Nia sudah mulai membuka jadwal prakteknya.


" Sayang, nanti pulangnya aku jemput ya. Kamu jangan capek-capek, ingat !! Kalau sampai kamu kecapean, aku akan melarangmu untuk bekerja. Paham !!."Seru David bicara dengan tegas.


" Iya Hubby. Aku tidak akan capek dan kelelahan, lagi pula ada Suster Kesa yang membantuku. Oh iya hubby, kapan Miska mulai memegang rumah sakit?." Tanya Nia mengalihkan pembicaraan.


Miska sudah bersedia menggantikan paman Irawan untuk menjadi direktur rumah sakit. Tapi tidak dalam waktu dekat ini, Miska masih mau membereskan urusannya di kampus. Apalagi dia memang belum wisuda.


" Belum tahu sayang. Miskanya sih mau, tapi katanya tunggu selesai wisuda dulu. Dia wisuda juga sekitar 2 bulan lagi."Jawab David dengan tangan fokus pada kemudi mobil.


" Oh, itu Miska mau menggantikan paman Irawan? Apa kamu melakukan sesuatu hubby?." Tanya Nia memandang curiga suaminya.


David hanya melirik Nia sambil nyengir kuda. Tahu saja sang istri jika dia sudah melakukan sesuatu agar Miska mau menggantikan paman Irawan mengurus rumah sakit.


" Hubby."Seru Nia lagi.


" Heheee... Aku cuma mengancam Miska, kalau dia tidak mau menggantikan paman Irawan, Izin menikah mudanya aku cabut. Dia boleh menikah 10 tahun lagi."Seru David bicara jujur.


Hhaaaahhh


Mulut Nia terbuka lebar, dia bengong setelah mendengar pengakuan dari sang suaminya. Bisa-bisanya dia mengancam Miska boleh menikah 10 tahun kedepan. Ingin rasanya Nia menggetok kepala suaminya itu.


" Aku tidak memaksa banget sih, Sayang. Hanya sedikit mengancam saja. Lagi pula kalau bukan Miska siapa lagi yang mau menggantikan paman Irawan? Nada ya tidak mungkin, dia masih terlalu kecil. Kamu juga tidak mau? Daripada Kelly atau suaminya, ya lebih baik Miska."Ucap David menjelaskan secara detail agar Nia mengerti.


" Kok bisa Kelly atau Keanu?." Tanya Nia tidak paham.


" Tidak tahj itu mama yang mengusulkan. Kalau Miska tidak mau ya mau di serahkan kepada Kelly dan suaminya. Mungkin mama hanya menggertak saja, mana mungkin mama mau menyerahkan rumah sakit itu kepada mereka. Mau sampai lebaran monyetpun tidak akan mungkin."Ucap David lagi.


* Hemm iya juga sih. Miska lebih pantas daripada Kelly dan suaminya, jika rumah sakit sama mereka bisa bangkrut rumah sakit.*Gumam Nia dalam hatinya.

__ADS_1


Mobil yang dikendarai David sudah sampai di depan lobby rumah sakit. Setelah melakukan ritual pamitan, Nia pun segera turun dari mobil dan masuk ke gedung rumah sakit. Nia selalu membalas sapaan orang-orang yang menyapanya. Entah itu suster, dokter, Ob ataupun orang yang datang untuk berobat, dia selalu membalas sapaannya.


" Mbak Kesa sudah dari tadi?." Tanya Nia saat mendapati Kesa sudah berada di ruangan praktek.


" Salam dulu dong bu dokter, Nia. Aku kaget loh, masuk main nyelonong saja."Seru Kesa sambil tertawa.


" Oh iya maaf mbak lupa, Asaalamualaikum."Seru Nia sambil meletakkan tasnya dia atas meja kerjanya.


" Waalaikumsalam. Aku barusan kok, ini lagi memeriksa daftar pasien saja. Masih ada waktu 15 menit lagi, apa mau langsung open prakteknya?."Tanya Kesa.


Nia melirik jam tangan mahalnya yang melingkar di tangan kirinya sambil memikirkan sesuatu. Sebenarnya bisa sih dia buka praktek lebih awal, tapi kasihan yang nomor awal. Biasanya mereka masih ada di luar, mereka daftar setelah daftar biasanya pergi dan akan kembali sesuai dengan jam buka praktek.


" Nanti saja mbak. Biasanya mereka masih ada yang belum datang, mbak Kesa pasti tahu maksud aku kan?." Tanya Nia.


" Ok deh kalau begitu. Saya paham dong, ibu dokter."Seru Kesa sambil tersenyum.


Sembari menunggu jam praktek nya di mulai, Nia dan Kesa membahas soal beberapa data pasien yang memang sudah beberapa kali berobat dengan Nia. Tanpa terasa, jam praktek sudah bisa di mulai. Kesa memanggil pasien sesuai dengan urutan pendaftarannya.


*******


David melempar beberapa berkas di atas meja, saat ini David sedang meeting dengan beberapa menejer di perusahaannya. David marah karena laporan yang dia minta dari 3 hari yang lalu masih saja salah.


" Kamu masih sanggup tidak jadi menejer pemasaran? Kalau kamu tidak sanggup lebih baik kamu keluar saja dari perusahaan ku ini. Jika kamu keluar sendiri, kamu masih bisa bekerja di luaran sana. Tapi jika sudah aku pecat, jangan harap kamu bisa mendapatkan pekerjaan enak di luaran sana !!."Seru David dengan lantang.


" Maaf, maaf tuan David. Saya, saya akan memperbaiki laporannya. "Jawab sang menejer dengan ketakutan.


Sang menejer sangat ketakutan, dia sudah tahu bagaimana David jika sudah marah. Yang ada semuanya pasti akan kena amukannya. Sang menejer akhir-akhir ini memang sering melakukan kesalahan. Dia tidak konsentrasi bekerja karena ada masalah di rumah tangganya.


Rendi mendekati David lalu membisikkan sesuatu ketelinga David. Semua yang ada di ruangan rapat itu tidak ada yang tahu apa yang dibisikkan Rendi.


" Yang lainnya silahkan keluar, menejer pemasaran tetap ada disini !!."Ucap David dengan tegas.


Semuanya pun keluar dari ruangan meeting sesuai dengsn intruksi David. Hanya menejer pemasaran yang masih tetap pada tempatnya dan menunduk ketakutan. Rendi juga masih ada di tempatnya, dia akan keluar jika David memintanya keluar.


" Sejak kapan dan sudah berapa lama kamu ada hubungan dengan wanita itu?."Tanya David serius.


" Wanita? Mmakssuud tuan apa? Saya tidak mengerti?." Tanya sang menejer dengan gugup.

__ADS_1


" Jangan pura-pura tidak tahu, atau kamu memang mau aku pecat?." Seru David penuh ancaman.


" Maaf tuan, tolong jangan pecat saya. Kasihanilah saya, saat ini istri saya sedang hamil anak kedua, saya butuh banyak biaya untuk menafkahi keluarga saya. Apalagi istri saya 2 bulan lagi akan melahirkan. Ampuni saya tuan, saya mengaku bersalah. Saya sudah 3 bulan ini berhubungan dengan Kelly. Itu juga karena memang Kelly yang dari awal menggoda saya sampai dia mengajak saya cek in hotel duluan."Seru sang menejer akhirnya mengakui semuanya.


Brraakkk


David menggebrak meja dengan kuat sampai Rendi saja terlonjak kaget dan mengusap d4d4nya pelan.


Sang menejer pun semakin ketakutan, dia tidak menyangka jika hubungannya dengan Kelly akan serumit ini. Istrinya tahu dan sekarang sang pemilik perusahaan pun juga tahu. Sepertinya Kelly memang wanita pembawa sial.


" Jadi karena masalah ini yang membuat kamu tidak becus bekerja?." Tanya David penuh selidik.


" Iya tuan. Sudah seminggu ini, istri saya tahu hubungan saya dengan Kelly. Dia marah dan pulang kerumah orang tuanya sambil membawa anak pertama kami. Dan yang membuat saya semakin bingung, Kelly hamil dan meminta saya untuk menikahinya."Seru sang menejer pemasaran yang bernama, Heru.


David mengernyitkan keningnya, bagaimana bisa Kelly meminta dinikahi Heru sedangkan status Kelly masih istri sahnya Keanu. Sepertinya ini memang rencana Kelly agar dia bisa mendapatkan uang dengan instan.


" Kelly itu sudah bersuami, mana mungkin kamu menikahinya. Dia hamil juga karena suaminya bukan karena kamu. Kamu itu cuma dijadikan tambang emasnya saja, pasti sudah banyak uang yang kamu keluarkan untuk Kelly?."Tanya David membuat Heru melongo.


Dia tidak tahu jika Kelly itu sudah menikah, karena selama ini Kelly belum terdengar kabar menikah. Bahkan saat masih bekerja di perusahaan Widjaya Group pun Kelly masih lajang.


" Dia sudah menikah 3 bulan yang lalu. Nama suaminya Keanu, dia bekerja di salah satu cafe yang ada di kota ini."Ucap Rendi yang memang tahu isi fikiran Heru.


" Jadi aku dibohongi Kelly?."Tanya Heru memastukan kebenarannya.


" Iya. "Jawab Rendi singkat.


" Apapun masalahmu, aku tidak mau tahu. Yang aku mau , kamu harus bekerja secara profesional. Kali ini aku masih memberimu satu kali kesempatan lagi untuk bekerja di perusahaanku. Ini aku lakukan karena aku kasihan dengan istrimu yang sedang hamil, karena istriku juga sedang hamil. Kamu segera selesaikan masalahmu dengan Kelly dan jangan sampai mempengaruhi kinerja mu di perusahaan."Ucap Davi sangat tegas.


Rendi tidak menyangka jika David bisa bicara sebijak itu. Padahal dulu dia paling tidak suka dengan karyawan yang tidak profesional. Ada kesalahan sedikitpun pasti akan marah-marah dan berujung pemecatan secara tidak hormat.


* Nia membawa pengaruh baik bagi tuan David. Kalau seperti ini kan bagus, tuan memanusiakan para karyawannya. Tidak asal pecat seperti dulu, kamu harus berterimakasih sama Nia, Heru. Bagus sekali nasibmu , Heru.*Gumam Rendi dalam hati.


" Iya tuan. Terima kasih banyak sudah memberikan saya kesempatan lagi untuk tetap bekerja di Widjaya group." Seru Heru sambil menangkupkan kedua tanganya.


David tidak menjawab apa-apa, dia bangkit dan melangkahkan kakinya menuju pintu, dan diikuti Rendi di belakangnya.


***********

__ADS_1


__ADS_2