Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Meminta maaf


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Bella saat ini sudah tinggal dengan mamanya, Leni. Baskoro saat ini juga menjadi target pencarian polisi. Leni sudah melaporkan Baskoro kepada polisi, dengan kasus KDRT dan penyekapan yang di alami oleh Bella. Pria yang ikut tertangkap malam itu saat ini sudah dibebaskan dengan jaminan bersyarat.


Keadaan Bella semakin membaik, beruntungnya Bella tidak mengalami trauma yang mendalam. Leni mendatangkan dokter khusus untuk merawat Bella.


" Ma, sudah 4 hari Bella tinggal dirumah mama. Keadaan Bella sudah membaik ma, besok dokter tidak perlu datang lagi. Bella beneran tidak apa-apa. Ma, terima kasih untuk semuanya. Maag jika Bella belum bisa menjadi anak yang membanggakan bagi mama."Ucap Bella sambil menggenggam tangan Mamanya.


" Kita mulai hidup baru, dan kita lupakan masalalu. Sekarang ini mama hanya punya kamu saja, kamu anak mama satu-satunya dan sampai kapan pun kamu akan tetap menjadi anak mama."Ucap Leni dengan lembut.


" Terima kasih ma."Seru Bella lalu memeluk mamanya.


Bella memeluk mamanya dengan erat, matanya berkaca-kaca. Dia tidak pernah menyangka jika dia dan mamanya akan berbaikan lagi. Seburuk apapun perbuatannya dan kesalahannya, tetap akan kembali dan membutuhkan orang tuanya. Bella sangat menyesali perbuatannya selama ini, dia ingin menebus kesalahannya dengan menjadi anak yang lebih baik dan berbakti kepada orang tuanya.


" Ma, aku mau bantuin mama di salon. Mulai sekarang aku akan ikut memajukan usaha mama."Ucap Bella serius.


Hhhuuuffffttt


Leni menghela nafas dengan kasar. Usahanya saat ini tidaklah sebagus dan seramai dulu, kini lebih sepi. Omset atau penghasilan turun 50 persen.


" Kenapa Ma?." Tanya Bella yang melihat mamanya terlihat bersedih.


" Salon dan klinik kecantikan mama, saat ini sudah tidak seperti dulu lagi, Bella. Kini sepi dan penghasilanpun menurun drastis, semua itu karena ada usaha yang sama. Dan baru-baru ini mama ketahui, jika usaha itu adalah milik manran istri pertama Baskoro."Ucap Leni dengan wajah sedih.


Leni mencari tahu siapa pemilik usaha itu, dan ternyata usaha itu milik ibu Karti yang memang sengaja dibuat oleh David dan di atas namakan Ibu Karti.

__ADS_1


" Mama serius? Berarti ibu nya si Nia?." Tanya Bella lagi.


" Iya benar."Jawab Leni dengan menganggukkan kepalanya.


" Oh iya, mama belum sempat ketemu ibu Karti dan Nia. Mama ingin meminta maaf sama mereka, seburuk apapun perbuatan mama dulu, mama mengakui kesalahan mama, Bell. Mama ingin hidup tenang tanpa dikejar rasa bersalah lagi, mau tidak kamu temani mama bertemu dengan mereka."Ucap Leni lagi-lagi mengajak Bella untuk menemui ibu Karti dan Bella.


" Bella mau, Ma."Jawab Bella dengan yakin.


" Kalau begitu sekarang kita siap-siap, kita kesana sekarang. Tidak perlu kita tunda-tunda lagi."Ucap Leni dengan senang.


Leni dan Bella masuk kamarnya masing-masing untuk bersiap. Tidak menunggu lama, Leni dan Bella sudah siap dan mereka pun berangkat. Leni dan Bella berangkat dengan mobil yang sama, dengan Leni yang mengendalai mobil.


* Aku senang melihat perubahan Bella yang lebih baik seperti ini. Ternyata, di setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Tapi, siapa pria yang kelak menjadi pendamping hidup Bella? Aku ingin Bella hidup bahagia, tapi sampai saat ini pria yang dia cintai hanyaVito. Aku juga mencintai Vito, haruskah aku bersaing dengan anakku sendiri? Atau aku yang mengalah? Bella tidak boleh tahu apa yang pernah terjadi antara aku dan Vito.*Gumam Leni dalam hatinya, dengan tangan tetap memegang kendali setirnya.


*********


Vito yang baru saja meeting dan makan siang dengan klien, ingin meninggalkan restoran tempat dia meeting dan makan siang. Namun tiba-tiba langkah kaki Vito terhenti karena dia melihat Miska dan David yang sedang makan siang bersama dan mereka juga nampak dekat dan akrab.


Vito tidak jadi keluar restoran, dia kembali ke tempat duduknya semula. Beruntung belum di tempati oleh orang lain.


" Berarti sedari tadi mereka ada di restoran ini juga. Kenapa aku baru tahu ya? Hemm.. Aku tidak mau menghampiri mereka, pertemuan terakhirku dengan tuan David sangat tidak menyenangkan dan berakhir di rumah sakit."Ucap Vito terus bermonolog pada dirinya sendiri.


Vito terus memperhatikan interaksi antara David dan Miska yang benar-benar akrab seperti saudara. Dari arah pintu masuk, terlihat Rendi juga masuk ke restoran itu dan berjalan menghampiri David dan Miska.


" Maaf saya terlambat."Seru Rendi merasa tidak enak karena dia datang terlambat.


" Kami sudah mau selesai makan siang, kak Rendi baru datang. Mau pesan makanan apa kak?."Tanya Miska. Biarpun dia kesal, dia tetap bersikap baik dan menawarkan makanan.


" Terima kasih. Tapi tadi saya sudah makan siang sama klien, baru saja selesai terus langsung datang kesini. Lagi pula sebentar lagi jam istirahat kantor sudah mau habis."Ucap Rendi menolak secara halus tawaran Miska.


Miska hanya mengangguk lalu dia memesankan minuman saja untuk Rendi. Dari tempat duduknya, Vito terus memperhatikan mereka. Dia sangat penasaran sekali, kenapa Rendi diam saja saat Miska terlihat akrab dan manja dengan David. Bahkan didepan Rendi pun Miska tak segan mencubit lengan David.

__ADS_1


" Huuhhh... Kenapa aku yang kepo dengan urusan mereka. Sudahlah Vito, tidak perlu mengurusi urusan orang lain. Urus saja urusan kamu sendiri."Lagi-lagi Vito bicara dengan dirinya sendiri.


Vito pun memutuskan untuk meninggalkan restoran itu. Dia mau kembali keperusahaannya. Banyak pekerjaan yang masih menunggunya dan menumpuk di meja kerjanya.


******


Di rumah ibu Karti, saat ini ibu Karti terlihat sangat marah saat Bella dan Leni datang. Bukan tanpa alasan Ibu Karti marah, dia baru tahu jika orang yang pernah mencelakainya adalah Bella dan Hesti, mama dari Vito.


" Jadi kamu yang sudah menyebabkan aku masuk rumah sakit dan harus operasi? Kejam sekali kamu, bagaima jika sekarang aku lakukan hal yang sama? Aku menyuruh orang untuk menabrak mu, kamu mau tidak?." Tanya ibu Karti dengan wajah yang terlihat kesal.


Bella hanya bisa menggelengkan kepala sambil menunduk. Leni sebagai seorang ibu, sangat mendukung Bella. Apapun yang terbaik untuk Bella saat ini akan selalu dia dukung, asalkan itu hal yang positif.


" Maaf kan saya, bu. Saat itu yang saya fikirkan adalah bagaimana saya bisa segera mendapatkan Vito. Sehingga aku dan tante Hesti membayar orang untuk menabrak ibu, dengan begitu Nia akan menghabiskan waktunya untuk ibu tanpa ada waktu untuk Vito."Ucap Bella mengakui semua kekeliruannya.


" Tolong maafkan anak ku, Karti. Aku juga minta maaf lagi sama kamu, dan tolong pertemukan aku dengan anak mu, Nia. Aku ingin meminta maaf secara langsung, begitupun dengan Bella. Dia sudah mengakui semua kesalahannya, dan dia juga sudah meminta maaf. Dia juga ingin meminta maaf kepada, Nia."Ucap Leni mencoba ikut menyakinkan ibu Karti.


Hhhuufffff


Ibu Karti membuang nafas dengan lembut. Mengucapkan kata maaf memanglah nudah, tapi untuk memaafkan tidaklah mudah. Butuh hati yang lapang untuk bisa memaafkan dan melupakan apa yang sudah pernah terjadi.


" Setiap manusia pasti sudah pernah melakukan kesalahan. Sebagai manusia, kita memang harus saling memaafkan tapi terkadang sulit untuk melupakannya. Tapi aku akan mencoba untuk melupakan kesalahan anakmu, dan jangan pernah mengulanginya lagi."Ucap ibu Karti dengan serius.


" Terima kasih banyak, Bu Karti."Ucap Bella dengan mata yang berkaca-kaca.


Ibu Karti yakin dan tahu jika Bella saat ini benar-benar meminta maaf dengan tulus dan serius. Ibu Karti bisa melihat keseriusan Bella dari matanya.


" Kapan kira-kira saya bisa bertemu dengan Nia, Bu? Aku takut jika harus datang kerumah tuan David sendirian. Apakah Nia tidak ada jadwal untuk menemui ibu?." Tanya Bella. Dia berniat menemui dan meminta maaf kepada Nia, tapi takut jika harus bertemu dengan David.


" Besok lusa Nia datang kesini." Jawab ibu Karti dengan cepat.


Bella dan Leni hanya mengangguk paham saja. Selesai dengan urusannya, Bella dangan Leni pun izin pamit pulang.

__ADS_1


**********


__ADS_2