Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Pacar Miska


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Keluarga Widjaya saat ini sedang berkumpul bersama, termasuk David dan Miska. Namun ada yang aneh, biasanya Miska akan selalu mengganggu atau cari-cari bahan untuk menggangguk kakaknya. Namun kali ini membuat kedua orang tuanya heran, sebab sedari tadi Miska diam dan sama sekali tidak menimpali saat David berbicara.


" Miska, tumben kamu diam saja? Sakit gigi kamu?."Tanya sang mama, Karmila.


" Tidak ma, lagi males saja."Jawab Miska singkat.


David hanya melirik sekilas Miska, dia tahu jika adiknya itu saat ini masih saja kesal dengannya karena masalah hubungannya dengan Rendi yang sampai sekarang masih belum dia setujui.


" Dia sedang jatuh cinta Ma."Seru David membuat pak Widjaya dan Karmila langsung memandang serius ke arah David.


" Kamu tahu darimana kalau adik kamu ini sedang jatuh cinta?."Tanya Karmila dengan memicingkan matanya.


Huuufffff


Miska mendengus dengan kesal, sepertinya David memang akan memberitahu kedua orang tuanya. Miska pasrah saja, lambat laun memang orang tuanya harus tahu. Mungkin lebih cepat lebih baik, sehingga Miska dan Rendi tidak sembunyi-sembunyi lagi.


" Miska sudah punya pacar?."Tanya pak Widjaya dengan jelas ke arah anak gadisnya itu.


" Siapa pria itu, Miska? Mama harap pria itu, pria baik-baik dan bisa membimbing kamu. Mama tidak mau jika kamu sampai mendapatkan pria yang tidak baik, dan sampai terjerumus ke dalam pergaulan bebas seperti Kelly itu."Seru Karmila mulai was-was dengan pria yang saat ini dekat dengan anak gadisnya.


" Mama ini apa-apaan sih? Mana mungkin Miska mau serendah Kelly, biarpun Miska lebih muda dari Kelly, Miska bisa menjaga diri dan bisa memilih pria yang baik dan pantas bersanding dengan Miska."Seru Miska.


Miska melirik David sambil mengerucutkan bibirnya, David sendiri terlihat santai saja tanpa mau ikut bicara. Padahal semula David yang sudah membuka perbincangan ini. David hanya ingin Miska bicara dengan orang tuanya dengan mulutnya sendiri dan mengakui hubungannya dengan Rendi.


" Siapa pria itu?."Tanya pak Widjaya dengan tegas.


Pak Widjaya tidak mau sampai anaknya salah pilih. Masalah harta tidak jadi masalah bagi keluarga Widjaya, yang terpenting dia pria yang baik dan bertanggung jawab serta tidak akan menjerumuskan Miska ke hal-hal yang tidak baik.


" Emm papa sama mama kenal kok, bahkan sangat mengenalnya."Jawab Miska terbata-bata.

__ADS_1


" Siapa?."Tanya pak Widjaya dan Karmila secara bersamaan.


Miska sudah tidak bisa untuk menyembunyikan siapa nama pria yang saat ini sedang menjalin asmara dengannya. Dengan mengucap bismillah dalam hatu, Miska pun memberitahu siapa pria itu.


" Kak Rendi."Seru Miska sangat jelas terdengar di telinga pak Widjaya dan Karmila.


Hahhhh !! Rendi ?


Pak Widjaya dan Karmila pun saling melempar pandangannya. Ternyata pria yang dekat dengan anaknya adalah orang yang sangat mereka kenal.


" Rendi assistennya David?."Tanya mama Karmila ingin memperjelas.


" Iya ma."Jawab Miska dengan singkat.


" Kenapa harus Rendi? Dia itukan assisten kakak kamu? ."Tanya mama Karmila lagi.


" Yang namanya jodoh tidak bisa di larang ma."Jawab Miska lagi.


Pak Widjaya masih diam, tidak mau berkomentar lebih dulu. Siapapun orang yang nya dia tidak masalah, terlebih orang itu Rendi yang memang sudah dia kenal dengan baik.


" Papa dan mama tidak setuju ? Sama seperti kak, David?."Tanya Miska dengan wajah sedihnya.


Miska hanya menganggukkan kepalanya dengan pelan sambil melirik ke arah David. Wajah David terlihat santai dan itu justru membuat Miska semakin kesal.


" Papa tidak masalah siapapun pria itu, yang penting dia baik dan bertanggung jawab. Masalah harta itu tidak jadi masalah, mama pasti juga seperti itu. Iya kan Ma?."Tanya pak Widjaya.


" Iya pa."Jawab mama Karmila dengan singkat.


Miska tersenyum dengan lebar, ternyata mama dan papanya tidak serempong David. Restu dari mama dan papanya sudah dia kantongi, kini tinggal Rendi untuk bisa menyakinkan David saja.


" Tuh kak, mama dan papa saja merestui hubungan aku dan kak Rendi. Kenapa kak David masih saja menentangnya?."Tanya Miska dengan kesal.


" Aku tidak menentangnya, aku hanya ingin melihat seberapa besar usaha Rendi untuk mendapatkan restu ku. Kalau dia menyerah begitu saja kan sama saja bohong, berarti dia tidak serius dengan mu. Meskipun dia itu assistenku, aku tidak akan mudah memberikan restuku untuk hubungan kalian."Ucap David secara gamblang dan mudah.


" Terserah kak David saja, ribet jika berurusan dengan kak David. Miska mau ke kamar duluan Pa, Ma."Seru Miska lalu dia bangkit dan berjalan masuk ke kamarnya.


Pak Widjaya dan istrinya hanya bisa menggelengkan kepalanya saja melihat kelakuan Miska dan David. Dua anaknya itu dari dulu memang sering berselisih paham.

__ADS_1


" Apa yang membuat kamu tidak setuju dengan hubungan mereka, David?."Tanya pak Widjaya.


" David bukannya tidak setuju Pa, tapi David hanya mau melihat seberapa besar usaha Rendi untuk menyakinkan David. David tahu jika Rendi itu pria yang baik dan bertanggung jawab, tapi apa salahnya jika David ingin mengetes dia dulu. Bagaimanapun, Miska itu adik David satu-satunya Pa, Ma. David ingin Miska mendapatkan yang terbaik."Ucap David dengan jelas.


Pak Widjaya dan Istrinya setuju dengan apa yang di katakan David. Mereka juga ingin yang terbaik untuk anak perempuannya.


*********


Keesokan harinya, Nia dan teman-teman dokter yang lainnya sudah tidak datang ke posko pengungsian lagi. Sebab sebagian warga sudah ada yang pulang ke rumahnya masing-masing. Dan siang ini juga akan di adakan silahturahmi sebagai bentuk terimakasih para warga untuk para team dokter.


" Dokter Nia, emm nanti boleh kan kapan-kapan kalau ibu dan Adrian berkunjung ke rumahnya dokter Nia?."Tanya ibu Salamah.


" Emm boleh bu. Nanti biar Nia kenalkan sama suami dan anak pertama Nia."Ucap Nia menekankan kata suami dan anak.


Haahhh !! Anak, Suami ?


Ibu Salamah kaget saat tahu Nia sudah mempunyai anak dan suami. Dia mengira jika Nia ini belum menikah, sebab pak Lurah Adrian memang tidak memberitahunya jika Nia sudah bersuami.


" Jadi dokter Nia sudah bersuami?."Tanya Ibu Salamah.


" Iya bu. Yang waktu itu datang kesini minggu lalu itukan suami saya bu. Pak Adrian pun sudah tahu kalau itu suami saya, masa iya ibu Salamah tidak tahu?."Tanya Nia juga tidak kalah heran.


" Adrian tidak bilang kalau itu suami dokter Nia, Adrian hanya bilang jika salah satu dari mereka itu pemilik perusahaan yang sudah menyumbang untuk warga dan sekaligus pemilik rumah sakit tempat kalian bekerja."Ucap ibu Salamah dengan jujur.


Nia hanya mengulas senyum saja menanggapi apa yang barusan dikatakan oleh Ibu Salamah. Sepertinya Adrian memang sengaja tidak memberitahu secara detail agar ibunya masih terus berharap untuk Nia dekat dengan Adrian.


" Gagal deh jadiin dokter Nia jadi mantu ibu."Seru Ibu Salamah sambil terkekeh.


" Ibu ini ada-ada saja. Semoga pak Lurah Adrian mendapatkan wanita yang lebih dari saya."Seru Nia dengan bijak.


" Aamiin. Semoga saja ya dok. Hemm padahal kalau dokter Nia jadi menantu ibu, ibu pasti senang sekali. Tapi sayang sudah bersuami, tapi dokter Nia ini masih muda sekali dan masih terlihat seperti gadis."Ucap ibu Salamah.


" Apa iya sih bu, sekarang saja loh saya sedang hamil 2 bulan."Seru Nia berkata jujur.


Obrolan mereka terhenti karena para warga sudah mulai berdatangan. Acara memang di adakan di rumah pak Lurah Adrian. Para teman dokter yang lainnya juga sudah duduk di kursi yang sudah disediakan tuan rumah. Pak Lurah Adrian pun kini memberikan kata sambutan dan ucapan terima kasihnya untuk para dokter yang sudah mau membantu di desanya.


Setelah pak Lurah Adrian, dokter Anton sebagai ketua rombongan team dokter diminta untuk menyampaikan pesan kesannya selama bertugas di desa tersebut.

__ADS_1


*********


__ADS_2