Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Hukuman dari David


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Kedua preman itu saat ini sudah di bereskan oleh para pengawal. Sudah pasti mereka berdua juga babak belur. Nia sendiri tidak menyangka jika Sabita yang sudah merencanakan itu semua. Beruntung nasib baik masih bersama Nia, meskipun dia sudah mendapat dua tamparan dari preman bayaran itu.


Nia di antar pulang oleh dua pengawal, kini Nia sudah berada di rumah. Saat Nia sampai rumah ternyata di rumahnya sudah ada kedua mertuanya dan sang adik ipar, Miska.


" Kakak tidak apa-apa kan? Apa ada yang sakit atau ada yang luka, biar Miska bantu obati."Ucap Miska khawatir.


" Iya sayang, apa kamu terluka?." Tanya ibu mertua Nia juga terlihat sangat mengkhawatirkannya.


" Mama, Miska aku tidak apa-apa. Sama sekali tidak ada yang sakit maupun terluka. Karena para pengawal itu datang di waktu yang tepat. Sudah tenang saja, tidak perlu menghawatirkan Nia."Ucap Nia.


Mama mertua Nia langsung memeluk Nia, tadi dia sangat takut jika terjadi sesuatu dengan Nia dan bayi dalam kandungannya. Ternyata kekhawatirannya tidak terjadi, Nia dan kandungannya semuanya baik-baik saja.


" Sekarang kemana preman yang menculik mu?." Tanya pak Widjaya.


" Sudah di bawa pengawal pa. Nia tidak tahu dibawa kemana mereka, mungkin saja ke kantor polisi. Yang penting sekarang Nia sudah tahu siapa dalang dibalik penculikan ini."Ucap Nia serius.


Kantor polisi?


Pak Widjaya tidak yakin jika dua preman itu dibawa ke kantor polisi. Pasti saat ini dua preman itu sudah ada disuatu tempat, yang mana disana saat ini sudah ada David yang menghajar mereka.


David tidak akan menyerahkan preman alias penculik itu kepada polisi. Bagi David hukuman polisi itu urusan nanti, yang penting hukuman fisik darinya lebih dulu.

__ADS_1


" Ma, biar kak Nia mandi dan istirahat saja dulu ma. Pasti kak Nia masih syok dan kaget, yuk kak kekamar saja."Ucap Miska mengajak kakak iparnya ke kamar.


Miska melihat wajah capek Nia, terlebih ada memar merah di wajah Nia. Meskipun Nia tidak memberitahunya, Miska tahu jika tadi Nia pasti kena tamparan dari sang penculik itu.


Nia mengangguk, dia pun kekamar dengan diantar oleh Miska. Sesampainya di kamar, Miska langsung menanyakan perihal pipi Nia yang memerah.


" Kak Nia tadi di tampar ya sama penculiknya? Itu pipi kan Nia merah, sekarang kak Nia mandi saja dulu. Nanti setelah mandi Miska bantu oleskan salep pereda nyeri dan memar, agar memarnya cepat hilang tidak sampai membiru."Ucap Miska sangat peduli dengan kakak iparnya.


" Iya, ini tadi di tampar sama salah satu penculik itu. Tapi tidak apa-apa kok, tidak perlu khawatir. Ya sudah kakak mandi dulu ya, kamu tolong lihat Nada di kamarnya. Nanti setelah mandi kakak akan kesana juga, kasihan dia pasti tadi ikut khawatir."Ucap Nia justru dia sangat menghawatirkan Nada.


Biasanya setiap pulang dari rumah sakit dan setelah mandi, Nia selalu mengajak Nada bermain meskipun hanya sebentar. Tapi sore ini tidak bisa, selain pulang nya sudah terlalu sore juga keadaan yang memang tidak memungkinkan.


Miska mengangguk paham, dia keluar dari kamar Nia lalu menuruni anak tangga menuju kamar Nada.


" Mama mana Aunty?." Tanya Nada yang ternyata ada di ruang keluarga bersama oma dan opanya.


" Sudah aunty. Sama miss di suruh gambar keluarga jadi Nada gambar semuanya. Kata miss tidak apa-apa di gambar semuanya biar gambar nya ramai."Ucap Nada antusius.


" Keponakan Aunty memang pintar."Seru Miska memuji sang keponakan.


*****


Buugghh


Buugghh


Buugghh


Pukulan demi pukulan David hadiahkan kepada dua preman bayaran yang sudah menculik Nia. Tidak ada kata ampun sedikitpun, sampai dua preman itu sudah tak berdaya David terus memukulnya.

__ADS_1


" Ini yang kalian mau kan? Sudah berani mengganggu dan mencari masalah dengan keluarga Widjaya. Tidak ada ampun untuk kalian berdua, dasar preman bodoh ! Badan saja yang besar dan sangar tapi otak kosong, seperti balon yang tidak ada isinya."Seru David penuh amarah.


" Amm. Ampuun tuu. tuan. Jangan pukul kami lagi, kami mengaku bersalah. Kami akan melakukan apa saja untuk menebus kesalahan kami."Ucap si gondrong terbata-bata.


" Sekarang kalian baru minta ampun? Pasti tadi istriku juga sudah memohon agar kalian melepaskannya tapi kalian tidak menghiraukannya. Sampai ada luka sedikitpun du tubuh istriku, aku pastikan kalian sudah tidak ada di dunia ini. Aku tidak segan-segan menghabisi kalian, dasar sampah. Aku tidak akan menghabisi kalian, asal kalian mau melakukan sesuatu."Ucap David dengan menyeringai sinis.


Kedua preman itupun langsung mendongakkan kepalanya berharap sesuatu yang akan diminta David tidak akan memberatkan dia. David masih terlihat terus mengulas senyumnya yang mengerikan itu. Siapapun yang melihat senyum David pasti akan takut duluan.


" Apa yang harus kami lakukan, Tuan?."Tanya si gondrong yang masih terdengar jelas suaranya tidak seperti si pria bertato yang sudah tidak sanggup untuk bicara.


" Kamu culik wanita yang bernama Sabita itu, dan kamu perlakukan dia sebagai mana perintah dia, saat dia memerintahkan kalian untuk menculik istriku. Apa kalian sanggup? Jika kalian tidak sanggup ya biar aku sekarang mengh4bisi kalian. Aku tahu jika wanita itu pasti meminta kalian untuk melakukan hal yang memalukan kepada istriku? Maka kamu lakukan saja hal itu kepadanya."Ucap Arya mengancam dua preman itu dengan kasar.


" Kami mau Tuan. Apapun akan kami lakukan asalkan Tuan membebaskan kami dan tidak menyakiti kami. Kami benar-benar menyesal sudah menculik Nona, tapi kami memang tidak tahu jika itu istri Tuan. Wanita itu tidak memberitahu tentang itu, dan sepertinya dia memang sengaja tidak memberitahu kami."Ucap si gondrong memohon dan menceritakan semua awal mulanya.


" Hemm itu bisa di atur. Dan jangan sampai wanita itu tahu jika aku yang menyuruh kalian. Aku tidak akan memberi ampun kepada siapapun yang sudah menyakiti keluargaku. Tanpa terkecuali, meskipun dia seorang wanita. Tapi aku tidak mau membalasnya dengan tanganku sendiri, cukup kalian saja yang membalaskan perintahku."Ucap David.


Kedua preman itu terlihat menganggukkan kepalanya. Apapun akan mereka lakukan agar David tidak menghajarnya lagi.


" Besok kalian eksekusi perintahku. Sekarang kalian obati sendiri luka kalian. "Ucap David.


* Semoga saja wanita itu tidak curiga jika target sudah selamat. Hemm sepertinya wanita itu sengaja tidak memberitahu jika wanita yang akan di culik itu adalah istri Tuan David. Ini saatnya aku membalaskan dendam ini. Tunggu saja kamu wanita si4l4n, aku pastikan hidup mu akan menderita. Gara-gara kamu aku dan temanku harus berurusan dengan Tuan David. *Gumam si gondrong.


Setelah urusannya dengan dua preman itu selesai, David pun langsung keluar menghampiri mobilnya yang mewah dan mahal itu. David melajukan mobilnya menuju rumah, dimana saat ini sang istri pasti sangat membutuhkannya. David sudah berjanji, siapapun yang berusaha untuk menyakiti dan mencelakai keluarganya. Akan David balas lebih dari yang mereka lakukan.


* Wanita sombong itu tidak bosan-bosannya membuat ulah. Padahal orangtuanya pun sudah hampir bangkrut, tapi kelakuannya masih saja songong.* Gumam David dengan kesal.


Anak buah David memberikan obat untuk dua preman tadi, agar rasa nyeri akibat pukulan David tadi tidak membuat mereka terus menerus merasakan rasa sakitnya.


***********

__ADS_1


__ADS_2