
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Hari yang ditunggu - tunggu David dan Nia pun tiba. Saat ini David dan keluarganya sudah ada dirumah Nia. David datang tidak membawa banyak rombongan, hanya keluarganya , Pak Irawan dan istrinya dan ada asissten David, Rendi. Ada juga 3 pekerja dirumah David yang juga ikut menghadiri pernikahannya. Sebab acara memang sangat sederhana sehingga David tidak mau membawa banyak rombongan.
Adik mamanya yang ada diluar kota tidak bisa datang menghadiri pernikahan David. Mereka beralasan ada acara lain yang tidak bisa mereka tinggalkan. Pak Widjaya sendiri memang anak tunggal sehingga tidak ada kakak atau adiknya yang bisa dia undang. Sebenarnya ada dua sepupunya yang saat ini tinggal diluar negeri yang memang sibuk dengan bisnisnya.
Kedua sepupunya ini masih berhubungan baik dengan pak Widjaya, mereka sama - sama pembisnis yang handal dan mempunyai perusahaan sendiri. Sehingga tidak ikut campur tangan dengan perusahaannya, sebab perusahaan Widjaya Group murni milik pak Widjaya yang dia bangun sebelum dia menikah.
" Jangan grogi kak." Bisik Miska ditelinga David.
" Diam kamu." Seru David meminta Miska untuk diam sebab saat ini David benar - benar grogi dan dag dig dug tidak karuan.
* Padahal ini bukanlah yang pertama untukku tetapi kenapa jadi grogi seperti ini.* Gumam David dalam batinnya.
Miska menahan tawanya melihat wajah David yang menegang dan keluar keringat dingin. Padahal dulu saat menikah dengan Hera David tidak setegang itu dan secemas itu.
" Apa ijab Qabulnya bisa dimulai?." Tanya pak penghulu.
" Bisa pak." Jawab pak Widjaya singkat tanpa melihat David yang saat ini gugup.
Dengan pelan paman Kasim selaku wali nikah Nia megulurkan tangannya dan David menyambutnya. Tangan David terasa dingin dan berkeringat, sehingga paman Kasim yakin jika saat ini David benar - benar grogi dan tegang.
" Kamu sudah siap, David?." Tanya paman Kasim menanyakan lagi kepada David.
" Siap paman." Seru David tegas. Biarpun grogi dia tetap berusaha bicara dengan intonasi tegas.
Nia yang memang sudah duduk disamping David, hanya bisa menundukkan kepalanya. Jujur saat ini dia bahagia dan juga bersedih. Sebenarnya dia sangat ingin ayahnya yang menikahkannya tetapi apalah daya keadaan yang tidak mengizinkan.
* Bismillah , semoga ini pilihan yang tepat. Semoga kelak hubungan ibu san ayah akan membaik, bukan sebagai sepasang suami istri lagi tetapi setidak nya silaturahmi dengan baik. Ayah, hari ini anak perempuanmu ini akan menikah, semoga kamu bisa merasakan kebahagiaan yang saat ini aku rasakan. Aku mohon restumu ayah.* Gumam Nia dalam batinnya.
" Bagaimana para saksi, Sah? " Seru pak penghulu yang duduk disamping paman Kasim.
Sahhh.....
Seru para saksi dan semua yang ikut menyaksikan prosesi Ijab Qabul secara bersamaan.
Degghhh
__ADS_1
Jantung Nia seakan berhenti berdetak saat kata Sah sudah berkumandang. Kini dia sudah resmi menjadi istri dari David Putra Widjaya, dia sudah sah menyandang sebutan Nyonya muda Widjaya.
Ibu Karti yang duduk dibelakang Nia ikut meneteskan air matanya saat David selesai mengikrarkan janji sucinya. Anaknya kini sudah sah menjadi istri orang, bukan lagi gadis kecilnya lagi.
* Semoga kebahagiaan menyertai pernikahan kalian. Kesedihanmu kini akan berganti kebahagiaan Nia.* Gumam Ibu Karti dalam batinnya.
" Silahkan saling tanda tangani ini." Ucap pak penghulu.
David dan Nia menandatangani berkas yang di berikan oleh pak penghulu. Setelah selesai menandatangani, David dan Nia saling memakaikan cincin pernikahan. Nia menyalami David dan mencium tangan David. David dengan lembut mencium kening Nia, ini pertama kalinya bagi Nia.
" Sekarang kalian sah menjadi suami istri. Semoga kalian selalu bahagia dan segera diberikan momongan yang sholeh dan sholehah." Seru Pak penghulu memberikan wejangan kepada Nia dan David.
" Aamiin ." Jawab Nia dan David bersamaan.
Acarapun berlanjut dengan memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai. Satu persatu memberikan ucapan selamat kepada pengantin.
" Ibu titip Nia ya nak, bimbing Nia dengan baik. Jika Nia ada salah tegurlah secara baik - baik dan bahagiakanlah Nia, sebab selama hidupnya dia belum pernah merasakan kebahagiaan." Ucap ibu Karti dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.
" Iya bu." Jawab singkat David.
Semua yang ikut hadir menyaksikan pernikahan David dan Nia sedang menikmati hidangan makan siang. Dirumah Nia memang tidak diperbolehkan untuk masak - masak, semua dipesan lewat catering. Karmila tidak mau Nia dan ibunya kelelahan, meakipun meminta tolong tetangga pastinya mereka akan ikut turun tangan.
Sementara itu saat ini keluarga Vito dan Bella sedang makan siang di salah satu restoran mewah yang ada dipusat kota. Mereka sengaja makan siang bersama sebab ada yang ingin dibicarakan, apalagi kalau bukan masalah pernikahan Bella dan Vito. Bella tetap kekeh ingin pernikahannya dipercepat apalagi dia merasa Vito tidak akan bisa menolaknya lagi.
" Iya tante. Lagipula kalau punya niat baik untuk apa di tunda - tunda lagi." Jawab Bella dengan santai sambil melirik kearah Vito.
" Kalau saya ikut apa kata Bella saja jeng, Hesti." Ucap Leni mama dari Bella.
Vito hanya diam saja, dia sama sekali tidak bersemangat dengan pernikahan yang akan dia jalani bersama Bella. Didalam hatinya saat ini masih ada Nia dan cintanya untuk Nia sama sekali belum hilang.
" Iya jeng, Leni. Nanti kita buat acara resepsi yang meriah yang akan diadakan di hotel bintang lima. Bagaimana Vito? Kamu setujukan?." Tanya Hesti kepada anak semata wayangnya.
" Terserah kalian sajalah, kalian atur tanggal dan waktunya saja. Nanti aku tinggal sesuaikan dengan jadwal pekerjaanku." Jawab Vito dengan pasrah.
" Lagipula kamu ini sudah punya perusahaan sendiri kenapa harus bekerja di perusahaan lain sih, Vito. Lebih baik kamu majukan perusahaan keluarga kamu daripada perusahaan orang lain. Yah meskipun kamu bekerja di perusahaan Widjaya group dengan gaji yang besar tetap lebih baik kamu bekerja diperusahaan keluarga." Ucap Leni mencoba menasehati Vito.
Tujuannya menikahkan Bella dengan Vito, selain Bella yang memang mencintai Vito, juga karena mereka ingin ikut menikmati harta yang dimiliki Vito. Jadi jika Vito memegang kendali perusahaan sudah pasti Bella akan semakin mudah meminta uang kepada Vito.
" Itu urusan saya tante. Saya ingin mandiri sehingga tidak selalu mengandalkan harta dari orang tua saja. Mungkin setelah menikah dengan Bella nanti, aku dan Bella akan hidup dengan mandiri. Kami tidak akan tinggal dirumah orang tua maupun mertua." Seru Vito sedikit tidak suka dengan ucapan calon mama mertuanya.
" Tidak masalah kita tinggal secara mandiri." Jawab Bella dengan antusius.
Baskora dan Sigit sedari tadi hanya menyimak obrolan yang ada. Mereka menyerahkan semuanya kepada para istrinya masing - masing. Namun wajah Baskoro menyimpan kesedihan yang sengaja dia sembunyikan, sejujurnya dia tidak suka dengan pernikahan Bella dengan Vito. Padahal dia sendiri pernah meminta Vito untuk mempercepat pernikannya dengan Bella, namun ternyata hati kecil Baskoro menolaknya.
__ADS_1
" Maaf aku permisi ke toilet dulu." Ucap Baskoro pamit keluar dari private room itu dan mencari toilet.
Melihat papanya yang kelihatannya tidak bersemangat membuat Bella juga ingin ketoilet. Semua orang yang ada diruangan itu sama sekali tidak ada yang mencurigai Bella.
" Papa kenapa keluar? Apa papa tidak setuju dengan pernikahanku dengan Vito?." Tanya Bella menghampiri papanya di toilet.
" Bella sayang, kamu tahukan kalau aku ini tidak rela kamu menikah dengan pria lain. Jika kamu sudah menikah kamu pasti akan melupakanku, dan aku tidak mau hal itu terjadi, Bella." Seru Baskoro yang kini sudah memeluk pinggang Bella dengan mesra.
Tanpa ada yang tahu sebenarnya Bella dan Baskoro ada hubungan terlarang. Dan hubungan itu sudah terjalin selama 8 tahun ini, bahkan keperawanan Bella pun yang mengambil Baskoro yang juga ayah tirinya sendiri. Kejadian itu terjadi 8 tahun yang lalu saat Bella duduk dibangku SMA kelas 2, dimana saat itu Bella menonton video dan diketahui oleh Baskoro. Bella ingin sekali merasakan seperti video yang sedang dia tonton, tidak tahu siapa yang memulai akhirnya Bella dan Baskoro melakukannya.
Hubungan mereka berlanjut sampai sekarang, dan mereka juga sering melakukannya secara sembunyi - sembunyi. Mama Bella yang sibuk dengan bisnis salonnya membuat Bella dan Baskoro semakin leluasa untuk melakukannya, apalagi mamanya juga pulang malam dab sampai rumah sudah lelah lalu tertidur. Sehingga Bella yang menggantikan peran mamanya untuk memberikan nafkah batin kepada papanya.
Awalnya Bella hanya penasaran, namun siapa sangka justru dia kebiasaan dan ketagihan sampai sekarang. Tidak ada rasa malunya sama sekali dengan papanya, apalagi rasa kasihan terhadap mamanya.
" Papa tenang saja, jika aku sudah menikah dengan Vito papa masih boleh kok melakukannya dengan ku. Apalagi setelah menikah aku dan Vito akan tinggal dirumah kami sendiri, dengan begitu kita lebih bebas untuk melakukannya." Ucap Bella sembari mengalungkan tangannya dileher Baskoro.
" Aku pegang janji kamu, Bella sayang." Ucap Baskoro dengan suara seraknya.
" Emmm.. Pa jangan lakukan sekarang ya. Nanti ada yang curiga, lebih baik sekarang kita kembali lagi kesana. " Ucap Bella menghentikan aksi Baskoro yang tanggannya sudah tidak bisa tinggal diam.
" Sedikit saja Bella sayang." Ucap Baskoro dengan tangan yang sudah mulai bermain ditempat yang dia sukai.
Bella tidak bisa menolak apa yang saat ini dilakukan oleh papa tirinya. Akal sehat mereka sudah hilang seketika, mereka semakin menggila di dalam toilet. Suara Bella sudah mendominasi, tanpa takut ketahuan mereka melakukannya di dalam toilet. Mereka melakukannya dengan buru - buru, hanya 10 menit saja mereka menuntaskan permainannya.
" Sudah pa, nanti mereka curiga. Emm Bella dulu yang masuk kesana. Papa tunggu setelah Bella masuk, aku akan beralasan papa masih menerima telepon." Ucap Bella yang sudah merapikan dressnya yang tersibak keatas.
" Iya. Tapi nanti malam papa akan memintanya lebih." Ucap Baskoro setuju.
" Iya pa. Tapi tunggu mama tidur." Ucap Bella.
Setelah penamlilannya rapi Bella keluar dari toilet dan kembali keruangan menemui Vito dan yang lainnya
" Kok lama banget sayang? Papa kamu kok juga belum kembali lagi?." Tanya Leni saat melihat Bella masuk.
" Iya tadi toiletnya ramai Ma. Oh itu papa masih ada diluar, dia sedang menerima telepon Ma. Mungkin ada urusan pekerjaan. Oh iya apakah hari pernikahannya sudah ditentukan?." Tanya Bella mengalihkan pembicaraan.
" Sudah sayang, satu bulan dari sekarang. Untuk akad nikahnya akan dilaksanakan dirumah kita saja, lalu malam nya resepsi mewah yang akan dilaksanakan di hotel WJ Kesuma. Hotel termegah yang ada dikota ini, tentunya punya Widjaya group. Karena papa dan Vito bekerja di perusahaan Widjaya Group pasti akan lebih mudah menyewa hotel itu." Ucap Leni menjelaskan kepada Bella.
Bella mengangguk setuju, dengan resepsi di WJ kesuma sebuah hotel bintang 5 paling megah itu. Bella berniat saat resepsi ingin mengundang Nia, dan dia akan membuat Nia malu dan cemburu.
* Aku akan mengundang Nia dan aku akan mempermalukannya.* Gumam Bella dalam batinnya.
***********
__ADS_1