Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Bella mencari Vito


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Selesai permainannya di ruang kerja David, Nia pun di pindahkan ke kamar oleh David. Nia terlihat kelelahan sehingga David menggendongnya dengan hanya berbalutkan baju yang tidak beraturan. Beruntung penghuni rumah sudah terlelap semua sehingga Nia tidak lah malu.


Saat Nia sudah membersihkan diri dan David sudah kembali ke ruang kerjanya. Nia mencari keberadaan ponselnya untuk mengabari pak Irawan jika David mengizinkannya ikut seminar ke luar kota.


Sedari pulang dari rumah sakit, Nia memang belum memegang ponselnya sama sekali. Pesan yang dikirimkan Bella sore tadi juga belum dia buka.


"Oh ternyata ponselku ada di dalam tas? Pantas saja aku tidak menemukannya. Sepertinya tadi sore ada pesan beruntun yang masuk tapi belum juga aku buka sampai sekarang."Ucap Nia sambil mengambil ponsel didalam tasnya.


Nia lebih memilih menghubungi pak Irawan terlebih dahulu. Meakipun sudah malam siapa tahu pak Irawan belum tidur, padahal sudah jam setengah 11 malam.


[Hallo, Assalamualaikum paman. Maaf menganggu istirahat malamnya.]


[Waalaikumsalam Nia. Tidak menganggu, kebetulan paman memang sedang menyelesaikan pekerjaan yang paman bawa pulang. Bagaimana? Apa David mengizinkan kamu ikut seminar itu?]


[Iya paman, dia mengizinkan. Jadi berangkat nya hari apa paman?]


[Kamis sore. Jumat seminar sudah dimulai, masih ada waktu untuk kamu menyiapkan semua keperluanmu. Nanti kamu sama dokter Rachel berangkat dari rumah sakit bersama-sama.]


[Oh begitu. Baiklah paman, kalau begitu teleponnya Nia tutup dulu. Assalamualaikum.]


[Waalaikumsalam.]


Klik


Nia mematikan sambungan telepon. Dia pun ingat soal pesan beruntun tadi sore, dia sangat penasaran siapa yang mengiriminya pesan. Nia membuka aplikasi yang berwarna biru dan disana dia mendapati ada 3 pesan masuk dari nomor yang tidak asing lagi baginya.


Meskipun dia tidak menyimpan nomor itu, dia tahu persis siapa pemilik nomor itu. Siapa lagi kalau bukan, Bella. Nomor yang sama dengan nomor yang mengirim Video permainan Bella dan Vito beberapa bulan yang lalu.


"Hahhh inikan Hubby sama Miska? Apa maksud Bella mengirimi foto dan video ini? Sepertinya Bella ini tidak ada pekerjaan lain selain mengganggu hidupku."Ucap Nia yang memang belum tahu maksud Bella apa mengirimkan foto itu.


Nia pun membaca pesan yang ada di bawah foto itu. Baru dia paham apa maksud Bella dengan mengirimkan foto itu.

__ADS_1


[Kamu lihatkan suami kaya raya kamu itu hanya menjadikan kamu pemuas nya saja. Terbukti dia juga punya wanita lain diluar sana, wanita yang masih muda dan cantik. Kasihan banget sih hidup kamu, dinikahi hanya statusnya saja. Kamu tidak bahagiakan dengan pernikahan kamu? Selamat menikmati kehancuran rumah tanggamu, Nia ! Oh iya sebentar lagi pasti kamu akan di tendang keluar oleh suami kamu. Duhhh kasihan !.]


Nia hanya menggelengkan kepalanya sembari tersenyum membaca pesan yang dikirimkan oleh Bella. Bella mengira jika David sedang berselingkuh dengan wanita yang ada di foto. Padahal wanita itu adalah Miska, adik kandung David.


"Dasar wanita bodoh ! Apa dia kira aku ini tidak tahu siapa wanita itu? Bella, Bella kenapa kamu itu terus saja mengganggu hidupku. Kamu urus saja rumah tangga kamu dan Vito, bukannya sebenarnya rumah tangga kamu sendiri yang akan hancur?."Seru Nia bermonolog pada dirinya sendiri.


Nia mengetik balasan pesan untuk Bella, masalah dibaca atau tidak itu urusan belakangan. Mumpung David sedang ada di ruang kerjanya, jadi Nia punya waktu untuk meladeni pesan yang dikirim oleh Bella.


[ Bella, terimakasih ya atas foto dan video yang kamu kirimkan. Aku sangat terkejut dengan foto serta video itu. Jika kamu masih punya stok foto-foto yang lain bisa kamu kirimkan saja langsung jadi tidak perlu tanggung-tanggung begini.] Balas Nia seolah menantang Bella namun dengan bahasa yang di perhalus.


Pesan yang dikirim Nia langsung centang dua, dan semenit kemudian langsung centang biru. Nia tersenyum senang saat mengetahui Bella mulai mengetik balasan untuknya.


"Kita lihat mau sampai mana kamu berusaha menghancurkan hidupku dan rumah tanggaku, Bella."Ucap Nia sembari terus memandang ponselnya.


Trrinnng


[Hahaaa aku masih punya banyak foto kebersamaan suamimu dengan selingkuhannya. Kasihan banget ya kamu? Sudah dinikahi tapi tidak diakui, jika kamu diakui pasti kamu sudah di kenalkan di media. Tapi bukannya di perkenalkan tapi justru diselingkuhi. Hahaaa]


[Yakin suamiku selingkuh? Hati-hati loh kalau ikut campur dengan urusan rumah tangga orang lain, bisa jadi rumah tangga kamu sendiri yang hancur. Jangan-jangan kamu sendiri juga selingkuh. Sebelum bicara dan menuduh orang itu coba kamu berkaca lebih dulu.]


[Kurangajar kamu !! Maksud kamu apa bicara seperti itu? Kamu jangan sombong dan kurangajar, mentang-mentang suami kamu kaya raya. Aku tidak takut dengan suami kamu !! ]


[Haiii wanita miskin !! Maksud kamu apa?.]


Nia sudah tidak mau menanggapi pesan dari Bella lagi. Dia memilih menonaktifkan data internetnya agar pesan dari Bella tidak masuk dan mengganggu istirahatnya. Ponsel itu Nia letakkan diatas nakas dan dia pun membaringkan tubuhnya. Pertempurannya dengan David tadi masih menyisakan rasa lelah ditubuhnya.


Sementara itu ditempat lain, saat ini Bella sedang uring-uringan karena beberapa pesan yang dia kirim masih saja ceklis satu. Yang itu artinya Nia memang mengaktifkan ponselnya. Ditambah sampai sekarang Vito yang tidak pulang-pulang membuat dia semakin kesal dan marah. Belum ditambah lagi urusan dengan papanya yang terus-terusan minta untuk dia datang.


"Dasar wanita sialan !! Kenapa dia sama sekali tidak terlihat bersedih saat tahu suaminya selingkuh? Atau jangan-jangan dia hanya pura-pura saja? Pura-pura hidup bahagia dan pura-pura tidak bersedih agar di anggap kehidupannya sempurna."Seru Bella berfikir negatif terus menerus.


"Ini Vito juga kemana lagi? Sudah dua malam ini dia tidak pulang-pulang, dasar menyebalkan."Gerutu Bella dengan kesal.


Bella mencoba menghubungi Vito namun tetap saja nihil. Ponsel Vito tidak bisa di hubungi, Bella mencoba menghubungi mama mertuanya siapa tahu dia sudah tahu Vito ada dimana. Namun hasilnya sama, ponsel mertuanya juga tidak aktif.


Bella kesal dan dia pun melemparkan ponselnya kesembarang arah. Dia tidak peduli ponsel keluat terbaru merek apel kroak itu akan rusak atau tidak. Jika rusak dia bisa membelinya lagi yang lebih bagus.


"Kira-kira kemana ya si Vito itu? dirumah ibu wanita miskin itu juga tidak ada? Justru aku di bohongi sama pembantu gila itu ." Tanya Bella pada dirinya sendiri.


Kedatangannya ke rumah ibu Karti tidaklah membuahkan hasil. Yang ada dia justru di bohongi oleh Wati.

__ADS_1


FLASHBACK ON


Mobil Bella sudah berhenti tepat di depan rumah ibu Karti. Terlihat rumah ibu Karti sepi dan mobil Vitopun tidak terlihat, sehingga Bella ragu jika Vito ada dirumah itu.


Namun Bella tetap saja turun dari mobil dan melangkah menuju pintu rumah. Dengan tidak sopannya dia mengetuk pintu dengan kencang dan tidak punya aturan sama sekali.


Tok tok tok


"Didalam pasti ada orang kan? Cepat buka pintunya?." Seru Bella dengan kasar.


Cekkleeekk


Pintu terbuka dan muncullah wati dengan marah menyambut kedatangan Bella.


"Apa kamu tidak punya sopan santun? Bertamu kerumah orang itu harus dengan sopan dan punya etika."Tegur Wati dengan ketus.


"Bukan urusan kamu ! Kamu itu cuma pembantu dirumah ini. Tapi ada kemajuan juga ya rumah ini setelah wanita miskin itu dinikahi konglomerat? Rumah bagus, ada pembantunya juga ."Seru Bella dengan songongnya.


"Haaiii jangan banyak omong kamu ! kamu datang mau apa?." Seru Wati dengan lantang.


Mendengar ribut-ribut dari arah depan, ibu Karti yang sedang dikamarpun keluar. Dia ingin tahu Wati ribut dengan siapa.


"Kamu ngapain datang kesini?." Tanya ibu Karti tidak suka dengan kedatangan Bella kerumahnya.


"Aku datang kesini karena aku mencari Vito. Vito pasti datang kesini dan bersembunyi disini kan?." Tanya Bella dengan tidak tahu malunya.


"Vito tidak pernah datang kesini dan tidak ada disini. Kamu itu istrinya, seharusnya kamu tahu dia ada dimana. Kenapa justru mencarinya kesini?"Tanya ibu Karti heran dengan kelakuan Bella.


Wati tersenyum licik, dia ingin mengerjai Bella agar Bella tahu rasa dan cepat pergi dari sana. Wati akan berpura-pura jika tadi dia melihat Vito disalah satu hotel bersama wanita cantik dan seksi. Dengan begitu, Bella pasti akan marah dan langsung mendatangi Vito ke hotel.


"Dasar wanita tidak waras. Cari suami nya sendiri kok di rumah orang. Sana cari di hotel, tadi pagi aku melihat suami mu masuk ke Hotel Indah Permai bersama seorang wanita cantik. Mungkin sekitar jam 9 pagi, pasti suami kamu menginap disana."Ucap Wati terlihat sangat menyakinkan sekali.


"Kamu serius?." Tanya Bella yang ternyata termakan tipuan muslihat dari Wati.


"Serius. Karena setiap pagi aku pasti lewat depan hotel itu saat ke supermarket, dan kebetulan tadi saat tepat di depan hotel itu motor ku mogok jadi aku bisa melihat orang-orang yang ada di depan Hotel."Jawab Wati dengan yakin.


Bella tidak menunggu lama lagi, dia langsung melesat menuju mobilnya dan pergi melaju begitu saja tanpa permisi terlebih dahulu. Tujuan utamanya saat ini adalah Hotel Indah Permai yang letaknya lumayan jauh dari rumah ibu Karti.


FLASHBACK OFF

__ADS_1


************


__ADS_2