
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Sudah 3 hari Nia menjalankan tugasnya di daerah yang saat ini terkena musibah. Selama 3 hari ini, banjir sudah bisa di atasi dan jalan-jalan serta pohon yang tumbang sudah mulai di bereskan. Namun tidak dengan pagi ini, pagi ini cuaca sangat gelap dan hujan pun turun rintik-rintik di sertai angin yang cukup kencang.
Nia yang ada satu kamar dan Rachel pun dibuat sedikit takut, takut jika hujan lebat dan akan terjadi banjir lagi.
" Kak Rachel, kalau sampai ini hujan deras pasti akan banjir lagi. Padahal fasilitas umum kemarin sudah mulai di bersihkan, puing-puing bangunan yang roboh juga sudah mulai di bereskan. Jadi kalau ini hujan, sudah pasti banjir akan menggenang lagi. Seakan sia-sia saja usaha warga kemarin."Ucap Nia menatap hujan dari balik jendela kamarnya.
" Iya Nia, kasihan sama warga kalau sampai hujan lagi dan banjir. Tapi alhamdulillah daerah yang kita tempati ini aman dari banjir, karena ini termasuk dataran tinggi makanya daerah dijadikan tempat pengungsian warga." Ucap Rachel.
" Iya sih kak, tapi kalau banjir lagi kita semakin susah mengakses jalan untuk menemui mereka yang ada di posko-posko pengungsian. Mana listrik juga belum normal, sinyal internet dan jaringan telepon juga masih susah." Ucap Nia lagi.
Nia tidak mengeluh, hanya saja dia khawatir dengan para warga jika sampai para team dokter kesusahan menjangkau posko pengungsian. Sebab para pengungsi tidak ada di satu titik saja, tersebar di berbagai titik.
Rachel mencoba memainkan ponselnya namun tetap saja jaringan telepon tidak ada. Terkadang ada namun dalam 5 menit hilang lagi, dan hal itu juga yang membuat mereka susah berkomunikasi dengan pihak luar terutama keluarga.
" Suami kamu bagaimana? Apa dia tidak marah kamu tidak menghubungimu. Ini sudah 3 hari loh kita disini, pasti suami kamu itu gelisah karena tidak bisa menghubungi kamu. Kami semua tahu bagaimana Tuan David itu."Ucap Rachel lagi.
" Haahh... Kemarin lusa saat kita ada di posko 5 aku sempat mengirim pesan dan dibacanya langsung, tapi sampai sekarang belum ada balasan. Bagaimana mau dibalas ya kak, sampai sekarang koneksi internet dan jaringan telepon saja hilang lagi. Suamiku tahu kok kalau disini itu masih susah jaringan telepon." Jawab Nia menjelaskan.
Saat Nia dan Rachel sedang membahas soal jaringan telepon, tiba-tiba kamar yang mereka tempati di ketuk oleh salah satu teman satu profesinya. Rachel pun membukakan pintu dan mendapat kabar jika di Posko 2 dekat tempatnya menginap ada ibu-ibu yang ingin melahirkan.
" Ada apa kak?." Tanya Nia saat melihat Rachel menyiapkan barang-barang yang akan dia bawa ke posko 2.
" Aku ke posko 2 Nia, ibu yang hamil tua ternyata akan melahirkan." Jawab Rachel.
" Aku ikut kak." Ucap Nia dengan cepat.
" Jangan Nia, diluar sedang hujan dan cuaca sedang tidak bersahabat. Lebih baik kamu di sini saja, aku tidak mau kamu kenapa-kenapa dan nanti kami semua yang akan disalahkan suami kamu. Lagipula ini ibu melahirkan aku bisa mengatasinya."Ucap Rachel melarang Nia untuk ikut.
Rachel sendiri tidak mau terjadi sesuatu dengan Nia, terlebih Nia sedang hamil muda. Lagipula pasien melahirkan bukan tanggung jawab Nia, itu tanggung jawab Rachel sebagai dokter kandungan.
" Tapi kak, aku ini dokter. Dalam situasi apapun aku harus sanggup melaksanakan kewajibanku."Ucap Nia tetap kekeh ingin ikut.
" Iya Nia aku tahu, tapi ini orang mau melahirkan dan itu adalah tanggung jawabku. Ingat, kamu itu sedang hamil dan jangan sampai kamu kenapa-kenapa."Seru Rachel tetap tidak setuju jika Nia ikut.
__ADS_1
Nia pun tidak bisa membantah lagi, akhirnya dia membiarkan Rachel berangkat bersama rekan sesama dokternya dengan berjalan kaki. Rachel dan yang lainnya memakai jas hujan dan tidak berani membawa payung sebab angin juga cukup kencang.
" Padahal aku ingin sekali melihat proses orang melahirkan secara langsung. Tapi ya sudahlah, kak Rachel melarangku lebih baik aku istirahat saja. Akhir-akhir ini aku juga kurang istirahat."Ucap Nia pada dirinya sendiri.
Sementara itu saat ini di kediaman David, David sedang uring-uringan karena ponsel Nia tidak bisa dihubungi. Sudah puluhan bahkan ratusan kali dia menghubungi Nia tetap saja tidak bisa. Bahkan David sudah membanting ponselnya karena kesal.
" Sudah aku larang tetap saja ikut kesana, kalau seperti ini justru aku yang tidak mood mau mengerjakan pekerjaan ku. Ponsel tidak bisa dihubungi lantas aku harus bagaimana menghubunginya. Aku merindukan istriku. " Seru David menggerutu sendiri.
* Mampus aku !! Bakalan balik ke mode awal ini, dingin dan menakutkan. Aku harus segera menghubungi sekertaris boss akan dia bisa menginfokan kepada seluruh karyawan untuk jaga sikap, jangan sampai Boss mengamuk dan marah-marah dikantor.*Gumam Rendi yang sepagi ini sudah ada di rumah David.
Rendi merohoh ponsel dalam kantong celananya dan mengetik pesan dengan cepat.
[ Boss mode stelan pabrik.] Ketik Rendi dengan cepat lalu mengirimkannya kepada sekertaris David.
Pesan itu pasti sudah bisa dimengerti oleh sang sekertaris. Sehingga Rendi tidak perlu menjelaskan secara detail lagi.
Saat David sedang mengerutu sendiri, tiba-tiba dari arah depan terdengar suara ribut-ribut. Dari suaranya seperti tante Diana dan Kelly.
* Mau apa dua lampir itu datang kesini. Apa dia tidak tahu situasi sedang tidak bersahabat begini.*Gumam Rendi dengan kesal.
" David !! David !! David !!." Teriak Diana memanggil nama David.
Diana dan Kelly menyeruak masuk sampai ke ruang keluarga. Diana tersenyum miring saat mendapati David ada disana. Diana langsung mendekati David dan melemparkan kertas di atas meja depan David.
David tidak banyak bicara, dia mengambil kertas itu lalu membacanya. Setelah dia sudah tahu apa isi kertas itu, David pun membuang kertas yang menurutnya tidak berguna itu. Namun Diana tidak terima dengan sikap David yang seenaknya saja.
" David ! Kenapa kamu buang kertas itu? Tapi tidak masalah yang penting kamu sudah tahu isinya. Sekarang lebih baik kamu tentukan tanggal pernikahan kalian sebelum perut Kelly membesar. Tante tidak mau malu, kalian harus segera menikah." Ucap Diana dengan menyunggingkan senyum liciknya.
Bbrraakk
David memukul meja yang ada di depannya dengan penuh emosi. Dia memang sedang emosi dan kedatangan Diana dan Kelly menambah emosi nya meluap-luap.
Kelly yang melihat David marah sangat ketakutan, dia menundukan kepalanya dan tidak berani menatap wajah David yang sudah seperti singa lapar.
" Kelly yang hamil kenapa aku yang harus menikahi, Kelly ? Apa kalian itu GILA !! PERGI SEKARANG JUGA DARI RUMAH KU !!." Bentak David dengan lantang sampai suaranya menggelegar, beruntung saat ini Nada menginap dirumah Oma nya.
" Maksud kamu apa mengusir kami? Kelly itu hamil dan itu atas perbuatan kamu, jadi kamu harus menikahinya. Kamu jangan mau enak nya saja dong, sudah menghamili Kelly tapi tidak bertanggung jawab. Jika kamu tidak mau bertanggung jawab, aku pastikan nama baikmu akan tercoreng." Ucap Diana mengancam David.
Rendi justru semakin takut, yang dia takutkan David akan kehilangan kesabarannya dan dia menghajar Diana dan Kelly. David jika sudah marah, dia tidak pandang bulu siapa yang dia hadapi.
" Lebih baik kalian pulang saja. Tuan David tidak akan pernah menikah dengan, Non Kelly." Seru Rendi mencoba mengusir dua lampir itu.
__ADS_1
" Hehhh !! Kamu itu cuma assisten David saja, jadi jangan pernah ikut campur urusan Boss. Lebih baik kamu saja yang pergi dari sini, menyebalkan."Seru Diana ketus.
" Atas dasar apa tante meminta saya untuk menikahi Kelly? Apa karena Kelly hamil? Kenapa tante tidak minta pacar Kelly saja yang menikah dengan Kelly, kenapa harus David?." Tanya David dengan memelankan suaranya.
Diana memandang tajam kearah David, dia sangat kesal dengan pertanyaan David tadi. Bisa-bisa nya menyuruh Kelly menikah dengan pacarnya. Setahu Diana Kelly tidak mempunyai pacar.
" Pacar? Kelly itu tidak punya pacar !! Kamu yang sudah melakukannya, jadi kenapa harus orang lain yang bertanggung jawab? Kamu itu sudah merampas milik Kelly dan saat ini Kelly hamil anak kamu."Ucap Diana dengan lantang sehingga ada beberapa pelayan yang mendengar perdebatan itu.
* Oh jadi Kelly mengaku jika aku yang menghamilinya, mau main-main dengan ku kamu, Kelly.*Gumam David dalam hati.
David memandang kearah Kelly, Kelly masih saja menunduk dan tidak berani memandang David. Dia ketakutan, bahkan tubuhnya sudah keluar keringat dingin.
" Kamu hamil Kelly?."Tanya David dengan lembut.
" Iy.. Iya kak."Jawab Kelly terbata-bata.
" Terus kamu meminta aku untuk bertanggung jawab?."Tanya David lagi.
" Tii.. Tidak kak." Jawab Kelly masih terbata-bata.
Diana langsung memandang Kelly dengan kesal. Kenapa justru Kelly bicara seperti itu padahal sudah nyata jika dia itu hamil dan itu anaknya David.
" Kelly !! Jangan bodoh kamu, kalau kamu tidak menikah bagaimana dengan perut kamu itu? Mama tidak akan terima jika David tidak mau menikahi kamu, berani berbuat harus berani tanggung jawab. Ingat Kelly, David itu sudah mengambil keperawanan kamu dan sekarang kamu hamil !!." Seru Diana kesal.
STOP
David berteriak meminta Diana untuk berhenti bicara omong kosong. David sudah tidak tahan lagi dengan ocehan Diana.
" Aku tidak akan menikahi Kelly, karena aku tidak menghamilinya. Kamu bilang aku mengambil keperawanan Kelly? Dasar tante Diana saja yang bodoh ! Tanyakan sama anak manjamu itu, siapa yang sudah mengbilnya dan kapan dia menyerahkan miliknya kepada pacarnya. Asal tante tahu ya, jika anak manjamu ini sudah berkali-kali tidur dengan pacarnya." Ucap David bicara dengan pelan namun sangat tegas.
" Maksud kamu apa? Kamu jangan cari alasan, David?."Ucap Diana tidak terima.
" Ma, hentikan !! Aku memang tidak hamil dengan kak, David. Tapi aku hamil dengan pacar ku, Keanu. Tapi aku melakukan hubungan itu di rumah kak David ini dan Keanu tidak memakai pengaman. Biasanya dia memakai pengaman, tapi malam itu dia tidak memakai pengaman. Karena kamar gelap, aku mengira itu kak David karena aku memang sudah menjebaknya. Tetapi aku salah, ternyata yang melakukannya itu pacarku sendiri, Keanu. Jadi aku hamil bukan karena kak David, Ma." Ucap Kelly dengan lancar dia menjelaskan apa yang sudah terjadi dengan dirinya.
Apa?
Mata Diana melotot sempurna, dia benar-benar tidak percaya jika Kelly bisa melakukan itu semua. Bahkan dia sudah beberapa kali tidur dengan pacarnya. Pandangan Diana tiba-tiba saja gelap dan dia pun roboh.
Brruukkkkk
Diana pingsan, Kelly panik melihat mamanya yang pingsan. Namun justru David dan Rendi meninggalkan mereka, David pergi kekantor dan Rendi sudah meminta sopir untuk mengantarkan Diana kerumah sakit.
__ADS_1
*************