Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Makan malam romantis


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


"Jadi kabar apa yang ingin kalian sampaikan sampai kalian mengajak kami makan malam seperti ini?." Tanya Hesti sudah tidak sabar lagi ingin tahu kabar yang ingin disampaikan oleh Vito dan Bella.


Bukan hanya Hesti, namun semua orang tua juga penasaran. Apalagi Baskoro, dia sangat-sangat penasaran dengan kabar yang ingin disampaikan oleh Bella dan Vito.


"Ma, Pa. Sebentar lagi kalian akan mempunyai cucu, dan aku dan Vito akan menjadi mama dan papa. Aku hamil Ma, Pa."Seru Bella dengan antusius.


Hesti dan Leni sangat senang mendengar kabar kehamilan Bella. Akhirnya apa yang mereka inginkan segera tercapai juga, dengan hadirnya seorang cucu akan membuat mereka semua semakin bahagia. Namun ada yang berbeda dengan wajah Baskoro, terlihat sekali keterkejutannya saat mendapati kabar kehamilan Bella.


"Selamat ya, Sayang. Akhirnya mama akan menjadi nenek."Ucap Hesti yang kini sudah menghampiri Bella dan memeluk Bella.


"Anak mama memang tokcer, baru juga sebulan menikah susah hamil. Selamat ya sayang, kamu harus jaga kehamilan kamu dengan baik. Jangan terlalu capek, bila perlu berhenti dulu dari dunia model. Lagi pula ada Vito yang sudah menanggung hidup kamu."Ucap Leni menasehati Bella.


"Iya ma. Bella akan menjaga baik-baik kandungan Bella."Ucap Bella dengan bangga sudah bisa memberitahu berita kehamilannya kepada orang tua dan mertuanya.


"Jadi Bella hamil anakku?."Tanya Baskoro tanpa sadar.


Semua pasang mata langsung memandang kearah Baskoro duduk. Wajah mereka semua terkejut dengan apa yang baru saja Baskoro katakan. Bella sudah panas dingin, khawatir jika Baskoro akan mengungkap skandalnya selama ini. Tatapan mata mereka membuat Baskoro menyadari kesalahannya, diapun jadi gugup.


"Maksud papa apa?."Tanya Vito dengan serius.


"Haah.. Maaf papa salah bicara. Maksud papa, Bella sekarang sedang hamil cucu papa. Papa terlalu bahagia jadi sampain salah bicara seperti tadi. Seperti yang kamu ketahui, papa ini hanya papa sambungnya Bella. Namun papa menyayangi Bella seperti anak papa sendiri. Begitupun anak yang dikandung Bella, dia itu cucu papa juga."Ucap Baskoro beralasan dan beruntungnya penjelasan 0Baskoro bisa diterima oleh semuanya.


Huuuffff


Bella menghela nafas dengan lega, dia mengira jika Baskoro akan membongkar hubungan mereka. Jika sampai semuanya terbongkar, sudah pasti saat mereka akan menjadi bulan-bulanan semua keluarga.


"Papa bikin kaget saja. Mama kira papa sama Bella ada hubungan terlarang."Ucap Leni.


"Ahh mama ini apa-apaan sih. Gila apa papa kalau sampau ada hubungan lain dengan Bella, meskipun Bella hanya anak tiriku. Papa tetap menyayangi seperti anak papa sendiri Ma."Ucap Baskoro dengan kata-kata manisnya.


"Iya pa, mama tahu soal itu."Jawab Leni dengan senyum bahagianya.


Leni merasa bahagia mendapatkan suami seperti Baskoro, sosok suami yang sangat menyayanginya dan menyayangi Bella seperti anak kandungnya sendiri. Dari dulu Baskoro sangat memanjakan Bella, apa saja yang Bella minta pasti dia kabulkan. Sampai Bella beranjak dewasa, Baskoro semakin menyayangi Bella.


Leni sadar betul jika dulu dia mendapatkan Baskoro dari hasil merebut suami orang. Dia merebut suami dari seorang wanita yang bernama Karti, dan saat itu Karti juga mempunyai anak perempuan yang usianya tidak jauh dari Bella.


Penjelasan Baskoro tadi ada yang mengganjal dihati Pak Sigit. Pak Sigit merasa apa yang dijelaskan oleh Baskoro tidak dari hati nya. Seperti ada yang dia sembunyikan, dan pak Sigit bisa merasakan hal itu.

__ADS_1


*Apa yang dikatakan Baskoro tadi kenapa aku merasa aneh ya. Seperti ada sesuatu yang dia sembunyikan, tapi apa?.*Gumam Pak Sigit dalam hatinya.


"Kita lanjutkan makan malam nya ya, kasihan Bella pasti sudah sangat lapar. Seorang ibu hamil jangan sampai telat makan, kalau telat makan nanti bisa sakit dan janinnya juga tidak akan berkembang dengan baik."Seru Hesti meminta mereka semua untuk lanjut makan.


"Vito, kenapa kamu diam saja?. Apa ada yang ingin kamu bicarakan?."Tanya Hesti saat melihat Vito yang hanya diam saja.


"Oh tidak ma. Vito menyimak obrolan kalian saja, ya sudah mari kita lanjut makan lagi."Ucap Vito lalu melanjutkan makan malamnya.


Vito melirik sekilas kearah Bella, tidak tahu kenapa Vito tidak terlalu bahagia dengan kehamilan Bella. Namun Vito tetap berusaha menerimanya dengan lapang dada, dia berharap bisa bahagia dengan anak dan istrinya, Bella. Dan bisa benar-benar melupakan Nia yang kini sudah bahagia dengan suaminya.


*********


Ternyata di tempat yang sama, Nia dan David juga sedang makan malam romantis. David memilih di lantai yang dia jadikan tempat makan malam romantis mereka. Lantai 3 ini di sewa khusus oleh David sehingga hanya Nia dan David saja yang ada dilantai tiga.


David memilih di area balkon, sehingga bisa melihat kearah luar dimana gedung-gedung menjulang tinggi dan gemerlap lampu di pusat kota.


" Hubby ini indah sekali. Aku tidak pernah tahu jika pusat kota saat malam akan seindah ini. Benar-benar indah, terimakasih hubby."Seru Nia dengan binar bahagia.


"Kamu senang? Kalau kamu menyukainya, aku akan sering mengajakmu kesini. Tidak masalah keluar uang 50 juta untuk semalam yang penting kamu bahagia dan aku juga bahagia melihat istriku tersenyum."Seru David dengan santainya


Hahhh... 50 juta?


Nia masih belum paham dengan apa yang dikatakan oleh David. Apa maksud dari 50 juta untuk satu malam? Banyak pertanyaan yang ingin Nia tanyakan tapi takut merusak suasana hati David. Tidak ditanyakan pasti juga semakin penasaran.


"Aku menyewa lantai 3 restoran ini khusus untuk kita dan aku bayar 50 juta untuk sewanya saja. Bagaimana kamu suka kan?."Tanya David sok polos padahal dia tahu Nia syok mendengar pernyataannya barusan.


*Apa? Dia sewa 50 juta untuk 1 malam saja, bahkan hanya untuk beberapa jam saja. Pantas saja tadi saat dilantai 1 dan 2 ramai dan sampai lantai 3 terasa sepi sekali. Enak bener ya dia buang-buang uang, 50 juta hanya untuk sewa tempat beberapa jam. Huhhh dasar manusia aneh.*Gumam Nia dalam batinnya.


Nia hanya mengangguk sekilas saja, dia tidak mungkin akan memprotes David. Uang-uang David jadi tidak berhak dia melarangnya.


David memegang tangan Nia dan mengenggam tangan Nia dengan lembut. Tidak ketinggalan David juga mencium tangan Nia.


"Sayang, terimakasih sudah mau menjadi bagian dari hidupku. Sudah mau mengisi kekosongan dihatiku dan sudah mau aku apa adanya. Seperti yang kamu ketahui aku seorang duda anak satu, namun kamu tetap mau menerima keadaanku. Sayang, aku sangat mencintaimu dan aku sangat menyayangimu."Seru David bicara dengan sangar romantis.


Nia terharu dengan kata-kata David, dibalik sikapnya yang cuek, acuh dan arogant ternyata David bisa bersikap manis dan romantis juga.


"Aku yang seharusnya berterima kasih kepadamu Hubby. Kamu mau menerima wanita miskin ini, jika dibandingkan dengan mu aku bukanlah apa-apa. Perbedaan kita seperti bumi dan langit, namun kamu mendekatkan perbedaan itu sampai akhirnya kita bersatu dalam ikatan pernikahan. I love you Hubby."Ucap Nia tidak sungkan lagi mengatakan cinta kepada suaminya.


"I Love You too my Wife."Ucap David lalu mencium tangan Nia dengan lembut dan mesra.


David bangkit dan memeluk Nia dengan erat, Nia pun juga membalas pelukan David. David mengajak Nia untuk berdansa di Balkon lantai 3, udara angin malam terasa sejuk menusuk pori-pori kulit Nia.


Iringan musik mengalun dengan lembut, Nia yang tidak bisa berdansa hanya bisa mengikuti setiap gerakan David. David melingkarkan tangannya di pinggang Nia, Nia mengalungkan tangannya di leher David.


"I Love You istriku, Nia."

__ADS_1


"I Love You suamiku, David."


David mencium kening Nia dengan lembut dan Nia memejamkan matanya menikmati apa yang diberikan oleh David.


Malampun semakin larut, David mengajak Nia untuk pulang. David dan Nia berjalan beriringan, sepanjang jalan menuju parkiran mereka saling bergandengan tangan dengan erat.


Saat sudah sampai parkiran tiba-tiba ada seseorang yang memanggil nama David.


"Tuan David."Seru orang itu dengan sopan.


David dan Nia langsung mengalihkan kearah sumber suara. Ternyata disana ada Vito, Bella dan rombongan keluarganya. Dan yang memanggil David tadi adalah pak Sigit.


"Anda makan malam disini juga?"Tanya pak Sigit yang kini sudah menghampiri David.


"Iya."Jawab David singkat dan kali ini sikapnya kembali dingin dan cuek.


"Tuan, senang bisa bertemu dengan anda disini. Kami sekeluarga tadi baru makan malam disini juga. Tahu begitu kita tadi gabung saja."Seru Baskoro tidak tahu malu.


Nia memandang benci kearah Baskoro, pria paruh baya yang saat ini ada dihadapannya adalah ayah kandungnya. Namun Nia kini justru sangat membencinya, terlebih beberapa hari yang lalu dia datang kerumah ibu nya dan membuat ibu Karti menangis.


"Kami mau pulang, jangan halangi jalan kami."Seru David tegas.


David tahu jika saat ini istrinya tidak nyaman dengan keberadaan Baskoro didekatnya. Bahkan wajah Nia terlihat sendu, dia nampak murung.


"Are you oke?."Tanya David memastikan istrinya baik-baik saja.


"Aku tidak apa-apa, Hubby. Kita langsung pulang saja, kasihan Nada pasti dia menunggu kita."Seru Nia beralasan.


David mengangguk lalu segera membukakan pintu untuk Nia, setelah itu David duduk di kemudi setir. David mengendarai mobilnya sendiri tanpa mengajak sopir pribadinya.


"Sombong ! Mentang-mentang suaminya orang kaya saja sombong. Mungkin dapat suami kaya juga dapat dari naik keranjang duluan, atau bisa jadi dia main pelet. Lihat saja, sebentar lagi pasti dia akan ditendang oleh suaminya. Kembali lagi deh jadi muskin dan gembel, miskun saja belagu."Seru Hesti dengan kesal.


Sedangkan Leni sedari tadi hanya diam, dia sedang berfikir tentang Nia. Dia merasa pernah melihat wajah Nia di masalalunya namum dia lupa.


*Aku seperti pernah melihat wajah wanita tadi, tapi dimana? Wanita itu memang yang datang saat pesta pernikahan Bella dan Vito waktu itu, dan aku memang melihat dia. Tapi wajahnya ini mirip sekali dengan wanita itu, iya wanita itu adalah Karti. Karti mantan istri pertama Mas Baskoro? Kira-kira ada hubungan apa wanira tadi dengan Karti?.*Gumam Leni dalam batinnya.


"Sudahlah jangan lagi membicarakan masalah Nia. Lebih baik kita pulang saja, ini sudah malam. Kebetulan papa dan papa mertua membawa mobil sendiri sehingga kita bisa pulang dengan tujuan kita masing-masing. Bella cepat masuk, kita langsung pulang saja. Sebab malam semakin larut dan aku juga sangat lelah."Seru Vito dengan tegas.


"Iya suamiku sayang."Ucap Bella dengan manja.


Hoeeekkkk


Vito terasa ingin muntah mendengar panggilan sayang dengan gaya bahasa yang dibuat-buat mendayu-dayu oleh Bella. Bukannya merasa tergoda, Vito justru malah semakin jijik dengan sikap Bella.


**************

__ADS_1


__ADS_2