Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Tingkah aneh David


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Dirumah David


Malam semakin larut, Nia yang sedang tertidur dengan pulas tiba-tiba dibangunkan oleh David. David merasa lapar di tengah malam dan menginginkan makan mie instan rebus. Padahal David paling tidak suka makan mie instan namun malam ini dia sangat menginginkan makanan itu.


"Sayan, sayang. Bangun dong, aku lapar."Seru David membangunkan Nia.


Nia yang sedang tertidurpun merasa terganggu dan pada akhirnya dia bangun juga. Dengan mengucek mata terlebih dahulu, Nia mencoba mengumpulkan nyawanya yang masih setengah sadar.


"Ada apa, hubby? Ini jam berapa?."Tanya Nia dengan mata yang masih terlihat mengantuk.


"Jam satu malam sayang. Aku lapar dan ingin makan mie instan buatan kamu, sayang. Yuk kedapur buatin mie instan."Ucap David memohon dan merengek seperti anak kecil.


Haahhhh ? Mie instan?


Nia langsung kaget saat David meminta mie instan. Padahal David paling tidak suka yang namanya mie instan. Dan sejak kapan David mau makan mie instan? Makanan itu jarang di temukan di rumahnya, selain David yang tidak suka dia juga melarang orang-orang dirumahnya memakan mie instan.


"Mie instan? Hubby, kamu sedang tidak bermimpi kan?."Tanya Nia dengan heran.


"Mimpi? Tidak sayang, aku sedang tidak bermimpi. Aku serius ingin makan mie instan, sayang. Ayo cepat kita ke dapur dan masakan mie instan untukku. Pokoknya aku mau makan mie instan."Seru David seperti anak kecil yang merengek meminta sesuatu.


Nia semakin yakin jika ada yang aneh dengan suaminya. Tetapi Nia tidak tahu apa yang saat ini di alami oleh sang suami.


"Tapi apa di dapur ada mie instan, Hubby?."Tanya Nia dengan wajah heran.


"Kita cari dulu. Biasanya bik Jum itu punya, meskipun aku sudah melarangnya dia terkadang beli dan saat mau makan di bawa ke paviliun belakang sana."Ucap David yang memang sudah tahu kebiasaan bik Jum.

__ADS_1


"Hemmm baiklah. Sebentar aku cuci muka dulu ya setelah ini kita kedapur."Seru Nia lalu turun dari ranjang dan masuk ke kamar mandi.


Tidak menunggu lama, Nia sudah keluar dari kamar mandi dan segera ke dapur menyusul David yang sudah lebih dulu ke dapur. Terlihat David sudah duduk di dapur sambil berpangku tangan.


"Lama sekali sih sayang datangnya?."Seru David persis anak kecil yang sedang merengek.


"Iya hubby, ini juga tadi sudah cepat loh. Coba aku cari mie instannya dulu ya ada apa tidak."Ucap Nia sambil membuka lemari satu persatu untuk mencari mie instan.


"Ada tidak, sayang?."Tanya David sudah tidak sabar lagi.


"Sabar dulu, hubby. Ini masih di cari, lagi pula kamu ini aneh banget jam segini minta makan mana yang diminta mie instan. Makanan yang tidak ada dirumah."Ucap Nia sembari terus membuka lemari dan laci satu persatu.


Huuufffff


David mendengus kesal, dia menidurkan kepalanya di atas meja. Menunggu Nia yang sedang mencari mie instan.


"Akhirnya ketemu juga. Hemm mana cuma sebiji saja ini, bik Jum juga menyimpannya tersembunyi begini."Seru Nia pada dirinya sendiri.


"Ada sayang?." Tanya David dengan mata berbinar melihat Nia sudah memegang sebungkus mie instan.


"Pakai sawi, telor nya dua, pakai bakso terus pakai cabai 5 saja. Cepat ya sayang, aku sudah lapar sekali ini."Seru David sudah tidak sabar lagi menikmati mie instan.


Nia hanya mengangguk dan menyiapkan bahan-bahan pelengkap sesuai dengan permintaan David. David melihat Nia yang sedang memasak, saat mie sedang di masak David sudah tidak sabar lagi ingin menikmatinya.


"Sayang tidak perlu dipindahkan di mangkuknya, sudah biarkan saja di dalam pancinya saja.


"Iya Hubby."Jawab Nia singkat.


Setelah 8 menit mie itu pun akhirnya sudah berpindah di atas meja lengkap bersama dengan pancinya. Mata David berbinar melihat mie itu sudah terhidang di atas meja.


"Hubby pelan-pelan, ini masih panas loh."Ucap Nia memberitahu David.


David makan dengan lahapnya, padahal mie itu masih panas akan tetapi David seakan tidak merasakan panas.

__ADS_1


"Sayang mie instan ternyata enak sekali. Kenapa tidak dari dulu aku makan mie instan seperti ini. Besok suruh bik Jum beli mie instan yang banyak, banyakin juga varian nya. Saat seperti ini kan enak masak tinggal masak tidak bingung cari-cari seperti tadi."Ucap David dengan mulut penuh.


*Kenapa dengan suamiku ini? Padahal selama ini dia tidak suka bahkan tidak pernah makan yang namanya mie instan. Tapi kenapa justru dia suka makan mie instan begini, bahkan dia meminta untuk menyetoknya.*Gumam Nia dalam hatinya.


"Iya besok aku minta bik Jum untuk stock mie instan. Tapi jangan sering-sering makannya, bukannya Hubby yang bilang makan mie instan itu tidak bagus."Ucap Nia mengingatkan.


"Iya Sayang."Jawab David dengan singkat.


Tidak sampai 10 menit, mie instan dengan toping super banyak itu sudah ludes dan berpindah di perut David. Nia sampai geleng-geleng kepala melihat suaminya yang menghabiskan mie itu dengan cepat, padahal masih panas.


*******


Vito pusing tujuh keliling dengan permintaan mama nya agar dia tidak menceraikan Bella. Sebab jika dia tetap menceraikan Bella, Vito tidak akan mendapat warisan darinya. Dan tidak akan menganggap Vito sebagai anak lagi.


"Aku harus bagaimana, Rus. Mama sudah memberi keputusan jika aku tidak akan mendapatkan sepeserpun hartanya jika aku tetap menceraikan Bella. Kamu tahu sendiri jika aku memang dari dulu itu tidak mau terikat dengan aturan mama ku. Makanya aku memilih bekerja secara mandiri. Aku tidak masalah tidak mendapat warisan dari mama, tapi jika semua aset diserahkan kepada Bella aku tidak setuju."Ucap Vito yang saat ini sedang curhat dengan temannya yang bernama, Rustam.


Rustam sudah tahu semua permasalahan yang saat ini di hadapi oleh Vito. Dia kasihan dengan Vito, kisah rumah tangganya benar-benar memalukan. Sebagai sahabat tentunya Rustam juga ingin yang terbaik untuk Vito, Rustam juga setuju jika Vito menceraikan Bella.


"Susah juga ya, Vit. Bagai makan buah simalakama. Tapi aku yakin kamu pasti punya keputusan yang baik. Aku tahu bagaimana tante Hesti, dia tidak akan semudah itu untuk memberikan hartanya untuk Bella. Kamu yang anak kandungnya saja dipersulit, aku yakin tante Hesti hanya menggertak kamu saja."Ucap Rustam memberitahu.


"Tapi Rus, mama itu orangnya keras kepala. Pokoknya aku akan tetap menceraikan Bella, terserah mama mau melarang atau tidak. Aku tidak mau berumah tangga dengan wanita murahan seperti, Bella. Dari awal aku memang sudah salah membuang berlian demi batu rongsokan seperti, Bella. Aku memang bodoh !! Seandainya dulu aku mau mendengarkan penjelasan Nia, mungkin aku sekarang masih bersama dia."Seru Vito sambil menundukkan kepalanya.


"Sekarang Nia sudah menikah? Apa kamu mau merebutnya dari suaminya?."Tanya Rustam.


"Tidak !! Cari mati aku jika mengganggu ataupun mendekati Nia. Sebab, Tuan David saingan ku. Nia, menikah dengan Tuan David."Seru Vito memberitahu Rustam.


Haahhh ? Tuan David?


Rustam syok dan kaget saat mengetahui siapa suami Nia. Ternyata memang saingan yang berat, dan jika Vito sampai mengganggu Nia pasti Tuan David akan menghancurkan Vito.


"Tuan David? Oh pantas saja, aku pernah melihat Nia datang ke perusahaan. Aku kira hanya sebatas pekerjaan karena dia bekerja di rumah sakit milik keluarga Widjaya. Ternyata dia istri dari Ceo Widjaya Group."Seru Rustam sambil menggelengkan kepalanya.


"Aku memang bodoh."Ucap Vito sangat-sangat menyesal sudah membuang Nia.

__ADS_1


Rustam mengusap punggung Vito dengan pelan, dia tidak bisa berbuat apa-apa selain mensuport Vito.


**********


__ADS_2