Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Ulah Baskoro


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Seperti yang sudah di janjikan dengan Nada dan David, jika siang ini Nia akan USG dan mereka akan ikut untuk melihat anak dalam kandungan Nia. Nia masuk keruangan dokter Rachel, Rachel melihat ada David dan anak nya yang ikut sertapun jadi kaget serta gugup dan sungkan.


* Kenapa Tuan David ikut? Nia juga tidak memberitahu kalau suaminya mau ikut, duh Nia kamu sepertinya sengaja membuat aku senam jantung.*Gumam Rachel dalam hatinya.


Nia melihat perubahan sikap Rachel yang menjadi formal saat berbicara kepadanya. Pasti karena kehadiran David, Nia jadi merasa bersalah karena tidak memberitahu Rachel lebih dulu.


" Maaf ya kak, aku lupa memberitahu kamu kalau suamiku mau ikut."Ucap Nia sedikit berbisik.


" Kamu ini memang senang bukin aku jantungan Nia. Sudah silahkan berbaring kita mulai pemeriksaan dan USG nya, biar cepat selesai."Ucap Rachel dengan pelan.


Nia mengangguk lalu dia naik ke atas ranjang, David dan Nada duduk di kursi yang ada di dekat ranjang. Pandangan mereka berdua pun beralih ke arah monitor, dimana disana bisa terlihat janin dalam kandungan


" Ini adek bayinya."Seru Rachel tersenyum kearah Nia.


" Mana?." Seru Nada dan David bersamaan.


Rachel menjelaskan apa yang mereka lihat di dalam monitor itu. David paham dengan cepat tapi tidak dengan Nada. Dia masih saja terus bertanya kenapa adiknya kecil dan wajahnya tidak jelas.


" Sayang, karena usia kandungan mama baru 4 bulan jadi dedek bayinya juga masih kecil dan belum terlihat dengan jelas. Dulu juga Nada saat didalam perut juga sekecil adik bayi itu, nanti kalau sudah 9 bulan adik bayinya sudah besar dan bisa untuk dilahirkan."Ucap Nia menjelaskan dengan lembut agar Nada paham dan mengerti.


" Oh begitu ya ma, dulu Nada juga kecil begitu di dalam perutnya mama Hera?."Tanya Nada mulai yakin.


" Apa jenis kelamin anak saya?."Tanya David membuka suara.


Rachel mengangguk lalu dia mengarahkan alatnya dan menggerak-gerakannya untuk menhari alat k3l4min sang janin.


" Ini dia, kalau dari hasil USG ini kemungkinan jenis kelaminnya laki-laki. Tapi untuk lebih jelasnya bulan depan kita USG dan kita lihat lagi, sebab ini juga belum terlalu kelihatan Tuan."Ucap Rachel menjelaskan dengan pelan-pelan agar bahasanya tidak belepotan.


Heeemmm..


David hanya berdehem lalu dia bangkit dan membantu Nia turun dari ranjang. Rachel menuliskan resep untuk Nia, dan memberikannya kepada Nia untuk dia mengambil obatnya di tempat pengambilan obat.


" Kamu saja yang ambil atau assisten kamu, nanti kamu bisa antarkan ke ruangan praktek istri saya. Enak saja kamu main suruh-suruh istri saya untuk mengantri obat."Seru David dengan aura yang menakutkan.


" Emm.. Iya, iya tuan. Maaf."Seru Rachel terbata-bata.

__ADS_1


Dia lupa jika saat ini Nia sedang bersama David, biasanya Rachel memang selalu memberikan resep obat kepada Nia dan Nia sendiri yang akan menganratkan ke tempat pengambilan obat dan saat dia selesai praktek baru akan dia mengambilnya.


" Hubby, sudah tidak apa-apa biar aku saja. Lagipula aku tidak ikut mengantri kok, cuma mengantarkan resep ini saja dan nanti saat pulang baru aku akan mengambilnya."Ucap Nia merasa tidak enak dengan Rachel.


" Tidak bisa !! Biarkan assistennya atau dia saja, lagipula tempat penebusan obat itu ada di lantai satu. Aku tidak mau membuat kamu bolak-balik dan kelelahan, ini sudah menjadi tugasnya. Kalau dia menolak, dia sepertinya tidak mau bekerja di rumah sakit ini lagi."Ucap David memandang tajam Rachel.


Tenggorokan Rachel langsung tercekat, ternyata sang Tuan David kalau sudah memerintah dan punya keinginan benar-benar tidak bisa di bantah lagi. Mau tidak mau, Rachel pun harus mau daripada di pecat secara tidak hormat.


Hhhuufffff


Nia membuang nafas dengan kasar, sudah tidak heran lagi dengan kelakuan sang suami yang memang suka memaksakan kehendaknya sendiri dan tidak bisa dibantahkan.


" Mama, Nada besok kalau periksa adik bayi, Nada mau ikut lagi."Seru Nada memecah keheningan.


" Oh tentu dong Sayang. Sekarang sudah selesai kok periksanya, kita keluar yuk. Dokter Rachelnya mau istirahat, karena ini memang jam istirahat. Nada mau langsung pulang apa mau menunggu mama selesai praktek?." Tanya Nia.


" Pulang ma. Nada mau main sama Aunty Miska, katanya Aunty sudah beli boneka yang Nada mau sama masak-masakan nya juga. "Ucap Nada ingat dengan janjinya dengan Miska.


" Oh iya sudah kalau begitu. Pulang sama mbak Nur ya, mbak Nur menunggu di depan ruang praktek mama. Hubby mau kembali ke kantor atau mau makan siang di kantin rumah sakit?." Tanya Nia pada sang suami.


" Kita makan siang saja dulu."Jawab David singkat.


Nia serta kedua orang tersayangnya keluar dari ruangan dokter Rachel. Dokter Rachel mengusap d4d4nya, dia lega karena David sudah keluar dari ruangannya. Rachel pun meminta sang Assisten untuk mengambilkan obat Nia dan mengantarkannya ke ruangan Nia.


" Mau apa anda kesini?." Tanya David dengan sorot mata yang tajam.


" Maaf jika aku mengganggu waktu kalian berdua. Nia, tolong bantu Ayah. Ayah selalu di kejar-kejar oleh polisi, tolong lindingi Ayah, nak."Seru Baskoro memohon.


Nia dan David sudah tahu kasus yang menjerat Baskoro, bukan Nia tidak mau membantu. Tapi Nia memang tidak mau ikut campur dengan urusan Ayahnya itu, semua perbuatan pasti ada konsekuensinya dan Baskoro harus mempertanggungjawabkan semuanya.


" Memangnya anda siapa?."Tanya David dengan tatapan tajam.


" Aku ini Ayah istrimu dan aku ayah mertua kamu. Kamu punya banyak koneksi dan kekuasaan pasti kamu bisa menolongku. Aku mohon, tolonglah aku sekali ini saja."Seru Baskoro merendahkan dirinya di depan David.


David hanya menatap sinis, sedikitpun dia tidak akan menolong Baskoro. Nia sebagai anak tentunya ada rasa prihatin dan kasihan untuk ayahnya, meskipun selama ini ayahnya sudah menorehkan luka dihidupnya.


" Ayo sayang kita makan siang, dan sepertinya kita makan siang di ruangan ku saja. Dan kita minta OB untuk mengantarkannya, aku malas jika kita makan ada pengganggunya. Kita tidak banyak waktu lagi, karena aku juga harus kembali ke kantor."Seru David lalu mengajak Nia menaiki lift khusus menuju ruangan nya berada.


Sebagai pemilik rumah sakit, David sudah pasti punya ruangan pribadi di rumah sakit itu. Nia hanya mengikuti apa kata suaminya saja dan meninggalkan Baskoro.


" Dasar anak dan menantu durhaka !! Mentang-mentang sudah kaya lupa dengan ayah kandungnya. Ingat Kurnia !! Kamu itu hanya anak dari wanita miskin yang pekerjaannya hanya sebagai penjual sayur di pasar. Hanya karena kamu menikah dengan David, kehidupan mu bisa berubah. Dasar kacang lupa akan kulitnya !!."Seru Baskoro dengan lantang.


Rumah sakit memang dalam keadaan ramai, sehingga pernyataan Baskoro tadi menjadi tontonan gratis. Semua orang langsung memandang kearah sumber suara keributan itu. Satpam pun berlari menghampiri dan akan menyeret Baskoro. Namun gerakan tangan David menghentikan mereka.

__ADS_1


" Apa lagi yang ingin anda katakan?." Tanya David yang saat ini sudah berada tepat di hadapan Baskoro.


" Menantu sombong !! Aku ini mertua kamu, tapi seujung kukupun kamu tidak pernah mau membantuku. Wanita yang kamu nikahi itu anakku, seharusnya kamu itu menghormati ku dan menghargaiku."Ucap Baskoro dengan gaya angkuhnya.


" Kenapa saya harus menghormati anda? Apa anda pantas untuk dihargai dan di hormati? Selama 19 tahun lamanya anda meninggalkan istri saya dan tidak secuilpun anda tidak memberikan nafkah untuknya. Dan sekarang di saat anda susah dan tercekik masalah, anda mengakui kalau dia anak anda. Dasar p3cund4ng !!."Seru David menggelegar sampai orang-orang yang melihat keributan itupun menjauh.


Mereka tahu siapa itu David dan jika sudah marah habis lah lawannya. Pihak keamanan rumah sakit sudah meminta orang-orang untuk bubar dan menyingkir.


" Kurnia !! Aku ini ayah mu, tapi lihat kelakuan suami kamu sama sekali tidak sopan. "Seru Baskoro menunjuk ke arah Nia.


" Jangan pernah membentak istriku !! Anda tidak berhak atas istri saya. Sekarang jangan pernah menyesal jika anda akan mendekam di penjara selamanya."Seru David.


Tangan David sebenarnya sudah gatal ingin menghajar Baskoro. Namun dia urungkan karena ada Nia, David tidak mau lagi Nia melihat kejejamannya apalagi orang yang akan dia hajar itu adalah ayah kandung sang istri.


" Siapa kamu bisa memenjarakanku? Aku tidak punya masalah dengan mu?." Tanya Baskoro dengan bodohnya.


* Cari m4ti kamu, Baskoro !! * Gumam David dalam hatinya.


David melirik ke arah dua satpam yang masih stand by disana. Satpam itu mengangguk dan paham dengan arti lirikan sang Tuan. Dua satpam langsung memegang kedua tangan Baskoro.


" Lepaskan !! Jangan kurangajar kalian, aku akan melaporkan kalian ke polisi atas kasus penganiayaan. Heeehhh apa telinga kalian itu tuli, lepaskan !! Aku bilang lepaskan !!." Seru Baskoro terus memberontak.


" Kalian bawa dia ke kantor polisi. Dia itu salah satu DPO, nanti kalian pasti akan dapat hadiah dari polisi karena berhasil membantu polisi."Seru David.


Nia memandang sang Ayah dengan iba, tanpa terasa air matanya membasahi pipinya. Secepat mungkin dia menghapus air matanya, tidak mau menangisi Ayahnya yang sudah mentelantarkannya selama 19 tahun.


" Si4l4n !! Kalian benar-benar anak dan menantu yang durhaka. Tega kamu Nia membiarkan suami mu memenjarakan ayah kandung mu sendiri."Seru Baskoro.


" Kenapa aku tidak tega? Anda saja tega dengan saya dan ibu saya? Tapi bukan karena itu aku memenjarakan anda, tapi karena kesalahan anda sendiri. Anda kira saya tidak tahu, jika anda sudah menyiksa dan menyekap serta menjual Istri anda sendiri, dan anda juga tega membiarkan istri Anda kehilangan anak dalam kandungannya. Jangan merasa teraniaya jika semua kesalahan atas ulah anda sendiri."Ucap Nia dengan tegas membuat Baskoro kaget dengan apa yang dikatakan oleh Nia.


Baskoro tidak bisa berkata-kata lagi, dan dia pun pasrah saat kedua satpam itu membawanya menjauh dan mengantarkannya ke kantor polisi.


" Sayang kamu tidak apa-apa?."Tanya David sambil mengusap pipi Nia.


" Aku mau pulang, Hubby."Jawab Nia dengan suara parau karena dia menahan tangisnya.


" Baiklah kita pulang."Jawab David singkat, dia tahu pasti saat ini istrinya sangat sedih dan terpukul dengan kejadian tadi.


Tugas praktek Nia yang belum selesai akhirnya dialihkan kepada dokter yang lain. Setelah memastikan semuanya beres, Davidpun membawa Nia pulang.


[ Pastikan tidak ada video yang viral dan tidak ada satu media pun yang memberitakan kejadian tadi.] David masih sempat menghubungi Rendi lebih dulu sebelum dia melajukan mobilnya.


Meskipun Rendi tidak ada di tempat kejadian, dengan mudah dia bisa mengetahui apa yang terjadi.

__ADS_1


************


__ADS_2