
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Setelah tahu jika Bella dan suaminya berselingkuh, pagi ini Leni terlihat nampak biaza saja. Sama sekali tidak menunjukan jika dia marah ataupun bersedih. Sebenarnya dia hanya berpura-pura saja, dalam hatinya sangat-sangat hancur.
"Papa darimana? Dan kemana papa saat mama bangun kok sudah tidak ada?." Tanya Leni saat melihat Baskoro baru masuk kamar padahal sudah jam 7 pagi.
Leni tahu jika subuh tadi Baskoro dan Bella melakukan nya lagi sampai 1 jam. Tetapi hanya Baskoro saja yang bekerja, sedangkan Bella selalu dibawah. Nampaknya Bella sedang kelelahan dan mengantuk dengan hebat.
"Papa tadi bangun sebelum mama bangun.Seperti biasa olah raga kecil di halaman depan, Ma. Mama kok belum berangkat ke klinik? Biasanya jam segini sudah siap-siap, ini kok belum apa-apa?."Seru Baskoro merasa heran.
Jangan sampai Istrinya tidak jadi pergi sehingga rencana nya untuk berduaan dengan Bella akan kacau. Baskoro dan Bella sudah membuat janji jika mereka akan berolah raga sambil menonton video seperti yang pertama kali dia lakukan dulu.
"Sebentar lagi pa. Papa mandi saja, setelah itu siap-siap ke kantor."Ucap Leni yang memang belum tahu jika suaminya saat ini hanya pengangguran.
"Ma, sebenarnya papa kemarin di pecat."Seru Baskoro memberitahu Leni.
"Ya sudah tidak apa-apa. Mama mau bersiap, papa segera mandi. Setelah itu kita sarapan bersama, Bella pasti sudah menunggu kita. Apalagi dia sedang hamil jadi tidak bisa telat makan."Ucap Leni dengan dada yang bergemuruh saat menyebutkan nama Bella.
Ingatan Leni kembali melayang di kejadian semalam. Dimana sepasang selingkuhan itu berolah raga tanpa ada rasa lelah sama sekali, dengan d3s4h4n yang saling bersahut-sahutan.
"Iya ma, kasihan Bella kalau dia telat makan. Ya sudah papa mandi dulu."Ucap Baskoro lalu dengan cepat melesat masuk kamar mandi.
Leni hari ini akan menangkap basah Baskoro dan Bella, jika mereka berani melakukannya lagi siang ini. Leni akan berpura-pura berangkat bekerja. Padahal dia hanya akan keluar dari komplek Perumahan saja dan menunggu apa yang dilakukan Baskoro dan Bella saat dia tidak ada di rumah. Leni bisa memantaunya dengan CCTV yang memang disambungkan di ponselnya.
Selesai bersiap-siap, Lani pun segera keluar dari kamarnya. Saat dia baru membuka pintu kamarnya , terlihat Bella juga membuka pintu kamarnya. Bella juga hendak turun ke lantai bawah untuk sarapan. Bella terlihat lebih segar dan senyumnya pun mengembang di bibirnya yang merah merona.
"Mama ku semakin cantik saja sih, pasti papa semakin mencintai mama."Ucap Bella menghampiri Leni dan merangkul lengan mamanya dengan manja sambil memuji kecantikan mamanya.
Yang dikatakan Bella juga pasti hanya basa-basi hanya untuk menyenangkan mamanya saja. Bella benar-benar tidak punya malu dan tidak punya perasaan.Tega-teganya dia berselingkuh dengan suami mamanya sendiri, meskipun statusnya hanya papa tiri.
"Oh mama cantik ya? Tapi kenapa ya papa kamu sekarang seolah-olah dia menghindari mama. Apa mungkin papa kamu itu berselingkuh dan selingkuhannya lebih muda dan lebih cantik dari mama?." Ucap Leni sengaja bicara seperti itu ingin mengetahui reaksi Bella.
Uhhhuuukk Uhhuuuukk
Tidak sedang makan dan minum apapun, tiba-tiba Bella batuk-batuk. Tentu saja dia terkejut dengan perkataan mamanya. Perkataan mamanya seakan-akan benar di tujukan kepada dirinya. Padahal memang iya perkataan itu untuk Bella.
"Kamu kenapa,Bella? Kok tiba-tiba batuk dan wajah kamu langsung berubah pucat begitu? Kamu sakit?."Tanya Leni dengan menahan marah.
"Tidak ma. Mungkin karena Bella sudah lapar saja. Yuk ma kita sarapan, Bella benar-benar lapar."Ucap Bella berbohong.
__ADS_1
* Kenapa aku bisa melahirkan anak selicik dan sebejat, Bella. Aku tahu jika dia tadi berbohong. Terserah kalian saja mau sampai mana kalian menyembunyikan semua ini dariku. Tapi tunggu saja, hari ini juga jika kalian kembali melakukannya, semuanya akan aku selesaikan."Gumam Leni dalam hati nya.
******
Tepat jam 10 siang, Leni kembali kerumah dan dia memarkirkan mobilnya di dekat pintu gerbang rumahnya.
"Nyonya kok sudah pulang?."Tanya satpam penjaga pintu gerbang.
"Ada yang mau saya ambil pak."Jawab Leni berbohong.
"Oh, bik Lastri tidak ada dirumah, Nya. Katanya tadi non Bella minta belikan sesuatu di supermarket."Ucap Satpam memberitahu Leni.
Leni hanya mengangguk saja, dia sudah tahu maksud Bella menyuruh Lastri pergi ke Supermarket. Sudah pasti agar Lastri tidak tahu jika Bella dan Baskoro ada di satu kamar yang sama. Dengan cepat Leni melangkahkan kakinya masuk kerumah, untuk menyaksikan apa yang terjadi secara langsung.
Dari pantauan CCTV, saat ini Bella dan Baskoro sudah berada di kamar tamu. Kamar tamu letaknya ada di lantai 1 di dekat ruang keluarga.
"Ahhhh.... "Suara d3s4h4n sudah mulai terdengar di telinga Leni.
Kamar tamu itu tidak dipasang alat kedap suara sehingga suara permainan Bella dan Baskoro terdengar sampai luar kamar.
"Bella sayang. Papa ingin kita seperti itu."Ucap Baskoro menunjuk kearah layar televisi.
"Itu gaya dogy style pa. Apapun untuk papa, kita juga belum pernah pakai gaya itu."Seru Bella dengan suara mendayu-dayu.
"Ahhhh.... Pa, ini nikmat sekali. Padahal sudah sering papa memainkan mesin kenikmatan itu. Tapi kali ini sungguh luar biasa nikmat, apa karena gaya nya yang beda."Ucap Bella meracau penuh nikmat.
Suara-suara yang mereka timbulkan dari permainan mereka sangat mengganggu gendang telinga Leni. Namu Leni mencoba untuk biasa saja, dia ingin menyaksikan permainan anak dan suaminya sampai selesai.
Aarrgghhhhhhh
Suara lolongan mereka berdua memekakan telinga. Mereka benar-benar sudah buta tuli, tidak tahu jika Leni sudah ada dan menyaksikan olah raga secara live.
"Bella sayang, papa bolehkan memegang nya."Seru Baskoro benar-benar sudah gila dan tidak pernah merasa puas dengan permainannya.
"Boleh pa "Jawab Bella dengan cepat.
Baskoro memainkan mesin kenikmatan dengan jari-jarinya. Dia sangat menyukai hal-hal baru yang dia pelajari dari video yang mereka tonton sambil berolah raga.
" Emmhh.. Emmhh pa, ohhh pa ini enak sekali. Bella sudah tidak tahan lagi pa, ayo dong pa jangan siksa Bella begini. Ini memang sangat nikmat, tapi... Arrgghhh."Dengan jari Baskoro akhirnya Bella sampai titik puncak permainan.
Air mata Leni kini kembali mengalir dengan deras, sudah seperti air sungai yang mengalir.
"Kamu diam ya, biar papa dulu yang bekerja. Kita mulai permainan kita yang sesungguhnya sayang."Seru Baskoro dengan penuh semangat.
Jlleebbb
__ADS_1
Sesuatu itu kini sudah terbenam dengan sempurna. Bella hanya bisa pasrah menikmati olah raga nya, milik papanya saat ini benar-benar sudah menjadi candu untuknya.
"Kenapa papa tidak pernah puas jika bermain dengan mu, Sayang. Mau lagi dan lagi."Ucap Baskoro dengan gerakan olah raga semakin dipercepat.
"Terus pa.. Terus jangan berhenti."Racau Bella dengan d3s4h4n menggema.
Brraaakkkk
Leni sudah tidak sanggup lagi melihat olahraga yang dilakukan oleh Baskoro dan Bella. Sehingga dia melampiaskan kemarahannya dengan memukul meja yang ada di dekat pintu dengan kuat. Sehingga membuat Bella dan Baskoro kaget dan seketika mereka langsung menghentikan olahraganya.
"Mama."
"Leni."
Seru Bella dan Baskoro bersamaan, mereka kaget saat mendapati Leni sudah ada di kamar tempat mereka sedang berolah raga.
Degupan jantung Bella dan Baskoro sudah tidak beraturan lagi. Mereka sudah tertangkap basah dan tidak mungkin lagi untuk mengelak maupun membantah tuduhan Leni. Sebab Leni juga sudah melihat perselingkuhan mereka dengan mata kepalanya sendiri.
" Brengsek kamu Baskoro !! Apa kamu tidak sadar jika Bella itu anakku dan juga anakmu, meskipun hanya anak tiri !! Kenapa kamu tega melakukan ini kepada Bella? Dan juga kamu Bella, kamu benar-benar menjijikan dan murahan. Mama menyesal mempunyai anak sebejat kamu. Dia itu papa kamu, suami mamamu sendiri !! Tapi sama sekali kamu tidak berpikir sampai situ. Kalian berdua memang kurang ajar semua!!."Ucap Leni melampiaskan amarahnya.
meskipun Leni sudah melampiaskan amarahnya, Baskoro dan Bella masih saja tetap ada di ranjang yang sama. Bahkan dengan posisi yang sama.
"Pa, turun dong."Seru Bella meminta Baskoro turun.
"Bella, papa belum tuntas ini sudah di ujung tinggal dilepaskan saja. Sebentar lagi saja ya, sudah kepalang tanggung. Lagi pula mama kamu akan tetap marah, jadi kita selesaikan ini dulu."Ucap Baskoro yangam masih tetap mementingkan nafsunya.
Bella tidak bisa berbuat banyak dan dia hanya diam saja saat Baskoro mulai melanjutkan olahraganya tadi yang sempat tertunda. Namun kali ini Bella melakukannya dengan hati dan perasaan yang kalut dan takut.
" Maaf Leni nanti aku akan menjelaskan. Tapi tolong berikan kami waktu untuk menyelesaikan permainan ini. Ini sudah kepalang tanggung lagi."Seru Baskoro tanpa malu-malu.
" Menjijikan !! Kelakuan kalian sama seperti binatang yang tidak tahu malu. Kalian berdua memang pasangan penghianat."Ucap Leni dengan lantang.
Brrraaakkk
Leni keluar kamar dan membanting daun pintu dengan keras. Sehingga suara dentumannya samgatlah keras.
Diluar kamar Leni menangis sejadi-jadinya. Dan Dia teringat kejadian 19 tahun yang lalu, di mana saat itu dia tega merebut Baskoro dari seorang wanita yang sudah mempunyai anak. Dan saat ini, justru anak kandungnya sendiri yang tega menghianatinya dengan berselingkuh dengan Papa tirinya sendiri.
*Apa yang saat ini terjadi denganku, pasti ini hukuman yang pernah aku perbuat. Dulu aku merebut Baskoro dari tangan wanita yang sudah memberi Baskoro seorang anak. Dan sekarang justru anak kandungku sendiri yang merebut suamiku.*Gumam Leni dalam hati.
Dari luar terdengar d3s4h4n dari mulut keduanya, Leni benar-benar tidak habis pikir dengan jalan fikiran Bella dan Baskoro. Sudah ketangkap basah akan tetapi belum juga menyudahi permainannya.
*********
Maaf ya kak 2 Bab up soal Keluarga Bella terus. Author hanya ingin masalah Bella dan Baskoro cepat terungkap. Jadi Author selesaikan satu persatu dulu. 😘😘😘
__ADS_1