Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Malam yang ditunggu


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Ini benar-benar gila ! Untuk apa wanita itu mengirimkan Video mesumnya dengan Kak Vito. Apa dia kira aku akan marah dan cemburu? Heemmm Kak Vito, kamu yang duluan menghinaku dan merendahkan ku. Tetapi justru kamu dan tunangan kamu jauh lebih rendah , bahkan kalian melakukan hubungan itu sebelum kalian menikah."Ucap Nia sembari memutar-mutar Ponselnya.


Saat ini sudah jam 9 malam,video itu dikirim Bella sedari sore tetapi baru jam 9 malam Nia buka. Nia sepulang dari rumah sakit memang sibuk di dapur, dia memasak menu untuk makan malam.


" Kamu kenapa? Apa kamu tidak mau pindah kekamar kita?."Tanya David yang tiba-tiba sudah ada dikamar Nada.


" Emm Tuan, maaf ini saya juga baru mau kekamar. Nada baru saja tidur."Seru Nia masih saja memanggil suaminya dengan panggilan Tuan.


" Nia, jangan buat aku marah. Aku ini suami kamu, bukan majikan kamu. Jadi berhenti memanggilku Tuan, panggil aku Hubby !!."Seru David dengan tegas.


Hubby?


Mata Nia langsung melotot dan hampir saja lompot keluar. Dia tidak menyangka jika David akan memintanya memanggil Hubby yang menurut Nia terlalu lebay. Nia saja yang mendengar panggilan itu merasa geli apalagi untuk mengucapkannya.


" Hubb.. Hubby? Apa tidak salah?." Tanya Nia terbata-bata. Ingin sekali dia tertawa lepas tetapi, dia ingat saat ini ada dikamar Nada dan tidak mungkin untul berisik.


" Kenapa? Salah aku meminta kamu memanggilku Hubby? Lagipula aku ini kan suami kamu, jadi wajar dong kamu memanggilku Hubby. Pokoknya tidak ada penolakan, jika kamu menolak aku akan menghukummu malam ini juga." Seru David mengancam.


" Hukuman apa yang ingin kamu berikan?."Tanya Nia ingin tahu.


" Aku akan meminta hakku sebagai suami kamu, sudah 3 hari kita menikah tetapi kamu belum memberikan hakku dan melakukan kewajibanmu." Seru David dengan santainya.


Nia menelan salivanya sendiri, selama tiga hari ini dia memang belum melaksanakan kewajibannya sebagdi seorang istri. Bukan tidak mau melakukannya, namun Nia belum siap untuk melakukan hubungan itu.


" Kita kekamar saja, nanti Nada terbangun." Ucap Nia mengajak David keluar dari kamar Nada.


" Kamu mau melakukannya malam ini?."Tanya David dengan senang.


Nia tidak memperdulikan pertanyaan David, dia keluar dari kamar Nada dan diikuti oleh David dibelakangnya. Dengan cepat Nia berjalan masuk kamar, dan dengan semangat David mengikutinya. Sesampainya dikamar Nia duduk di pinggir ranjang dan diikuti oleh David yang duduk di samping Nia.


" Apa kita mau melakukannya sekarang?." Tanya David dengan semangat.


* Ya Allah apa malam ini aku akan menyerahkan apa yang selama ini aku jaga kepada pria yang bergelar suami. Aku berdosa jika terus menunda-nunda kewajibanku ini.*Gumam Nia dalam batinnya.


" Jika kamu tidak mau melakukannya sekarang, aku tidak akan memaksamu. " Seru David mulai bangkit dan naik keranjangnya.


" Aku siap." Jawab Nia sembari memejamkan matanya. Dia tidak mau semakin berdosa jika menundanya lagi, Nia ingat nasehat ibunya jika jangan pernah menolak apa yang sudah menjadi hak suami. Dan kenyangkan perut suami dan kenyangkan juga batin suami.

__ADS_1


David langsung duduk dan memandang kearah Nia, lalu mendekati Nia. Dia sangat senang Nia sudah siap untuk menunaikan kewajibannya. Namun David tidak mau Nia melakukannya dengan terpaksa.


" Tapi aku tidak mau jika kamu terpaksa."Seru David.


" Aku tidak terpaksa." Jawab Nia yang saat ini wajahnya sudah berada tepat dihadapan David.


Hembusan nafas mereka saling menyapu wajah mereka masing-masing. David semakin mendekatkan wajahnya kearah Nia, dan kini bibir mereka saling bersentuhan. Dengan lembut David mencium benda kenyal itu, dan Nia memejamkan matanya.


David merebahkan tubuh Nia di kasur, kini ciuman itu menuntut lebih. Tidak tahu siapa yang memulai kini mereka sama-sama sudah polos. Nia merasa malu, dan dia menutupi wajahnya. Tingkah Nia itu membuat David tertawa, kenapa justru wajahnya yang Nia tutupi.


" Aku sudah melihat wajahmu setiap hari, jadi tidak perlu kamu tutupi lagi, Sayang." Seru David memanggil Nia dengan sebutan Sayang.


" Aku malu." Jawab Nia singkat.


" Jangan malu, aku ini suami kamu dan aku berhak atas tubuh kamu. Sekarang kita mulai ya, aku akan melakukannya dengan pelan-pelan."Seru David dengan lembut.


Nia hanya mengangguk pasrah, dia pasrah apa saja yang ingin dilakukan oleh David. David mulai melakukannya dengan pelan, dia tahu ini pasti yang pertama kali untuk Nia.


" Aahhh .. Sakit." Seru Nia meringis kesakitan.


" Tahan sayang. Ini hanya sebentar saja kok, setelah ini kamu pasti akan ketagihan."Seru David sambil tersenyum kearah Nia.


Nia menahan rasa sakit akibat kelakuan David, matanya sampai mengeluarkan air mata. David melihat itu merasa tidak tega dan kasihan terhadap Nia, sehingga dia menghentikannya.


" Kenapa berhenti?."Tanya Nia dengan heran.


" Lakukanlah, aku tidak apa-apa. Ini sudah menjadi kewajibabku dan menjadi hakmu. Lakukanlah, Hubby."Seru Nia dengan yakin dan memanggil David dengan panggilan Hubby.


David kembali semangat lagi, kini dia melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda. Nia sudah pasrah dan menerima semua yang dilakukan David di atas sana. Akhirnya apa yang diinginkan David terjadi juga, rasa sakit yang tadi dirasakan Nia kini sudah hilang dan berganti rasa yang tidak bisa diucapkan dengan kata-kata lagi.


" Eemm Hubb.. Hubbby."Seru Nia meracau tidak jelas.


" Iya sayang. Keluarkan saja." Seru David dengan lembut.


Setelah 1 jam permainan mereka pun akhirnya sama-sama kelelahan. Hampir satu tahun berpuasa, akhirnya malam ini David berbuka puasa juga.


" Terimakasih sayang. Terimakasih sudah menjaganya untukku." Seru David sembari mencium kening Nia dengan lembut.


" Heemmm.." Seru Nia berdehem sebab dia sangat lelah dan tubuhnya rasanya sakit semua.


Nia bangkit dan dia ingin kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Namun badanya terasa sakit dan area sensitifnya juga sakit, David yang tahu Nia hendak kekamar mandi langsung mengangkat Nia dan membawanya masuk kamar mandi.


Apa yang terjadi dikamar mandi kalian fikirkan sendiri ya.


*************

__ADS_1


Keesokan harinya, Ibu Karti hendak kepasar ditemani oleh Wati. Wati adalah orang yang dipekerjakan David untuk menemani ibu Karti, sebab ibu Karti menolak tinggal bersama Nia dan David.


" Kita mau naik motor atau naik angkutan umum bu?."Tanya Wati dengan ramah.


" Bawa motor saja ya, Wati. Soalnya pasar yang dekat sini tidak setiap hari buka dan hari ini pasar itu jadwalnya turup. Pasar itu hanya buka seminggu 4 kali saja, hari senin, selasa sama jumat, sabtu sama minggu. Kalau naik angkutan umum juga lama menunggunya."Seru Ibu Karti menjelaskan.


" Iya bu. Kita nanti mau belanja apa saja bu, biar Wati catat biar tidak lupa."Seru Wati sembari mencari kertas dan pulpen dalam tas kecilnya.


Ibu Karti menggeleng sembari tersenyum hangat kearah Wati.


" Tidak perlu dicatat. Kamu beli barang yang menurut kamu sudah habis saja, sama nanti ibu mau mampir toko pertanian. Ibu mau beli bibit tomat sama kangkung, ibu mau mulai menanam sayuran lagi, Wat. Badan ibu pegal-pegal kalau tidak dibawa kerja, lagipula ibu juga sudah sehat." Ucap ibu Karti.


" Iya bu. Nanti Wati bantu ya berkebunnya. Yuk buk kita berangkat sekarang, agar kita pulangnya tidak terlalu panas." Seru Wati dengan sopan.


Ibu Jarti dan Wati kini sudah ada dalam perjalanan menuju pasar yang letaknya lumayan jauh. Butuh perjalanan dengan mengendarai motor sekitar 25 menit. Saat motor yang dikendarai Wati keluar dari jalan perkampungan, tiba-tiba ada sebuah mobil yang hampir saja menabrak motor yang dikendarai oleh Wati. Neruntung Wati segera menghindar sehingga tidak terjadi kecelakaan.


Ciiitttttt


Suara yang ditimbulkan akibat gesekan antara ban dan jalan aspal itu sangat nyaring dan bikin ngilu siapapun yang mendengarnya. Wati dan Ibu Karti shock dengan kejadian yang baru saja terjadi. Beruntung sekali mereka tidak terluka sedikitpun, hanya kaget dan syok.


" Ibu tidak apa-apa?."Tanya Wati dengan wajah ketakutan.


Bagaimana dia tidak takut, jika terjadi sesuatu dengan ibu Karti tentunya nyawanya yang tidak aman. David pasti akan memarahinya dan bahkan menghancurkan hidupnya.


"Ibu tidak apa-apa, Wati. Alhamdulillah kita berdua tidak apa-apa, Allah masih melindungi kita."Seru ibu Karti mengucap ribuan syukur.


Pria yang didalam mobil itupun, masih syok dengan kejadian yang baru saja dia alami. Karena sibuk dengan ponselnya sampai dia tidak fokus dan membahayakan dirinya dan orang lain.


" Beruntung tidak terjadi kecelakaan. Kira-kira dua orang pengendara motor itu ada yang luka tidak ya? Semoga saja tidak ada?." Ucap pria dalam mobil.


" Kenapa orang itu tidak turun ya, Wat? Apa dia terluka atau pingsan?." Seru ibu Karti justru menghawatirkan orang yang ada dalam mobil.


" Wati tidak tahu bu. Sudah biarkan saja, dia yang salah. Dia yang mengendarai sampai keluar jalur, beruntung jalanan tidak ramai bu. Tadi kalau jalanan ramai pasti terjadi kecelakaan." Seru Wati kesal dengan pengendara mobil yang sampai sekaranh juga tidak mau turun.


Pria dalam mobil itupun secara perlahan membuka pintu mobilnya dan turun menghampiri Wati dan ibu Karti. Pria itu ingin meminta maaf dan memberikan ganti rugi atas keteledorannya, dia berfikir jika dengan uang segalanya akan selesai.


" Maaf apa anda terluka? Apa perlu kerumah sakit? Kalau ada yang luka mari kita kerumah sakit, atau saya kasih uang ganti rugi saja ya." Seru Pria itu dengan sombongnya.


Deghhhh...


Ibu Karti merasa tidak asing dengan suara pria yang saat ini ada dibelakangnya. Tiba-tiba jantungnya berdetak dan berdebar-debar tidak menentu. Untuk memastikan rasa penasarannya, ibu Karti membalikkan badannya dan melihat siapa pemilik suara yang ada dibelakangnya.


Saat ibu Karti membalikkan badannya, betapa terkejutnya dia melihat pria yang saat ini ada dihadapannya. Nafas ibu Karti tersengal-sengal seakan emosinya memuncak dan tidak tertahan lagi.


" Karti."

__ADS_1


**********


__ADS_2