Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Miska tahu siapa Vito


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Hari ini Rendi masuk kantor seperti biasanya, namun dia mengurangi interaksi langsung dengan David. Jika ada yang teramat penting baru dia sendiri yang akan datang keruangan David. David juga profesional kerja, dia tidak mencampur adukan urusan pribadi dengan urusan pekerjaan.


" Pak Rendi di panggil Tuan David."Seru sekertaris David menghampiri Rendi di ruangannya.


" Iya nanti aku kesana."Jawab Rendi singkat.


Rendi menutup berkasnya , lalu dia keluar ruangannya dan menuju ruangan David yang tidak jauh dari ruangannya.


" Tuan memanggil saya?."Tanya Rendi nampak biasa saja.


" Hemm kamu gantikan aku meeting dengan Tuan Anggara dari PT Bumi sejahtera. Aku ada urusan yang lebih penting lagi."Seru David.


" Baik Tuan."Jawab Rendi singkat.


Rendi melirik jam tangannya, saat ini sudah jam setengah sepuluh pagi dan meeting akan dilaksanakan pukul 10. Rendipun segera berangkat ke tempat yang sudah dijanjikan. Tanpa bertanya Rendi sudah tahu dimana tempat meeting, sebagai assisten dan wakil Ceo Rendi pastinya sudah tahu semua jadwal David.


" Sebaiknya selesai meeting nanti aku harus bertemu dengan Miska. Kebetulan saat ini aku sedang berada di luar kantor. Aku tidak mau Miska bersedih karena aku yang jarang berkabar." Ucap Rendi bermonolog sendiri.


Rendi terus memacu kuda besinya menuju salah satu restoran. Sesampainya disana Rendi langsung menuju private room yang sudah di pesan.


Setelah 1 jam meeting pun berjalan dengan lancar. Klien langsung meninggalkan restoran itu dan menolak makan siang bersama, sebab sang klien mengejar waktu untuk menuju ke bandara.


" Hemm lebih baik aku hubungi Miska saja. Kami perlu bertemu dan bicara, ada waktu sekitar 2 jam untuk kami bisa membahas masalah ini."Ucap Rendi pada dirinya sendiri.


Rendi mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada Miska.


[ Miska, jika kamu tidak sibuk kita makan siang di restoran XX. Aku sekarang sudah ada di sini, tadi baru selesai meeting.]


Pesan yang dikirim Rendi langsung terbaca oleh Miska. Dan dengan cepat Miska pun membalas pesan itu.


[ Iya kak, aku kesana sekarang. Kebetulan aku juga ada di luar rumah.]


Rendi hanya membaca saja pesan dari Miska. Rendi pun keluar dari private room itu, dan memilih menunggu di meja yang ada di luar saja.

__ADS_1


Setelah menunggu 10 menit, Miska pun sudah sampai dan terlihat dia masuk restoran mencari keberadaan Rendi.


" Miska ! ."Seru Rendi mengangkat tangannya sembari memanggil Miska.


" Oh ternyata di sebelah sana."Seru Miska dan berjalan menuju meja yang di tempati Rendi.


Miska sudah duduk di kursi tepat di hadapan Rendi. Rendi sudah memesankan makanan dan minuman untuk Miska.


" Pas banget, aku datang makanan juga datang. Oh iya, kak Rendi sudah dari tadi?."Tanya Miska dengan senyum manisnya.


" Tadi habis meeting disini, kita makan dulu. Aku sudah lapar sekali."Ucap Rendi.


Miska hanya mengangguk saja, dia lebih mengikuti apa kata Rendi saja dulu. Selesai makan baru dia akan membahas soal hubungan mereka.


Sementara itu di restoran yang sama, Vito juga makan siang disana. Seperti biasa, dia makan siang sendirian.


" Bukannya itu Miska? Jadi benar dia sudah punya pacar. Hemm siapa ya pria itu? Sepertinya aku pernah melihatnya?."Ucap Vito bicara pada dirinya sendiri.


Vito terus memperhatikan ke arah meja Miska dan Rendi berada. Dan akhirnya dia pun tahu siapa pria yang saat ini bersama Miska.


" Hahh itukan Pak Rendi? Assisten Tuan David sialan itu? Hemm jadi Miska pacaran dengan pak Rendi yang tidak kalah songong dari boss nya itu. "Ucap Vito tetap bicara pada dirinya sendiri.


Ternyata saingan Vito adalah orang yang sangat dia kenal. Dan bukan orang sembarangan, meskipun hanya seorang assisten Rendi punya pengaruh besar di perusahaan Widjaya Group.


Miska dan Rendi selesai makan siang, kini mereka sedang membicarakan masalah yang saat ini sedang mereka hadapi.


" Kak Rendi mau menyerah begitu saja?."Tanya Miska dengan wajah serius.


" Tidak ! Aku tidak akan pernah menyerah, aku akan memperjuangkan hubungan kita ini Miska. Aku akan membuktikan kepada Tuan David jika aku ini tulus bukan karena ada maunya saja. Aku sangat mencintaimu, Miska."Seru Rendi sambil menggenggam tangan Miska erat.


" Aku mau kita sama-sama berjuang kak, untuk mama dan papa pasti mereka tidak akan mempermasalahkan hubungan kita. Meskipun kak David hanya sebagai kakak ku, kita tetap harus mendapatkan restunya. Aku tidak mau hubungan kita dan kak David menjadi buruk."Ucap Miska.


Miska dan Rendi saling mencintai dan menyayangi, mereka akan tetap berusaha untuk mendapatkan restu David. Obralan sepasang kekasih itu terhenti karena kedatangan seseorang.


" Hai pak Rendi."Seru Vito yang tiba-tiba saja menghampiri mereka berdua.


" Ehh pak Vito. Ada di sini juga?."Tanya balik Rendi lalu melepaskan genggaman tangannya.


" Iya pak, saya tadi lagi makan siang dan melihat pak Rendi sama Miska. Hemm ternyata pak Rendi ini pacarnya Miska ya? Oh iya apa aku boleh gabung dengan kalian?."Tanya Vito mencoba sok akrab.


* Jadi dia kenal sama kak Rendi juga? Huhh mau apa juga sih dia ini ikut gabung di sini? Ganggu orang yang lagi kencan saja.*Gumam Miska menggerutu dalam hatinya.

__ADS_1


Rendi tidak menjawab, dia hanya mengangguk sambil tersenyum saja. Vito saja yang tidak tahu malu, sudah tahu orang yang berpacaran tapi diganggu juga.


" Jadi pak Vito sudah kenal sama, Miska?."Tanya Rendi membuka percakapan.


" Iya, kenal beberapa minggu yang lalu saat saya berobat ke rumah sakit. Pak Rendi pasti tahu saat saya bonyok karena boss anda."Ucap Vito sambil tertawa kecil.


" Oh itu.. Tuan David memang cerita sih kalau beliau habis menghajar mu sampai babak belur. Jadi Miska yang mengobati pak Vito? Hemm benar-benar hal yang aneh, siapa yang mukul siapa juga yang mengobati."Seru Rendi terkekeh.


Vito babak belur karena David dan justru Miska yang mengobati Vito. Sepertinya Miska tidak tahu siapa Vito. Rendi yakin jika Miska tahu siapa Vito pasti dia akan marah-marah dengan Vito.


" Kak Rendi kenal ya sama kak Vito?."Tanya Miska heran.


" Kenal, dia kan mantan salah satu menejer di perusahaan Widjaya Group. Dan asal kamu tahu, dia itu babak belur karena ulah kakak mu. Dia mantan pacar dari Non Nia."Seru Rendi memberitahu Miska.


Haahhhh ?


Mata Miska melotot dengan sempurna, dia benar-benar tidak menyangka jika Vito adalah mantan pacar Nia. Mantan pacar yang pernah Nia ceritakan dan Miska juga ikut kesal dengan kelakuan Vito.


" Ohh jadi kamu ini mantan pacar Kak Nia? Mantan pacar yang tidak tahu diri, dasar laki-laki banci ! Tega menuduh kak Nia yang bukan-bukan, tanpa mengetahui kejadian yang sebenarnya. Tapi aku bersyukur sih kak Nia putus sama kamu, jadi kak Nia bisa menjadi istri kakakku."Seru Miska dengan marah.


" Hahh ? Maksudnya bagaimana ini? Tunggu, apa kamu ini adik iparnya Nia? Kamu adik nya tuan David?."Seru Vito sedikit terbata-bata.


" Iya aku memang adik kandung dari David Putra Widjaya. Apa ada yang salah?."Tanya Miska sinis.


Miska terlihat sudah tidak bisa mengendalikan emosinya, nafasnya pun sudah tersengal-sengal. Rendi mengusap lengan Miska untuk menenangkan Miska. Dan Vito sendiri terlihat canggung saat mengetahui Miska itu adik kandung dari rivalnya.


Tanpa berbasa-basi Miska mengajak Rendi untuk pergi dari restoran. Dia tidak mau semakin meluapkan emosinya dan akan merugikan dirinya sendiri karena menjadi tontonan para pelanggan restoran.


" Jangan emosi seperti ini. Kendalikan emosimu dan tenangkan dirimu. Lagipula kenapa kamu jadi semarah ini sih sama Vito?." Tanya Rendi saat sudah berada di parkiran mobil.


" Aku hanya kesal saja kak,dan aku benci laki-laki yang tidak bisa tegas itu. Kak Nia sudah menceritakan masalalunya kepadaku, jadi aku tahu bagaimana pria itu menghina kak Nia. Sampai mengatakan kak Nia wanita murahan dan menjijikan."Seru Miska sudah mulai tenang.


" Hemm itu hanya masalalu, sekarang sudah tidak berlaku lagi. Lagipula Non Nia sekarang juga sudah bahagia dengan Tuan David. Dan sebentar lagi mereka juga akan punya anak. "Ucap Rendi.


Miska menganggukkan kepalanya dan mencoba mengatur nafasnya. Dia sadar betul jika sikapnya tadi terlalu berlebihan, dia hanya terbawa emosinya saja.


" Sekarang kita pulang ya, kamu yakin bisa mengendarai mobil sendiri? Atau kalau tidak aku antarkan kamu pulang saja, nanti mobil kamu biar di ambil sopir?." Tawar Rendi yang khawatir Miska mengendarai mobilnya sendiri dalam keadaan yang tidak tenang.


" Tidak perlu kak. Aku bisa kok mengendarai sendiri, kak Rendi harus kembali ke perusahaan kan? Kak Rendi ke kantor saja nanti kalau terlambat sampai kantor, kak David bisa marah loh."Seru Miska dengan senyum manisnya.


" Baiklah pacar ku yang cantik. Kamu hati-hati ya, jangan ngebut kalau menyetir."Ucap Rendi sambil mengusap pucuk kepala Miska dengan lembut.

__ADS_1


Miska dan Rendipun sama-sama masuk ke mobilnya masing-masing. Mereka juga berbarengan keluar dari pelataran Restoran itu menuju tempat tujuan mereka masing-masing.


********


__ADS_2