
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Seperti yang sudah di minta oleh David tadi pagi, bahwa siang ini Nia datang ke kantor untuk membawakan makan siang David dengan menu sesuai dengan yang diminta David. Nia memasuki lobby perusahaan dan banyak pasang mata yang melihat kearah Nia.
Orang-orang yang memang sudah mengenal dan mengetahui Nia mencoba untuk menegur Nia. Nia hanya menjawabnya dengan senyum dan anggukan kepalanya.
"Itu bukannya Nia?."Seru Rustam pada dirinya sendiri saat melihat Nia ada di perusahaan.
Ternyata teman Rustam mendengar apa yang tadi dia katakan.
"Memang itu Non Nia, istri dari Tuan David. Kamu mengenalny? Denger-denger dia itu seorang dokter yang berasal dari keluarga sederhana."Ucap teman Rustam yang bernama, Budi.
"Kenal banget sih tidak, tapi cukup kenal lah. Sebab dia itu dulu mantan pacar teman ku."Jawab Rustam tanpa menyebutkan nama Vito teman yang dia maksud.
Rustam tidak mau membuat kegaduhan dan kehebohan jika para karyawan tahu Vito adalah mantan pacar Nia. Bisa-bisa para karyawan akan membanding-bandingkan antara Vito dan David. Dan itu justru akan membuat masalah baru.
"Oh begitu. Yuk kita makan siang dulu, yang lainnya pasti sudah menunggu."Ucap Budi lalu menarik tangan Rustam keluar dari gedung perusahaan tempat mereka bekerja.
Sedangkan Nia saat ini sudah berada di depan ruangan David. Meskipun David suaminya, Nia tidak mau sembarangan masuk dan tetap mengetuk pintu terlebih dahulu.
Tok tok tok.
Nia mengetuk pintu dengan pelan dan langsung mendapat sahutan dari David.
"Masuk."Seru David dengan suara baritonnya.
Nia membuka pintu dengan pelan-pelan, dilihatnya David sedang fokus dengan layar laptopnya tanpa dia tahu jika Nia sudah berada tepat didepan meja kerjanya.
Ehhemm Ehheeem
Nia sengaja berdehem untuk mengalihkan perhatian David. Ternyata berhasil,David langsung memandang kearah sumber suara.
"Ahh Sayang. Ternyata kamu yang datang? Memangnya ini jam berapa?." Tanya David sambil melirik jam tangan yang melingkar di tangan kirinya.
"Sudah waktunya makan siang, Hubby."Jawab Nia dengan mengangkat kotak makanan yang dia bawa.
"Iya Sayang. Susun saja makanannya di meja itu, aku matikan laptop ku dulu."Seru David menunjuk kearah meja yang ada di ruang kerjanya.
Nia tersenyum dan mengangguk dengan paham. David mematikan laptopnya dan merapikan berkas-berkas yang ada di meja kerjanya. Sementara Nia menata makanan diatas meja. Ada sayur asem, ikang goreng, ayam goreng dan sambal.
" Wah sayur asam. Aku sangat menginginkan sayur asam."Seru David dengan mata berbinar.
"Iya Hubby. Tadikan sudah request minta sayur asam kan? Ini ada pelengkapnya juga, tapi tidak ada ikan asinnya. Padahal paling enak pakai ikan asin loh, tapi ya sudahlah. Begini juga sudah enak."Ucap Nia mulai mengambilkan makanan untuk David.
Selesai mengisi piring dengan makanan, Nia memberikannya kepada David. David menerimanya dengan senang hati, dia langsung memakan makanannya dengan sangat lahap. Nia sampai heran melihat David yang makan dengan sangat lahapnya.
__ADS_1
*Kenapa suamiku makan selahap ini ya? Padahal dulu dia dulu makan tidak seperti ini. Hemmm sepertinya ada yang aneh dengan suamiku.*Gumam Nia dalam hatinya.
Nia mengambil makanan untuk dirinya sendiri, namun baru saja dia mau menyuapkan makanan kedalam mulutnya. Tiba-tiba perutnya terasa mual, Nia langsung berlari ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya.
Melihat Nia yang buru-buru dan lari masuk ke kamar mandi. Membuat David langsung meletakkan piringnya dan menyusul Nia ke kamar mandi.
"Sayang, kamu kenapa?." Tanya David cemas.
" Tidak tahu Hubby, tiba-tiba saja perutku mual banget."Jawab Nia dengan lemas.
David mengusap pundak Nia lembut, terlihat sekali dia sangat mencemaskan Nia. Takut terjadi sesuatu dengan istri tercintanya.
*Ada apa dengan diriku ini ya? Atau jangan-jangan aku ini hamil? Aku memang sudah telat 2 minggu. Ya, kemungkinan aku memang hamil.*Gumam Nia pada dirinya sendiri.
"Kita kerumah sakit." Seru David dengan cepat.
"Tidak perlu Hubby. Aku tidak apa-apa, beneran aku tidak apa-apa."Ucap Nia menyakinkan David.
Dia mencurigai jika dirinya saat ini hamil, sehingga dia tidak mau saat David mengajaknya kerumah sakit. Nia akan mampir ke apotik saat pulang dari kantor David nanti, dia akan membeli alat tes kehamilan saja. Dan jika benar dia hamil dia akan memberikan kejutan untuk David.
"Yakin."Ucap David.
"Yakin hubby. Aku kan seorang dokter, pasti aku tahu apa yang aku rasakan."Jawab Nia.
David mengangguk, lalu dia menuntun Nia keluar dari kamar mandi. Nia dan David kembali duduk di sofa yang ada di ruang kerja, mereka melanjutkan makan siang yang tadi sempat tertunda. Kali ini Nia tidak mau makan sendiri, akan tetapi dia ingin disuapi oleh David. David pun dengan senang menyuapi Nia tanpa membantah sedikitpun.
Anehnya rasa mual itu pun tiba-tiba menghilang saat makanan yang disiapkan David berada di dalam mulut Nia. Padahal sebelum David menyuapkan makanannya, Nia masih merasakan sedikit mual namun seketika rasa mual itu hilang saat David menyuapi makanan.
David terus menyuapi Nia dan dirinya sendiri sampai tidak tahu berapa kali dia nambah nasi dan lauknya. Tahu-tahu nasi, sayur asam dan yang lainnya sudah habis tidak tersisa. Melihat semua wadah yang sudah bersih, David dan Nia saling pandang dan tertawa.
"Haaaaa haaaaa kenapa makanan ini bisa secepat ini habisnya, Hubby?."Tanya Nia dengan tawanya.
"Nah.. Iya juga sayang. Tahu-tahu habis, pantas saja perut ku kenyang sekali. Haahaaa"Jawab David juga dengan tawanya.
"Berasa di sulap, wusss langsung habis."Seru Nia lagi.
" Makan berdua begini tidak terasa, tahu-tahu kenyang dan perut juga begah banget nih."Ucap David.
Nia segera merapikan kotak makanan dan menyusunnya seperti semula. Selesai merapikan meja dan kotak makanannya, Nia pamit untuk segera pulang. Nia beralasan jika Nada tadi minta di temani tidur siang sehingga Nia harus segera pulang.
Mobil yang di kendarai Nia kini sudah berhenti di depan apotik. Nia turun dan membeli dua alat tes kehamilan, dia beli 3 alat tes kehamilan dengan merk yang beda-beda. Itu semua akan Nia gunakan, agar lebih menyakinkan.
**********
"Jika Vito menceraikan aku, dan jika anak ini terbukti bukan anaknya. Apa yang harus aku lakukan Pa?."Tanya Bella sambil menyandarkan kepalanya di bahu Baskoro.
Bella dan Baskoro yang sudah menyelesaikan olah raganya, kini sama-sama duduk di ranjang dengan menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang.
" Papa yang akan menikah denganmu, Bella sayang. Bukannya dari dulu papa ingin menikahimu tapi kamu tidak mau. Padahal jika papa menikah denganmu, papa bisa menjadi suami yang baik untuk kamu dan menjadi ayah yang penyayang untuk anak kita. Kamu tenang saja, papa pasti akan membuat kamu bahagia."Ucap Baskoro dengan tangan tidak tinggal diam.
Tangan Baskoro tetap bekerja memainkan sesuatu yang ada dibagian depan. Kedua benda itu terus dimainkan oleh Baskoro secara bergantian.
__ADS_1
" Tapi bagaimana dengan mama? Papa juga mau rujuk dengan wanita tua itu?." Tanya Bella dengan memasang wajah cemberut.
" Mamamu sudah menggugat cerai papa kan? Dan soal rujuk, itu hanya permainan papa saja. Bukannya tadi papa sudah menjelaskan alasannya kan?." Ucap Baskoro dengan memegang dagu Bella.
Dengan cepat Baskoro kembali mencumbu Bella, mereka b3rcium4n dengan sangat liarnya. Baskoro meskipun sudah tua dan berumur, dia mampu membuat pasangannya tidak berdaya. Bahkan yang muda saja belum tentu bisa seperti Baskoro. Dan Bella sendiri juga mengakui, jika papanya sangat luar biasa. Sehingga dia selalu terpu4skan saat bermain dengan papanya.
Olah raga kembali terjadi, Baskoro dan Bella sama-sama sudah terbuai dengan permainan p4n4s mereka. Sampai mereka berdua tidak menyadari jika di luar rumah sudah ada pak Rt dan 3 warga yang sedari tadi sudah mengintai rumah nya.
Pak Rt dan 3 warga itu merasa curiga, sebab Baskoro datang bersama wanita yang mereka yakini bukan istri dari Baskoro. Pak Rt sendiri sudah tahu jika Leni lah istri Baskoro, sebab dulu pernah bertemu langsung dengan Leni dan Baskoro.
" Apa kita dobrak saja pak?." Tanya salah satu warga.
" Jangan. Kita tidak boleh melakukan perbuatan anarkis. Siapa tahu wanita itu anak istri barunya pak Baskoro."Ucap pak Rt dengan bijak.
" Tapi pak, wanita tadi itu masih muda. Masa iya mau sama pak Baskoro yang sudah tua seperti itu. Kami yakin jika pak mereka adalah pasangan mesum, lihat saja pintu sedari tadi di kunci dan mereka tidak keluar juga. Lebih baik kita masuk dan kita cari tahu apa yang terjadi didalam rumah ini. Jika memang wanita tadi istri muda seharusnya pak Baskoro bilang lebih dulu agar kita juga tidak salah paham. Tapi aku yakin mereka itu sepasang pria dan wanita mesum saja."Ucap salah satu warga.
Pak Rt tidak bisa melarang warganya untuk menyampaikan pendapat mereka. Akhirnya mereka berempat pun mencoba untuk memgetuk pintu namun tidak ada jawaban dari dalam. Bagaimana mereka mau mendengar jika mereka sedang asik sendiri di kamar.
" Kita masuk tapi dengan tidak merusak rumah nya, kita coba lewat pintu belakang saja. Siapa tahu disana ada celah untuk kita bisa masuk."Ucap pak Rt.
Pak Rt dan ke 3 warga itupun menuju bagian belakang rumah Baskoro. Pintu belakangpun terkunci dengan rapat, namu jendela terbuka sepertinya Baskoro tadi kedapur untuk mengambil minum dan membuka jendela agar udara masuk.
"Kita masuk lewat sini saja, beruntung jendela tanpa ada tralisnya."Ucap pak Rt.
Ke tiga warga mengangguk dengan yakin. Salah satu warga masuk lebih dulu, setelah warga itu masuk lebih dulu, dia membuka pintu dapur dari dalam sehingga yang lainnya bisa masuk dari pintu saja.
"Aahhh...pa, papa. Kenapa papa semakin tua semakin membuat Bella tidak berdaya."Seru Bella dengan mata terpejam, menikmati apa yang diberikan oleh Baskoro.
" Nikmati saja sayang. Setelah ini kamu ya yang pegang kendali permainannya."Seru Baskoro dengan mempercepat permainannya.
" Heemm ehhhh "Ucap Bella hanya berdehem dengan manja.
Suara permainan dan obrolan mereka berdua bisa didengar oleh rombongan pak Rt yang saat ini sudah berada didalam rumah.
"Pak lihat pakaian mereka bertaburan disini. Pasti tadi sebelum mereka main di kamar, mereka main disini lebih dulu."Ucap warga dengan menunjuk kearah sofa yang berantakan dan pakaian yang bertaburan di lantai.
" Bisa jadi. Kalian dengar kan tadi, wanita itu memanggilnya papa. Kira-kira papa antara anak atau papa antara suami dan istri? Membingungkan. Oh iya jangan ada yang mengambil video, aku tidak mau ada yang menyebarkan diluaran sana apa yang kalian lihat."Ucap pak Rt bijaksana.
Ketiga warga itupun mengangguk serempak. Mereka paham apa yang dikatakan oleh pak Rt.
Tok tok tok
"Pak , pak Baskoro. Tolong keluar, ada yang harus kita bicarakan."Seru pak Rt mengetuk kamar Baskoro dengan sopan
Sementara didalam kamar, Baskoro dan Bella kaget dengan ketukan dan suara seseorang yang berada di depan kamarnya. Seketika Baskoro menghentikan olah raganya dan turun .
"Pa, kok ada orang?." Tanya Bella.
" Iya, papa juga heran. Kenapa ada suara pak Rt." Ucap Baskoro yang memang mengenali pemilik suara.
Tanpa fikir panjang, Baskoro lsngsung turun dari ranjang dan mengambil baju sembarang dari dalam lemarinya.
__ADS_1
**********