
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
"Wanita miskin !! Kamu berani menamparku?." Seru Kelly tidak terima mendapat tamparan dari Nia.
Nia memandang tajam ke arah Kelly, dia tidak peduli jika Kelly saat ini masih dalam keadaan polos. Amarah Nia sudah benar-benar memuncak. Nia tidak akan marah hanya dengan penghinaan Kelly, yang membuat Nia marah adalah Kelly sudah berani menjebak David agar bisa tidur dengan nya. Benar-benar menjijikan dan Nia tidak habis fikir ada sepupu selicik dan serendahan Kelly.
"Jangan kan menamparmu !! Menghabisimu saja saat ini aku berani. Sejuta kali kamu menghina dan merendahkan ku aku tidak akan semarah ini. Akan tetapi jika kamu sudah mengusik milikku dan kebahagiaanku, aku tidak akan tinggal diam!!."Seru Nia penuh penekanan sembari memegang dan menekan kedua pipi Kelly dengan satu tangannya.
"Lepaskan !! Kamu tidak pantas memperlakukan ku seperti ini. Kamu itu hanya wanita miskin dan kampungan yang secara beruntung saja bisa hidup enak karena dinikahi kak David. Dasar perusak harapan orang. Seandainya kamu tidak datang dalam kehidupan kak David, pasti saat ini aku yang sedang berbahagia menjadi istri kak David. Wanita sepertimu tidak pantas mendampingi kak, David !!." Seru Kelly sembari menahan rasa sakit di pipinya.
Buugghhhh
Buugghhhh
Kini bukan hanya tamparan lagi yang di layangkan oleh Nia. Namun dua pukulan mendarat juga di wajah Kelly. Kelly memegangi hidungnya yang mengeluarkan darah karena pukulan Nia tadi.
David dan Rendi yang menyaksikan amarah Nia, hanya diam saja. Mereka berdua benar-benar kagum dengan keberanian Nia menghajar Kelly. Ternyata istri David yang biasanya manis kini bisa juga menjadi seperti monster yang menakutkan.
"Nona Nia sangat luar biasa."Seru Rendi kagum.
"Apa? Kamu mengagumi istriku, Rendi. Sudah bosan hidup kamu?." Seru David sambil menarik kerah kemeja Rendi.
*Hahh salah? Masa iya aku bicara seperti tadi juga salah? Kagum bukan berarti suka dan cinta juga kali. Dasat boss gila, bucinnya kebangetan.*Gumam Rendi dalam hatinya.
"Maksud saya tidak seperti itu, Tuan. Emm kagum karena Non Nia hebat sudah mau bersikap tegas dan menghajar Kelly. Setahu kita Non Nia kan orangnya lemah lembut."Jawab Rendi gugup.
__ADS_1
"Awas saja kamu kalau sampai menaruh hati dengan istriku. Aku akan membuat hidup mu menyesal dan hari ini akan menjadi hari terakhirmu di dunia."Seru David penuh dengan ancaman.
David melepaskan cengkraman pada kerah baju Rendi. David mengajak Rendi keluar dari kamar, sebab keadaan Kelly tidak pantas untuk mereka lihat. Sebab selimut Kelly sudah tersingkap dan memperlihatkan bagian tubuhnya.
"Masih kurang? Apa belum cukup dua tamparan dan dua pukulan? Jika masih kurang, aku bisa memberikannya lagi."Ucap Nia dengan ketus.
"Awas kamu, Nia. Awas aku mau turun, aku mau keluar dari kamar sialan ini. Aku menyesal semalam tidak bisa tidur dengan kak, David. Jika semalam itu Kak David datang kekamar pasti dia yang tidur dengan ku. Dan saat itu juga kak David akan menjadi milikku untuk selamanya dan kamu akan di tendang."Ucap Kelly masih saja percaya diri.
Bbbrruuukkk
Dengan kasar Nia menarik tubuh Kelly dari ranjang dan menghempaskannya di lantai dengan kasar sampai Kelly benar-benar kesakitan.
"Cepat pergi dari kamar ku !! Aku jijik melihat mu dengan tubuh tidak berpakaian seperti itu. Dasar wanita mur4han !! "Seru Nia dengan lantang dengan berkacak pinggang.
"Kamu !! "Seru Kelly menunjuk kearah Nia.
"Apa? Hahh apa?." Jawab Nia menantang Kelly dengan berani.
Kelly yang menyadari jika dirinya tidak memakai baju langsung menghentikan aksinya. Dia menarik selimut yang menjuntai dan dengan segera menutupi tubuhnya dengan selimut itu.
"Iya, iya bawel amat sih. Lagi benerin selimut nih."Jawab Kelly terlihat kesal.
Tanpa rasa malu sebelum keluar kamar, Kelly memungut lingerie nya terlebih dahulu yang ada tidak jauh dari tempatnya berdiri. Setelah itu Kelly pun keluar kamar dan bergegas menunju kamar tamu yang dia tempati.
"Haahhh akhirnya dia keluar juga. Sekarang biar kamar ini di steril saja biar bau-bau olah raga mereka hilang. Dasar menjijikan !."Seru Nia dengan kesal.
Nia keluar dari kamar dan meminta bik Jum dan bik Sumirah untuk membereskan kamar serta menyemprotkan cairan untuk menyeteril kamar.
"Istriku ini sangat hebat."Seru David bangga mempunyai istri seperti Nia.
"Hubby, bisa saja. Sekarang masalah Kelly beres, Hubby tidak ke kantor?." Tanya Nia.
__ADS_1
"Tunggu sampai Kelly pergi dari rumah ini. Pasti sebentar lagi dia keluar dari sini, tidak mungkin dia masih berani berlama-lama berada di rumah ini. Dia pasti takut kamu jadikan samsak tinju."Seru David sambil terkekeh.
"Hubby bisa saja. Emm apa benar ranjang itu mau dibakar? Padahal cukup ganti seprai nya saja loh, Hubby."Seru Nia berpendapat.
"Tidak !! Aku sudah jijik dengan ranjang itu, aku tidak mau tidur di atas ranjang yang sudah dipakai orang lain. Apalagi mereka bukan sepasang suami istri. Pokoknya aku mau di ganti yang baru, aku sudah memesannya dan nanti siang barangnya datang."Ucap David tetap pada pendiriannya.
Nia hanya bisa mengangguk dengan pasrah. Jika suaminya sudah memiliki keinginan sudah tidak bisa dirubah lagi. Niapun hanya bisa mengiyakan saja, berdebatpun pasti dia tetap akan kalah.
"Iya hubby."Jawab Nia.
*****
Bella dan Vito saat ini sedang bertengkar, sebab Bella tidak suka jika Vito terlalu cuek. Dan Vito menyalahkan Bella atas sakitnya mamanya yang saat ini di rawat di rumah sakit.
"Kamu itu wanita murahan dan menjijikan !! Aku benar-benar menyesal mau menikah dengan mu, Bella. Jika kamu masih mau tinggal disini sampai proses perceraiain kita selesai kamu harus diam dan tidak banyak komentar. Paham !!."Ucap Vito dengan kesal.
"Gara-gara kamu juga mama ku sekarang sakit dan dirawat di rumah sakit !!."Ucap Vito lagi.
Bella semakin tidak terima saat Vito menyalahkannya tentang sakitnya sang mama mertuanya. Menurut Bella, Vito sudah sangat keterlaluan. Sama sekali tidak memperdulikan perasaannya dan tidak memperhatikan dirinya sebagai seorang istri, yang saat ini sedang mengandung.
" Kamu jangan menyalahkan aku dengan sakitnya Mama kamu. Mama itu sakit karena memang pada dasarnya sudah waktunya dia untuk sakit. Jadi tidak ada hubungannya denganku. Aku sekarang masih istri sah kamu dan aku sekarang juga sedang hamil. Seharusnya kamu lebih perhatian dan lebih meluangkan waktu untukku."Ucap Bella memprotes ucapan Vito.
" Apa kamu bilang ? Mamaku sakit bukan karena kamu? Dasar menantu tidak tahu diri !! Mamaku itu sakit karena dia sudah tahu perselingkuhan kamu dengan papa tiri mu itu. Sebab kamu itu menentu kebanggaannya, menantu pilihannya. Namun ternyata semuanya busuk."Ucap Vito semakin kesal dengan pembelaan Bella.
Bella mendengus dengan kesal, dia sama sekali tidak merasa bersalah atas semua kesalahannya. Dia sudah meminta maaf dan itu baginya sudah lebih dari cukup dan tidak ada lagi yang harus di permasalahkan lagi.
"Vito, aku kan sudah meminta maaf dan aku juga sudah mengaku salah. Apa kamu akan tetap menceraikan aku padahal aku sudah meminta maaf dan mengakui semuanya. Aku dan Papa hilaf, tolong jangan ceraikan aku. Kasihan bayi tidak bersalah ini?."Ucap Bella dengan memelas.
" Siapa yang bisa menjamin jika bayi dalam kandungan kamu itu anak kandungku?."Tanya Vito terlihat sangat tidak bersahabat.
Vito tersenyum kecut dengan memandang sinis ke arah Bella. Vito yakin jika anak dalam kandungan Bella bukanlah darah dagingnya. Sebab Vito dan Bella pun jarang sekali melakukan hubungan itu. Bahkan selama menjadi sepasang suami istri, bisa dihitung dengan jari sebanyak apa mereka melakukan nya. Vito yakin jika anak yang di dalam kandungan Bella adalah anak dari papa mertuanya.
__ADS_1
Vito mengambil kunci mobilnya dan bergegas berangkat ke kantor. Debelum ke kantor, dia akan menyempatkan diri untuk menjenguk Mamanya di rumah sakit terlebih dahulu. Dari semalam Vito belum sempat melihat keadaan namanya.
***********