Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Pesan dari Sabita


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Tringg


Tringg


Ponsel Nia ada pesan masuk secara beruntun. Nia belum mau membukanya,sebab dia masih membereskan barang-barangnya. Jam praktek Nia sudah habis, saat ini waktunya untuk pulang. Suster Kesa juga sudah bersiap-siap untuk keluar dari ruangan praktek.


" Nia, aku duluan ya."Ucap suster Kesa.


" Iya kak, hati-hati ya berkendaranya."Jawab Nia sambil mengingatkan Kesa.


" Ok.Kamu juga nanti hati-hati ya, ingat lagi hamil muda."Gantian Kesa yang mengingatkan Nia.


Nia hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya saja. Suster Kesa sudah keluar, Nia pun sudah selesai, namun dia mencoba membaca pesan beruntun yang baru saja masuk.


[ Hai Nia !! Kamu itu apa-apaan sih? Yang punya masalah itu kita berdua dan tidak ada urusannya dengan suami kamu. Kamu pasti sudah mengadu yang tidak-tidak kan sama suami kamu, sampai suami kamu menarik sahamnya dari perusahaan papaku dan memutuskan kerja sama sampai perusahaan papa ku merugi besar.]


[ Kamu bilang sama suami kamu untuk bersikap profesional. Jangan mencampur adukan urusan pekerjaan dengan masalah kita. Kamu memang sudah keterlaluan Nia, masalah seperti ini kamu harus mengadu kepada suamimu. Dasar penjilar !!].


Dua pesan sudah Nia baca, awalnya Nia tidak tahu siapa pemilik nomor yang sudah mengirim pesan marah-marah dan kasar seperti itu. Akan tetapi, saat Nia melihat foto profilnya ternyata itu adalah Sabita.


Nia belum mau membalas pesan Sabita, jika dibalas sekarang yang ada tidak akan selesai-selesai dan Nia tidak jadi pulang. Nia memasukan ponsel di dalam tas nya lalu dia keluar dari ruang praktenya. Nia berjalan menuju lobby, disana sudah ada sopir pribadi yang menunggunya.


Semenjak pulang reuni waktu itu, David sudah tidak mengizinkan Nia mengendarai mobil seorang diri. Sekarang kemana-mana harus diantar David, sampai sekarang Nia pun tidak tahu jika dia diikuti oleh dua pengawal suruhan David yang di tugaskan menjaga Nia selama Nia ada di luar rumah.


" Terima kasih pak."Seru Nia saat pak sopir membukakan pintu mobil untuknya.


" Sama-sama Non. Emm mau langsung pulang Non?."Tanya pak sopir.

__ADS_1


" Iya pak langsung pulang saja, sudah sore juga ini pak. Sebentar lagi Tuan pasti pulang, yuk pak keburu Tuan sampai duluan nanti."Seru Nia meminta untuk langsung pulang saja.


Pak sopir pun mengangguk patuh dengan perintah Nia. Pak sopir segera melajukan kuda besinya meninggalkan pelataran rumah sakit. Pak sopir tidak berani ngebut, dia mengendarai dengan kecepatan sedang. Takut jika terjadi sesuatu dia yang akan di salahkan.


Di dalam mobil Nia kembali mendapat pesan dari Sabita.


[ Nia, balas dong masa dibaca doang tapi tidak mau balas. Pelit kuotanya ya?]


Nia pun membalas pesan dari Sabita tadi, jika tidak di balas akan semakin kesal saja si Sabita itu.


[ Sengaja cuma ku baca, sebab menurutku itu tidaklah penting. Lagian aku tidak ada urusan dengan bu, Sabita.]


Nia membalas dengan kata-kata yang tegas agar Sabita tidak semakin seenaknya mengatainya. Sebenarnya Nia saja tidak tahu dengan permasalahan David dan papanya Sabita, Nia juga tidak cerita kejadian di reuni itu. Hal itulah yang membuat Nia heran, darimana David tahu kejadian di acara reuni itu.


*Hemmm dia tahu darimana ya? Apa ada orang yang memberitahunya? Tapi siapa? Masa iya Berta dan Rindi, ah tidak mungkin. Mereka saja tidak pernah ketemu dengan David, hemm ini pasti ada orang yang menjadi mata-mata David.*Gumam Nia dalam hatinya.


[ Kurangajar kamu, Nia !! Sampai perusahaan papa bangkrut, aku akan memberimu pelajaran. Jangan main-main dengan Sabita.]


[ Jangan pernah mengganggu hidup ku, Sabita. Kamu nanti bakalan merugi sendiri. Kamu belum tahu bagaimana suamiku kalau marah, aku bukan mau membanggakan kedudukan suamiku. Tapi aku tahu betul suamiku itu bagaimana, jadi lebih baik kamu menjauh dariku dan jangan mengganggu hidupku.]


[ Kamu kira aku takut? Sabita tidak akan takut dengan siapapun !]


Nia sudah tidak mau lagi membalas pesan Sabita. Sebentar lagi dia sudah sampai rumah dan tidak mau mood nya jelek gara-gara perang pesan dari Sabita. Pesan Sabita terus beruntun masuk ke ponsel Nia, namun semuanya Nia abaikan. Nia mengubah mode diam ponselnya agar suaranya tidak berisik.


" Nona kenapa?."Tanya pak sopir.


" Oh tidak apa-apa kok pak. Masih jauh ya pak?."Tanya Nia mencoba mengalihkan pembicaraan pak sopir.


" Sebentar lagi Non, tidak sampai 5 menit. Ini sudah sampai daerah komplek perumahan."Jawab Pak sopir dengan lengkap.


Nia hanya mengangguk saja, sebenarnya dia sudah tahu namun tadi hanya untuk mengalihkan pembicaraan saja. Nia tidak mau pak sopir tahu apa yang sedang dia fikirkan. Mobil yang di kendarai pak sopir sudah sampai di depan gerbang tinggi yang menjulang. Satpam dengan sigap membukakan pintu gerbang agar mobil bisa segera masuk.


*******


Di rumah utama keluarga Widjaya

__ADS_1


Miska dan mama Karmila saat ini sedang bersantai di taman belakang sembari menikmati secangkir teh dan beberapa potong kue. Karmila sengaja mengajak Miska untuk mengobrol santai di taman.


" Miska, bagaimana hubungan kamu dengan Rendi?."Tanya Karmila ingin tahu lebih banyak tentang hubungan Miska dan Rendi.


" Baik ma."Jawab Miska sangat singkat.


Karmila tahu Rendi itu pria yang baik dan bertanggung jawab. Pilihan Miska memang tidak salah, namun kendalanya ada pada David. Bukan David tidak setuju, namun untuk mendapatkan restu dari David itu tidaklah mudah. Tentunya Rendi dan Miska harus berjuang bersama-sama. Terlebih David memang sangat menyayangi Miska dan dia mau yang terbaik untuk adik semata wayangnya.


" Apa kalian itu serius dengan hubungan kalian? Maksud mama, apa kalian siap untuk menikah?."Tanya Karmila.


" Hhuuhhh... Ma, aku dan kak Rendi itu serius ma. Kami sudah ada rencana untuk menikah, sekarang kak Rendi sedang berusaha menyakinkan kak David."Jawab Miska pelan namun pasti.


" Apa kamu marah dengan kakakmu?."Tanya Karmila lagi.


" Tidak ma. Awalnya aku hanya kesal dengan kak David yang ikut campur dan tidak merestui hubunganku dengan kak Rendi. Namun, semakin kesini aku paham dan mengerti maksud kak David. Kak David mau yang terbaik untuk ku, dan Kak David ingin lebih tahu keseriusan kak Rendi. Miska beruntung mempunyai kakak seperti kak David, dibalik sikap tegasnya itu dia sangat menyayangi Miska, Ma."Ucap Miska bicara dengan jujur.


Mama Karmila mengusap lengan anak gadisnya itu. Apa yang dikatakan Miska memang benar, jika David ingin yang terbaik untuk adiknya.


" Mama dan papa tidak masalah kamu menjalin hubungan dengan siapa pun. Yang penting kamu bahagia."Ucap Karmila memeluk Miska dengan erat.


" Terima kasih ma. Ma, kita ke rumah ibu Karti yuk. Ajak kak Nia dan juga Nada, emm Miska senang suasana disana. Lagipula sudah lama juga kita tidak bertemu dengan ibu Karti."Ucap Miska.


" Wahh boleh tu, nanti kita makan di belakang rumah sambil lesehan. Masakan ibu Karti itu enak banget dan bikin mama ketagihan, nanti tidak cuma kita saja yang kesana. Kita juga ajak Papa dan kakak kamu, biar semakin ramai."Ucap Mama Karmila dengan senang.


Sudah lama sekali mereka tidak makan bersama, karena kesibukkannya masing-masing yang sudah menyita waktu mereka. Jika ada kesempatan dan waktu luang, mereka akan menggunakan untuk berkumpul bersama.


" Kamu sudah pernah di ajak ke rumah Rendi, Misk?."Tanya Mama Karmila kembali membahas soal Rendi.


" Emm belum ma. "Jawab Miska jujur.


" Kenapa belum? Apa Rendi tidak mau mengenalkan kamu kepada orang tuanya? Padahal kita juga kenal baik dengan keluarga Rendi, tapi setidaknya tetap dong kenalkan calon menantu kepada orang tuanya."Seru mama Karmila bicara panjang lebar.


" Bukan, bukan begitu ma. Sebenarnya kak Rendi sudah beberapa kali mau mengajak Miska ketemu dengan orang tuanya. Tapi, Miska yang belum siap dan malu, Ma."Jawab Miska jujur sambil menundukan kepalanya.


Hahahaaaa

__ADS_1


Mama Karmila tertawa dengan lebar, baru kali ini dia melihat Miska malu-malu dan tidak percaya diri. Sebab biasanya Miska selalu percaya diri, ternyata cinta bisa mengubah semuanya.


*********


__ADS_2