Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Menyesal tiada guna


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Di kediaman orang tua Vito, saat ini sedang terjadi perdebatan antara Hesti dan Bella. Bella datang menemui Vito, yang ternyata sedang berada di rumah orang tuanya. Bella datang karena ingin memperingatkan Vito, jika Bella tidak terima jikalau Vito dekat dengan mamanya, Leni.


" Aku tidak suka kamu dan mama ku, Vito."Seru Bella dengan mata yang berkaca-kaca.


" Hehh... !! Apa maksud kamu bicara seperti itu, Bella?."Seru Hesti bicara dengan lantang.


Degghhh


Jantung Vito mulai tidak aman, dia sangat takut jika mamanya mengetahui soal hubungan nya dengan Leni yang pernah berakhir sampai di ranjang.


" Tante Hesti harus tahu, jika anak tante itu ada hubungan dengan mamaku. Setelah menceraikanku justru dia berhubungan dengan mamaku. Dasar munafik kamu, Vito !! Kamu pasti sudah sering tidur dengan mamaku kan?."Seru Bella memandang tajam Vito.


Plaakk


Plaakk


Hesti melayangkan tamparannya di wajah Bella. Dia tidak terima dengan tuduhan Bella yang sama sekali tidak masuk akal. Mana mungkin Vito anaknya yang tampan dan gagah mau dengan wanita tua yang lebih pantas menjadi mamanya.


" Lancang mulut kamu, Bella !! Jangan samakan anakku dengan mu, kamu itu wanita murahan yang pantas di tinggalkan oleh anakku."Seru Hesti membela Vito.

__ADS_1


" Tante tanyakan saja sama anak tante ini,kenapa mama ku datang kerumahnya kalau memang bukan karena mereka ada hubungan."Seru Bella.


Hesti langsung memandang Vito yang sedari tadi diam. Diamnya Vito karena dia memang ketakutan. Takut jika mamanya tahu semuanya, namun Vito mencoba untuk bersikap biasa saja agar mamanya tidak menaruh curiga.


" Mama Leni memang pernah datang ke rumah Vito, tapi bukan berarti aku dan dia ada hubungan. Aku bukan kamu Bella !! Papa tiri sendiri kamu embat juga, mama Leni datang ke rumahku waktu itu itu untuk menanyakan soal perceraian mu dengan ku !! Apa lagi yang ingin kamu tuduhkan? Haahhhh !!!."Seru Vito bicara dengan keras.


* Si4l4n !! Apa benar jika Vito dan mama tidak ada hubungan apa-apa? Tapi kok aku tidak yakin ya, mama tiba-tiba datang ke rumah Vito untuk menanyakan perceraianku dengan Vito. Padahal mama memang mengharapkan kami segera bercerai, kan mama sendiri yang membongkar perselingkuhanku dengan papa Baskoro. Arrgghh ini benar-benar membuat ku pusing.*Gumam Bella dalal hatinya.


Hesti memijit kepalanya yang mulai terasa pusing karena ulah Bella. Bella datang-datang hanya untuk membuat keributan saja.


" Sekarang kamu lebih baik tinggalkan rumah orang tua ku, Bella. Dan tolong jangan pernah datang kesini lagi, sekarang kita ini sudah resmi bercerai. Kita tinggal menunggu surat cerai dari pengadilan saja."Ucap Vito memelankan suaranya.


" Vito, seandainya aku bercerai dari Baskoro, apakah kita bisa rujuk kembali? Tolonglah Vito, aku sangat mencintai kamu dan aku sangat ingin hidup bersama mu. Maafkan aku, Vito."Ucap Bella dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Tadinya Bella bersemangat untuk menjatuhkan Vito dengan mengatakan punya hubungan khusus dengan mama Leni. Namun sekarang dia memasang wajah sedihnya untuk mengharap Vito mau diajak rujuk dengan nya. Bella benar-benar sudah tidak punya malu lagi, sepertinya urat malu Bella sudah lama tergadaikan.


" Tidak !! Aku tidak akan pernah setuju jika Vito rujuk dengan kamu !! Kamu itu wanita murahan, dengan kembalinya Vito sama kamu justru akan membuat nama baik keluarga kami tercoreng. Bella, dulunya memang aku meminta Vito untuk tetap mempertahankan kamu, tapi justru kamu yang lebih dulu menikah dengan Baskoro padahal kamu masih sah istri Vito. Dan saat itu juga aku haramkan kamu menjadi menantuku !!."Ucap Hesti dengan lantang.


Bella terduduk di lantai, saat ini dia benar-benar menyesal sudah mengkhianati Vito. Meskipun sekarang dia sudah menikah dengan Baskoro, namun ternyata hidupnya tidak bahagia. Di hatinya masih tetap ada Vito sang cinta pertamanya. Dengan Baskoro hanya sebuah kebutuhan memenuhi hasrat dan nafsu nya saja dan itu membuat hidupnya hancur.


" Aku masih mencintai kamu, Vito."Ucap Bella lagi dan lagi.


" Maaf aku sudah punya calon istri. Tolong Bella, jangan ganggu aku dan keluarga ku lagi. Oh iya, soal nafkah yang pernah aku janjikan, maaf aku tidak memberikannya karena suami kamu sendiri yang melarangnya. Tapi, saat anak itu sudah lahir dan jika dari hasil tes DNA membuktikan dia anakku, aku pasti akan menafkahinya dengan baik."Ucap Vito mulai memelankan suaranya.


Vito merasa kasihan dan tidak tega melihat Bella yang kacau dan menangis seperti itu. Semuanya memang salah Bella sendiri, semua kesalahan berawal dari Bella. Bella yang sudah menghancurkan kebahagiaan dan pernikahannya.


" Jika anak itu terbukti anak nya Vito, kamu harus memberikannya kepada kami. Aku tidak sudi darah daging Vito di rawat wanita murah4n seperti kamu !!."Ucap Hesti menunjuk langsung wajah Bella.

__ADS_1


Bella menghapus air matanya lalu dia tersenyum dengan licik. Dia akan menggunakan anak itu sebagai senjatanya agar Vito mau rujuk dengannya.


" Jika kalian mau anak ini, Vito harus menikah dengan ku lagi."Ucaap Bella tersenyum licik.


" Memang itu sudah terbukti anakku? Bella, Bella aku tahu apa yang ada di otak mu itu. Kamu tidak akan bisa menyabotase hasil tes DNA, kamu fikir dengan menyabotase tes DNA akan bisa membuat aku rujuk dengan mu. Jangan MIMPI WANITA MURAHAN !!."Seru Vito dengan lantang.


" Apa kurang jelas, Bella? Cepat kamu pergi dari rumah ku."Seru Hesti juga ikut mengusir Bella.


Tidak ada pilihan lain, Bella pun melangkahkan kakinya meninggalkan rumah orang tua Vito. Setelah Bella pergi, Hesti masuk kamarnya untuk beristirahat. Kepalanya terasa sakit karena perdebatannya dengan Bella tadi.


" Vito, mau apalagi Bella datang menemui kamu?."Tanya pak Sigit yang baru saja pulang dari bermain golf dengan teman bisnisnya.


" Biasa pa, mau ngajak rujuk."Jawab Vito.


" Carilah calon istri yang lebih baik dari Bella. Jangan wanita murahan dan tidak bisa menjaga martabatnya sebagai seorang istri seperti Bella. Jujur papa menyesal dulu menyetujui keputusan mama kamu menjodohkan kamu dengan Bella."Ucap Pak Sigit penuh sesal.


" Papa memangnya bisa apa? Mama menyuruh papa untuk g4ntung diri mungkin juga akan papa lakukan. Papa itu tidak punya pendirian dan tidak bisa tegas, lihat saja nanti saat mama mau menjodohkan aku dengan anak temannya pasti papa cuma bisa diam saja."Seru Vito mencibir papanya.


Hhhuuufffttt


Pak Sigit tidak bisa membantah ucapan Vito, sebab apa yang dikatakan Vito memanglah benar.


Vito, meninggalkan papanya yang masih saja diam terpaku memikirkan ucapannya tadi. Vito melajukan kuda besinya meninggalkan rumah orang tuanya.


" Hidup ku hancur karena ulah mama dan papa. Gara-gara Bella juga semua nya hancur. Arrgghhhh.... !!." Vito berteriak sambil memukul kemudi setir mobilnya.


Semenjak menikah dengan Bella, masalah berdatangan silih berganti. Bahkan kisah asmaranya pun terlihat suram. Mencoba membuka hatinya untuk wanita lain, namun saat sudah menemukan wanita yang sepertinya bisa mengobati hatinya. Justru wanita itu sudah mempunyai pacar, dan tidak mau Vito bersaing dengan orang yang lain.

__ADS_1


* Aku mulai jatuh cinta dengan Miska, namun ternyata Miska sudah punya pacar. Dan pacarnya itu Tuan Rendi, tidak mungkin aku mau bersaing dengannya. Meskipun aku lebih kaya dari dia, tapi aku bukanlah pria yang mau berebut wanita. *Gumam Vito bermonolog pada dirinya sendiri.


*************


__ADS_2