
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Ttrriing
Ttrriing
Ttrriing
Ponsel Nia bunyi secara beruntun, notifikasi pesan masuk yang secara beruntun itu mengganggu jam praktek Nia yang memang akab selesai jam 3 nanti. Nia masih mengabaikan suara notifikasi ponsel nya, dia menyelesaikan memeriksa pasien terakhirnya.
"Semoga lekas sehat dan tidak kembali lagi kesini."Seru Nia disertai senyum manisnya.
"Kok dokter melarang saya kembali lagi?."Tanya pasien Nia dengan heran.
"Bukan melarang ya bu. Tapi mendoakan, supaya ibu selalu sehat dan tidak sakit lagi sehingga tidak harus kerumah sakit lagi."Ucap Nia dengan ramah agar pasiennya tidak salah paham.
Heheee Heheee
Setelah mendengar penjelasan dari Nia pasien itupun hanya bisa terkekeh. Tadi dia sudah sempat salah paham terlebih dahulu dengan Nia. Pasien terakhir itupun kini sudah keluar, Nia dan Kesa membereskan semua peralatan serta perlengkapan prakteknya.
"Nia, jangan lupa sebelum pulang keruangan dokter irawan terlebih dahulu."Ucap Kesa mengingatkan.
"Iya mbak, terimakasih sudah di ingatkan. Kalau tidak diingatkan pasti aku sudah lupa tadi mbak."Jawab Nia yang memang hampir saja lupa jika dokter Irawan tadi memanggilnya.
"Sama-sama. Ya sudah aku duluan ya, jangan lupa keruangan dokter Irawan."Seru Kesa sambil terkekeh.
Nia mengangguk, setelah Kesa keluar dari ruang praktek tidak menunggu lama Nia juga keluar dari ruangan prakteknya. Nia berjalan menuju lift untuk menuju lantai dimana ruangan dokter Irawan berada.
Tidak perlu menunggu lama, Nia kini sudah sampai di depan ruangan dokter Irawan. Nia mengetuk pintu dengan sopan, meskipun rumah sakit milik keluarga suaminya, dia tetap memegang teguh adab dan sopan santun. Tidak mau bersikap semuaunya dan sombong.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu dari luar, membuat Dokter Irawan menghentikan aktifitasnya dan meminta seseorang yang di luar untuk masuk.
"Dokter Irawan memanggil saya ada apa ya?." Tanya Nia masih bersikap formal.
__ADS_1
"Santai saja Nia. Tidak perlu bicara formal begitu. Jadi begini 3 hari lagi ada acara seminar kedokteran di luar kota, yang diikuti oleh dokter umum dan dokter kandungan saja. Nah untuk rumah sakit kita akan mengirim kamu dari dokter umum, dari dokter kandungan akan mengirim dokter Rachel. Bagaimana apa kamu sanggup? Dan seminar itu selama 3 hari. Aku sengaja memilih kamu karena kamu salah satu dokter muda di rumah sakit ini yang mempunyai karier cemerlang. Dokter Rachel tadi sudah setuju dia berangkat, tinggal keputusan kamu mau apa tidak?." Seru dokter Irawan menjelaskan secara gamblang.
Nia tidak bisa memutuskan semuanya sendiri, dia harus meminta izin terlebih dahulu dengan suaminya, David. Sebenarnya ini kesempatan Nia untuk memajukan karier kedokterannya. Namun dia sebagai seorang istri harus taat dengan suami, segala nya harus dia bicarakan dulu dengan sang suami.
*Padahal aku bisa langsung menjawab iya. Tapi aku tidak mau membuat suamiku merasa tidak dihargai. Apapun itu aku harus bertanya lebih dulu dengan suamiku.*Gumam Nia dalam hatinya.
"Maaf paman, Nia tidak bisa memutuskan sendiri. Sekarang Nia ini sudah menikah jadi apapun itu Nia harus bicara terlebih dahulu dengan suami dulu." Jawab Nia menyampaikan alasannya tidak bisa menjawab secara langsung.
"Baik. Kamu bicara dan minta izin David terlebih dahulu, bisa tidaknya tolong segera kabari paman. Agar paman bisa mencari dokter pengganti yang lebih pantas."Ucap dokter Irawan.
"Iya paman. Nanti secepatnya Nia kabari."Ucap Nia dengan yakin.
*Jika aku dapat Izin berarti kamis atau jum'at aku berangkat. Hemm padahal aku sudah ada rencana weekend ini mau menginap dirumah ibu. Tapi tugas ini juga penting untukku, semoga saja David memberi izin.*Gumam Nia lagi.
Selesai bicara dengan Pak Irawan, Nia langsung meninggalkan ruangan pak Irawan. Nia pun segera menuju parkiran mobil, sebab memang sudah waktunya pulang.
"Kak Nia sudah mau pulang?." Tanya Miska yang tiba-tiba menepuk pundak Nia.
"Hahhh... Miska ! Bikin kaget saja loh, hampir saja kak Nia berteriak."Seru Nia yang memang kaget dengan kedatangan Miska yang secara tiba-tiba.
"Heheheeeee maaf ya kak. Kak Nia sudah mau pulang?." Tanya Miska lagi.
Selama Miska magang memang Nia jarang sekali bertemu Miska saat di rumah sakit. Mereka semua sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.
"Iya juga ya Kak. Teman-teman ku masih ada di dalam, entah apa yang mereka kerjakan kok lama banget."Gerutu Miska dengan bibir yang di monyong-monyongkan.
"Idihhh jelek banget tuh bibir. Oh iya kakak pulang duluan ya? Ini kakak seharusnya sudah pulang dari setengah jam yang lalu. Tapi tadi ada urusan sebentar dengan paman Irawan jadi baru bisa pulang. "Seru Nia menjelaskan.
"Iya kak Nia pulang saja tidak apa-apa, Miska masih menunggu teman-teman Miska."Ucap Miska.
Nia mengangguk sembari mengulas senyum manisnya. Selesai berbicara dengan Miska, Nia segera masuk mobil. Nia melajukan kuda besinya meninggalkan pelataran parkiran rumah sakit.
*************
Selesai makan malam David pergi ke ruang kerjanya, banyak berkas-berkas yang harus dia periksa dan kerjakan. Nia menyusul David ke ruang kerja David dengan membawakan kopi untuk David.
"Hubby ini kopi nya."Seru Nia sembari meletakkan secangkir kopi hitam diatas meja kerja David.
"Terimakasih istriku sayang. Oh iya apa Nada sudah tidur?." Tanya David menghentikan pekerjaannya dan merangkul pinggang Nia dengan mesra.
"Emm sudah, Hubby."Jawab Nia terbata-bata sebab dia merasa gugup.
__ADS_1
Nia melepaskan tangan David dari pinggangnya lalu Nia duduk di sofa yang ada di ruang kerja David. David mengikuti langkah kaki Nia dan berhenti tepat di hadapan Nia duduk.
"Sayang apa ada yang ingin kamu bicarakan?." Tanya David sembari memegang dagu Nia.
"Duduk dulu Hubby."Jawab Nia.
David mengangguk, lalu dia duduk tepat disamping Nia dengan tangan yang dia letakkan di bahu Nia. David membawa kepala Nia bersandar di pundaknya, Nia hanya mengikuti apa yang dilakukan oleh David.
"Hubby, kata paman Irawan aku diminta untuk ikut seminar kedokteran di luar kota selama 3 hari. Dan ini hanya diikuti oleh dokter umum dan dokter kandungan saja, hanya aku dan dokter Rachel yang akan berangkat. Hemm apa Hubby mengizinkan aku berangkat?." Tanya Nia dengan cemas, khawatir jika suaminya tidak mengizinkan.
David tidak langsung menjawab, dia terlihat berfikir terlebih dahulu. Sebenarnya semalam saja David tidak tidur ditemani Nia berasa ada yang kurang dan dia juga akan susah tidur. David berkeinginan Nia menjadi ibu rumah tangga seutuhnya saja. Namun dia tidak bisa egois, menjadi seorang dokter adalah cita-cita istrinya dari kecil.
Apalagi selama ini Nia juga bisa membagi waktunya antara pekerjaan dan tanggung jawabnya sebagai seorang istri dan ibu untuk Nada. David khawatir jika Nia sering keluar kota, dia akan bertemu dokter muda dan akan menaruh hati.
"Tapi jangan nakal ya?."Seru David dengan serius.
"Maksudnya?." Tanya Nia sambil memicingkan matanya. Dia tidak tahu nakal apa yang dimaksud oleh sang suami.
"Disana banyak dokter muda, jadi istriku yang cantik ini harus bisa jaga hati dan jaga pandangannya."Jawab David terlihat sekali jika dia takut kehilangan Nia.
"Hubby, dengarkan aku. Aku tidak mungkin akan menaruh hatiku untuk para dokter muda disana. Karena hatiku sudah menjadi milikmu seorang dan selamanya hanya milikmu. Jangan pernah meragukan hati ku, Hubby."Seru Nia dengan membelai lembut pipi David.
David memejamkan matanya dan menikmati sentuhan tangan lembut Nia. Tanpa Nia sadari jika dia sudah membangunkan ulat kobra yang sedang tidur.
"Sayang, kamu menggodaku?." Seru David dengan suara yang sudah serak karena menahan sesuatu.
"Emm Hubby, aku tidak menggodamu."Seru Nia langsung melepaskan tangannya dari pipi David.
David sudah mode On dan tidak bisa lagi menunda-nundanya. David langsung merebahkan tubuh Nia diatas sofa, Nia sudah tidak bisa lagi mengelak. Suaminya saat ini sudah sangat-sangat menginginkanya, sehingga Nia pasrah begitu saja.
David mulai melepas piyama Nia dengan sangat lembut, tidak mau bersikap kasar sedikitpun terhadap istrinya. Kini Nia sudah lebih dulu polos, baru David menanggalkan pakaiannya sendiri.
"Hubby kita di sofa?." Seru Nia dengan mata yang terpejam karena dia sudah menikmati sentuhan - sentuhan David.
"Sensasi baru sayang. Untuk pertama kalinya kita main di sofa, malam ini aku ingin memberikan permainan yang lebih berbeda dari biasanya."Seru David dengan senyum penuh kemenangan.
"Emm.. Heee iya Hubby."Seru Nia tersengal-sengal.
Nia sudah tidak bisa menahan suaranya lagi, kini suaranya sudah menggema di ruangan kerja David. Dan semua itu membuat David menjadi semakin semangat untuk bermain. Malam ini David benar-benar memberikan permainan yang sama sekali belum pernah dia lakukan dengan Nia.
************
__ADS_1