Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Ruangan Baskoro


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


"Papa harus cari tahu siapa suami atau pria yang sudah memodali hidup mewah wanita itu. Bella tidak mau kalau apa yang dimiliki Bella akan dia ambil juga, papa bisa lihatkan kalau mobil yang dia pakai itu lebih bagus daei mobil punyaku."Seru Bella menggerutu di ruangan papanya.


Bella bukannya pulang justru ikut masuk keruangan papanya, sebenarnya Bella memang sudah keluar masuk di perusahaan tempat papanya bekerja sehingga banyak para karyawan yang mengenal Bella. Bella terkenal sombong dan angkuh, bahkan saat datang keperusahaan dia tidak segan-segan untuk menindas dan bersikap semaunya kepada karyawan.


Padahal perusahaan itu bukan milik papanya, papanya hanya bekerja saja. Kebetulan papanya memiliki jabatan tinggi sebagai menejer HRD.


"Sudah jangan cemberut begitu dong sayang, papa sedih loh kalau kamu bersedih begitu. Kamu tenang saja, nanti papa akan cari siapa pria dibalik gaya hidup mewahnya wanita penggoda itu. Jika papa sudah tahu, pasti papa akan cari cara agar orang itu di pecat. Dengan begitu anak kesayangan papa ini tidak ada yang mengalahkan lagi. Papa janji wanita itu akan menderita dan tidak akan lagi mengganggu hubungan kamu dan Vito."Seru Baskoro sembari mengusap rambut Bella dengan mesra.


Bella dan Baskoro saat ini sedang duduk di sofa dan Bella merebahkan kepalanya dalam pelukan Baskoro. Mereka tidak takut jika kelakuannya itu akan dilihat oleh orang. Jikapun ada yang melihat, mereka beralasan jika Bella dan Baskoro adalah ayah dan anak. Sebab tidak ada yang tahu jika Baskoro bukanlah ayah kandung Bella.


"Bella jadi semakin sayang deh sama papa."Seru Bella memeluk erat Baskoro.


"Heemm Bella, sayang. Jangan terlalu erat dong melukknya, ada yang bangun loh nanti. Kalau ada yang bangun nanti susahloh, kamu apa mau melakukannya disini?."Tanya Baskoro mulai memancing Bella agar Bella mau melayaninya.


"Tidak dong pa, terlalu beresiko kalau kita main diruangan papa. Kalau perusahaan ini milik keluarga kita pribadi sih tidak masalah, tapi ini bukan milik kita. Kalau tiba-tiba papa dipanggil atasan bagaimana? Tanggungkan, belum selesai sudah harus kerja. Pasti tidak enak kan pa? Nanti malam saja ya pa."Seru Bella bicara dengan nada genitnya.


"Ahhh.. Bella, papa jadi inginkan. Lihat tuh dia bangun, kamu harus bertanggung jawab, Bella."Seru Baskoro sudah tidak bisa lagi mengendalikan hasratnya.


Sudah 3 hari, Bella dan Baskoro tidak melakukannya karena Bella pulang selalu malam. Biasa, hampir setiap malam Bella clabing dengan teman-temannya dan akan pulang dini hari. Dan hal itu yang sering membuat Baskoro uring-uringan karena tidak mendapatkan apa yang dia inginkan. Dan Baskoro terpaksa melakukannya dengan istrinya yang menurutnya sudah tidak seenerjik Bella lagi.


"Tapi bagaimana jika ada yang masuk pa? Apalagi Vito tahu loh kalau Bella masih ada diruangan papa, nanti kalau dia datang kesini bisa kacau semuanya. Aku tidak mau mengambil resiko, Pa. Lebih baik papa masuk kamar mandi saja dan lepaskan solo dikamar mandi."Seru Bella sudah pasti menolak. Sebab tempat itu tidak aman, bagaimanapun itu dilingkungan perusahaan dan kapan saja orang bisa datang keruangan papanya.


Baskoro terlihat frustasi, bahkan wajahnya memerah karena apa yang dia inginkan tidak tersalurkan. Namun Baskoro tidak menyerah begitu saja, dia bangkit dan menarik Bella ikut masuk kekamar mandi. Meskipun tidak dengan mejelajah lembah, setidaknya Bella bisa membantu pelepasannya.


"Pa, aku tidak mau. Nanti saja kalau sudah dirumah, kebetulan nanti malam mama kan tidak pulang. Jadi kita bisa bebas sampai pagi, Bella malam nanti tidak akan keluar rumah. Akan menemani Papa sampai papa puas, pokoknya sampai mau menambah berapapun akan Bella iyakan."Seru Bella menolak meskipun kini mereka sudah ada dikamar mandi.


"Ayolah Bella sebentar saja, papa sudah tidak tahan. Kamu cukup membantu papa pelepasan saja, setelah itu sudah kok. Kalau dirumah itu urusan nanti, yang penting papa sekarang mau. Papa sangat butuh itu sekarang Bella, kalau kamu menolak papa tidak mau memberi kamu uang lagi."Seru Baskoro dengan suara serak sudah tidak menentu dan mengancam tidak akan memberi Bella uang.


Melihat papanya yang sudah tidak bisa tahan lagi, membuat Bella kasiha. Dan akhirnya Bella pun menuruti apa yang diinginkan pria yang bergelar papanya itu. Dengan segera Baskoro mengeluarkan benda dalam sangkar dan membiarkan Bella bekerja dengan caranya sendiri.


Tanpa malu dan rasa sungkan, Bella melakukan apa yang sudah biasa dia lakukan. Benda itu terasa memenuhi mulutnya, Baskoro cukup menikmati apa yang dilakukan anak tirinya itu.

__ADS_1


Tanpa mereka ketahui, David sebenarnya sudah tahu apa yang dilakukan Bella dan Baskoro didalam kamar mandi sana. David memantau CCTV tersembunyi yang sengaja dia pasang diruangan Baskoro tanpa Baskoro ketahui. David sudah tahu jika Bella dan Baskoro ada main dari laporan anak buahnya dan ternyata sekarang dia membuktikan sendiri.


" Dasar menjijikan !! Perusahaanku mereka jadikan tempat mesum begini. Lihat saja aku pastikan mereka akan menerima akibatnya, tunggu saja saatnya. Beruntung aku meminta anak buah ku untuk memasang CCTV tersembunyi diruangan Baskoro sehingga aku bisa memantau apa saja yang dilakukan Baskoro. Meskipun diruangannya ada CCTV yang dia ketahui, tapi CCTV yang ini tidak ada yang tahu selain aku. Bahkan dikamar mandipun aku memasangnya."Ucap David bermonolog pada dirinya sendiri.


David mengalihkan pandangannya kearah lain, dan menggulir layar monitor memperlihatkan ruangan Baskoro. David tidak mau melihat lagi apa yang terjadi di kamar mandi itu, menurut David itu sangat memalukan. Seorang Ayah dan anak berani melakukan hal seperti itu, tentunya ada seorang istri yang tersakiti.


*Heemmm ternyata wanita pilihan Vito tidak ada seujung kukunya dengan Nia. Nia ku wanita baik-baik dan dia wanita yang bermartabat dan terhormat. Nasib kamu Vito dapat barang bekas dari papa mertua kamu sendiri. Bagaimana ya kalau semua ini terungkap? Hemm pasti akan seru, tapi tidak akan secepat ini akan aku ungkap.*Gumam David dalam batiinya.


Terlihat Baskoro keluar dari kamar mandi lebih dulu sembari membetulkan resleting celananya. Dan disusul Bella yang keluar dengan baju yang sedikit basah dibagian depannya. Bella mencium papanya sekilas dan dia menerima sejumlah uang dari Baakoro, lalu Bella segera keluar dari ruangan Baskoro.


"Maaf Tuan David, andakenapa? Kok senyum-senyum seperti itu?."Tanya Rendi dengan heran.


"Siapa yang mengizinkan kamu masuk keruanganku ?."Seru David yang sebenarnya kaget dengan keberadaan Rendi yang tiba-tiba ada diruangannya.


"Maaf, maaf tuan. Saya tadi sudah 3 kali memgetuk pintu namun tidak ada sahutan dari tuan, saya takut terjadi sesuatu dengan tuan makanya saya langsung masuk. Saya mau memberikan laporan ini tuam."Seru Rendi bicara dengan pelan agar tidak mendapat amarah dari David.


David menerima map warna kuning yang diberikan oleh Rendi. Dengan segera David membacanya dengan teliti dan membubuhkan tanda tangannya.


"Ada lagi?." Tanya David tegas.


"Sudah tuan, tidak ada lagi."Jawab Rendi yakin.


Rendi mengangguk lalu membunggkukkan tubuhnya, Rendi melangkah menuju pintu namun langkahnya tiba-tiba terhenti karena David memanggilnya.


"Rendi ."Seru David dengan tegas.


"Iya Tuan, apa ada yang perlu saya bantu?." Tanya Rendi yang sudah menghadap kearah David.


"Duduk, ada yang ingin aku bicarakan kepadamu."Seru David terlihat sangat serius.


Rendi pun mengikuti perintah dari David. Kini Rendi sudah duduk di hadapan David, dengan hanya terhalang meja kerja David saja.


" Apa kinerja Baskoro itu bagus?."Tanya David langsung pada intinya.


"Sejauh ini pekerjaan dia bagus, Tuan. Namun sikap angkuh dan sombongnya itu yang sering dikeluhkan oleh karyawan lain. Apalagi dia akan menjadi mertua dari menejer keuangan. Tuan pasti sudah tahu siapa mereka berdua, satu ayah kandung Non Nia dan satunya lagi... Maaf mantan Nona Nia. Apa tuan tidak ingin memecat mereka?." Tanya Rendi.


"Aku masih memantau mereks berdua, terkhusus Baskoro. Kamu pasti juga tahu jika Baskoro itu ada main dengn anak tirinya itu, aku minta kamu untuk awasi Baskoro. Jangan sampai dia melakukan kecurangan di perusahaan ku, sepertinya dia akan mulai berani untuk main-main di perusahaan ini. Gaya hidup mewah anak tirinya itu selalu Baskoro turuti, meskipun anaknya itu seorang model tapi model abal-abal. Jangan sampai Baskoro mencurangi uang perusahaan."Ucap David bicara dengan tegas.


Rendi tahu dan paham dengan semua yang barusan dikatakan oleh David. Selama ini Rendi memang sudah mengamati Baskoro, meskipun pekerjaannya bagus jika ada kecurangan pasti tidak ada kata ampun. Apalagi bermain curang dengan David, pasti akan hancur.

__ADS_1


"Baik Tuan. Oh iya untuk undangan pernikahan dari Vito apa tuan David akan datang dan mengajak Nona Nia?."Tanya Rendi.


"Soal itu nanti aku bicarakan dengan istriku. Kamu tahu sendiri, istriku tidak mau di ekspose oleh media."Jawab David tanpa sadar menyunggingkan senyum tipis.


Rendi hanya mengangguk saja, Nia memamg sama dengan Miska. Sama-sama tidak mau ada yang tahu siapa jati diri mereka yang sebenarnya. Selesai bicara dengan David, Rendipun keluar dari ruangan David dan menuju ruangannya. Masih banyak pekerjaan yang harus segera dia selesaikan.


**********


Sementara itu ditempat lain, Nia yang baru saja menidurkan Nada sedang memikirkan kejadian di perusahaan suaminya. Dia tidak pernah menyangka jika Baskoro ternyata juga bekerja di perusahaan David. Yang dia tahu hanya Vito, itupun dia tahu saat malam pertunangan Vito dan Bella.


"Jadi selama ini Ayah bekerja di perusahaan Widjaya Group? Tapi kenapa baru-baru ini saja aku bertemu dengannya? Selama 19 tahun ini kenapa aku tidak pernah melihatnya, padahal juga masih dalam 1 kota tetapi kenapa ayah tidak pernah melihat dan menemui ku. Meskipun itu hanya sekedar menanyakan kabar dan keadaan ku." Ucap Nia bicara dengan dirinya sendiri.


Tanpa terasa buliran-buliran bening sudah menetes dan membasahi pipinya. Dia teramat sedih mengingat masalulu dengan ayahnya. Ayahnya lebih memilih meninggalkan dia dan ibnnya demi seorang janda kaya agar bisa hidup lebih enak dan mapan.


"Tapi bukannya Ayah itu hanya tamatan SMP ? Tapi kenapa dia bisa bekerja disana dan menjabat sebagai seorang menejer. Memangsih orang yang berpendidikan rendah bukan berarti tidak bisa sukses dan mempunyai pekerjaan bagus. Tapi ayah ini, ah sudahlah aku tidak perlu memikirkan soal ayah lagi. Aku dan ibu sudah hidup bahagia tanpa adanya ayah."Nia terus bermonolog pada dirinya sendiri.


Nia membaringkan tubuhnya di samping Nada sembari memainkan ponselnya. Namun dia fokus dengan pesan yang dikirimkan Vito.


[ Kamu sekarang hebat Nia, semakin cantik dan karier mu juga cemerlang. Tetapi aku sangat penasaran dengan sosok suami kamu, apa kamu tidak mau mengenalkan suami mu kepadaku? Apalagi suamimu satu kantorkan denganku, tidak ada salahnya aku mengenalnya.]


Nia mencoba membalas pesan dari Vito.


[Kamu kenal dan sangat kenal, tetapi kamu cari tahu sendiri siapa orang itu.]


Nia hanya membalas seperlunya saja, dan tidak berniat untuk membalas pesan berikutnya. Pesan masuk beruntun di ponsel Nia, dan itu pesan dari Vito.


[Siapa orang itu? Devisi apa atau staff bagian apa?]


[Aku hanya ingin berkenanalan saja Nia. Tapi mobil kamu tadi bagus banget loh, berarti suami kamu punya jabatan tinggi di perusahaan?]


[Balas dong Nia.]


[Sombong banget sih.]


[Jangan lupa datang diresepsi pernilahanku, nanti sekalian kamu kenalkan suami mu kepadaku.]


Nia hanya membaca pesan beruntun itu, tanpa ada niat untuk membalasnya. Menurut Nia pesan yang dikirimkan Vito jika di tanggapi akan semakin panjang sehingga Nia memutuskan untuk mendiamkan saja.


"Apa aku nanti akan memperkenalkan David kepada mereka? Tapi aku belum sanggup dikenal sebagai istri dari David, CEO Widjaya Group. Aku tidak mau orang-orang mendekatiku hanya karena aku istri David, bukan karena tulus ingin berteman denganku."Nia masih saja bermonolog pada dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2