Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Buat adik bayi


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Cieee... Cieee pengantin baru, jam segini baru bangun loh. Pasti semalam habis lembur, iya kan? Lihat tuh wajahnya berseri-seri begitu."Ucap Nia menggoda adik iparnya.


Wajah Miska dan Rendi terlihat malu-malu kucing, namun masih nampak binar bahagia. Semua ini gara-gara Miska yang sebenarnya tadi bangun kesiangan, sebab selesai mandi dan sholat subuh mereka tertidur lagi dan baru bangun jam 8 malam. Tentunya para keluarga besar sudah sarapan lebih dulu.


" Tadi kami bangun kesiangan, kak Nia."Ucap Miska.


" Lembur dong, makanya kesiangan?. Heheee."Jawab Nia sambil terkekeh.


" Tadi subuh kami itu sudah bangun dan sholat, tapi kami tidur lagi dan bangun-bangun sudah jam 8. Ketinggalan deh sarapan bersamanya."Jawab Miska menyakinkan.


Semuanya hanya tersenyum menanggapi jawaban dari Miska. Miska dan Rendi sarapan berdua, yang lainnya sudah sarapan lebih dulu dan saat ini sedang bersantai sambil menikmati teh dan kopinya masing-masing. Para anggota keluarga hari ini juga akan pulang, untuk pengantin baru sendiri masih ingin bermulan madu di hotel.


Untuk berbulan madu ke tempat yang jauh masih belum bisa karena pekerjaan mereka yang tidak bisa di tinggal berlama-lama.


" Miska, besok lusa Rindi dan Vito menikah. Kamu mau datang apa tidak?." Tanya Nia saat Miska sudah selesai sarapan dan duduk di sampingnya.


" Datang dong kak, mereka saja datang ke pernikahanku masa aku tidak datang. Mereka juga resepsi di Hotel Kesuma ini juga kan?." Tanya Miska untuk lebih jelas lagi.


" Iya, dari undangan yang kakak terima resepsi memang disini. Tapi nanti kakak saat akad juga akan datang Mis, Rindi sudah mengundangku secara khusus. Tapi Sultan bagaimana ya? Masa aku bawa, dia masih bayi."Ucap Nia terlihat bingung.


" Kan kak David sudah siapin pengasuh kak? Di tinggal saja ya tidak apa-apa, yang penting ada stok Asi nya."Ucap Miska berpendapat.


Nia mengangguk paham, lagipula dia juga tidak akan lama. Selesai akad akan langsung pulang, jika bukan Rindi yang menikah Nia tidak akan datang saat akad nikah.

__ADS_1


" Aunty, kata papa kalau Aunty tadi bangun kesiangan karena buat dedek bayi ya?."Tanya Nada yang tiba-tiba datang dan duduk di pangkuan Miska.


Mata Miska dan Nia seketika langsung melebar, bagaimana bisa Nada bertanya seperti itu. Semua mata tertuju kearah Miska, sedangkan David hanya bisa senyum-senyum sendiri. Dia juga tidak menyangka jika Nada akan menanyakan secara langsung kepada Miska.


Rendi yang duduk di samping pak Widjaya nampak menundukkan kepalanya karena malu. Gara-gara mereka yang telat bangun jadi heboh dan malu. Wajar sih namanya juga pengantin baru.


" Kak David !! Ada-ada saja sih bicaranya? Nada itu masih kecil."Seru Miska kesal.


" Papa tidak bicara sama Nada kok Aunty, tapi tadi papa bicara sama mama terus Nada yang lagi main sama adek Sultan dengar. Jadi jangan marah sama papa ya. Mana adik bayinya, sudah jadi belum Aunty?."Tanya Nada sambil nyengir kuda.


" Ohhh adik bayinya belum dibuat sayang, tadi malam Om Rendi sama Aunty tidak buat adik bayi. Sudah ya, sekarang Nada jangan bahas soal adik bayi lagi. Lebih baik Nada main sama adek Sultan, kasihan tuh adek nya cuma di pangkuan nenek saja."Seru Miska sambil menunjuk Sultan yang ada dalam pangkuan ibu Karti.


Miska melirik tajam kearah David sambil menggerutu kesal. David langsung mengalihkan pandangan kearah lain dan pura-pura tidak mendengar gerutuan Miska.


Waktupun sudah semakin siang, keluarga besar pulang ke kediamannya masing- masing. Tinggal Miska dan Rendi saja yang masih setia menginap di hotel. Baru besok siang mereka akan pulang, pulang kerumah Rendi. Rumah yang sudah dibeli Rendi untuk ditempati bersama Miska.


Sementara itu, hari ini Bella membawa mamanya tinggal di luar negeri untuk sementara waktu sembari pengobatan kejiwaan Leni. Untuk usaha Leni di percayakan kepada orang kepercayaannya.


" Mama ini sehat, Bella. Untuk apa kamu membawa mama berobat keluar negeri?."Tanya Leni.


Leni memang terlihat biasa saja dan beraktifitaspun seperti biasa. Tapi terkadang dia masih sering melamun dan bicara sendiri. Tahu-tahu menangis sambil bergumam yang tidak jelas. Sehingga Bella sengaja membawa Leni ke luar negeri agar bisa melupakan masalahnya dan juga untuk berobat.


" Tapi besok lusa Vito mau menikah, mama ingin datang Bella. Siapa tahu Vito membatalkan pernikahannya, dan mau sama mama." Seru Leni yang masih tetap ingat dengan hari pernikahan Vito.


" Ma, tolong jangan buat Bella marah. Kita ini sudah di bandara, jadi tidak bisa kita cancel lagi tiketnya. Lagipula kalau mama datang ke pernikahan Vito, mama bisa kuat? Ma, sudahlah jangan lagi berharap sama Vito. Dia itu sudah mendapatkan wanita yang lebih baik dari kita. Jujur Bella juga sedih, makanya Bella tidak mau datang ke pernikahan Vito."Ucap Bella kesal dengan mamanya.


Leni langsung terdiam, matanya berkaca-kaca. Dia sadar jika selama ini dia juga sudah egois, tidak mau mengerti dengan perasaan Bella. Padahal Bella sangat-sangat mencintai Vito.


Bella dan Leni pun akhirnya meninggalkan bandara, pesawat sudah mengudara di angkasa. Baik Bella maupun Leni terbang dengan membawa kesedihannya masing-masing. Dua wanita mencintai 1 pria yang sama, dan yang anehnya wanita itu Ibu dan Anak.


******

__ADS_1


Sah


Sah


Kata sah sudah menggema di ruang tamu rumah Rindi. Yang artinya saat ini Rindi dan Vito sudah sah menjadi sepasang suami istri. Nia dan Ibu Rindi mengandeng Rindi keluar menuju tempat ijab qabul.


" Jangan gerogi, ijab qabulnya sudah selesai tinggal tanda tangan berkas saja setelah itu beres."Ucap Nia sedikit berbisik di telinga Rindi.


Berta juga ikut datang, dia ikug berjalan di belakang Rindi bersebelahan dengan ibu Karti.


" Iya Nia. "Jawab Rindi singkat dan yakin.


Rindi dan Vito sudah duduk bersebelahan, mereka menandatangani berkas-berkas yang diberikan pak penghulu secara bergantian. Setelah menandatangani berkas, Rindi dan Vito saling menyematkan cincin nikah di jari.


Acara akad nikah hanya dihadiri oleh keluarga besar dan beberapa tetangga saja. Sebab Rindi mau acara ini berjalan secara hikmah. Untuk teman hanya ada Nia dan Berta, selebihnya di undang saat resepsi nanti malam.


" Kalian berdua sudah sah menjadi sepasang suami istri."Ucap pak penghulu sambil memberikan kedua buku nikah mereka.


" Alhamdulillah, terima kasih pak."Ucap Vito.


Acara pun berlanjut, kini semua sedang menikmati hidangan yang sudah tersedia. Berta dan Nia mendekati sepasang pengantin untuk memberikan selamat.


" Akhirnya teman-temanku sudah pada sold out. Terus aku nya kapan?."Seru Berta menangis bahagia.


" Berta."Seru Rindi memeluk sang sahabat.


" Jangan menangis, nanti kalau sudah saat nya kamu juga pasti akan segera sold out. Bukannya di luar negeri banyak bule ganteng?."Seru Nia sambil mengusap punggung Berta.


" Aku tidak mau bule. Aku suka yang produk dalam negeri saja. Selamat Rindi dan Vito, kalian sudah menjadi sepasang suami istri. Jodoh itu unik ya, dulu Vito pacaran sama Nia. Ehh sekarang jadi suami Rindi, jodoh memang rahasia sang pencipta. Semoga setelah ini jodohku juga di dekatkan."Ucap Berta penuh harap.


Aamiin

__ADS_1


Nia dan Rindi mengaminkan ucapan Berta secara bersamaan.


**************


__ADS_2