Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Cincin pernikahan


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Dua hari berlalu dari kejadian di hotel tempo hari, kini Vito sedang ditempat kerjanya. Vito melihat iklan yang baru saja diterbitkan, namun seketika dia kaget dan syok sebab wanita yang menjadi model itu mirip sekali dengan Nia.


" Nia ? Iya wanita ini pasti Nia dia sangat mirip sekali hanya saja ini dipoles jadi lebih canti. Tapi aku yakin ini Nia, sejak kapan Nia menjadi model ? Tapi Nia itukan bekerja di rumah sakit milik keluarga Widjaya? Siapapun yang terikat kerjasama dengan pihak keluarga Widjaya tidak bisa begitu mudah untuk bekerja di luar, terlebih Nia adalah seorang dokter. Tetapi bukannya perusahaan ini juga punya keluarga Widjaya, jadi sah-sah saja Nia bekerja sebagai model di perusahaan ini." Ucap Vito pada dirinya sendiri.


Vito terus bermonolog pada dirinya sendiri, sembari terus menonton iklan produk yang kembali diluncurkan hari ini. Vito sangat yakin jika wanita yang menjadi model adalah Nia, sang mantan kekasihnya.


" Aku coba tanya pihak yang mengurus iklan ini. Jika dia benar Nia ada kemungkinan untuk projek selanjutnya Nia akan dipakai lagi. Dan aku bisa ada waktu untuk mendekati Nia lagi." Ucap Vito pada dirinya sendiri.


Vito segera menghubungi pihak yang membuat iklan, dia memintanya untuk datang keruangannya. Vito sangat penasaran kenapa Nia bisa menjadi seorang model, apalagi model di perusahaan Widjaya Group. Setelah menunggu beberapa menit orang yang Vito tunggu - tunggu akhirnya datang juga keruangannya.


" Maaf, Pak Vito memanggil saya ada apa?". Tanya Pak Handoko.


" Emm.. Begini pak ? Saya sudah melihat iklan yang baru saja diluncurkan hari ini, nah yang ingin saya tanyakan kenapa dalam laporan keuangan ini tidak ada biaya pembayaran untuk sang model?." Tanya Vito pintar sekali mencari celah untuk mencari tahu soal model yang dia yakini adalah Nia.


Sebenarnya Vito juga heran, dia sebagai menejer keuangan sama sekali tidak melihat adanya laporan untuk pembayaran model yang mereka pakai.


" Maaf pak kalau urusan itu saya tidak tahu dan urusan keuangan itukan bukan bagian saya. Ada devisi keuangan dan bapak menejernya. Urusan saya menangani soal iklan dan promosinya." Jawab pak Handoko.


" Iya saya tahu. Emm.. Kalian dapat model itu darimana? Dan siapa nama model itu ?." Tanya Vito ingin segera tahu jika itu adalah Nia.


" Maaf pak Vito, untuk model kali ini saya tidak tahu menahu. Sepertinya model itu langsung dari Tuan David, soalnya selama proses pembuatan iklan kemarin Tuan David ada disana. Apa masih ada lagi yang ingin anda tanyakan? Kalau tidak saya ingin kembali keruangan saya." Ucap pak Handoko.


Merasa sudah tidak ada lagi yang ditanyakan Vito meminta pak Handoko untuk segera keluar dan kembali keruangannya.


" Tuan David ? Kenapa Tuan David bisa memilih Nia menjadi modelnya? Atau terjadi sesuatu dengan mereka. Hemm ini harus aku cari tahu, sepertinya ada yang terjadi antara Nia dan Tuan David. Nia harus hati - hati jangan sampai di permainkan oleh Tuan David ? Tapi bukannya pekerjaan Nia selain menjadi dokter juga menjadi pemain para pria hidung belang ? Tapi tidak ada salahnya aku cari tahu dulu tentang Nia dan Tuan David." Ucap Vito terus bermonolog sendiri.


Vito berniat sepulangnya dari kantor ingin kerumah Nia. Kini dia melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda, karena dia sibuk memikirkan Nia. Nia masih merajai fikiran Vito, bagaimana jadinya jika dia sudah menikah dengan Bella dan masih saja memikirkan dan mencintai Nia.

__ADS_1


Sementara itu saat ini David dan Nia sedang ada di toko perhiasan. Mereka datang untuk mencari cincin pernikahan, sebenarnya Nia tidak mau ikut dan menyerahkan semuanya kepada David. Namun termyata David marah dan tetap mengajak Nia untuk ikut membeli cincin pernikahan.


" Kenapa kamu pakai masker terus ? Ini sudah di dalam toko, lepas saja masker kamu." Seru David yang kesal sebab Nia sedari tadi memakao masker dan tidak mau melepaskannya.


" Tapi aku tidak mau orang-orang tahu siapa aku, Tuan." Jawab Nia tetap menolak untuk membuka maskernya.


" Buka masker kamu atau kamu aku cium disini!." Seru David mengancam.


Nia langsung menelan salivanya sendiri, tidak menyangka David akan semesum itu. Akhirnya dengan terpaksa Nia membuka maskernya. David merasa puas sebab Nia sudah menuruti permintaanya.


" Maaf Tuan, ini koleksi terbaru kami. Jika Tuan mau pesan sesuai keinginan juga bisa." Ucap sang menejer toko perhiasan dengan takut - takut.


Menejer toko itu hanya takut mendapat amukan dari David, salah sedikit saja David pasti akan memarahinya.


" Kamu pilih mau yang mana." Seru David melirik Nia dengan tajam.


* Katanya cinta ? Tapi kenapa sekasar ini kalau bicara?.* Gumam Nia dalam batinnya.


" Jangan menggerutu dalam hati." Seru David dengan tegas.


Nia langsung memilih cincin yang untuk pernikahannya dia tidak tahu berapa harga cincin yang saat ini ada dihadapannya. Dia memilih yang menurutnya paling murah dan simpel.


" Silahkan dicoba dulu Nona. Siapa tahu nanti kebesaran atau kekecilan." Ucap karyawan toko dengan ramah dan santun melayani Nia. Sedangkan sang menejer berdiri di sampingnya.


Nia mencoba cincin itu dan ternyata terlalu besar dijarinya. Sehingga sang menejer dan karyawan toko gemetaran, pasti David akan marah sebab cincin yang diinginkan oleh calon istrinya kebesaran.


" Apa tidak ada ukuran lain?." Tanya David dengan suara arogan nya.


" Maaf tuan. Untuk koleksi ini masing - masing baru ada satu pasang saja. Jika tuan berkenan akan kami buatkan sesuai dengan ukuran jari nona. " Ucap menejer Cafe dengan ramah.


" Ok kamu ukur saja jarinya. Tapi karyawan wanitamu saja yang mengukur !! Aku mau cincin itu ada besok siang !!." Seru David dengan tegas.


Haahhh ?


Besok siang ? Menejer toko itu langsung menelan salivanya sendiri. Mana bisa cincin itu dibuat dalam waktu sehari, jikapun pesan paling cepat 3 hari. Menejer itu hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, begitupun dengan sang karyawan nya.

__ADS_1


" Tapi kalau besok siang terlalu cepat Tuan. Bagaimana kalau 3 hari. " Ucap sang menejer.


" Tidak ada penolakan! Tiga hari lagi aku ini akan menikah, seenaknya saja kamu memberikan waktu. Heei cepat kamu ukur jari calon istriku dan untuk ukuranku pasti kalian sudah tahu. Berapa total cincin itu aku bayar lunas sekarang. Cepat !!." Ucap David dengan tegas.


Karyawan toko itu langsung mengukur jari Nia , lalu membuatkan kuitansi pembayaran sepasang cincin yang dipilih oleh Nia. Nia sendiri merasa tidak enak, gara- gara dia karyawan dan menejer toko ketakutan. Mau meminta model lain juga percuma, aura wajah David sudah tidak bersahabat.


" Ini kuitansi pembayarannya Tuan, bisa dibawa saat pengambilan cincinya." Seru karyawan toko dengan ramah dan sopan.


" Serahkan sama calon istriku dan ini kartu untuk membayarnumya." Ucap David menyerahkan black card nya kepada karyawan toko.


Mata Nia membulat melihat jumlah uang yang tertera dalam kuitansi yang saat ini ada di tangannya. Tangannya tiba - tiba gemetar, dia tidak menyangka jika cincin yang dia pilih tadi yang menurutnya paling sederhana ternyata harganya sampai 250 juta.


* Sepasang cincin itu 250 juta.* Gumam Nia dalam batinnya.


Setelah urusan cincin selesai Nia dan David meninggalkab toko perhiasan itu. Sepeningalan David dan Nia, menejer dan karyawan itupun bernafas dengan lega.


" Akhirnya tuan arogan itu pergi juga. Sekarang kita tinggal fikirkan bagaimana caranya cincin itu bisa jadi tepat waktu. Mau beli cincin nikah kok seperti beli gorengan saja." Gerutu sang menejer dengan kesal.


" Maklum boss orang kaya dan berkuasa. Coba boss tadi bicara seperti itu aku yakin toko ini langsung luluh lantah Boss." Ucap sang karyawan toko sambil terkekeh.


" Mulut kamu itu asal kalau bicara. Kalau toko ini luluh lantah kamu mau bekerja dimana?." Seru sang menejer dengan kesal.


Menejer itupun segera menuju ruangannya untuk menghunungi bagian produksi atau pengrajin barang. Untuk memesan cincin pesanan David.


David dan Nia sendiri saat ini sudah sampai di restoran favorite David, dia sengaja mengajak Nia makan siang terlebih dahulu.


" Tuan, Emm setelah menikah nanti aku mau tetap bekerja dirumah sakit. Karena menjadi seorang dokter adalah cita - cita ku dari dulu. Aku minta Tuan tetap mengizinkan aku bekerja ?." Ucap Nia tanpa ada rasa takut.


" Tidak masalah. Urusan rumah bisa diurus ART tugas kamu hanya,mengurus suami dan anak." Jawab David dengan santainya.


" Untuk memasak dan urusan rumah insya Allah aku akan tetap mengerjakannya, Tuan. Sebab itu sudah menjadi tanggung jawabku sebagai seorang istri." Seru Nia dengan yakin dia akan bisa mengerjakan itu semua.


David hanya mengangguk sembari menikmati makanannya. Nia senang masih bisa menjalankan pekerjaan nya sebagai seorang dokter, dan Nia juga berjanji akan menjadi Istri dan Ibu yang baik untuk David dan Nada.


Mata Nia menangkap sosok pria dan wanita yang sangat dia kenali. Bella dan Baskoro memasuki restoran itu juga, Bella merangkul lengan Baskoro dengan sangat mesra tanpa ada jarak lagi diantara mereka berdua.

__ADS_1


* Ayah dan Bella juga ada di restoran ini?. Bella jangan sampai melihat ku, aku tidak mau kebersamaan ku dengan David diketahui oleh Bella. Bella terlihat akrab sekali dengan Ayah, sampai dia memeluknya dengan manja seperti itu. Seandainya Ayah tahu aku juga ingin dipeluk dan dimanja seperti itu.* Gumam Nia dalam batinnya tanpa sadar air matanya sudah keluar dari kelopak matanya.


************


__ADS_2