
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Baju dari butik sudah sampai dirumah David dan MUA yang akan merias Nia juga sudah datang. MUA itupun dipersilahkan masuk kekamar Nia, untuk memulai pekerjaannya. Saat melihat Nia, MUA itu kaget dan syok ternyata orang yang akan dia rias adalah Nia, seorang bintang iklan yang dulu pernah dia mekup.
"Loh ini kan mbak yang pernah jadi bintang iklan itu?." Tanya pria gemulai dengan suara yang dibuat lembah lembut.
"Iya mas. Kita ketemu lagi ya."Jawab Nia sembari mengulas senyum manisnya.
"Waaoowww ini benar-benar luar biasa dan mengagetkan. Ternyata mbak ini istri dari Tuan David, pantas saja waktu itu Tuan David menemani saat pembuatan iklan. Mbak Nia dan Tuan David memang pasangan yang cocok dan serasi."Seru pria gemulai yang selalu minta di panggil Sisil padahal namanya saja Susilo.
"Waktu itu belum jadi suami istri kok mas. Baru juga dua bulan ini saya menjadi istrinya Tuan David."Ucap Nia menjelaskan.
"Ihhhh kok panggilnya mas sih? Aku ini cantik dan seksi loh, panggil aku sisil dong. "Seru pria gemulai itu sembari mengerucutkan bibirnya.
Nia hanya tertawa sembari menutup mulutnya dengan tangannya. Ada-ada saja kelakuan pria yang ada dihadapannya itu, bisa-bisanya dia menganggap dirinya sebagai seorang perempuan. Padahal sudah jelas fisik dan bentuknya saja laki-laki. Namun Nia tidak ambil pusing, dia mengiyakan saja apa yang diucapkan oleh pria bernama Sisil itu.
"Iya maaf, aku lupa. Ya sudah yuk kita mulai mekup nya."Seru Nia.
"Ok Nona cantik. Sekarang aku panggilnya Nona saja ya, kalau aku panggil mbak kok tidak sopan banget. Nanti Tuan David bisa marah kalau aku panggilnya tetap mbak."Seru Sisil dengan tangan yang mulai memegang peralatan mekupnya.
"Iya, bagaimana enaknya kamu saja Sil."Jawab Nia singkat.
Sisil mulai membersihkan wajah Nia, tangan gemulai Sisil sudah mulai mengaplikasikan berbagai merk Mekup terkenal diwajah Nia. Pada dasarnya Nia memang sudah cantik sehingga mekup tipis-tipis dan sedikit saja sudah terlihat sangat cantik. Hanya butuh waktu 30 menit Sisil sudah selesai merias Nia dan menata rambut Nia. Sekarang Nia tinggal memakai gaun yang sudah disiapkan oleh David.
Nia dibantu Asissten Sisil untuk memakai gaunnya, tentunya asissten Sisil seorang wanita asli dan tulen. Jika wanita jadi-jadian mana David mengizinkan, jika untuk merias saja David tidak masalah.
"Wahh Nona cantik banget, mirip seperti artis Nagita Slavina itu loh yang mempunyai dua anak yang tampan-tampan."Ucap Sisil memuji kecantikan Nia.
"Kamu bisa saja, Sil. Terimakasih ya sudah mau merias aku, aku tidak menyangka jika aku akan secantik ini. Ini semua berkat tangan ajaib kamu."Ucap Nia tidak lupa tetap mengucapkan terimakasih kepada Sisil.
"Nona memang sudah cantik, di mekup pasti tambah cantik. Oh iya Non ini sepatu heels dan tasnya, segera nona pakai. Pasti Tuan sudah menunggu, yang pasti Tuan akan terpesona melihat kecantikan Nona. Bahkan pengantinnya saja sepertinya kalah cantik dengan Nona."Seru Sisil kembali memuji kecantikan Nia.
Ehheemm Eheemmm
Tiba-tiba mereka dikagetkan dengan deheman David yang sudah berdiri diambang pintu. Terlalu seriusnya bicara sampai tidak menyadari jika David sudah ada di kamar.
"Berani kamu merayu istriku aku potong belalai kamu !!."Seru David dengan suara baritonnya.
Gleeekkkk
Sisil langsung menelan salivanya, bahkan menelan salivanya sendiri saja terasa sulit.
__ADS_1
"Maaf tuan. Saya hanya memuji Nona saja, Nona sudah selesai saya mekup dan Tuan sudah bisa membawanya."Seru Sisil dengan takut-takut.
"Hemm... Ya susah sana kalian keluar."Seru David.
Sisil dan asisstennya mengangguk lalu keluar dari kamar Nia. Setelah mereka keluar David mendekati Nia dan memandang Nia dari atas sampai bawah.
"Kamu cantik, Sayang. Sekarang kamu buka laci lemari yang nomor dua itu dan kamu pilih perhiasan yang cocok dengan gaun mu. Semua yang ada disana adalah milikmu dan kamu bebas memakinya."Seru David sembari menunjuk kearah lemari besar tempat Accecoris berada.
Nia mengangguk lalu dia segera berjalan mendekati lemari besar itu dan membuka laci no 2 yang besar itu. Mata Nia terbelalak saat mendapati perhiasan berjejer rapi di laci besar itu. Ada sekitar 20 set perhiasan yang pastinya harganya cukup fantastis. Ada berlian dan mas murni, Nia sampai bingung untuk memilihnya.
"Hubby ini semua milikku? Kapan kamu belinya, padahal aku tidak pernah melihat perhiasan ini ada dikamar?."Seru Nia.
"Itu milik mu semua, Sayang. Aku sengaja membelikan untukmu, yang jelas itu semua perhiasan baru. Bukan perhiasan peninggalan almarhum, Hera. Pilihlah mana yang ingin kamu pakai malam ini, itu semua persetnya lengkap ada kalung, gelang, cincin dan anting."Ucap David menjelaskan.
Nia benar-benar teharu dengan apa yang diberikan oleh David. David benar-benar memanjakan dan menjadikan Nia ratu dalam hatinya.
"Emm kalau yang ini bagaimana, Hubby. Ini sepertinya serasi dengan gaun yang aku pakai."Seru Nia sembari mengambil kotak yang berisi 1 set berlian.
"Ok, selera kamu memang bagus. Sini aku bantu pasangkan kalungnya. Yang lainnya bisakan pakai sendiri, setelah ini kita berangkat. Rendi sudah menunggu kita didepan."Seru David.
David mengambil kalung dalam kotak itu dan segera dia pasangkan di leher Nia. Nia sangat bahagia diperlakukan bak Ratu oleh David. Nia lalu memakai cincin dan gelang nya lebih dulu baru setelah David selesai memasangkan kalung, dia memakai antingnya.
"Sudah yuk berangkat."Seru David menggandeng tangan Nia dengan mesra.
Nia dan David menuruni anak tangga, David menggandeng tangan Nia dengan sangat erat seakan takut jika Nia akan lari dan meninggalkannya. Untuk Nada sendiri saat ini ada di rumah oma dan opanya, anak itu kangen dengan ikan-ikan yang ada dirumah sang opa. Padahal Nia tadi sudah merayunya untuk ikut ke pesta tetapi Nada tidak mau.
Sepertinya Nada sudah termakan dengan ucapan Miska, jika tidak boleh sering-sering menganggu waktu berdua mama dan papanya agar dia bisa segera punya adik. Miska memang mulutnya ember juga. Untuk keluarga tante Diana sendiri memang sudah pulang dari tadi siang saat Nia dan David masih sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.
"Iya Hubby."Jawab Nia dengan singkat.
*Haahhhh nasib tidak punya pasangan ya seperti ini. Kapan dulu aku bisa dapat pasangan, pekerjaan saja setiap hari harus aku lembur. Enak banget jadi tuan David.*Gumam Rendi dalam batinnya.
Mobil yang dikendarai Rendi saat ini sudah sampai didepan Hotel Kesuma, kedatangan David langsung disambut oleh panitia. David adalah tamu kehormatan, siapa sih yang tidak mengenal David? Namun yang membuat mereka bertanya-tanya, siapakah wanita yang datang bersama dengan David? Apa itu istri baru dari David?
Mereka semua hanya bisa bertanya-tanya dalam hatinya tanpa berani untuk bertanya secara langsung.
David dan Nia berjalan di red karpet, banyak media yang mengambil gambar David dan Nia. David membiarkan para media itu mengambil gambarnya bersama Nia. Mungkin memang sudah saatnya semua orang tahu siapa istrinya, namun David tidak akan memperkenalkan Nia secara langsung kepada media jika memang Nia tidak memintanya.
"Selamat datang Tuan David. Terimakasih sudah mau datang keacara pernikahan putri saya."Ucap Baskoro menyambut kedatangan Ceo di perusahaan tempatnya bekerja.
Nia langsung terdiam saat Baskoro menyambut kedatangannya. Baskoro terlihat melihat kearah Nia namu dia tidak menyadari jika wanita yang saat ini berada disamping David adalah wanita yang dia hina tempo hari. Sebab malam ini Nia tampil sangat berbeda dari hari-hari biasanya. Namun Baskoro merasa seperti pernah melihat Nia.
"Hemmm."Jawab David singkat dan hanya berdehem saja.
"Apa Nona ini istri tuan, David?."Tanya Baskoro ingin segera tahu.
"Iya."Jawab David dengan singkat.
__ADS_1
Nia merasa tidak nyaman dengan pandangan Baskoro, yang terus memandang kearahnya. David melihat itu sangat geram, bisa-bisanya Baskoro memandang istrinya dengan menelisik seperti itu.
"Jaga pandanga mu ! Jangan sampai bola matamu itu aku lepas!."Seru David dengan kesal.
"Maaf tuan, David. Saya tidak bermaksud lancang memandang istri tuan. Akan tetapi aku merasa pernah melihat istri tuan, tapi lupa dimana."Ucap Baskoro bicara jujur.
"Papa, mama cariin tidak tahunya ada disini."Ucap Leni, istri Baskoro yang tiba-tiba datang menghampiri Baskoro.
Leni mengangguk hormat saat mengetahui orang yang sedang diajak bicara suaminya adalah David dan wanita yang bersama David, dia menyakini itu pasti istri David. Sebab kabar pernikahan David sudah terdengar dikalangan masyarakat.
"Selamat datang Tuan dan Nona. Dan selamat menikmati pestanya."Seru Leni menyapa David dan Nia.
"Terimakasih bu."Jawab Nia dengan senyum ramahnya.
David pun mengajak Nia untuk menemui para klien bisnisnya yang lain, yang juga ada di pesta pernikahan Vito dan Bella. Sampai detik ini Vito dan Bella tidak menyadari jika Nia sudah ada di tengah-tengah pestanya.
" Kira-kira mantan pacar kamu itu berani datang ke pesta ini atau tidak ya sayang?."Tanya Bella dengan wajah serius.
"Aku tidak tahu, Bella. Sudahlah jangan meributkan atau membahas hal yang membuat aku tidak nyama."Jawab Vito dengan kesal.
"Padahal aku cuma bertanya saja, kenapa kamu malah sewot begitu."Seru Bella dengan kesal.
Vito tidak mau menanggapi perkataan Bella, dia sebenarnya juga mengharapkan Nia bisa datang kepestanya malam ini. Vito ingin melihat bagaimana reaksi wajah Nia saat melihatnya bersanding dengan Bella.
"Hubby aku kesana sebentar ya, mau ambil minum, aku sangat haus."Seru Nia menunjuk kearah meja tempat minuman tersusun dengan rapi.
"Tinggal tunggu pelayan mengantarkan saja sayang, jadi tidak perlu kamu repot-repot kesana."Seru David.
"Sudah tidak apa-apa, Hubby. Aku juga mau duduk disana ya, sepertinya disana tidak terlalu ramai. Disini aku hanya diam saja, tidak tahu apa yang kalian bahas. Sekalian aku mau ke toilet. "Ucap Nia tetap pada keinginannya, Nia bicarapun berbisik di telinga David.
"Baiklah. Tapi jangan jauh-jauh ya."Seru David akhirnya mengizinkan Nia.
Nia tersenyum sembari mengangguk, dengan senang dia segera menuju meja dimana minuman dan makanan tersusun dengan rapi.
"Kamu awasi dia."Seru David sembari melirik kearah Rendi yang duduk di samping kirinya.
"Baik tuan."Jawab Rendi.
Nia mengambil segelas orange jus dan meminumnya sambil duduk dikursi yang tidak jauh dari tempatnya mengambil minum.
"Husss... Itu bukannya wanita yang ada di foto ?." Seru Mona sembari menunjuk kearah Nia yang duduk sendirian.
"Betul itu wanita yang dimsksud, Bella."Jawab Serli mengiyakan.
"Hemmm akhirnya dia datang juga, sepertinya dia datang sendirian. Akan lebih mudah untuk kita mempermalukan dia, lihat saja malam ini akan menjadi malam yang paling berkesan untuknya."Ucap Amel dengan senyum sinisnya.
Nia meletakkan gelas nya yang sudah kosong lalu dia berjalan menuju toilet wanita. Melihat Nia yang sedang menuju toilet, membuat ke tiga teman Bella mengikutinya dan akan mulai melakukan rencana mereka untuk mempermalukan Nia.
__ADS_1
"Jangan sampai gagal Guys !!."Seru Mona.
**********(