
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Sudah seminggu ini Nia sama sekali tidak mengetahui kabar Vito. Bahkan nomor ponsel Nia juga di blokir oleh Vito, sepertinya Vito benar - benar ingin melupakan dan menjauhi Nia. Nia menerima segala keputusan Vito jikapun untuk mempertahankannya juga tidak mungkin, seban keluarga Vito sendiri tidak menyetujui hubungan mereka dan keputusan untuk mengakhiri hubungan juga atas kemauan Nia sebelum peristiwa itu terjadi.
Nia menjani hari - harinya dengan menjadi seorang dokter umum dirumah sakit dan siang hari dia harus menjadi doktet untuk anak sang pemilik rumah sakit. Tubuh Nia sebenarnya sangat lelah menjalani dua pekerjaan itu. Padahal Nada tidak sakit tetapi Nia setiap hari harus datang juga kerumah itu.
" Hari ini ada berapa pasien mbak?" Tanya Nia kepada Kesa.
" Seperti biasa hanya 12 sampai 15 pasien saja." Jawab Kesa.
" Hhhuuuhhh.... Aku lelah mbak. Aku sangat lelah dengan kegiatanku ini. Aku ini seorang dokter kenapa aku juga seperti pengasuh? Yang namanya dokter pribadi tidak harus datang setiap hari bahkan setiap hari liburpun aku harus datang. Mau protes juga karier ku yang menjadi taruhannya, aku harus bagaimana mbak?" Tanya Nia mengeluarkan keluh kesahnya kepada Kesa.
Kesa juga kasihan dengan Nia, semenjak Nia menjadi dokter pribadi anak pemilik rumah sakit. Nia terlihat sering kelelahan, tapi harus bagaimana lagi sang pemilik rumah sakit yang Arogan itu tidak bisa dibantah.
" Coba kamu bicara sama dokter Irawan, minta beliau untuk membantu kamu bicara sama Tuan David." Ucap Kesa.
" Sudah mbak , aku disuruh berhenti praktek dan menjadi dokter pribadi anaknya saja." Ucap Nia lagi.
" Sabar saja ya Nia semoga Tuan David nanti terbuka hatinya. Sekarang kita mulai praktek nya ya, aku panggil pasien pertama." Seru Kesa.
Nia hanya menganggukkan kepalanya saja, dan seketika Nia merubah raut wajahnya. Yang tadinya murung kini sudah berubah ceria dengan senyum manis terukir dibibirnya. Sebagai seorang dokter seberat apapun masalahnya harus tetap ramah dan tersenyum kepada pasiennya.
Hari ini Nia memutuskan untuk tidak datang kerumah David, setelah praktek Nia ingin pulang dan beristirahat saja sebab tubuhnya benar - benar lelah dan butuh istirahat. Apalagi seminggu ini dia pulang dari rumah David selalu jam 9 malam disaat Nada sudah tidur.
Benar saja, setelah jam prakteknya habis Nia langsung memesan taksi online untuk mengantarnya pulang. Dia sengaja tidak bilang dengan David. Jika bilang pasti tidak akan diizinkan.
Saat di kantornya David mendapat kabar dari sopir yang dia tugaskan mengantar jemput Nia. Sang sopir mengatakan jika Nia tidak ada dirumah sakit dan jam prakteknya juga sudah habis.
__ADS_1
" Kurangajar !! Kemana perginya wanita sialan itu. Apa dia sengaja tidak mau datang kerumah ku lagi. Lihat saja jika sampai dia tidak datang dan Nada rewel aku pastikan hari ini juga karier dokternya akan hancur." Seru David sambil mengepalkan kedua tangannya.
David mengambil ponselnya dan menghubungi mamanya untuk mengetahui keadaan Nada.
[ Hallo David ! Tumben telepon mama ada apa?] Tanya Karmila.
[ Apa dokter itu sudah datang ?] Tanya David .
[ Sepertinya hari ini Nia tidak datang. Biarkan saja David, Nia pasti juga lelah dan dia butuh istirahat. Nada juga tidak menangis kok, dia bisa bermain seperti biasanya. Kalau menurut mama sih Nia tidak perlu datang setiap hari. Datang dua kali seminggu saja sudah cukup David.]
[ Terserah ]
Klik...
David langsung mematikan sambungan teleponnya tanpa menunggu jawaban dari Mamanya terlebih dahulu. Dia seperti tidak rela jika Nia datang hanya seminggu dua kali saja kerumahnya.
* Kenapa aku ingin melihat wanita miskin itu setiap hari. Padahal aku sangat membencinya.* Gumam David dalam hatinya.
Tok Tok Tok
" Masuk " Seru David dengan suara dinginnya.
Masuklah Vito dengan membawa laporan keuangan yang diminta oleh David. Saat Vito masuk keruangannya, David merasa pernah melihat Vito tetapi dia lupa dimana. Meskipun sudah lama Vito bekerja diperusahaan David tetapi saat bertemu diluar kantor David seakan tidak perduli dan tidak mengenal Vito.
* Pria ini sepertinya tidak asing, aku pernah melihatnya. Ahhhh... Bukannya dia memang sudah lama bekerja disini sudah pasti aku sering melihatnya* Gumam David dalam batinnya.
" Ini laporan keuangan yang anda minta Tuan David." Seru Vito memberikan map yang berwarna kuning.
" Hheeemmmm...." Jawab Vito hanya berdehem saja.
Vito mengambil map itu dan memeriksanya tanpa mempersilahkan Vito untuk duduk. Cukup lama Vito berdiri dan menunggu David memeriksa laporan keuangan yang dibuat oleh Vito. Diperusahaan David, Vito bekerja sebagai menejer keuangan yang cukup smart dan cerdas.
" Oke laporan ini bagus. Kerja kamu memang bagus, sekarang kamu boleh keluar. Dan segera lanjutkan pekerjaanmu." Seru David bicara tanpa melihat kearah Vito.
__ADS_1
* Sombong banget sih ni orang,coba kalau bicara itu lihat dulu kearah orang yang diajak bicara. Jangan mentang - mentang Boss bisa seenaknya begini. * Gumam Vito dalam hatinya.
Braaakkk...
David menggebrak meja karena melihat Vito yang justru hanya diam saja. David paling tidak suka dengan karyawan yang melamun disaat bekerja, menurut David itu buang - buang waktu saja.
" Kamu dengar tidak aku bilang apa ? " Seru David marah.
" Ahh... Iya Tuan maaf. Saya akan keluar sekarang juga sekali lagi maaf."Seru Vito sambil mengatupkan dua tangannya.
" Saya paling tidak suka dengan orang yang melamun disaat jam kerja. Apa mau gaji kamu aku potong ? Haahhh...!" Bentak David dengan lantang.
Hanya masalah sepele bisa jadi masalah rumit jika berhadapan dengan David. Vito membungkukkan tubuhnya lalu secepat kilat dia keluar dari ruangan boss arogan itu.
" Sial. Beruntung aku tidak punya riwayat penyakit jantung. " Ucap Vito menggerutu sembari berjalan menuju ruangannya.
********
" Nia kok kamu tumben siang begini pulang nak ? " Tanya ibu Karti heran karena biasanya Nia akan pulang lewat jam 9 malam bahkan sampai jam 10 malam.
Nia hanya mengulas senyum manisnya, dia tidak mau memberitahu ibunya jika dia sedang tidak enak badan. Dia beralasan jika hari ini habis gajihan dan dia izin tidak kerumah Tuan David.
" Hari ini Nia terima gaji pertama Nia sebagai dokter Bu. Dan Nia izin tidak kerumah Tuan David, ini gaji pertama Nia. Semua Nia serahkan untuk ibu, ibu silahkan gunakan untuk membeli apa saja yang ibu mau." Ucap Nia sembari meletakkan yang lembaran merah yang baru saja dia tarik di mesin ATM.
" Masya Allah banyak banget Nia? Ibu tidak mau beli apa - apa Nia, kamu simpan saja uang ini untuk kebutuhan kamu. Atau kamu mau beli baju baru dan sepatu baru. Ibu masih punya yang kok Nia, jadi untuk makan bisa pakai uang ibu saja." Ucap Ibu Karti dengan mata berkaca - kaca.
Dia sangat bahagia karena kini Nia sudah bekerja dan menjadi dokter seperti cita -citanya sejak kecil. Dan sekarang gaji pertamanya sebagai dokter sudah dia terima.
" Tidak bu. Gaji pertama Nia untuk ibu semua. Nanti Nia dapat juga gaji dari Tuan David, jadi yang ini semua untuk ibu. Terserah ibu mau beli apapun Nia tidak akan melarangnya." Ucap Nia lalu memeluk sang ibu dengan erat.
" Terimakasih Nia. Ibu benar - benar bangga sama kamu, teruslah jadi dokter yang ramah dan rendah hati ya nak." Ucap ibu Karti.
" Iya bu." Jawab Nia penuh haru.
__ADS_1
Nia masih saja memeluk tubuh kurus ibunya, dan Nia baru menyadari jika sekarang ibunya semakin kurus. Nia semakin bersalah seban ibunya kebutuhan gizinya selama ini sering terabaikan.
*********