
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Kelly datang ke rumah David disaat jam makan siang. David ada di kantor dan Nia ada di rumah sakit. Kelly memang masih bekerja di perusahaan Widjaya group, namun dia bekerja sesuka hatinya. Dia memakai status keluarga sebagai tamengnya sehingga ada beberapa karyawan yang memang segan untuk menegur Kelly. Akan tetapi ada juga karyawan yang berani dan tidak peduli dengan status sepupu Kelly dan David.
Saat Kelly datang hanya ada para pekerja saja dirumah termasuk mbok Jum. Nada sedang tidur siang dengan ditemani mbak Nur dikamarnya. Kelly datang tanpa permisi terlebih dahulu, dia masuk kerumah begitu saja.
"Mbok Jum !! Hai mbok Jum !! Buatkan aku minuman yang segar dan siapkan makan siang untukku."Teriak Kelly dengan bersedekap tangan dan berdiri diruang keluarga.
Mbok Jum dan pembantu yang lainnya sedang istirahat di teras belakang pun kaget saat mendengar teriakan seorang wanita. Mbok Jum hafal betul sang pemilik suara rombeng itu, siapa lagi kalau bukan Kelly si biang rusuh dan pembuat onar.
"Huuhh biang rusuh datang Sum."Seru mbok Jum.
"Siapa sih mbok?." Tanya Sumirah ingin tahu siapa wanita yang datang.
"Helleh siapa lagi kalau bukan si menor, Kelly. Mau apa sih dia,coba kamu temui dia. Aku malas Sum."Seru mbok Jum malah meminta Sumirah untuk menenui Kelly.
"Iya mbok."Jawab Sumirah dengan singkat .
Sumirah bergegas menghampiri Kelly agar tidak semakin berteriak-teriak.
"Non Kelly."Seru Sumiran.
"Kenapa kamu yang datang? Mana mbok Jum?."Tanya Kelly dengan sombong.
"Mbok Jum sibuk di belakang."Jawab Sumiran.
"Halah tidak penting. Sekarang cepat siapkan makanan dan minuman segar untukku. Dan jangan lupa makanannya harus yang enak, nanti antar ke kamar tamu. Sebab aku mau masuk kamar tamu untuk beristirahat, cepat !!."Seru Kelly seenak jidatnya memerintah.
Tanpa menolak, Bik Simirah pun langsung mengangguk dan segera berjalan ke dapur untuk menyiapkan makanan dan minuman yang diminta oleh Kelly. Dan Kelly sendiri berjalan menuju kamar tamu tanpa ada yang menyuruh dia masuk ke kamar tersebut.
"Akhirnya aku bisa istirahat juga, enak juga ya tinggal dirumah mewah ini. Mau makan dan minum saja tinggal perintah."Ucap Kelly sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur.
Tok tok tok
Pintu kamar tamu yang di tempati Kelly di ketuk oleh Bik Sumirah.
"Masuk, lama amat sih cuma nyiapan makanan gitu saja. Cepat letakkan makanannya di atas meja itu, setelah itu kamu keluar dan jangan ganggu aku lagi. Setelah makan aku mau langsung istirahat, nanti saat aku sudah bangun dari tidur kamu bisa mengambil piring kotor dan gelas kotor ini."Seru Kelly begitu sombong memerintah di Sumirah.
"Baik Non."Jawab bik Sumirah dengan singkat.
*Huhh sombong banget sih, padahal juga dia datang kesini cuma sebagai tamu tapi sudah seperti tuan rumah. Nona Nia saja kalau memerintah tidak seketus ini, lihat saja kamu bakalan jadi perawan tua.*Gumam bik Sumirah dengan kesal.
Selesai menyusun makanan di atas meja, bik Sumirah bergegas keluar dari kamar tamu. Dia sudah tidak betah berlama-lama menghadapi Kelly.
"Mana Kelly?." Tanya bik Jum.
"Ada di kamar tamu. Itu orang kalau datang cuma bikin kesal saja ya bik. Main suruh dan asal bentak, itu tadi minta di antarkan makan di kamar tamu lalu minta minuman yang segar. Kalau kasih perintah sudah seperti majikan saja, padahal Non Nia sendiri kalau nyuruh kita tidak sekasar itu. Non Nia selalu di sertai kata tolong terlebih dahulu."Ucap bik Sumirah menggerutu dengan sikap Kelly.
Huuffftttt
Bik Jum yang sudah lebih lama kerja ikut dengan keluarga Widjaya sudah tidak kaget lagi dengan sikap Kelly. Bahkan Bik Jum mempunyai julukan sendiri untuk Kelly, yaitu manusia tukang rusuh dan muka tebal. Sebab setiap kali dia datang ada saja keributan dan wajahnya yang selalu full mek up itu yang membuat bik Jum menyebutnya muka tebal.
Bik Jum dan bik Sumirah melanjutkan istirahatnya. Meskipun tidak istirahat di kamarnya masing-masing, istirahat di belakang rumah sudah membuat mereka nyaman. Angin semilir membuat suasana istirahat mereka semakin nyaman.
Nia memang membuat peraturan, setiap habis dzuhur semua pekerja yang ada di rumah di berikan istirahat. Terserah mereka mau tidur ataupun mau bersantai dengan menonton Televisi. Yang penting mereka tidak melakukan pekerjaan terkecuali jika dirumah memang sedang ada acara.
__ADS_1
"Huuhhh kenyang sekali perutku. Woow berantakan begini aku makannya. Biarkan sajalah nanti juga ada para pembantu yang membersihkan ini semua, lebih baik sekarang aku tidur agar tubuhku lebih rileks. Malam ini aku menginap saja di sini, lagipula ini rumah kak David aku tidak perlu izin terlebih dahulu."Ucap Kelly bermonolog pada dirinya sendiri.
Kelly naik keranjang dengan perut yang benar-benar kenyang. Piring sendok dan bekas dia makan berantakan, bahkan tulang-tulang ayam dan nasi juga bececeran diatas meja. Air minum tumpah juga Kelly tidak peduli dan tidak berniat untuk membersihkannya terlebih dahulu.
Dreeettt Dreettt Dreeett
Baru juga Kelly merebahkan tubuhnya, ponselnya sudah berdering dan suaranya sangat mengganggunya. Tanpa berlama-lama, Kelly segera menganggkat telopon nya.
[Hallo, ma ada apa? Kelly baru saja mau tidur, mama sudah telepon.] Ucap Kelly dengan kesal.
[ Huhh dasar anak durhaka kamu, Kelly !! Mama telepon kamu ketus seperti itu. Mama hanya ingin tanya apa kamu jadi menginap dirumah, David. Dan bagaimana pekerjaan mu? Lancar?.]
[Jadi, ini Kelly sudah ada dirumah kak David dan sudah makan serta baru saja mau tidur. Pekerjaanku lancar, aku bisa keluar kapan saja tanpa ada yang memarahiku. Itu perusahaan milik kak David jadi aku bisa suka-suka dong, ini aku setengah hari saja di kantor dan sekarang sudah pulang kerumah kak David.]
[Bagus, memang kamu anak pintar dan bisa di andalkan. Oh iya kamu harus secepat mungkin menyingkirkan wanita miskin itu dalam hidup David. Dengan begitu kamu bisa menggantikan posisinya.]
[Mama tenang saja. Itu sudah ada dalam rencana Kelly, menurut mama untuk apa Kelly bermalam dirumah ini kalau tidak untuk berusaha menyingkirkan wanita miskin itu. Wanita itu urusan gampang, pokoknya secepatnya aku akan menendang dia keluar.]
[Mama percayakan semuanya sama kamu. Ok mama mau pergi dulu, ada arisan sama teman-teman mama. ]
[Ya.]
Klik
Kelly yang mematikan sambungan teleponnya. Selesai bertelepon dengan mamanya, Kelly juga melanjutkan tidurnya yang tadi sempat tertunda karena telepon dari mamanya. Tanpa menunggu lama, Kelly pun sudah tertidur pulas dan mangarungi alam mimpinya.
**********
Hari sudah sore, Nia yang memang ada di rumah ibu Karti bergegas untuk pulang sebelum David pulang lebih dulu. Nia juga tidak memberitahu David jika siang tadi dia datang kerumah ibunya.
"Apa aku harus cerita dengan David ya soal kedatangan ayah di rumah sakit tadi? Jika aku cerita pasti David akan melakukan sesuatu, tapi jika aku tidak cerita bakal gawat kalau David tahu dari orang lain. Apalagi kejadian tadi di rumah sakit, sudah pasti akan ada yang mengadu dengannya."Ucap Nia bermonolog sendiri dengan tangan fokus dengan setir mobilnya.
Nia memang tidak memberitahu David jika dia ada dirumah ibunya. Tapi Wati, sudah memberitahu David lebih dulu. Bahkan apa saja yang dibicarakan Nia dan ibunya tadi, Wati sudah menyampaikannya kepada David. Wati bukan bermaksud untuk lancang, sebab itu sudah menjadi tugasnya. Menyampaikan kabar berita apa saja yang dia ketahui langsung kepada David.
Mobil Nia melaju cukup cepat, karena memang jalanan masih cukup lenggang sehingga dia bisa mengendarai mobil sedikit ngebut. Jam di pergelangan tangannya sudah menunjukan pukul 4 sore.
Mobil sudah memasuki pintu gerbang yang menjulang tinggi. Nia memarmirkan mobilnya tepat di samping mobil Kelly.
"Ini bukannya mobil Kelly? Apakah dia ada dirumah ini?." Seru Nia pada dirinya sendiri.
Nia segera masuk dan baru saja membuka pintu dia sudah di sambut oleh Nada yang sudah mandi dan terlihat cantik menggemaskan dengan bando kelinci yang menghiasi rambut hitam lurusnya.
"Anak mama sudah mandi?." Seru Nia memeluk dan menciumi Nada.
"Sudah dong ma, ini lagi mau makan buah tapi masih di siapkan oleh mbak Nur."Jawab Nada sambil bergelendotan dalam pelukan Nia.
"Anak pintar. Hemm mama mandi dulu ya, setelah mama mandi nanti kita tunggu papa pulang di teras depan. Nada mau ikut kekamar mama apa menunggu mbak Nur yang sedang kupas buah?."Tanya Nia dengan sabar dab lembut.
"Tunggu mbak Nur saja ma. Nada sudah tidak sabar makan buah melon kesukaan Nada."Jawab Nada antusius.
"Kamu ini memang pintar, semua buah kamu mah suka. Ya sudah mama kekamar dulu ya, Nada tunggu mbak Nur sambil nonton Televisi ya."Seru Nia lagi.
Nada mengangguk, lalu dia ikut berjalan dan dia duduk di karpet ruang Tv. Sedangkan Nia lanjut menaiki anak tangga untuk menuju kamar pribadinya yang memang ada di lantai dua.
Setelah menunggu, mbak Nur datang dengan membawa sepiring buah-buahan yang sudah dia potong-potong. Ada melon dan apel di atas piring.
"Wahh enak nih makan buah segar, aunty mau dong Nada."Seru Kelly yang tiba-tiba datang tanpa permisi main asal ambil buah dipiring.
"Aunty itu punya Nada. Aunty kalau mau ambil sendiri di dapur dan harus kupas sendiri."Ucap Nada tidak suka dengan sikap Kelly yang asal ambil tanpa permisi terlebih dahulu.
"Pelit amat sih sayang. Aunty kan mintanya tidak banyak-banyak loh dikit doang. Kalau begitu sana kamu Nur kupasin buah-buahan untuk ku dan bawa kesini, cepat!!."Seru Kelly menyuruh mbak Nur.
__ADS_1
"Tidak boleh. Mbak Nur menemani Nada disini, kalau aunty mau bisa kupas sendiri."Ucap Nada melarang Kelly memerintah mbak Nur.
Nia yang sedang menuruni anak tangga pun kesal dengan sikap Kelly yang semaunya dan semena-mena itu. Apalagi pakaian yang dia kenakan sama sekali tidak sopan, Kelly hanya memakai celana pendek setengah paha dan kaos yang sangat ketat sehingga memperlihatkan lekuk tubuhnya. Bahkan kaos itupun hanya sampai batas pusar.
"Ada apa ini?."Tanya Nia.
"Ehh kak Nia. Iniloh aku cuma minta buahnya Nada saja tidak di kasih. Terus aku minta Nur untuk mengupas kan buah Nada juga tidak membolehkan. Kalau aku kupas sendiri nanti kuku-kuku aku rusak dan pasti patah, sayang dong perawatannya mahal."Ucap Kelly dengan sombong.
" Kalau kamu tidak mau mengupasnya sendiri ya sudah tidak usah makan buah. Mau makan buah saja repot amat."Jawab Nia dengan kesal.
Kelly terlihat mendengus dengan kesal, dia tidak menyukai apa yang barusan Nia katakan. Dengan Nia nya dia juga tidak suka, Kelly melirik sinis Nia yang saat ini sudah duduk di sofa dengan tatapannya tetap kearahnya.
" Apa kamu tidak ada pakaian yang lebih sopan dari itu? Pakaian kamu itu tidak sopan kamu kenakan di rumah orang seperti ini. Terlebih di rumah ini ada seorang laki-laki, jangan kamu berpakaian seperti itu jika kamu masih ingin di rumah ini. Lagi pula kenapa kamu datang ke rumah ini tanpa permisi kepadaku terlebih dahulu."Seru Nia terlihat sekali tidak suka dengan pakaian yang dikenakan oleh Kelly.
" Memangnya kamu siapa mengatur-atur cara berpakaianku? Dasar kamu saja yang kampungan dam tidak tahu fashion. Aku datang ke rumah ini tidak perlu meminta izin kepadamu lebih dulu. Lagi pula ini bukan rumah kamu, ini rumah kak David. Dan aku sebagai sepupu kak David kapanpun bisa datang ke rumah ini tanpa meminta izin terlebih dahulu."Ucap Kelly seenaknya dia bicara.
Dia anggap apa Nia di rumah itu, Nia adalah nyonya dirumah itu tapi Kelly sama sekali tidak bisa menghargainya. Tidak mau berdebat panjang lebar dengan Kelly, Nia segera mengajak Nada untuk menunggu kepulangan David di teras depan.
"Sayang makan buahnya sudah selesai?."Tanya Nia dengan lembut.
"Sudah ma, ini piringnya sudah kosong. Yuk ma kita tunggu papa di depan, Nada nanti mau minta gendong papa."Ucap Nada dengan antusias ingin menunggu kepulangan David.
"Ok sayang."Ucap Nia singkat.
Nia dan nada berjalan saling beriringan dengan nada menggandeng tangan Nia. Mereka menuju pintu utama dan akan menunggu David di teras depan. Mengetahui jika David akan segera pulang, Kelly pun bergegas menuju kamar untuk memperbaiki penampilannya dengan menambahkan lipstik serta bedak di wajahnya. Setelah itu dia ikut berlari dan menunggu David di teras depan.
" Ihh aunty Kelly kok bibirnya merah sekali sih seperti habis makan daging mentah. Itu juga wajahnya putih banget, padahal aunty Kelly itu wajahnya hitam loh."Seru Nada dengan polosnya.
Mendengar perkataan polos Nada membuat Nia hanya menahan tawanya. Bisa-bisanya Nada mengatakan jika Kelly wajahnya hitam, padahal setiap kali bertemu dengan Kelly dia selalu full mek up.
"Hehh Nada, kamu jangan sembarangan ya kalau bicara. Tante ini cantik dan putih, lihat saja mama kamu dekil dan buluk seperti itu. Seharusnya dia itu dandan yang cantik agar suami betah dirumah, suami pulang kerja lihat yang dekil-dekil begini ya bosan dong. Pasti ujungnya suami cari yang lain lagi."Seru Kelly dengan senyum mengejek Nia.
"Nada tidak boleh seperti itu ya. Memangnya Nada tahu darimana kalau Aunty Kelly wajahnya hitam?."Tanya Nia.
"Dulu waktu Aunty pernah menginap dirumah oma. Saat tidur aunty mukanya tidak putih begitu."Jawab Nada lagi.
Brumm Bruumm Brumm
Belum sempat Kelly menyangkal perkataan Nada tiba-tiba terdengar suara mobil memasuki halaman rumah. Dengan segera Kelly mengalihkan pandangannya kearah mobil yang baru datang. Mobil itu memang punya David dan tentunya David yang datang.
David pulang bersama dengan Asistennya, Rendi. Melihat ada Rendi membuat Kelly mencebikkan bibirnya tanda tidak suka dengan keberadaan Rendi.
"Papa..!!."Seru Nada berteriak sambil mengangkat kedua tangannya pertanda dia meminta gendong David.
Haappp
Kini Nada sudah berada dalam gendongan David. Tas kerja David ada pada Rendi yang berdiri dibelakangnya.
"Hubby."Seru Nia lalu mencium tangan David dengan lembut.
Saat Kelly mengulurkan tangannya dan ingin mencium tangan David, tiba-tiba David memicingkan matanya. Merasa heran kenapa ada Kelly dirumahnya.
"Kenapa kamu ada disini? Jadi tadi kamu pergi dari kantor hanya untuk kerumah ku? Kamu itu niat mau bekerja atau tidak? Kalau memang kamu sudah tidak mau bekerja itu hal yang mudah, kapanpun aku bisa memecatmu."Ucap David tidak suka dengan kehadiran Kelly di rumah.
"Apaan sih kak. Tadi itu aku merasa pusing dan aku memutuskan untuk pulang lebih cepat. Lagipula itu perusahaan kak David, masa iya adik sepupu pulang cepat tidak diizinkan."Seru Kelly dengan bibir dimonyong-monyongkan mungkin dia kira itu bagus.
"Lantas kenapa kamu pulang kerumah ku?."Tanya David lagi.
"Emm Hubby lebih baik kita masuk dulu, terus hubby mandi setelah itu baru kita lanjutkan lagi obrolannya."Seru Nia menghentikan perdebatan David dan Kellya.
David akan selalu menurut apa kata pawangnya. Dia pun masuk ke rumah dan segera menaiki anak tangga untuk menuju kamarnya. Sebelumnya Nada tadi sudah turun dan bermain dengan Mbak Nur. Rendi masuk ke kamar tamu yang biasa dia tempati saat menginap, malam ini David dan Rendi memutuskan lembur di rumah sehingga Rendi pun ikut pulang kerumah David.
__ADS_1
*Huhhh.. Dasar menyebalkan. Dulu kak David tidak seperti itu deh, semua ini pasti gara-gara wanita miskin dan kampungan itu. Dia sudah membawa dampak buruk untuk Kak David. Lihat saja aku akan menyingkirkan wanita itu dari kehidupan kak, David.*Gumam Kelly dalam hati.
***********