
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
David dan Nia baru saja selesai berolah raga malam. Padahal Nia hari ini sangat lelah, karena mengikuti seminar dari pagi sampai sore. Niat malam ingin istirahat cepat, namun ternyata justru di ajak olah raga oleh sang suami. Sebagai seorang istri yang taat, Nia pun tidak menolak permintaan sang suami.
Bagi Nia selagi dia mampu dia akan mengikuti apa kata suami. Sebab apa yang diminta sang suami juga hak dan menjadi kewajiban Nia untuk memberikannya.
"Hubby, aku tidur duluan ya. Maaf aku bukannya tidak mau menemani kamu mengerjakan pekerjaan mu. Akan tetapi aku sangat lelah dan mengantuk sekali, dan besok pagi aku juga harus ikut seminar lagi."Ucap Nia dengan posisi yang sudah berbaring di atas kasurnya.
" Iya istriku sayang, kamu tidur saja. Terima kasih tadi sudah memberikan banyak vitamin untukku. Sekarang kamu boleh tidur dan aku tidak akan mengganggu mu lagi."Ucap David kepada Nia dengan lembut sambil mengusap kepala Nia pelan.
"Iya Hubby."Jawab Nia dengan mata terpejam.
David turun dari ranjang dan menghampiri laptop dan berkas-berkas nya yang ada di atas meja. David ikut Nia ke luar kota bukan hanya sekedar ingin selalu berada didekat Nia. Namun dia juga ada pertemuan bisnis dengan beberapa klien bisnisnya.
"Hemmm banyak juga pekerjaan ku, mana sudah jam 10 malam. Tapi tidak masalah, tadi sudah mendapatkan Vitamin banyak selama 2 jam. Sampai istriku kelelahan."Ucap David bermonolog pada dirinya sendiri.
David sebelum memeriksa pekerjaannya, dia mencoba mengecek email. Ada email masuk yang dikirimkan oleh Rendi sang assistennya.
"Kerja sama dari perusahaan Vito? Aku terima atau aku tolak saja ya? Aku harus bersikap profesional, tidak boleh mencampurkan urusan pribadi dengan pekerjaan. Baiklah aku akan menerima kerja sama ini dan akan meminta Rendi untuk mengurusnya."Ucap David pada dirinya sendiri.
David menghubungi Rendi, hanya satu kali deringan Rendi sudah mengangkat teleponnya.
[Rendi, kamu urus kerja sama dengan perusahaan Vito. ]Ucap David dengan tegas.
__ADS_1
[Baik, Tuan. Besok saya yang akan menemui pimpinan perusahaan HS Company itu. Tuan kapan pulang.?]
[ Aku tunggu kabar selanjutnya. Aku belum tahu, tunggu sampai istriku selesai seminar baru aku akan pulang. Lagi pula aku di sini juga bekerja, bukan hanya main. Kamu urus saja perusahaan ku dan jangan sampai ada yang salah sedikitpun.]
[Iya tuan, maaf... ]
Klik
David pun mematikan sambungan telepon secara sepihak. Memang sudah menjadi kebiasaan David suka mematikan sambungan telepon seperti itu, tanpa tahu jika orang yang sedang dia telepon belum selesai berbicara.
****
Sementara itu saat ini di rumah Baskoro sedang mengadakan makan malam bersama. Bella dan Vito datang ke rumah orang tua Bella, seperti yang diinginkan Leni.
Sebenarnya Vito tadi tidak mau ikut dengan Bella datang ke rumah orang tuanya. Namun karena Leni yang memintanya datang, sehingga Vito merasa tidak enak dan akhirnya dia memutuskan datang ke rumah mertuanya untuk makan malam. Meskipun dia tidak bisa menginap, anggap saja dia memenuhi undangan makan malam dari mama mertuanya.
" Sepertinya tidak bisa, Ma. Vito banyak pekerjaan yang harus segera Vito selesaikan. Besok juga Vito ada pertemuan dengan Tuan David, dan ada berkas kerja sama yang belum Vito selesaikan."Jawab Vito menolak menginap di rumah mertuanya dengan alasan sibuk dengan pekerjaan kantor yang harus segera dia selesaikan.
Mendengar Vito tidak bisa menginap, membuat Baskoro tiba-tiba wajahnya menjadi masam dan murung. Sebab jika Vito tidak bisa menginap, bisa jadi Bella juga tidak akan menginap dan apa yang sudah dia rencanakan tadi akan terbuang sia-sia.
" Vito benar, Ma. Dia memang banyak pekerjaan, jadi Bella saja yang menginap di sini. Kebetulan Bella juga kan sekarang sudah tidak bekerja lagi. Jadi Bella punya banyak waktu untuk menginap di rumah mama."Ucap Bella sembari mengunyah makanannya.
" Oh kamu menghinap. Ya sudah tidak apa-apa, sudah lama juga kamu tidak menginap di rumah mama. Semenjak kamu menikah kan? Sudah hampir dua atau tiga bulan kamu tidak menginap di sini, kamar kamu juga pasti kangen dengan kamu."Ucap Leni dengan senyum penuh arti namun Bella tidak tahu apa makna dari senyuman sama mama.
* Kamu benar istriku, bukan hanya kamar itu saja yang kangen dengan Bella. Akan tetapi aku juga sangat merindukan kebersamaanku bersama Bella di kamar itu. Kamar itu menjadi saksi prrcintaanku dengan Bella selama ini. Bahkan di kamar Itu juga aku berhasil mengambil milik Bella yang selama ini dia jaga.*Gumam Baskoro dalam hati sambil tersenyum dan memainkan mata ke arah Bella.
Tanpa ada yang tahu saat ini Bella dan Baskoro saling melempar senyuman. Bahkan di bawah sana, kaki mereka saling bertautan. Vito sama sekali tidak menyadari apa yang terjadi dengan istrinya. Padahal dia duduk tepat di samping Bella, begitupun dengan Leni. Leni hanya memperhatikan ekspresi wajah Baskoro dan Bella yang menurut Leni memang ada sesuatu yang sengaja mereka sembunyikan.
Acara makan malam pun selesai, Baskoro beserta yang lainnya berkumpul di ruang keluarga sembari menikmati teh dan kopi mereka masing-masing. Baskoro dan Vito terlibat obrolan soal pekerjaan, sedangkan Leni dan Bella terlibat obrolan seputar kehamilan Bella yang sudah masuk usia kehamilan bulan ke dua.
__ADS_1
" Ma, Pa. Sepertinya sudah larut malam, Vito pamit pulang dulu ya, ada pekerjaan yang harus segera Vito selesaikan untuk pertemuan Vito besok pagi."Ucap Vito berpamitan untuk pulang lebih dulu.
" Ini Bella beneran menginap dan kamu pulang?."Tanya Baskoro memastikan jika Bella benar-benar akan menginap dirumahnya.
" Iya Pa, Bella yang menginap. Mungkin besok sore setelah pulang dari kantor Vito akan menjemput Bella."Ucap Vito tanpa melihat ke arah Bella.
* Syukurlah jika Bela menginap di sini aku sudah tidak sabar ingin mengetahui apa yang terjadi antara Bella dan suamiku gue memblene di dalam hati.
"Hati-hati nak Vito."Ucap Leni dengan ramah.
Vito hanya mengangguk sembari tersenyum kearah mama mertuanya. Setelah berpamitan, dia pun langsung keluar dari rumah mertuanya. Mengendarai mobilnya membelah jalanan yang cukup lenggang.
"Sudah jam 10 malam,papa masuk kamar dulu ya ma. Sudah mengantuk dan papa juga agak pusing."Ucap Baskoro beralasan jika dia kurang enak badan agar mereka bisa lebih cepat masuk kamarnya masing-masing.
"Ya sudah papa tidur saja dulu, mama masih ingin mengobrol dulu dengan Bella."Ucap Leni melirik ke arah Bella yang lebih sibuk dengan ponselnya.
"Sudah malam ma, tidak bagus wanita hamil tidur malam-malam. Mama juga besok kan harus bekerja, Bella kamu istirahat saja sana."Seru Baskoro meminta Bella untuk masuk kamar.
"Hemmm..."Jawab Bella hanya berdehem saja tanpa mau membuka suara lagi.
Benar saja, Bella menuruti apa yang diperintahkan oleh papanya. Bella bangkit dan berjalan menuju ke kamarnya tanpa pamit dengan mamanya.
*Terserah kalian saja, lebih cepat lebih baik. Aku sudah tidak sabar ada apa dia antara kalian berdua.* Gumam Leni dalam hatinya.
Leni dan Baskoro pun beranjak dan berjalan masuk kamar mereka. Baskoro langsung naik ke atas ranjang dan memejamkan matanya. Leni juga tidak mau berlama-lama, setelah mencuci muka dia juga naik ke ranjang dan akan berpura-pura untuk tidur.
*******
Besok Up part yang menegangkan. 😘
__ADS_1