
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Dua insan manusia yang saat ini masih sama - sama tergelung dibawah selimut tebal belum juga terbangun dari tidurnya. Padahal jam sudah menunjukan pukul 9 pagi, aktifitas yang mereka lakukan semalam sangat menguras tenaganya. Apalagi itu yang pertama kali bagi Vito namun entah yang keberapa bagi Bella.
Sinar matahari yang masuk melalalui celah jendela mengganggu tidur Vito. Vito pun mulai mengerjapkan matanya, dia melihat sekeliling sudut kamar Veto merasakan kamarnya saat ini begitu asing untuknya.
" Aku ada di mana ini? Ini kamar siapa ?."Tanya Vito pada dirinya sendiri sembari memegangi kepalanya yang masih terasa sakit.
Vito melihat ke arah lantai di sana ada pakaiannya yang berserakan dan juga ada pakaian wanita. Vito langsung melihat di samping tempat dia duduk, ternyata ada seorang wanita yang masih terlelap tidur di bawah selimut tebal.
" Hahh.. apa yang terjadi denganku dan siapa wanita ini? Kenapa kami berdua bisa ada di kamar yang sama."Seru Vito bertanya pada dirinya sendiri.
Vito pun mulai ingat jika kemarin dia sempat datang ke rumah Nia dan mengetahui kabar pernikahan Nia dari Ibu Karti. Lalu Vito mengingat jika dia semalam juga ada di club malam dan saat ini seperti sedang berada di hotel. Vito langsung menyibak selimut dan ternyata dirinya dalam keadaan polos, begitupun wanita yang saat ini ada di sampingnya. Vito memberanikan diri menyibakkan rambut wanita itu yang menutupi wajahnya, dan betapa terkejutnya Vito saat mengetahui wanita itu ternyata Bella.
" Bella !!" Seru Vito dengan kaget.
Merasa tidurnya ada yang mengganggu Bella pun terbangun. Dan dia baru mengingat jika saat ini sedang berada di hotel bersama Vito. Bella langsung terpura-pura sedih agar Vito tidak curiga dengannya.
" Vito kamu sudah bangun. Hikss Hikkss kamu jahat Vito. Kamu semalam telah merenggut apa yang selama ini sudah aku jaga. Kamu benar-benar jahat, padahal aku sudah menolaknya tetapi kamu terus memaksa dan menyerangku secara beringas sambil memanggil-manggil nama perempuan kampungan itu. Kamu menganggap diriku sebagai mantan pacarmu itu kamu jahat Vito, Jahat."Seru Bella memaki Vito sembari terisak agar lebih meyakinkan Vito jika semalam Vito yang sudah memaksanya.
" Kamu jangan gila Bella !! Aku tidak mungkin melakukan itu kepadamu, pasti kamu yang sudah menjebakku!."Ucap Vito tidak percaya apa yang sudah dikatakan oleh Bella.
" Kamu jahat Vito ! Malah menuduh ku menjebak kamu? Kamu semalam itu ada di bar dan mabuk dan kebetulan disana ada temanku yang mengenali kamu. Dan dia menelponku mengatakan kamu mabuk, jadi aku datang untuk menjemput kamu." Ucap Bella beralasan padahal dia sendiri juga ada di club karena ingin party dengan teman - temannya.
__ADS_1
Vito terdiam sesaat, sepertinya dia sedang memikirkan apa yang baru saja dikatakan oleh Bella. Dia memang ingat jika semalam dia ada di club malam dan meminum alkohol, setelah itu dia lupa dengan apa yang sudah terjadi.
" Tapi kenapa kamu justru membawaku kehotel dan bukannya pulang kerumah?." Tanya Vito dengan heran.
" Karena kamu mabuk berat makanya aku bawa kehotel, aku tidak mau kamu pulang dalam keadaan mabuk dan akan mendapat amarah dari tante Hesti." Ucap Bella beralasan.
" Kamu semalam terus meracau memanggil - manggil Nia, sampai kamu pun memaksaku untuk melakukannya dan terus menganggap aku ini Nia. Kamu jahat Vito, ksmu sudah merenggut apa yang aku jaga selama ini. Aku tidak tahu bagaimana jika orang tuaku tahu tentang ini, pasti mereka akan memarahiku. " Ucap Bella terus terisak agar Vito tidak mencirigainya.
Vito meraih tubuh Bella dan membawa dalam pelukannya. Vito mengakui kesalahannya, semalam dia memang sangat sedih saat mengetahui Nia akan menikah sehingga dia lari ke minuman. Dan tanpa dia sadari dia justru menodai Bella.
" Sudah tidak perlu menangis lagi. Aku akan bertanggung jawab,,bukannya memang kita akan segera menikah juga." Ucap Vito mencoba menenangkan Bella.
" Tapi kalau aku hamil kamu harus segera menikahiku jangan tunggu sampai perutku membesar." Ucap Bella dengan yakin jika dirinya pasti akan hamil, sebab mereka melakukan tanpa pengaman.
Vito memeluk Bella sambil mengangguk pasrah, sepertinya memang tidak ada harapan lagi untuk mendapatkan hati Nia. Apalagi memang Nia sudah mau menikah dengan pria lain, yang sampai sekarang Vito tidak tahu siapa pria yang berhasil mendapatkan hati Nia.
Bella mengangguk pelan lalu dia turun dari ranjang dan tanpa malu berjalan menuju kamar mandi tanpa menutup tubuhnya yang polos. Dia sengaja, siapa
* Huhh beruntung semalam aku sudah memesan baju sehingga aku tidak akan lagi memakai baju ku yang terlalu terbuka itu. Dan baju itu juga sudah aku buang, sehingga Vito tidak akan tahu jika aku semalam sengaja datang ke club malam untuk party dengan pakaian seksiku. Kamu memang pintar Bella yang cantik.* Gumam Bella dalam batinnya.
************
Setelah pulang praktek Nia diantar sopir pribadi keluarga Widjaya menuju butik untuk fetting kebaya yang akan dia pakai saat menikah dengan David. Kali ini Nia hanya ditemani oleh Miska, sebab Karmila mama David sibuk dengan persiapan yang lainnya.
" Cocok Kak, tidak terlalu ramai tapi terkesan elegant. Kak Nia pasti nanti cantik banget saat memakai baju ini." Ucap Miska dengan senyum manisnya.
" Kamu bisa aja, Miska." Seru Nia terlihat malu - malu.
Tante Lidia menghampiri Miska dan Nia yang sedang berbincang. Lidia adalah istri dari dokter Irawan dan sekaligus pemilik butik dimana saat ini Nia dan Miska berada.
__ADS_1
" Hallo sayang, kamu apa kabar? Bagaimana kebayanya apakah ada yang kurang?".Tanya Lidia dengan ramah sembari memeluk Miska dan Nia secara bergantian.
" Kabar ku baik tante, sepertinya tidak ada yang kurang kok. Tadi sudah dicoba dan hasilnya pas dan cocok, oh iya tante ini tadi sudah main peluk - peluk saja. Ini Kak Nia calon istrinya duda arogan itu. "Ucap Miska mengenalkan Nia sembari terkekeh.
" Kamu ini, kalau David dengar bisa di amuk kamu. Tanye sih sudah tahu dari suami tante tapi belum kenal secara langsung. Oh iya Nia, kenalkan saya Lidia pemilik butik ini. Sekaligus istri dari Dokter Irawan , pasti kamu kenalkan dengan suami saya. Dia dari dulu yakin jika kamu itu pasti bisa menaklukkan hatinya si duda dingin itu. " Ucap tante Lidia lalu tertawa kecil sambil mengulurkan tangannya.
Nia menyambut uluran tangan Lidia, dia baru tahu jika istri dokter Irawan masih sangat cantik dan dia ternyata pemilik butik tempat dia memesan baju kebaya, lebih tepatnya calon ibu mertuanya yang memesan baju kebaya itu. Nia tinggal datang dan memakainya saja.
" Kalau ada yang kurang bilang saja, biar tante perbaiki. " Ucap Lidia dengan ramah.
" Tidak tante, semuanya sudah pas. " Jawab Nia juga tak kalah ramah.
Cukup lama di butik dan berbincang dengan Lidia, kini waktu sudah semakin sore. Miska dan Nia pamit pulang, Miska kali ini tidak membawa mobil sebab mobil Miska sedang masuk bengkel. Kali ini Miska ikut satu mobil dengan Nia.
" Mau langsung pulang atau mau kemana dulu kak?." Tanya Miska.
" Pulang saja ya, Miska. Soalnya kasihan ibu kalau aku pulangnya kesorean." Ucap Nia memilih segera pulang.
" Ok." Jawab Miska singkat sembari mengacungkan jempol tangan kanannya.
Mobil langsung menuju alamat rumah Nia, sepanjang perjalanan pulang. Nia dan Miska banyak berbincang masalah kuliah, terlebih Miska juga calon dokter yang berkuliah ditempat yang sama dengan Nia waktu dia kuliah dulu.
" Jadi teman - teman kamu tidak ada yang tahu jika kamu itu anak dari pemilik kampus?." Tanya Nia sangat heran.
" Ada, tapi cuma dua teman ku saja yang tahu. Selebihnya tidak ada yang tahu." Ucap Miska jujur.
* Hemm jadi selama ini Miska menyembunyikan siapa dirinya dari teman - temannya. Pantas saja tiap kali keluar dengan Nada dan keluarganya selalu memakai masker, mungkin karena dia tidak mau diketahui identitasnya.* Gumam Nia dalam batinnya.
************
__ADS_1