Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Nada menginap


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Apa peduli kamu kak ? Diantara kita sudah tidak ada hubungan apa - apa lagi jadi aku mau apapun bukan urusanmu dan tidak perlu aku meminta izin kamu lagi." Ucap Nia dengan kesal.


Vito menemui Nia dirumah sakit, tepatnya saat Nia keluar dari rumah sakit. Vito sengaja menunggu di luar rumah sakit sebab dia tahu pasti Nia akan segera pulang.


" Tapi kenapa kamu menjadi model tanpa bayaran? Atau jangan - jangan kamu salah satu wanitanya Tuan David. Dasar wanita murahan, ternyata kamu wanita rendahan. Aku kira kamu sudah berubah. Ternyata targetmu kini Tuan David." Seru Vito mencibir Nia.


Plaak Plaak


Dua tamparan Nia mendarat di pipi Vito, Vito hanya memegang pipinya yang terasa panas bekas tamparan dari Nia. Vito menyesal sudah kembali menghina Nia, Nia terlihat marah bahkan dia sampai mendaratkan tamparannya di pipi Vito.


" Itu belum seberapa dengan luka akibat penghinaan mu Kak. Asal kamu tahu, aku terpaksa mengambil tawaran Tuan David karena aku butuh biaya untuk pengobatan ibu. Ibu mengalami tabrak lari dan ada pendarahan dikepala jadi terpaksa harus dioperas. Dan semua itu tidak sedikig kak biayanya, jadi tolong berhenti menghinaku!!." Sentak Nia dengan kasar.


Nia langsung menghampiri taksi online yang sudah dia pesan, dia lebih memilih segera meninggalkan Vito dari pada berlama-lama berdebat dengan Vito. Jika ada orang David yang melihatnya pasti akan jadi masalah untuk Nia maupun Vito.


Vito terdiam melihat kepergian Nia, sebenarnya dia hanya cemburu sehingga dia melampiaskannya dengan menghina Nia.


" Kamu bodoh Vito ! Kenapa justru kamu kembali menghina Nia." Ucap Vito bermonolog sendiri.


Tanpa Nia dan Vito sadari jika sedari tadi ada orangnya David yang melihat kejadian tadi. Orang yang David suruh untuk mengikuti Nia sudah melaporkan semuanya kepada David apa yang tadi sudah dia lihat. Setelah itu orang itu kembali mengikuti mobil taksi yang membawa Nia, sampai Nia benar - benar sampai rumah.


Sepanjang perjalanan menuju rumahnya, Nia menangisi sikap Vito yang sama sekali tidak mengharginya lagi. Segala hinaan sudah Vito lontarkan kepada Nia, tidak dapat dipungkiri jika Nia ingin sekali membalaskan rasa sakit hati atas penghinaan Vito. Tetapi Nia tidak mau ada dendam di hatinya.


" Sudah sampai mbak." Ucap pak sopir dengan sopan.


Sibuk dengan fikiran dan tangisannya sendiri sampai tidak menyadari jika saat ini dia sudah sampai di depan rumahnya.


" Iya pak. Maaf saya tadi melamun, ini bayaran nya pak." Ucap Nia dengan sopan.


" Iya mbak, terimakasih." Ucap Pak sopir dengan ramah.


Selesai membayar ongkos taksi, Nia turun dan langsung menuju pintu rumahnya.


Sementara itu saat ini David sedang marah sembari mengepalkan kedua tangannya setelah mendapat kabar dari orang suruhannya jika Vito menemui Nia dan berdebat dengan Nia.


" Kurangajar !! Kenapa pria itu menemui Nia ? Apa dia belum bisa move on dari Nia, padahal dia sendiri saat ini sudah mempunyai tunangan. Ini tidak bisa dibiarkan, sekali lagi dia mengganggu calon istriku aku pastikan dia akan menyesal !!."Seru David dengan kesal.

__ADS_1


Siang tadi selepas mereka membeli cincin, David memang mengantarkan Nia ke rumah sakit lagi. Sedangkan David juga kembali keperusahaannya, kini diruangan kerja David hanya ada David seorang diri. Para karyawan juga sudah pulang, hanya ada David dan Rendi yang saat ini juga ada diruangannya.


***********


Dikediaman David


Nada merengek ingin bertemu dengan Nia, sehingga membuat Miska tidak tega melihat keponakannya yang terus merengek. Akhirnya Miska akan mengantarkan Nada kerumah Nia.


" Tapi jangan lama-lama ya, Sayang. Mama Nia itukan mau jadi pengantin jadi dia harus banyak istirahat." Seru Miska dengan lembut.


" Iya aunty, Nada janji tidak lama." Jawab Nada sambil mengangkat jarinya membentuk huruf V.


" Ok, kita berangkat. Pamit dulu sama Oma dan Opa ya." Seru Miska mengajarkan Nada sopan santu dalam keluarga.


Kemanapun dia akan pergi harus tetap pamit kepada Oma dan Opanya terlebih dahulu. Jika ada papanya, juga harus pamit kepada papanya. Setelah mereka berpamitan Miska dan Nada berangkat ke rumah Nia. Miska selalu memakai mobilnya tanpa membawa sopir. Selama di sepanjang perjalanan, Nada terus bercerita tentang Nia. Sepertinya Nada memang sangat rindu dengan Nia, maklum sudah 3 hari dia tidak bertemu dengan Nia.


Jalanan sudah ramai dan lumayan macet, maklum sudah waktunya para pekerja pulang. Setelah menempuh perjalanan yang cukup memakan waktu, mobil Miska berhenti tepat di depan rumah Nia. Rumah terlihat sepi dan pintu rumah pun tertutup. Miska melirik jam yang melingkar di tangan kirinya sudah menunjukkan pukul 5 sore. Pastinya Nia sudah pulang dari rumah sakit dan saat ini ada di dalam rumah.


" Turunnya pelan-pelan ya sayang, awas nanti jatuh a Kalau kamu sampai jatuh dan terluka pasti nanti Aunty yang akan dimarah sama papa kamu."Ucap Miska mengingatkan Nada agar berhati-hati.


" Iya Aunty. Ini Nada hati-hati kok. Kalau nanti Nada tidaj hati-hati dan jatuh pasti Papa juga marah."Ucap Nada sudah paham bagaimana watak papanya.


" Anak pintar. Ya sudah yuk kita jetuk pintunya dulu pasti mama Nia ada di dalam."Seru Miska mengajak Nada mendekati pintu rumah Nia.


" Assalamualaikum nama Nia ini Nada datang."Seru Nada dengan antusias terlihat sekali kegembiraannya saat ingin bertemu dengan Nia.


" Kok nenek sama mama Nia tidak menjawab salamnya kita, Aunty? Apa mereka tidak ada di rumah ya?."Tanya Nada yang kini wajahnya sudah terlihat bersedih, sebab dia menganggap jika rumah Nia dalam keadaan kosong.


" Kita tunggu dulu ya sayang, siapa tahu mama Nia sedang mandi dan nenek juga sedang ada di dapur. Kita coba panggil sekali lagi ya."Ucap Miska dengan lembut.


Tok Tok Tok


" Assalamualaikum." Seru Miska kembali mengetuk pintu dan mengucapkan salam.


" Waalaikumsalam." Seru seorang wanita dari dalam yang Miska kenali itu suara Ibu Karti.


Ceklekkkk


Pintu rumah terbuka dan terlihat ibu Karti menyambut tamunya dengan senyum ramahnya. Nada dan Miska bergantian menyalami dan mencium tangan Ibu Karti. Ibu Karti mengajak kedua tamunya masuk dan duduk dikursi yang sangat terlihat sederhana.


" Ibu apa kabar? Lukanya sudah baikan?." Tanya Miska mulai membuka obrolan.


" Alhamdulillah sudah baikan, cuma ini kakinya masih sakit sedikit. Kalau dipakai jalan masih suka ngilu - ngilu. Mau bertemu Nia ya ?Tunggu ya Nia nya masih sholat azhar, baru spulang dari rumah sakit langsung mandi terus sholat." Seru Ibu Karti dengan ramah.

__ADS_1


" Alhamdulillah, kalau luka dikepala bagaimana bu? Iya ini Nada merengek terus ingin bertemu kak Nia, Bu. " Jawab Miska lagi.


Nada hanya senyum-senyum sembari sesekali melihat kearah kamar Nia. Dia sudah tidak sabar bertemu dengan Nia.


" Oh luka dikepala nya juga sudah mulai mengering, besok sudah boleh dilepas perbannya. Bekas operasinya juga sudah kering." Jawab ibu Karti dengan ramah.


Tiba-tiba pintu kamar Nia terbuka dan Nia keluar menemui kedua tamu yang sedang berkunjung kerumahnya. Melihat Nia datang Nada langsung bangkit dan berlari menghampiri Nia, tidak sungkan - sungkan dia meminta gendong Nia. Nia menggendong Nada sembari menciumi Nada, Nia juga sangat merindukan Nada yang sebentar lagi juga akan menjadi anaknya.


" Nada kok begitu sih ? Turun dong, kasihan mama Nia kalau minta gendong begitu." Seru Miska tidak enak dengan tingkah keponakannya.


" Tidak mau turun, Nada masih kangen sama mama Nia. Aunty ini ganggu saja loh, mama Nia tidak apa - apakan kalau Nada minta gendong?." Seru Nada mulai bermanja - manja dengan Nia.


" Iya sayang tidak apa-apa. Mama Nia juga kangen banget sama Nada. Maaf ya mama belum sempat kerumah Nada, sebab mama masih sibuk banget. Emm kita duduk saja ya, Nada mama pangku." Seru Nia mengajak Nada untuk duduk.


Nada hanya mengangguk patuh dengan apa saja yang dikatakan oleh Nia. Kini Nia sudah duduk di samping Miska sembari memangku Nada yang ingin bermanja - manja dengan nya.


" Ibu tinggal dulu ya." Seru ibu Karti.


" Ibu jangan repot - repot ya? Tidak perlu bikin minum, beneran tidak usah. Miska tidak lama kok, soalnya sudah sore."Ucap Miska, dia tahu jika ibu Karti akan membuatkannya minuman.


" Baiklah. Ya sudah kalian lanjut saja mengobrolnya, ibu tinggal ya." Seru ibu Karti.


Ibu Karti bangkit dan memilih untuk kedapur untuk menyiapkan bahan - bahan yang akan dimasak Nia untuk menu makan malam. Ibu Karti hanya menyiapkan nya saja, sebab Nia melarang untuk memasak.


" Oh iya Miska. Emm besok kamu ada jam kuliah atau tidak?."Tanya Nia sepertinya dia ingin meminta tolong kepada Miska.


" Besok aku ada kuliah, tapi cuma sampai jam 11 siang saja kak. Memangnya ada apa ? Apa ada yang perlu Miska bantu?."Tanya Miska.


" Oh ini, aku mau meminta tolong sama kamu. Tolong ambilkan cincin pernikahan yang tadi kami pesan. Nanti bukti pembayarannya aku kasih sama kamu. Soalnya besok kata Ibu aku sudah tidak boleh keluar-keluar rumah lagi." Seru Nia menjelaskan.


" Oh dipingit nih ceritanya. Lagian kak David ini ada - ada saja sih, cincin pernikahan seharusnya itu sama dia dan dibawa saat datang ketempat mempelai perempuannya. Baiklah nanti biar Miska yang ambil kak. " Ucap Miska kesal dengan kelakuan David.


Nia mengangguk sambil tersenyum, Nada masih bermanja - manja dalam pangkuan Nia. Bahkan saat Miska mengajaknya pulang, Nada tidak mau pulang padahal sudah mau magrib. Miska khawatir David akan memarahinya jika dia pulang tanpa membawa Nada.


" Nada janji ya tidak nakal kalau mau disini?." Seru Miska.


" Iya aunty. Nada mau bobok sama mama Nia." Seru Nada dengan senang.


Nada senang , Nia yang kebingungan. Sebab dia khawati Nada tidak bisa tidur dikasur nya yang kecil dan keras. Mau melarangpun yang pasti Nada akan menangis dan bersedih. Jadi Nia mengiyakan saja saat Nada ingin menginap dirumahnya.


Miska akhirnya berpamitan dan pulang tanpa membawa Nada. Jika David marah masa bodo, biar David sendiri datang menjemput Nada.


***********

__ADS_1


__ADS_2