Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Makan dirumah Nia


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Kenapa kamu tinggal Nada disana, Miska?." Tanya David dengan kesal.


Sebab Miska tidak izin terlebih dahulu dengan David, David memang tidak suka dengan cara Miska yang seenaknya meninggalkan Nada dirumah Nia. Meskipun Nia itu calon istrinya sendiri.


" Maaf kak. Tadi aku itu buru - buru jadi lupa untuk memberitahu kak David. Lagipula Kak Nia juga calon mama barunya Nada kan? Jadi jangan khawatir, kak Nia pasti akan menjaga dan mengurus Nada dengan baik." Ucap Miska membuat David langsung terdiam.


David seolah lupa jika beberapa hari lagi dia akan menikah dengan Nia. Padahal tadi siang baru juga mencari cincin pernikahan, kenapa bisa melupakan soal pernikahannya dengan Nia. David sudah tidak menanyakan lagi soal Nada, kini David meninggalkan Miska dan masuk kekamarnya.


Didalam kamarnya, David kembali merenung. Merenungkan apa yang sudah dia putuskan soal menikah dengan Nia.


* Kenapa dengan diriku? Aku memang mencintai Nia tetapi semakin dekat dengan hari pernikahan kenapa aku ragu? Aku memang yang mengajak Nia menikah bahkan aku juga yang mengatakan perasaan ini terlebih dulu ? Tetapi aku sendiri tidak tahu apakah Nia juga memiliki perasaan yang sama denganku? Sebab dia belum mengakui perasaannya sendiri. Apa jangan - jangan dia terpaksa mau menikah denganku, lantaran aku kaya?.* Gumam David terus bermonolog dengan dirinya sendiri.


Aarrrggghhh....


David berteriak sambil menjambak rambutnya sendiri. Dia tidak tahu apa pilihan menikahi Nia sudah tepat, David seakan ragu dan takut jika Nia seperti wanita diluaran sana yang hanya mengharapkan hartanya saja. David mengambil Foto Hera yang masih dia simpan diatas nakas samping ranjangnya.


" Hera sayang, apa Nia wanita yang tepat untuk menggantikan posisimu? Dari sekian banyak wanita hanya dia yang bisa membuat jantungku berdebar, aku jatuh cinta dengannya. Tapi kenapa tiba - tiba timbul rasa khawatir? Aku khwatir dia hanya mau dengan uangku saja. Hera sayang, maafkan aku sudah mengkhianati cinta kita. Justru aku yang jatuh cinta duluan dengan wanita itu, aku mohon kamu jangan marah ya denganku. Dalam hatiku tetap ada cinta untukmu, Hera." Ucap David sembari memeluk foto mantan istrinya.


David meletakkan kembali foto itu distas nakas, lalu dia keluar kamar. Saat dia keluar kamar tiba - tiba Miska menghampiri dia dan mengajaknya untuk makan malam. Namun David menolak, justru dia pergi begitu saja mengendarai mobilnya tanpa pamit denhan kedua orang tuanya.


" Mau kemana itu David, Miska?." Tanya mamanya.


" Miska tidak tahu ma. Wajah kak David juga seperti pakaian yang selama 2 bulan tidak disetrika. Kusut dan ditekuk - tekuk." Jawab Miska sembari menarik kursi untuk dia duduki.


" Ada apalagi dengan anak itu? Padahal sudah mau menikah, ada saja ulahnya. Jangan sampai dia membatalkan pernikahannya, bisa mama amuk dia kalau sampai pernikahannya gagal. " Seru Karmila dengan kesal.


" Mungkin juga dia kerumah Nia. Cinta tapi gengsi itu anak." Seru pak Widjaya bicara dengan santainya sembari mengunyah makanannya.


Miska juga yakin pastu David pergi kerumah Nia untuk menemui Nada. Alasannya saja menemui Nada tetapi padahal memang dia sendiri yang ingin bertemu Nia. Miska tersenyum sendiri sambil menggelengkan kepalanya saat mengingat kekonyolan kakaknya.


" Kenapa kamu senyum - senyum sendiri, Miska?." Tanya pak Widjaya yang sedaru tadi memperhatikan Miska.


" Tidak Pa. Oh iya Ma, rumah kak Nia mulai di dekor kapan?." Tanya Miska ingin tahu.

__ADS_1


Pernikahan David dan Nia akan dilaksanakan dikediaman Nia. Nia tidak mau dilaksanakan si hotel maupun du rumah David. Pernikahan akan dilaksanakan secara sederhana tanpa adanya wartawan, klien bisnis dan para karyawan Widjaya Group. Pernikahan hanya akan dihadiri oleh kerabat dan keluarga serta beberapa tetangga Nia saja.


Nia tetap mengundang beberapa tetangga nya untuk menyaksikan jika Nia sudah menikah. Sehingga kelak saat David dan dirinya sering mengunjungi ibu Karti tidak adalagi tetangga yang bergunjing buruk tentang Nia.


" Besok. Meskipun pernikahan sederhana mama tetap memilih dekorasi yang elegant. " Ucap Karmila.


" Oh begitu." Ucap Miska sambil mengangguk.


Mereka bertiga melanjutkan acara makan malamnya sampai selesai. Biarpun Miska anak dari orang paling kaya dikota ini, dia tidak pernah malu untuk membantu pelayan membereskan meja makan. Seperti malam ini, selesai makan malam dia ikut membantu membereskan meja makan. Padahal sudah ada dua pelayan yang bertugas didapur tetapi dia tetap ingin membantu.


Pak Widjaya dan istrinya sama sekali tidak melarang Miska, sebab suatu saat nanti jika Miska sudah menikah mau tidak mau dia juga harus bisa mengerjakan pekerjaan rumah. Miska juga tak segan untuk belajar memasak dengan mamanya dan para pelayan dirumahnya.


*********


Tok Tok Tok


David mengetuk pintu rumah Nia dengan pelan, ternyata David memang datang kerumah Nia. Tidak tahu dia merindukan Nia atau merindukan Nada.


Ceklek


Pintu rumah Nada terbuka, dan nampaklah Nia dengan senyum manisnya menyambut kedatangan David. Nia juga tidak menyangka jika David yang akan datang kerumahnya.


* Kenapa senyumnya manis sekali.* Gumam David dalam batinnya.


* Apa-apaan ini? Jadi tadi dia tidak tahu jika aku yang datang ? Lantas kenapa dia tadi senyum semanis itu, bagaimana jika yang datang orang lain atau mantan pacarnya sialan itu.* Gumam David dalam batinnya.


" Apa aku tidak boleh datang kesini? Mana Nada?." Tanya David dengan tegas.


" Nada ada di dalam sedang makan malam, mari masuk Tuan ikut makan malam sekalian. Pasti Tuan belum makan malamkan?." Seru Nia dengan ramah mengajak David makan malam.


Tanpa menolak Davidpun langsung ikut Nia masuk dan ikut menuju dapur. David terperangah saat melihat Nada dan ibu Karti duduk lesehan di sebuah tikar. Di rumah Nia tidak mempunyai meja makan, hanya ada meja kecil dan dua kursi kayu saja yang biasa Nia dan ibunya gunakan. Namun malam ini mereka memilih duduk di lesehan saja sebab kursi tidak cukup.


" Papa... " Seru Nada memanggil David saat dia mengetahui papanya datang.


" Nak David, sini makan malam bersama. Tapi hanya dengan menu sederhana saja." Seru ibu Karti juga mengajak David makan malam.


" Mari tuan. Maaf dirumah tidak ada meja makan jadi kami hanya makan lesehan begini." Seru Nia.


Setelah bicara seperti itu Nia kembali bergabung dengan Nada dan ibunya. Nia duduk di samping Nada, Nada kembali memanggil papanya untuk ikut makan bersama - sama.


" Papa sini matan. Ini Nada makan sayur hijau, enak banget pa. Mama Nia pintal memacaknya jadi Nada mau matan sayur." Seru Nada sembari menunjukan piringnya yang berisi nasi, tumis kangkung dan telor ceplok. Menu yang sangat - sangat sederhana tapi mampu membuat Nada mau makan sayur.

__ADS_1


* Sejak kapan Nada mau makan sayur ? Bukannya dia itu jarang sekali makan sayur, dan hanya sayuran tertentu saja yang dia mau. Hemm ini benar - benar menakjubkan. Seenak apa sih masakan wanita itu, aku juga ingin mencobanya.* Gumam David dalam batinnya.


David pun ikut duduk dan Nia mengambilkan piring lalu mengisinya dengan nasi. Nia membiarkan David memilih lauk makannya sendiri. Ada tumis kangkung, telor ceplok, tempe goreng dan sambal. Berhubung Nada juga ikut makan, jadi tumis kangkung tidak dimasak pedas sehingga Nia membuat sambal.


" Tuan lauknya ambil sendiri saja ya. Maaf kalau menunya sangat sederhana." Seru Nia.


" Ambilkan saja ." Seru David dengan tegas.


Tanpa menunggu lama Nia pun mengambilkan semua lauk makan untuk David dan meletakkannya di hadapan David. Nia kembali makan tanpa menggunakan sendok, David melihat Nia makan tanpa memakai sendok merasa heran.


" Maaf ya Tuan, karena makan sambal jadi kami tidak pakai sendok. Kalau tuan mau pakai sendok ya silahkan, maaf kalau cara makan saya dan ibu membuat Tuan David ilfil." Ucap Nia yang tahu jika David heran dengan cara makannya.


" Nada patai sendok pa. Nada tidak bica talau tidak patai sendok Pa." Seru Nada dengan mulutnya yang penuh.


" Iya sayang." Jawab David singkat.


David pun mulai makan dengan menyuapkan satu sendoj nasi dan tumis kanggukung kedalam mulutnya. David menikmati suapan pertamanya,ini pertama kali David makan masakan Nia yang ternyata benar - benar enak. Bahkan lebih enak dengan masakan pelayan dirumahnya.


* Heeemmm yang dikatakan Nada memang benar, masakan Nia sangat enak. * Gumam David dalam batinnya.


" Enak tan pa?." Tanya Nada ingin tahu komentar papanya.


" Iya." Jawab David singkat.


David melanjutkan makan malamnya, tanpa terasa dia sampai menambah. Padahal menunya sangat-sangat sederhana yang tadinya tidak berselara makan, justru David makan sampai menambah. Nia dan ibu Karti heran melihat David makan dengan lahapnya.


* Dia ini lapar apa memang doyan? Lahap benar dia makan, beruntung tadi aku makan memang lebih banyak jadi tidak takut kurang saat makan.* Gumam Nia dalam batinnya.


Selesai makan malam, Nada dan David duduk di ruang tamu sembari menonton televisi. Rumah Nia memang sangat kecil sehingga televisipun adanya diruang tamu dan itu bukan televisi yang besar dan datar tetapi televisi tabung yang dibeli ibu Karti 3 tahun yang lalu. Itupun beli bukan baru melainkan bekas dengan harga 400 ribu.


" Tv nya tecil ya pa." Seru Nada bicara dengan David.


" Heeemmm " Seru David tanpa melihat kearah Nada tetapi fokus dengan televisi yang memang kecil dan gambarnyapun tidak jernih.


" Nada mau bobo disini?." Tanya David mengalihkan pandangan kearah Nada.


" Iya pa. Becok papa jemput Nada untuk puyang ya pa. Kata nenek Mama Nia tidak boleh telual lumah, talena sudah mau menitah sama papa. Jadi mama Nia tidak bica antal Nada puyang." Seru Nada bercerita dengan bahasa yang tidak seberapa jelas namun David bisa memahaminya.


" Iya sudah. Besok papa jemput Nada, tapi janji ya kalau mau bobok disini tidak boleh nakal dan merepotkan." Seru David menasehati Nada.


" Iya pa." Jawab Nada patuh.

__ADS_1


Nia datang dari arah dapur sembari membawakan segelas teh untuk David dan meletakkannya di atas meja hadapan David.


***********


__ADS_2