Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
Belum jujur


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Orang tua David saat ini juga sudah dirumah, mereka sampai sebelum Nada pulang dari rumah sakit. Setelah makan malam pak Widjaya mengajak David untuk keruangan kerjanya. Ada hal yang ingin pak Widjaya bicarakan dengan David.


Kini David dan Pak Widjaya sudah berada di ruangan kerja pribadi Pak Widjaya mereka duduk saling berhadapan.


" Papa mau kamu menikah dengan Dokter Nia."Ucap pak Widjaya tanpa berbasa-basi terlebih dahulu.


Sudah pasti permintaan Pak Widjaya barusan membuat David terkejut, apalagi perempuan yang harus dia nikahi adalah Nia. Seorang dokter yang hanya perempuan miskin yang sudah pasti hanya mau dengan uangnya saja. Terlebih menurut David, Nia sudah meracuni pikiran Nada. Sedikitpun David tidak tertarik dengan Nia, jadi bagaimana dia harus menikah dengan wanita yang sama sekali tidak dia cintai.


" Apa ? Apa Papa sudah gila menyuruh David menikahi wanita murahan dan miskin itu ?." Teriak David dengan lantang.


" Jaga bicara kamu David ! Nia itu wanita baik-baik, kamu bisa lihat sendiri bagaimana dekatnya anak kamu dengan Nia ? Dulu sebelum Nada bertemu dengan dokter Nia, Nada jarang sekali mau tersenyum jarang sekali mau bicara tapi setelah bertemu dengan Nia semuanya berubah dia kembali ceria lagi David." Sentak pak Widjaya tidak kalah tegas dari David.


" David masih mencintai Hera pa . David tidak bisa menerima wanita lain dalam hidup David." Ucap David mulai melemahkan suaranya.


David menundukkan kepalanya dengan kedua tangannya yang memegangi kepalanya samping kanan dan kiri. Dia terlihat seperti orang yang frustasi, permintaan Papanya tidak mungkin bisa diakabulkan. Apalagi dalam hatinya masih tetap ada nama sang istri yang terukir, dan tidak ada wanita lain yang bisa menggantikannya.


" Hera itu sudah meninggal David ! Kanu harus ingat itu , sekarang ini ada anak yang harus kamu perhatikan kebahagiaannya. Kamu jangan sampai menyesal jika terjadi apa - apa denga Nada. Pikirkan itu baik - baik !" Ucap pak Widjaya.


Setelah bicara seperti itu pak Widjaya keluar dari ruang kerjanya. Beliau menghampiri Nada yang saat ini sedang bermain ditemani oleh sang istri, Karmila.


" Mana Miska ma kok kalian cuma berdua saja?" Tanya pak Widhaya saat melihat tidak ada anak bontotnya.


" Miska ada tugas kuliah yang belum selesai, kalau mbak Nur ada lagi buat susu untuk Nada. Bagaimana pa ? Apa David setuju ?" Tanya Karmila ingin segera tahu jawaban dari David.


" Nanti kita bicarakan, tidak baik bicara didepan Nada seperti ini." Ucap pak Widjaya.

__ADS_1


Karmila hanya mengangguk pasrah, jika boleh jujur sebenarnya dia kurang setuju dengan rencana suaminya menjodohkan David dengan Nia. Meskipun Nia seorang dokter, tapi dia tidak sepadan dengan keluarganya. Dia tahu dirinya dulu juga orang miskin sebelum dinikahi pak Widjaya.


* Nia itu memang kelihatannya orang baik dan tulus menyayangi Nada. Tapi tidak tahu kenapa kok hatiku seakan menolak dia jika dia yang menjadi pengganti Hera. Tapi jika suatu saat mereka memang berjodoh ya aku bisa apa? Hanya bisa doa terbaik saja untuk mereka.* Gumam Karmila dalam batinnya.


" Opa, Oma kok diem? Mau minum susu juga ?" Tanya Nada sembari menganggkat gelas susunya yang baru dia dapat dari sang pengasuh.


" Tidak sayang, Oma sama Opa nanti saja minum susunya. Itu buat Nada saja ." Seru Karmila dengan lembut.


Nada mengangguk lalu menghabiskan susu dalam gelasnya dan menyerahkan gelas kosongnya kepada mbak Nur. Setelah menghabiskan susunya Nada membongkar tasnya dan mengeluarkan gambarannya saat dirumah sakit tadi. Dia menyerahkan gambar itu kepada Opanya.


" Opa,Oma ini gambar Nada." Ucap Nada dengan antusius menunjukan hasil karyanya kepada Oma dan Opanya.


" Ini kamu yang gambar sayang?" Tanya Karmila sambil memandang sang cucu dalam-dalam.


" Iya Oma. Ini papa, ini mama Nia dan yang ditengah ini Nada. Baguskan Oma ? Nada mau mama Nia bisa menjadi mamanya Nada. Oh iya kata mama Nia sekarang tidak bisa sering datang, mama Nia sibuk di rumah sakit. Mama Nia nanti datang 3 saja. " Ucap Nada sambil menunjukkan 3 jarinya.


Pak Widjaya dan Karmila paham dan mengerti apa yang dibicarakan oleh Sang cucunya. Nia hanya akan datang seminggu 3 kali sebab dia juga punya tanggung jawab dirumah sakit. Pak Widjaya salut dengan Nia, dia wanita mandiri dan pekerja keras. Sebelumnya pak Widjaya sudah mencari tahu tentang Nia.


Yang dia ketahui Nia dan ibunya tinggal dirumah sederhana dan ibunya sering berjualan sayur di pasar tradisional. Ayahnya pergi meninggalkan keduanya disaat Nia masih kecil.


" Baik Oma. " Jawab Nada tanpa membantah.


Mbak Nur membantu Nada membereskan mainannya terlebih dahulu. Meskipun anak orang kaya dan punya pengasuh untuk Nada, pak Widjaya dan Karmila selalu mengajarkan agar Nada selalu membereskan mainannya terlebih dahulu setelah dia selesai bermain. Mereka tidak mau menjadikan Nada anak yang manja.


David yang saat ini sudah ada di kamar nya duduk di pinggiran ranjang sembari memegang foto pernikahannya dengan Hera. Wanita cantik,baik , lembut dan sederhana. Sekalipun Hera tidak pernah berkata kasar dan selalu lembut saat bertutur kata. Hal paling menyakitkan bagi David adalah saat Hera meninggal, dunia David seakan runtuh saat hera meninggal.


" Hera, aku tidak bisa menggantikan posisimu dengan wanita lain. Wanita pilihan papa itu sepertinya juga sudah meracuni pikiran papa. Hera apa aku harus menerima permintaan papa, tetapi hatiku sulit untuk menerima wanita itu." Ucap David sambil mengusap foto pernikahannya dengan Hera.


* Lihat saja Nia. Seandainya aku benar-benar menikah denganmu, hidupmu akan aku buat sengsara. Tidak akan ada kebahagiaan dalam pernikahan itu, karena kamu sudah meracuni semua pikiran keluargaku. Dasar wanita licik!.* Gumam David dalam batinnya sambil mengepalkan tangannya.


Sementara itu saat ini di rumah Nia, Nia sedang memikirkan sosok pria yang tadi dia lihat di supermarket. Pria yang dia yakini adalah Ayah kandungnya yang bernama Darmanto.


Melihat Nia yang melamun membuat Ibu Karti menghampiri Nia dan menanyakan apa yang sedang dipikirkan oleh Nia. Sebab tidak seperti biasanya dia melamun seperti itu.

__ADS_1


" kamu sedang memikirkan apa Nia? Coba bicara sama ibu. Tidak seperti biasanya loh kamu melamun seperti ini. " Tanya Ibu Karti sembari mengusap pundak anak gadisnya.


" Tidak ada Bu. Nia tidak sedang memikirkan apa-apa." Jawabnya berbohong, dia tidak mau memberitahu ibunya jika tadi saat di supermarket dia melihat seorang pria yang mirip dengan ayahnya.


Belum sempat ibu Karti bertanya kembali, namun tiba - tiba ada seseorang yang mengetuk pintu rumahnya.


Tok Tok Tok


Pintu rumah Nia diketuk dari luar, sepertinya memang orang yang Nia tunggu sudah datang. Dengan segera Nia bangkit dan membukakan pintu untuk tamunya.


" Niaaa !! Kangenn... !" Teriak Rindi saat pintu sudah terbuka.


Kedua gadis itupun saling berpelukan, Nia merasa terselamatkan dengan kedatangan Rindi. Ibunya tidak akan bertanya lagi soal apa yang saat ini dia fikirkan. Nia mengajak Rindi masuk dan duduk dikursi ruang tamu , disana ada ibu Karti yang juga senang melihat kedatangan Rindi.


" Ibu apa kabar?" Tanya Rindi dengan sopan sembari mencium tangan ibu Karti.


" Alhamdulillah baik Nak Rindi. " Jawab ibu Karti dengan senyum keibuannya.


" Maaf ya Nia sayang aku terlambat datangnya. Hemm tadi saat dijalan terjebak macet." Ucap Rindi sambil mengatupkan kedua tangannya.


" Iya tidak apa - apa Rindi. Berarti kamu ini belum pulang ke rumah orang tua kamu ? dari luar kota langsung menuju rumah saya ?" Tanya Nia dengan wajah herannya.


Rindi hanya mengangguk sambil tersenyum menunjukkan deretan gigi putihnya. Dia memang sengaja datang langsung menuju rumah Nia, dan malam ini ingin menginap di rumah Nia. Baru besok pagi dia akan pulang ke rumah orang tuanya.


" Iya Nia kamu betul sekali. Tapi jangan khawatir, aku sudah izin dengan kedua orang tuaku dan mereka mengizinkan. Apa sih yang tidak kalau aku beralasan menemui sahabatku yang paling baik dan cantik ini." Ucap Rindi sambil menarik kedua pipi Nia.


" Idihh apaan sih, ya sudah yuk sekarang kamu bersih - bersih dulu setelah kita makan malam bersama. " Ucap Nia.


" Beresss.. Oh iya bagaimana kabar kamu dan kak Vito?" Tanya Rindi.


Nia hanya bisa mengulas senyumnya saja, dia belum memberitahu tentang kandasnya hubungannya dengan Vito.


Ibu Karti melihat ada kesedihan didalam tatapan mata Nia. Namun ibu Karti tidak tahu kesedihan apa yang saat ini Nia rasakan. Sebagai seorang ibu pasti dia bisa merasakan jika anaknya sedang bersedih dan ada masalah.

__ADS_1


********


__ADS_2