Dokter Penakluk Duda Arogant

Dokter Penakluk Duda Arogant
David pulang ke kota


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Hubby, kalau memang kamu masih mau disini ya tidak apa-apa juga sih itu haknya Hubby. Tapi apa Hubby tidak kasihan dengan Rendi? Dia banyak pekerjaan loh, dua hari di sini dia seperti orang stress tuh. Pasti banyak beban pekerjaan yang sudah kamu serahkan kepada Rendi? Iya kan?."Tanya Nia dengan serius.


Bagaimana Rendi tidak stress pekerjaan dia sendiri saja sudah banyak. Belum lagi pekerjaan dari David, Rendi mau pulang lebih dulu tidak di izinkan. Dua hari di desa itu membuat Rendi stress dan frustasi.


David tidak peduli dengan beban pekerjaan Rendi, yang terpenting dia ada didekat istrinya. Perusahaan milik dia, mau libur sampai 1 bulan pun tidak ada masalah.


" Kenapa jadi membela Rendi?."Seru David dengan kesal.


" Bukan membela Rendi, Hubby. Tapi Rendi itu punya tanggung jawab pekerjaan, dia hanya pekerja saja bukan seperti kamu yang pemilik perusahaan. Hubby tahu sendirikan bagaimana disini? Listrik dan jaringan telepon saja baru hari ini kembali berfungsi. Hubby, seminggu lagi pasti aku pulang."Ucap Nia mencoba memberi pengertian David.


" Bukannya mau sebulan kamu di sini, Sayang?."Tanya David.


Nia menggelengkan kepalanya, keadaan para warga di posko pengungsian sudah jauh lebih baik. Dan sudah ada beberapa warga yang kembali kerumahnya sendiri dan membersihkan sisa-siaa banjir. Hanya para warga yang rumahnya masih tergrnang banjir dan rusak saja yang belum kembali.


Jika keadaan sudah memungkinkan pihak rumah sakit juga sudah meminta para dokter untuk kembali lagi ke kota.


" Tidak, dalam minggu-minggu ini kita sudah akan pulang."Jawab Nia.


" Tapi aku tidak mau kamu di goda dan di rayu lurah songong itu. Jika bukan karena kamu, mungkin lurah itu sudah aku hajar sampai babak belur. Aku takut kamu tergoda sama lurah songong itu, Sayang. Pokoknya awas saja kalau lurah itu menggoda kamu lagi, akan aku patahkan tangan dan kakinya."Ucap David lagi-lagi membuat Nia merinding.


" Kalau pemikiran Hubby seperti itu untuk apa Hubby menikahiku? Bukannya Hubby sendiri banyak sekali wanita-wanita yang mendekati? Aku tetap percaya sama, Hubby. Tapi jika Hubby tidak percaya denganku, sama saja Hubby meragukan kesetiaanku."Ucap Nia lagi dan lagi dibuat kesal oleh David.


David jadi bingung dan salah tingkah, jika Nia sudah marah sudah beda urusannya. Di samping itu sepertinya David lupa jika wanita hamil itu mudah marah dan tersinggung.


" Baiklah, aku siang ini juga akan pulang tapi sayang harus janji ya tidak boleh lirik-lirik lurah gila itu. Pokoknya jika dia mengganggu kamu aku akan beri dia pelajaran lagi."Seru David mengancam.


* Hahhh tidak begitu buruk, yang penting dia cepat pulang. Aku tidak enak dengan teman-teman jika suamiku terus menerus disini. Mereka mau ngapa-ngapain juga serba salah dan tidak bebas.*Gumam Nia dalam hatinya.

__ADS_1


" Iya, cepat sana kasih tahu Rendi agar dia siap-siap."Seru Nia mengusir David dari kamar.


Nia turun dari ranjang dan masuk kamar mandi, tubuhnya terasa remuk redam akibat gempuran dari David yang tiada henti. Semalam sudah di gempur dan pagi - pagi buta juga David kembali melancarkan aksinya. Justru Nia yang tersiksa, tersiksa karena dia harus membungkam mulutnya agar tidak mengeluarkan d3s4h4n. Bagaimanapun itu bukanlah rumah pribadinya dan kamar juga saling berdekatan, malu sampai des4h4n nya di dengar oleh teman yang lainnya.


Pagi ini juga Nia ada kunjungan ke posko 3 yang letaknya lumayan jauh dari tempatnya menginap. Selesai mandi, Nia keluar kamar sekitar jam setengah 8 pagi dia menuju dapur dimana para temannya sedang memasak.


" Maaf ya aku baru bantuin."Ucap Nia merasa tidak enak hati.


" Tidak apa-apa santai saja. Kita nanti berangkat jam 9 ya, jangan lupa persiapkan semuanya."Seru Rachel memberitahu.


" Iya kak Rachel. Kalian tenang saja, hari ini si tuan arogan itu akan pulang jadi kalian sudah tidak lagi merasa di dalam penjara."Seru Nia sambil terkekeh.


" Memang rada aneh si Nia ini, bisa-bisanya suami sendiri di panggil tuan arogan. Kalau suami kamu tahu bisa marah dia, bisa-bisa kamu juga langsung di ajak pulang ke kota hari ini."Seru Lita juga tertawa dengan lepas.


Tiga dokter perempuan itupun tertawa bersama, tanpa Nia sadari jika saat ini David sudah berada di ambang pintu menuju dapur dan dia mendengar apa saja dikatakan oleh mereka. Namun David tidak marah, justru dia tersenyum melihat istrinya yang tertawa lepas seperti itu dan terlihat sekali rona bahagis di wajah sang istri.


******


Siang itu David dan Reno benar-benar pulang ke kota, pekerjaan mereka memang sudah menanti. Dan David sudah berjanji jika dalam seminggu lagi Nia tidak pulang, dia akan menjemput dan memaksa Nia untuk pulang. David tidak tenang membiarkan Nia berlama-lama di sana, banyak mata pria-pria yang memandang kagum Nia dan itu membuat David cemburu.


Uhhuukk Uhhhukkk


Rendi yang kagetpun terbatuk-batuk, bagaimana bisa sang Tuan menanyakan soal pernikahan. Tentu saja hal itu terasa horor bagi Rendi, apalagi jika David tahu siapa wanita yang akan dinikahi oleh Rendi.


" Emm.. Bagaimana ya Tuan. Menikah sih pasti, tapi kan belum ada calonnya yang cocok."Jawab Rendi dengan jantung yang berdegup tidak menentu.


" Makanya kamu itu cari pacar, jangan kerja terus yang difikirin."Ucap David seenaknya.


* Aku bekerja terus karena dia juga yang memberikan aku pekerjaan banyak. Kalau bicara suka tidak di fikir dulu.*Gumam Reno dengan kesal.


" Hemmm kamu menggerutu Ren?."Seru David lagi dan lagi selalu tahu jika Rendi menggerutu dalam hati.


" Tidak Tuan."Jawab Rendi dengan memaksakan tersenyum.


Rendi dan David saat ini memang sudah ada di perusahaan. Helli yang membawa mereka berdua tadi langsung mendarat di atas gedung perusahaan, sehingga mereka langsung masuk kerja.

__ADS_1


" Maaf tuan, saya mau keruangan saya dulu. Banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan."Ucap Rendi.


Rendi sudah sangat merindukan sang kekasihnya, sudah 2 hari mereka tidak bertemu dan berkirim pesan. Sehingga saat di ruangan kerjanya nanti Rendi akan menghubungi sang kekasihnya langsung.


" Pergilah."Jawab David singkat.


Rendi mengangguk lalu dia keluar dari ruangan David. Sesampainya di ruangannya dia segera menghubungi Miska.


[ Hallo Assalamualaikum pacar ku yang cantik.] Seru Rendi dengan sangat romantis.


[ Waalaikumsalam kak, kak Rendi sudah pulang? Kok tidak kasih kabar sih kalau mau pulang? Apa jangan-jangan disana sudah kecantol cewek baru ya?] Seru Miska.


[ Ini kan aku kasih tahu kamu kalau aku sudah pulang Miska cantik. Disana itu tidak ada jaringan, ada juga baru pagi tadi tapi ya begitu naik turun malah bikin emosi saja.]


[ Memang kapan sampai?.]


[ Baru sekitar 30 menit yang lalu, tadi mau langsung kasih kabar tapi kakak mu itu memanggilku ke ruangannya. Miska cantik sudah makan?]


[ Ohh begitu, emm sudah tadi makan siang sama maya. Sekarang lagi temani Nada main. Oh iya Kak Nia sendiri kapan mau pulangnya?.]


[ Mungkin minggu depan. Miska cantik, sudah dulu ya. Calon suami mu ini mau lanjut kerja, biar dapat uang yang banyak buat modal menikah nanti.]


Haaahhaaaa haaaahaaa


Miska yang mendengar kata-kata Rendi barusan justru dia tertawa lebar. Rendi memang kadang suka bercanda dan terkadang juga selalu serius. Dan hal itu yang membuat Miska semakin jatuh cinta dengan Rendi.


[ Emmm ok deh kalau mau bekerja. Selamat bekerja calon imam ku.]


[ Terima kasih calon makmumku. Assalamualaikum.]


[ Waalaikumsalam.]


Klik


Rendi mematikan sambungan teleponnya. Kini Rendi sudah bisa tersenyum lega sudah menghubungi sang pujaan hatinya.

__ADS_1


********


__ADS_2