
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Keesokan harinya Baskoro benar-benar datang ke rumah sakit, di saat jam istirahat untuk menemui anaknya. Baskoro meminta tolong kepada pihak informasi untuk membantunya bertemu dengan anaknya. Baskoro beralasan jika dia ingin berkonsultasi soal kesehatannya, dengan dokter yang dia maksud.
Pihak informasi pun memberitahukan terlebih dahulu kepada suster Kesa selaku asisten dari Nia. Setelah Nia menyetujui nya, akhirnya Baskoro di persilahkan untuk masuk ke ruangannya Nia. Nia sendiri tidak tahu, jika yang akan menemuinya adalah Ayah kandungnya sendiri, Nia hanya mengira Baskoro yang lain.
" Apa kamu mau menemui pasien sendiri, Nia? Jika kamu memerlukan bantuanku, aku akan tetap disini menemanimu."Tanya suster Kesa dengan ramah.
" Kak Kesa istirahat saja, lagi pula ini kan memang sudah jamnya istirahat makan siang. Pasien itu cuman hanya ingin konsultasi saja kok, tidak apa-apa biar aku temui dia sendiri."Seru dia menolak secara halus tawaran dari suster Kesa.
Suster Kesa pun keluar dari ruangan, Nia. Dan tidak lama dari itu Baskoro datang dan dengan sopan dia mengetuk pintu ruang praktek Nia dengan pelan.
"Masuk."Seru Nia tanpa melihat kearah Baskoro.
Nia sedang menunduk membaca catatan dari pasiennya hari ini yang tadi diberikan oleh suster Kesa. Sehingga dia tidak menyadari jika orang yang saat ini ada di ruangannya adalah Baskoro, ayah kandungnya.
"Silahkan duduk."Ucap Nia sambil menutup berkas yang ada ditangannya.
"Terimakasih."Jawab Baskoro.
Degghhhh
Jantung Nia seakan berhenti berdetak, dia tahu dan hafal betul siapa pemilik suara itu. Secara perlahan-lahan Nia mengangkat kepalanya dan melihat ke arah sumber suara.
__ADS_1
Bukan Nia yang terkejut, justru Baskoro lah yang terkejut melihat wanita yang saat ini duduk di hadapannya.
*Kenapa wanita ini yang ada di hadapanku? Apa dia anakku? Tidak, ini pasti salah. Dia bernama Nia, mungkin pihak informasi tadi salah memberitahiku. Yang aku cari Kurnia bukan Nia.*Gumam Baskoro dalam hatinya.
Tatapan mata Baskoro dan Nia saling bertemu. Nia benar benar tidak menyangka jika Baskoro ayahnya lah yang ternyata ingin berkonsultasi dengannya.
" Ada yang bisa saya bantu Tuan Baskoro?."Tanya Nia mencoba untuk tetap profesional saat bekerja. Apalagi memang saat ini dia masih ada di lingkungan rumah sakit, meskipun dalam keadaan sudah jam istirahatnya.
" Apa aku tidak salah masuk ? Aku mencari dokter Kurnia. Kenapa justru kamu yang ada di ruangan ini dan pihak informasi tadi memberitahu jika ini ruangan dokter Kurnia. Tapi kenapa kamu yang ada di sini?."Tanya Baskoro masih dengan wajah bingungnya.
" Dokter Kurnia itu namaku. Memangnya ada apa anda ingin menemui dokter Kurnia?."Tanya Nia yang sudah mulai menangkap arah dari pembicaraan Baskoro.
Jika menyebut nama Kurnia, sudah pasti saat ini Baskoro memang mencari anaknya. Sebab dari dulu Baskoro memang memanggilnya dengan panggilan Kurnia. Ibunya pun dulu memanggilnya Kurnia, namun panggilan itu berubah jadi Nia saat Nia memasuki sekolah menengah pertama atau SMP.
"Tidak ! Ini tidak mungkin, kamu tidak mungkin Kurni yang aku maksud. Mungkin dokter Kurnia yang lain yang aku maksud. Kamu tidak mungkin Kurnia anakku dari Karti."Seru Baskoro seakan tidak percaya jika Nia yang dihadapannya adalah Kurnia anak kandungnya.
*Ohh jadi dia sudah tahu, jika anaknya bekerja di rumah sakit ini dan dia tidak percaya jika Kurnia yang dia maksud itu adalah aku? Sedih, sedih sekali hati ku ini. Keberadaan ku di ragukan oleh ayah kandungku sendiri. Kamu harus kuat Nia, jangan meneteskan air mata di depan pria tidak bertanggung jawab ini.*Gumam Nia bermonolog dalam hati.
Deggghhhh
Kini Baskoro yang kaget dan Syok, ternyata wanita yang ada di hadapannya saat ini benar-benar anak kandungnya dengan Karti. Ada rasa bahagia bisa bertemu dengan anak kandungnya, apalagi ternyata anak kandungnya seorang dokter yang sukses dan istri dari seorang CEO Perusahaan Widjaya Group.
Sedihnya, dulu dia sudah menghina Nia dan sudah merendahkan Nia. Dia sangat menyesal sudah pernah menghina Nia serta memusuhi Nia. Semua itu Karena dia membela anak tirinya, Bella.
"Jadi kamu ini benar Kurnia anakku? Kurnia, maafkan papa nak. Papa menyesal sudah menelantarkan kamu dan ibumu. Papa sekarang sudah sadar, jika papa sangat menyayangi kalian. Papa ingin menjadi papa yang baik untukmu, Nak. Izinkan papa memelukmu, Nak."Seru Baskoro bangkit dan akan mendekati Nia.
Namun dengan cepat Nia meminta Baskoro untuk menjauh. Dia tidak mau Baskoro menyentuhnya, terlebih Nia juga sudah tahu hubungan Baskoro dan Bella dan itu membuat Nia semakin jijik dan membenci kelakuan ayahnya itu.
"Menjauh !! Jangan mendekat, aku tidak sudi di peluk oleh pria tidak bermoral seperti anda. Anda memang ayah kandungku, tapi rasa sakit yang anda torehkan masih membekas dan tidak tahu sampai kapan akan sembuh."Seru Nia lantang.
__ADS_1
"Kurnia, ini ayah nak. Aku ini ayah kandung kamu, apa salah seorang ayah ingin memeluk anak nya sendiri? Kamu jangan seperti ini, bagaimanapun kamu itu harus menghormati ku. Sebab aku ini ayah kandung kamu."Ucap Baskoro mulai menekankan kehendaknya.
"Ayah ? Hehh Ayah macam apa yang tega meninggalkan anak dan istrinya demi seorang wanita janda. Demi hidup enak, anda meninggalkan aku dan ibuku. Tanpa ada rasa iba sedikitpun anda meninggalkan kami tanpa nafkah. Bahkan bertahun-tahun anda menggantungkan hubungan dengan ibuku, sehingga ibuku harus berjuang sendiri untuk mendapatkan surat cerai. Ayah macam apa anda? Disaat aku membutuhkan sosok ayah, kasih sayang dan perhatian dari seorang ayah. Anda pergi begitu saja bahkan tanpa memikirkan nasib anakmu ini. Jadi jangan salahkan aku jika aku tidak menghormati anda !!."Seru Nia penuh dengan amarahnya.
Baskoro langsung terdiam, dia menundukkan kepalanya. Apa yang dikatakan oleh Nia memanglah semuanya benar, tidak ada satupun yang salah. Namun, Baskoro tetap ingin Nia untuk tetap menghormatinya selayaknya hormat anak terhadap orang tuanya.
"Ayah sudah meminta maaf, Kurnia. Ibu kamu saja bisa memaafkan ayah, tapi kenapa kamu tidak? Bagaimanapun, jika tidak ada aku !! kamu tidak akan pernah ada di dunia ini. Jangan kurangajar ! durhaka kamu sama ayah kandung kamu sendiri, Kurnia. "Ucap Baskoro mulai terpancing emosi.
"Tidak tahu malu !! Ibu mungkin sudah memaafkan anda, tapi ibu tidak akan pernah melupakan semua luka yang anda torehkan. Apalagi untuk kembali hidup bersama anda. Jangan mimpi !!." Seru Nia dengan lantang.
Nafas Nia sampai tersengal-sengal mencoba menahan amarah dan sedihnya. Nia tidak mau terluka lagi dan terlihat bersedih di depan Baskoro. Sebisa mungkin dia menahan air matanya agar tidak keluar. Namun air mata Nia tidak bisa di ajak kompromi, akhirnya jatuh juga membanjiri pipi Nia.
" Tolong anda tinggalkan ruangan ku ! Cepat keluar sebelum aku memanggal pihak keamanan untuk mengusir anda. Jangan pernah datang untuk mengganggu kehidupan ku dan ibuku. Kami sudah bahagia hidup tanpa anda."Seru Nia meminta Baskoro untuk segera pergi.
"Kurnia, Ayah sudah menyesali perbuatan ayah. Ayah rela menggugat cerai istri papa yang sekarang demi papa bisa rujuk dengan ibu mu. Ayah ingin menebus kesalahan-kesalahan ayah yang dulu. Tolong izinkan Ayah memperbaiki kesalahan ayah dan izinkan ayah untuk rujuk dengan ibumu lagi. Sejujurnya ayah masih sangat mencintai ibumu, tolong bantu Ayah untuk kembali rujuk dengan ibumu, Kurnia." Seru Baskoro tetap memohon.
Nia tidak menjawab apapun, namun dia mengambil tindakkan dengan menghubungi pihak keamanan untuk datang keruangannya. Melihat Nia yang menghubungi pihak keamanan membuat Baskoro kesal dan mengepalkan tangannya.
*Ternyata dia memang mewarisi sifat keras kepalaku, bagaimana bisa justru dia memanggil pihak keamanan untuk mengusirku. Aku ini ayah kandungnya, yang seharusnya dia itu menghormatiku dan patuh dengan ku. Ternyata aku mempunyai anak seorang dokter yang sukses dan menantu yang kaya raya. Heemm besok aku akan datang keperusahaan untuk menemui anak menantuku.*Gumam Baskoro dalam hati.
Dua satpam datang ke ruangan Nia untuk memgusir Baskoro. Sebenarnya Nia sangat ingin bermanja-manja dan diperhatikan oleh ayahnya, namun jika ingat semua perbuatan ayahnya membuat Nia semakin membenci ayahnya.
"Jangan sentuh aku !! Aku bisa pergi sendiri tanpa kalian tarik !! Asal kalian tahu, jika aku ini ayah kandung dari dokter Nia dan itu juga berarti aku ini ayah mertua dari Tuan kalian, David. Berani kalian kasar terhadapku, aku pastikan kalian akan menyesal !!."Seru Baskoro dengan percaya dirinya yang penuh.
"Bawa dia keluar pak."Seru Nia sudah malas menghadapi Baskoro.
"Baik Non."Ucap dua satpam secara bersamaan.
Baskoro pun akhirnya di giring untuk keluar dari ruangan Nia. Dengan terpaksa dia pun mengikuti ucapan Nia, dengan keluar dari ruangan praktek Nia.
__ADS_1
***********