
Dinka melihat sang suami sudah tertidur. Tangannya mulai mengusili wajah sang suami. Karena belum nyenyak Melvin membiarkan sang istri mencubiti pipi dan hidungnya.
Dinka melanjutkan menonton televisi. Dimasukannya buah kedalam mulut Melvin. Sontak Melvin langsung membuang buah di mulutnya. Dinka tertawa geli melihat reaksi suaminya.
"Sayang aku mau tidur" keluh Melvin sembari melirik ke istrinya. Dinka menyodorkan air minum pada Melvin. "Kamu tidur dong" Melvin menerima gelas dan meminum airnya.
Dirasa perutnya sudah kenyang Dinka berbaring sambil memeluk sang suami. Melvin membalikkan tubuhnya agar berhadapan dengan Dinka.
Tangan Dinka kembali menjahili suaminya. Tangannya masuk kedalam piyama tidur sang suami dan mengelus dada Melvin. Karena melihat Melvin tidak merasa risih, tangan Dinka memegangi perut sixpack suaminya.
Melvin masih membiarkan Dinka terus menjahilinya. Tangan Dinka lanjut sampai ke bawah perut sang suami. Dan titik itulah membuat Melvin merasa geli. Mata Melvin terbuka dan memandang sang istri.
"Kau sudah berani ya memegangnya" ucap Melvin. Dinka cengengesan melihat wajah suaminya. "Kalau berani mengganggu junior ku lagi siap-siap aja sayang" imbuh Melvin. Dinka langsung memejamkan matanya setelah mendengar ancaman sang suami.
Melvin masih menatap wajah Dinka. Apabila dirinya terpejam pasti sang istri akan menjahilinya lagi. Tidak menunggu lama tangan Dinka masuk lagi kedalam piyama suaminya. Tapi matanya tertutup. Melvin menahan tangan sang istri sebelum bergerak bebas. "Sayang kamu mau menantangku ya" ucap Melvin. Dinka pun mengeluarkan tangannya dari dalam piyama Melvin.
Melvin tersenyum sembari mencium kening sang istri. Tangannya mengeratkan pelukan pada Dinka.
__ADS_1
Suara Alarm dari jam wekker Dinka terdengar. Sengaja dirinya memasang alarm agar bisa bangun lebih pagi. Dinka melepaskan diri dari pelukan suaminya. Setelah selesai mandi Dinka menuju dapur.
Dilihatnya sudah ada beberapa pelayan yang sedang sibuk didapur. "Non mau ngapain ke dapur?" tanya seorang pelayan. "Masak bi" Dinka membuka kulkas untuk melihat bahan sayuran yang akan dimasaknya. Bi Nah yang melihat Dinka ke dapur pun menghampirinya.
"Non mau makan sesuatu?" tanya bi Nah. Dinka menguncir tinggi rambutnya. "Aku mau masak buat Melvin bi" jawab Dinka. Melihat istri majikannya akan memasak bi Nah langsung melarang Dinka.
"Tapi non kan sudah ada pelayan yang memasak" ujar bi Nah. "Aku ingin memasak sesuatu untuk suami ku bi" jelas Dinka. Karena kemauan dari Dinka sendiri bi Nah jadi tidak melarang lagi. Dinka dibantu oleh salah satu pelayan untuk memasak.
Di kamar Melvin merentangkan tangannya ke samping untuk mengecek sang istri. Merasa tangannya tidak mendapati tubuh sang istri, matanya terbuka. Dilihatnya kesekitar kamar namun tetap tidak melihat Dinka. Melvin masuk kedalam kamar mandi dan bersiap-siap.
Langkah kakinya menuruni anak tangga sembari memasang dasi. Sudah banyak orang yang ada di ruang makan termasuk mertuanya. Dinka terlihat memakai celemek membuat Melvin mengernyit.
Melihat kemesraan Dinka dan Melvin membuat Abimanyu merasa sedkit cemburu. Mungkin rasanya yang dulu pada Dinka belum sepenuhnya hilang. Melvin duduk di kursi yang biasa di duduki sang ayah.
Dinka mengambilkan nasi dan lauk untuk sang suami. Melvin senyam-senyum melihat tingkah Dinka yang sangat jarang seperti itu. Tak lama kemudian Alfan turun dan ikut bergabung untuk sarapan.
"Kak mau berangkat bareng" ajak Melvin. Kali ini Alfan menolak. "Habis pulang kerja kakak ada urusan" ucap Alfan. Melvin melihat raut wajah sang kakak yang terlihat cerah. "Urusan apa nih?" tanya Melvin ingin tau. Alfan tersenyum dan berkata "ada deh". Mereka berdua berjalan ke bagasi mobil.
__ADS_1
Melvin mendahului langkah kaki Alfan. "Bilang aja mau pergi sama cewek" ledek Melvin. Alfan hanya tersenyum sambil memandangi sang adik. Dua mobil meluncur bergantian dari bagasi.
Siang ini Dinka mengajak keluarganya pergi jalan-jalan ke mall. Karena berhubung sang ibu ingin melihat seperti apa yang namanya mall itu. Karena didesanya tidak ada mall yang besar hanya ada pasar swalayan dan pasar biasa. Itupun harus menempuh ke pusat kota lebih dulu baru menemukan pasar swalayan.
Dengan senang hati Siti melangkah sambil melihat kesana kemari. Dinka mengajak Reta dan si kembar untuk menemani. Melihat kedua orangtuanya terlihat senang membuat Dinka bahagia. Bella memandangi sebuah baby shop. Mungkin teringat akan anaknya.
Dinka maksud yang dilihat sang adik. Diajaklah Bella masuk kedalam baby shop itu bersama Abimanyu. Saat berada didalam baby shop orangtua Dinka mengeluh lapar. Jadi Reta menemani orangtua Dinka makan.
"Bel pilih aja yang kamu suka buat si kecil" ucap Dinka sembari tersenyum. Mendengar Dinka memperbolehkan apapun dibelinya dan diambil untuk keperluan anaknya. Abimanyu mendekat kearah Dinka berada. "Terimakasih ya" ucap Abimanyu. Dinka menengok kesamping sembari tersenyum. "Terimakasih untuk?" tanya Dinka.
Abimanyu pun ikut menengok kesamping. Jadi mereka saling berhadapan. "Karena kamu sudah mau baik sama Bella dan anakku" jawaban dari Abimanyu membuat Dinka tertawa.
"Astaga kamu ini ngomong apa sih mas, ya pastinya aku harus memperlakukan mereka dengan baiklah Bella kan adikku sendiri dan Abel itu keponakanku. Mas aneh-aneh saja ngomongnya" sahut Dinka.
"Aku kira kamu masih belum terima karena kami sudah menghianati mu" ucap Abimanyu dengan lirih tapi bisa didengar Dinka. "Aku sudah melupakan semuanya mas, yang penting mas Abi harus bahagiakan Bella ya awas saja kalau mas Abi sakitin Bella" ucap Dinka sembari tersenyum.
Bella sibuk mengambil dan memilih barang untuk anaknya. Dia melihat percakapan antara Dinka dan suaminya. Timbul rasa cemburu. "Ka sudah semua nih tinggal dibayar" ucap Bella sedikit ketus. Dinka pun membayar semua barang yang diambil sang adik.
__ADS_1
Masalah harga tidak dihiraukannya yang penting sang adik senang. Lagian itu juga kartu kredit limited yang di berikan oleh Melvin. Kini mereka menyusul Reta dan kedua orangtuanya yang sedang makan.
Selesai makan Rama mengajak pulang. Tapi sang istri masih betah untuk berjalan-jalan dimall. "Pak kenapa mengajak pulang sih ini anak-anak juga masih betah disini" ucap Siti. Dinka melihat ayah tirinya sudah lelah. "Kita pulang saja ya bu besok-besokan bisa kesini lagi" ucap Dinka. Siti pun menuruti ucapan sang anak.