Gadis Desa bukan Cinderella

Gadis Desa bukan Cinderella
95. Acara makan malam


__ADS_3

Dinka sudah merasa baikan. Namun Melvin bersikeras akan membawanya ke dokter kandungan karena merasa cemas. "Vin beneran aku udah gak papa" kata Dinka.


"Tapi tadi si kembar bilang kamu mutah lagi, aku takut ada apa-apa sama kandungan kamu sayang" ujar Melvin. Tidak lupa tangannya mengelus perut Dinka. Melvin merasakan gerakkan si kecil. "Kayanya nendang deh" Melvin menempelkan kedua tangannya di perut Dinka


"Tuh kan aku dah gak papa vin" sahut Dinka. Melvin pun manggut-manggut sambil berkata "baiklah kalau tidak mau ke dokter". Tangan Melvin kembali mengelus perut sang istri dan menciumnya.


Reta datang karena mendengar Dinka sakit. Dibukanya pintu kamar Melvin tanpa mengetuk terlebih dulu. Langkahnya langsung saja masuk kedalam tanpa menghiraukan adanya sang kakak.


"Kaka ipar beneran sakit? Apanya yang sakit?" tanya Reta. Melvin geleng-geleng kepala dengan kedatangan Reta yang tiba-tiba. "Lain kali kalau mau masuk ketuk pintu dulu dong" gerutu Melvin. Reta menatap kakaknya sambil cengengesan.


Melvin turun kedapur untuk membuatkan Dinka jus kesukaannya.


Reta mengajak Dinka ke taman belakang rumah. "Bagaimana selama liburan, kak Melvin udah meminta maaf dengan benarkan?" tanya Reta sambil menggandeng Dinka. Dinka tidak menjawab pertanyaan Reta.


Reta ragu akan memberitahukan semua yang diceritakan Alfan padanya. Tapi Dinka berhak tau semuanya. "Emm gue pengen cerita sesuatu tapi gue ragu deh" ucap Reta.


"Cerita tentang apa?" tanya Dinka penasaran. Dinka menghadap pada Reta. Mereka berdua sudah duduk di bangku taman. Reta masih terdiam sambil berpikir. Akankah dirinya ceritakan semuanya saja atau tidak.


"Sebenarnya kesalahan tidak semua terletak pada kak Melvin" ucap Reta memulai pembicaraan. "Maksudnya?" tanya Dinka tangannya digenggam oleh Reta.

__ADS_1


"Selama ini kak Melvin deketin Serin itu karena dia mau buat Serin batal bertunangan sama kak Alfan, jadi itu maksud kak Melvin buat deketin Serin. Pokoknya ceritanya panjang deh intinya ya kaya gitu" ungkap Reta. Dinka masih terus menatap Reta.


"Loe harus percaya sama kak Melvin bahwa dia cinta banget sama lo ka. Gue juga jadi ngerasa bersalah sempet marah sama kak Melvin. Tapi menurut gue ini murni kesalahan Serin, dia nya aja yang serakah mau ngembat tiga cowok yang kita sayang" lanjut Reta.


"Tiga cowok?" tanya Dinka dengan cepat. Reta langsung celingukan. Dinka mencium bau-bau yang mencurigakan. Tanpa berpikir lama Dinka tau maksud tiga cowok yang disayang. "Kamu udah baikan sama Bobby kan" ledek Dinka. Reta langsung menutup wajahnya karena malu.


"Wah ternyata bener nih, selama aku pergi apa aja yang udah terjadi sama kalian berdua. Ceritain dong" pinta Dinka. "Gue sama Bobby jadian" ungkap Reta namun suaranya terdengar lirih.


"Apa aku gak denger ta" Dinka mendekatkan telinganya pada Reta. "Gue udah pacaran sama Bobby" ucap Reta dengan suara lantang. Kaki Reta langsung berlari menuju dalam rumah karena takut Dinka pasti akan menggodanya.


Reta tidak sengaja menabrak sang kakak dari depan. Jus alpukat ditangan Melvin seketika menumpahi baju Melvin. "Astaga dek" ucap Melvin dengan keras. "Maaf kak maaf" Reta membersihkan baju Melvin yang kena tumpahan jus. Dinka tertawa terbahak-bahak melihat kejadian itu.


Sikembar yang melihatnya ikut membersihkan tumpahan di lantai. "Tumpah semua kan jusnya" gerutu Melvin. Reta masih cengengesan karena merasa bersalah. "Padahal itu jus spesial buatan kakak buat Dinka, malah kamu tumpahin" keluh Melvin


"Ya elah gak sengaja kak...Lagian kenapa juga kaka tiba-tiba nongol di depan ku" sahut Reta. "Kamu yang salah tapi kamu juga yang gak terima" ucap Melvin. "Iya maaf" sahut Reta sambil menunduk.


Malam pun tiba. Banyak bintang menyinari langit malam. Melvin sudah rapih mengenakan jas berwarna putih di padukan dengan dasi pita warna merah. Rambutnya tidak di poni seperti biasa.


Sambil menunggu sang istri yang sedang dirias oleh pelayan kembarnya, Melvin melihat beberapa berkas yang diberikan oleh pak Mimin.

__ADS_1


Tidak lama kemudian turun lah Dinka dengan mengenakan longdress berwarna merah hati yang dipilihkan Melvin. Dinka cemberut karena badannya terlihat seperti ikan buntal.


Karena memakai longdress dirinya merasa tidak percaya diri. Namun bagi Melvin penampilan sang istri terlihat cantik. "Vin badan aku jadi bulet" ungkap Dinka. "Nona justru terlihat cantik walau sedang hamil" puji pak Mimin.


"Tuh kan pak Mimin juga bilang kamu cantik sayang kenapa harus malu" jelas Melvin dengan halus. Karena memakai sepatu hak yang cukup tinggi Dinka berjalan dengan perlahan. Melvin menggandeng sang istri ditangannya.


"Kita cuma dateng sebentar saja untuk menghormati yang lain" ucap Melvin. Dinka mengangguk pelan. "Apa Reta ikut?" tanya Dinka.


"Dia sudah berangkat sama kak Alfan tadi" jawab Melvin. Melvin menyetir mobil sportnya sendiri. Setelah sampai di tempat acara Melvin membukakan pintu mobil untuk sang istri.


"Nah itu orang terpenting kita sudah datang" ucap salah satu kepala divisi. Banyak orang yang datang keacara makan malam itu. Termasuk para direktur anak perusahaan Melvin yang lain. Dinka merasa sangat gugup karena sudah lama dirinya tidak menghadiri acara seperti itu.


Melvin mengajak istrinya untuk duduk. Banyak yang menyalami Melvin dan mengucapkan selamat atas keberhasilannya. "Sayang sebentar ya aku tinggal dulu" ucap Melvin. Dinka pun mengangguk. Melvin berbincang ria dengan yang lainnya.


Dikejauhan Bobby melihat Dinka yang tengah duduk sendiri. "Hallo kakak ipar" sapa Bobby sambil mendudukan dirinya. Dinka sedikit terkejut dengan sapaan dari Bobby. Kepalanya menengok kearah Bobby. "Kakak ipar" sahut Dinka.


Bobby menampilkan senyum manisnya. "Boleh dong panggil kakak ipar" ledek Bobby. Dinka mengangguk sambil berdehem. "Kenapa sendiri disini mana suaminya?" tanya Bobby. "Kamu juga kenapa disini? Gak bareng sama Reta?" tanya Dinka balik.


"Aku mewakili dari perusahaannya ayah untuk datang kesini, karena ayah masih diluar negeri. Dan Reta lagi sibuk ngobrol dengan pria lain" jelas Bobby sambil melihat kearah dimana Reta berada. Dinka tertawa kecil mendengar perkataan Bobby. Belum lama Bobby dan Reta berpacaran tapi kini Bobby sudah dicueki.

__ADS_1


Dinka pun mengajak Melvin untuk pulang karena lelah. Belum lagi gerakkan yang aktif dari si kecil yang berada didalam rahimnya. Saat malam tiba si kecil memang aktif menendang berbeda disiang hari.


__ADS_2