
Dinka membuka matanya karena tidurnya terganggu oleh sinar matahari yang menembus gorden. Dia lupa memasang alarm di jam wekkernya yang berbentuk kepala micky mouse. Akibatnya dia terbangun kesiangan. Alarm alami yang biasa sudah tidak ada.
Biasanya teriakan Reta yang membangunkannya dari tidur. Juga sebaliknya Dinka sering membangunkan Reta. Dia masuk kedalam kamar mandi.
Dibawah sudah tersedia makanan dimeja makan. "Bi Nah apakah Alfan sudah berangkat kerja?" tanya Dinka. "Sudah nona" jawab bi Nah.
"Terus Melvin kapan pulang bi?" tanya Dinka lagi. "Mungkin nanti siang non bergantian dengan tuan besar" jelas bi Nah.
"Ayah pulang bi?" tanya Dinka sambil mengolesi roti dengan selai. "Tuan besar sudah pulang dan sedang tidur non" jawab bi Nah lagi.
Dinka memakan roti tawar yang dilapisi selai strawberry. Memakan satu tidak cukup baginya. Dia mengambil beberapa roti dan menumpuknya sampai tinggi.
Dua pelayan kembar datang menghampirinya. Karena merekalah yang bertugas mengurus keperluan Dinka. "Pagi nona" sapa keduanya dengan kompak.
"Pagi kembar" sapa Dinka balik. "Mau?" tawar Dinka tangannya memegang roti. "Tidak nona kami sudah sarapan" ucap salah satu.
"Oiya nama kalian siapa?" tanya Dinka sembari mengunyah roti. Mulutnya terlihat sangat penuh dengan roti itu.
__ADS_1
Si kembar pun memperkenalkan diri karena kemaren belum sempat. "Nama saya Alini dan ini adik saya Arini" jawab sang pelayan.
"Alini dan Arini kalau Reta yang memanggil kalian pasti kalian akan menengok secara bersamaan" ledek Dinka tersenyum.
Setelah beberapa hari absen dari kuliahnya karena sibuk dengan pernikahan. Kini Dinka kembali dengan aktivitas belajarnya.
"Pagi kakak ipar" sapa Reta. Dinka jadi tertawa mengingat nama pelayan barunya. Yang bila di panggil oleh Reta pasti sama saja karena kecadelannya. Mereka berjalan menuju kedalam kampus.
"Kenapa loe ketawa?" tanya Reta. "Dirumah keluarga kamu aku punya pelayan yang kembar nama mereka akan jadi sama bila kamu yang memanggilnya" Dinka menjawab.
"Maksud loe Alini dan Arini?" Reta mengucapkan nama yang sama karena cadel. Dinka terkejut. "Kok kamu tau mereka" tanya Dinka yang penasaran.
"Tertawa terus aja sampe puas" gerutu Reta. Dinka menghentikan tawanya. "Oiya kenapa kamu tidak betah tinggal dirumahmu padahal kan jelas sangat mewah tinggal disana" ucap Dinka.
"Gue cuma mau hidup mandiri aja, sejak kecil gue selalu dimanja dengan kemewahan. Orangtua angkat gue mengadopsi gue dari panti asuhan sewaktu gue masih bayi" Reta mulai bercerita masalalu nya.
"Gue sangat bersyukur bisa diadopsi oleh mereka. Walaupun bukan orangtua kandung tapi mereka sangat sayang sama gue" lanjut Reta. Mereka berjalan perlahan menuju kelas sambil mengobrol.
__ADS_1
"Kalau kak Alfan juga sejak bayi?" tanya Dinka mulai penasaran. "Kak Alfan setau gue dia diadopsi waktu umur 10 tahun deh. Itu sih kata bi Nah. Eh udah kenal bi Nah kan?" Reta menghadap kedepan Dinka.
"Udah" Dinka mengangguk. Reta melanjutkan ceritanya kali ini tentang Alfan. "Kak Alfan itu diadopsi untuk jadi teman mainnya kak Melvin. Dari dulu kak Alfan selalu kena pukul ayah kalau kak Melvin berbuat kesalahan. Sebenarnya gue marah sama ayah karena sering memukul dan menghukum kak Alfan padahal dia tidak salah" ungkap Reta.
Dinka terheran dan kembali bertanya "Kenapa kak Alfan yang dihukum?".
"Hidup kak Alfan itu kasarannya seperti bayangan dari hidup kak Melvin. Jadi setiap kali kak Melvin yang berbuat salah kak Alfan pasti yang kena bogemnya ayah kalo enggak ya dihukum. Karena kak Alfan tidak bisa mengendalikan kenakalanya kak Melvin" jelas Reta. Dinka masih terdiam mendengar Reta berbicara.
"Dulu pernah tuh kejadian sewaktu SMA kak Melvin kan jago karate dia berantem sama murid yang lain. Muka tampan kak Melvin berdarah. Dan yang kena hukuman atas perilakunya kak Melvin ya kak Alfan" ucap Reta.
"Sewaktu kak Melvin tidak pernah berangkat kekampus ayah tau tuh kak Alfan langsung disuruh pulang dan dihajar habis-habisan sama ayah. Ini kejadian kalo gak salah waktu kak Melvin kuliah diluar negeri. Tidak lama kemudian kak Melvin ikut pulang kerumah. Melihat wajah kak Alfan yang sudah banyak perbannya kak Melvin langsung marah dan berteriak pada ayah. Itu pertama kalinya kak Melvin ngajak ayah buat berantem" jelas Reta panjang lebar.
"Waktu itu gue bener-bener prihatin dan kasihan pada kak Alfan. Dan yang buat gue heran kenapa bisa sampai sekarang kak Alfan tuh gak pernah benci sama ayah. Bahkan buat balas dendam pun tidak pernah, kak Alfan selalu menghormati ayah. Bunda juga sampai memohon agar ayah tidak terlalu kasar pada kak Alfan" ucap Reta. Mereka sudah terduduk didalam kelas.
"Kalau saja gue bukan adiknya gue mau deh buat jadi istrinya kak Alfan. Tapi kak Alfan sudah bertunangan dengan Serin. Tunangannya itu sekarang masih kuliah diluar negeri" Reta mendesah.
Serin merupakan wanita cinta pertama bagi kakak beradik. Parasnya yang cantik dan pembawaannya yang anggun membuat Alfan dan Melvin menyukainya. Sewaktu masih kuliah diluar negeri mereka bertemu.
__ADS_1
Mereka punya selera yang sama yaitu wanita yang dewasa dan mandiri. Karena Arya tau kedua putra nya menyukai wanita yang sama. Dilakukan lah pertunangan antara Alfan dengan Serin. Karena Arya takut kedua putranya itu akan saling melawan pada masa yang akan datang merebutkan satu wanita. Sebenarnya Serin menyukai Melvin. Tapi juga menyukai Alfan. Jadi dia tidak menolak menjadi tunangan salah satu diantara keduanya.
Dosen pun datang Reta mengakhiri sesi penjelasan tentang hidup kakaknya itu. Kuliah pun dimulai.