
Akhirnya datang juga hari yang ditunggu. Yaitu hari bahagia bagi kedua mempelai yang akan menikah. Hari bahagia yang palsu bagi Dinka dan juga Melvin. Mereka menikah karena kemauan dari ayah Melvin.
Pernikahan diadakan di resort pribadi milik keluarga Tama. Hanya mengundang beberapa rekan bisnis dan kerabat dekat.
"Duh liat nih yang mau nikah kok mukanya ditekuk gitu senyum dong" Reta menarik bibir Dinka agar tersenyum. Tangannya dikibaskan oleh Dinka. "iihhh apaan sih" gerutu Dinka.
Dinka mulai dirias menggunakan adat jawa. Dia memakai baju kebaya berwarna merah. Dipadukan dengan kain jarit dan kemben. Terlihat sangat cantik. Reta melihatnya saja sampai tidak percaya bahwa itu Dinka.
Melvin tidak mau memakai baju kebaya. Jadi dia memakai setelan jas tuxendo berwarna putih. Dipadukan dengan dasi pita berwarna merah. Disaku jas terpasang setangkai bunga mawar berwarna putih. Rambutnya yang biasa membungkus keningnya kini disisir kebelakang. Terlihat menawan dan tampan.
Dia sudah siap duduk didepan penghulu. Orangtua dan kerabat Dinka juga banyak yang menghadiri. Mereka datang berbondong-bondong dari desa. Mereka penasaran dengan acara pernikahan orang kaya seperti apa.
Bella dan Abimanyu ikut bersamanya. Abimanyu harus menelan kehidupan yang pahit baginya. Harus menahan rasa sakit didalam hati.
Wali hakim yang menjadi wali pernikahan Dinka. Karena tidak ada kerabat dari keluarga ayah kandungnya yang datang.
Ijab kabul dimulai. Dibaca dengan suara yang lantang dan jelas oleh Melvin. Disaksikan oleh para tamu undangan. Abimanyu bertindak sebagai saksi pernikahan dari mempelai wanita. Itu rasa yang sungguh berat bagi Abimanyu. Melvin dan Dinka sah menjadi suami istri.
Ayah tiri Dinka sampai menangis terharu melihat anaknya dipersunting oleh keluarga konglomerat. Tapi dia juga merasa sudah gagal menjadi seorang ayah yang baik bagi putri bungsunya. Berbeda dengan ibu Dinka yang merasa biasa saja.
Tapi dia merasa puas bisa memiliki menantu yang kaya raya seperti Melvin.
Ibunda Melvin juga menangis terharu melihat anaknya menikah. Sebentar lagi tinggal Alfan yang akan menyusulnya. Padahal Alfan dulu yang tunangan. Alfan juga tersenyum bahagia.
__ADS_1
Setelah ijab kabul Dinka dibawa menuju samping Melvin. Didampingi oleh Reta. Dinka mengatur nafasnya karena sangat gugup. Jantung nya berdetak sangat cepat.
Tamu undangan yang hadir kagum melihat kecantikan Dinka terutama kaum adam. Berbeda dengan yang lain lebih suka melihat Melvin yang tampan.
Melvin meraih tangan Dinka. Mereka berjalan ke atas pelaminan. Kedua orangtua mempelai pun ikut keatas pelaminan.
Abimanyu terpesona melihat Dinka yang sangat cantik. Dia sampai terbengong melihatnya. Bella yang sedang berada disampingnya merajuk. "Mas Abimanyu" Bella menggerakan tangan suaminya.
Tamu undangan yang hadir menyalami keluarga mempelai. Dan ikut berfoto ria. Melvin tidak lagi memasang wajah dinginnya. Karena sedari tadi di pelototi sang ayah.
Dinka melihat Abimanyu digandeng oleh adik tirinya. Rasa itu belum musnah dari hati Dinka. Jujur saja dia masih mencintai Abimanyu.
Dinka terus menatap Abimanyu dari kejauhan. Sampai mereka saling menatap. Melvin melihat moment itu. Dan melirik kesampingnya. "Jadi lelaki itu cinta pertama mu" ucap Melvin lirih. Bibirnya tersenyum sebelah melihat Abimanyu.
Malam harinya dilanjutkan kembali acaranya. Keluarga Dinka dan kerabatnya sudah pulang sore hari tadi.
Dinka sudah berganti pakaian. Gaun pengantin yang dipakainya sangat pas dibadan. Gaun berwarna putih dengan dominasi warna cream membuat Dinka terlihat elegant dan anggun.
Melvin memakai setelan jas tuxendo berwarna hitam. Terdapat pita berwarna putih dikerahnya. Masih tetap terlihat tampan dan menawan. Baju apapun akan pas dipakai ditubuh atletis Melvin.
Tidak ada hentinya tamu undangan yang datang. Tangan Dinka sudah kebas karena menyalami tamu undangan yang datang silih berganti. Kakinya sudah sangat pegal. Akibat memakai high heels yang tinggi.
Dinka dan Melvin berdansa bersama dengan tamu lainnya. Kakinya sudah tidak bisa ditahan lagi. Dinka terjatuh kebawah lantai. Kakinya yang pegal kini terkilir. Melvin sengaja tidak menangkap tubuh Dinka.
__ADS_1
Dinka sangat marah melihat Melvin yang membiarkannya jatuh. Bila Melvin mau menangkap tubuhnya pasti dia tidak akan terjatuh. Para tamu yang hadir terdiam melihat Dinka.
Dia mencoba untuk bangun namun sulit karena kakinya terkilir. Melvin masih berdiri terdiam melihat Dinka.
Alfan bertindak cepat mendekati Dinka. Membantunya untuk berdiri. "Kamu tidak papa adik ipar?" tanya Alfan. Melvin sengaja membuat Dinka malu. Mungkin selanjutnya nasib Dinka akan lebih naas dari itu.
Alfan mengajak Dinka untuk duduk dikursinya. Dia berjongkok melihat keadaan kaki Dinka yang sudah memar.
"Aduh pelan-pelan" keluh Dinka. Alfan mencoba menggerakkan kaki Dinka agar tidak kaku. "Kak Alfan aku mau membawa pengantinku masuk kekamar" ucap Melvin.
Melvin menggendong Dinka masuk kedalam kamar pengantin. Menjatuhkannya diatas ranjang.
"Kamu kasar banget sih" bentak Dinka. Melvin mencengkeram dagu Dinka dengan cukup kuat. Sampai Dinka meringis kesakitan. "Mulai hari ini kamu akan hidup tersiksa" ucap Melvin lirih. Senyumnya sungguh aneh membuat Dinka jadi takut.
Melvin mengunci pintu kamar. Berjalan kembali keatas ranjang. Menarik paksa baju yang dikenakan Dinka sampai robek. Dia tidak berpikir seberapa mahalnya gaun itu.
Melvin ingin memastikan sesuatu dari wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu. Dinka menangis dengan perlakuan kasar oleh suaminya.
Melvin mencium dengan buas bibir Dinka. Dan menggigit bibir itu sampai keluar darah. Kedua tangan Dinka digenggam erat olehnya. Melvin mengambil dasinya untuk mengikat tangan Dinka.
"Lepas...apa yang mau kamu lakukan" ucap Dinka sambil menangis. Melvin membuka celana Dinka dan melihat bagian intimnya.
Dia ingin memastikan bahwa Dinka itu masih segel atau tidak. Tapi cara yang dilakukannya sangat salah. Setelah memastikan Melvin menghentikan aksinya. Dia mengambil air minum dan menenggaknya. Meninggal Dinka sendiri dikamar yang sedang menangis.
__ADS_1
Melvin kembali dengan tamunya. Berbincang ria mengenai bisnis.