Gadis Desa bukan Cinderella

Gadis Desa bukan Cinderella
Biang kerok


__ADS_3

Dinka menangis sampai tertidur di bathup kamar mandi. Melvin melepaskan kaos yanh dipakainya. Dia berjalan masuk kedalam kamar mandi.


Melvin terkejut melihat Dinka tertidur namun wajahnya masih terlihat tenang. Melvin mengambil handuk dan membalut tubuh sang istri. Melvin menggendongnya menaruh dengan pelan tubuh Dinka keatas ranjang.


Melihat pemandangan itu sungguh menggairahkan. Melvin membuka celananya memulai aksinya dengan mencium bibir Dinka.


Dinka bangun dengan aktivitas yang dilakukan suami diatas tubuhnya. Melvin melihat mata Dinka yang terbuka namun Melvin tetap melanjutkan.


Angin sore dari lautan berhembus cukup kencang. Melvin sudah selesai dengan aksinya. Dia kekamar mandi untuk membersihkan badan. Dinka bangun dari atas ranjang. Memakai baju dan berjalan ke luar kamar hotel menuju kolam renang. Dia memandangi luasnya lautan dihadapannya.


Terlihat di sebelah bawah kolam renang Alfan berbincang ria dengan Serin. Wanita yang mulai dibenci oleh Dinka. Namun dia hanya bisa merasa benci tanpa bisa berbuat apapun.


Yang dia bisa mungkin hanya pasrah pada hidup yang dijalani. Dinka menatap langit biru yang tinggi. Banyak burung beterbangan kesana kemari. "Andai aku punya sayap aku ingin terbang sejauh mungkin" ucap Dinka sendiri.


Dinka tersenyum sembari menghirup udara yang segar. Tangan besar tiba-tiba memegang pinggangnya. Melvin memeluk Dinka dari belakang. Mereka berdua menikmati indahnya pemandangan bersama.


"Besok pagi kita harus pulang, kau tidak ingin berjalan-jalan dipinggir pantai?" tanya Melvin. Suara beratnya terdengar lembut. "Tidak" jawab Dinka.


"Mau berfoto bersama?" tanya Melvin lagi. Dinka melepaskan tangan Melvin dari pinggangnya. Dia menatap mata Melvin dengan dalam. "Melvin jangan buat aku jatuh cinta padamu" ucap Dinka dengan tersenyum.


Langkah kaki Dinka masuk kedalam kamar hotel. Melvin berdiri terdiam dan menatap sang istri yang kian menjauh.

__ADS_1


Dinka mengusap dengan kasar air mata yang turun membasahi pipinya. Kenapa harus menangis lagi. Apakah tidak cukup airmatanya keluar tadi siang sampai membuatnya tertidur. Melvin tidak pantas untuk mendapatkan hatinya. Itu semua yang ada dibenak Dinka.


+++


Malam harinya Dinka mengajak Alfan berjalan-jalan disekitar Pantai. Dia ingin melupakan masalah yang mengganggu hatinya. Pengawalnya juga diajak oleh Dinka.


Tangannya menarik pengawal yang harus ikut jalan-jalan. Bila dilihat seperti anak kecil menarik tangan ayahnya. Walaupun badan para pengawal besar dan kokoh namun Dinka tidak patah semangat untuk menarik mereka ke pinggiran pantai. Untuk ikut meramaikan suasana. Para pengawal menuruti kemauan istri bosnya.


Serin dan Melvin juga ikut berjalan-jalan. Alfan menggendong Serin dan dibaringkan keatas pasir. Melihat senyuman dimulut Alfan dan Serin membuat Dinka merasa bersalah sudah merahasiakan itu dari Alfan.


Cukup Dinka saja yang tau Melvin punya hubungan dengan Serin. Melvin masih terus menatap istrinya. Menenggak minuman wine nya dan menuangkan lagi. Melvin berdiri dan mengajak Dinka ke pinggiran pantai.


Ya setidaknya Dinka harus berpura-pura bahagia. Walaupun hatinya kecewa. Terkadang pura-pura bahagia itu menyenangkan baginya.


"Dinka mau main kembang api?" tanya Alfan. Dinka menghampiri kaka iparnya. Mengambil kembang api yang sudah dinyalakan. Bibirnya tersenyum senang. Mereka main kejar-kejaran sambil bermain kembang api.


Mereka saling mengejar satu sama lain. Dinka lebih suka mengejar Alfan daripada suaminya. "Kak Alfan bagi dong kembang apinya" keluh Dinka. Sedari tadi dia mengejar Alfan namun tidak berhasil merebut kembang api darinya.


+++


Dinka mengemas semua barangnya dan barang suami. Para pengawal membawakan koper kedalam bagasi mobil. Dia satu mobil dengan suaminya. Alfan satu mobil dengan Serin. Serin datang sendiri namun pulang ikut bersama mereka.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Dinka terdiam. Bukan karena marah pada suaminya, tapi sedang menahan agar tidak muntah lagi. Melvin sibuk dengan laptopnya. Dinka melirik kesamping. Terlihat suaminya sedang fokus.


"Pak bila ada pombensin didepan mampir sebentar ya" ucap Dinka. "Kita masih dijalan tol nona kemungkinan pombensin masih jauh" jelas sang pengawal.


"Apa ada minimarket atau semacamnya pak dijalan tol?" tanya Dinka. "Sekitar 10km didepan sepertinya ada tempat pemberhentian nona, apakah nona membutuhkan sesuatu?" tanya pengawal melihat dari kaca spion.


"Semacam kantong plastik atau apapun deh pak" Dinka sudah tidak kuat untuk menahan rasa mualnya. Si pengawal tidak tau untuk apa majikannya memerlukan barang tersebut.


Dinka membungkam mulutnya rapat-rapat dengan tangan. Melvin sudah bersiap diri untuk di muntahi lagi oleh sang istri. Dia menutup laptopnya dan mengangkat keatas.


Benar dugaannya Dinka memuntahkan semua isi perutnya di setelan jas milik Melvin. Sontak pengawal yang mengemudi dan rekannya melihat kearah kaca spion. Namun hanya sesaat.


Wajah dingin Melvin berubah menjadi merah. Dirinya mendengus kesal. "Ambilkan tisu" ucapnya. Lagi-lagi dia menjadi sasaran empuk bagi Dinka.


Tangan Dinka dengan gesit merebut kotak tisu dari pengawal. Mengelap jas milik suaminya. "Maaf" Dinka memasang wajah memelas.


Melvin membuka jas dan kemejanya melemparkan kedepan. Pengawal yang dilemparkan jas dan kemeja oleh Melvin hanya terdiam.


Kini Melvin bertelanjang dada. Dada bidangnya terekspos jelas. Mungkin wanita lain akan heboh melihat dada bidang Melvin. Justru Dinka merasa malu melihat dada bidang milik suaminya. Pipinya terlihat merah seperti udang rebus.


Pengawal di mobil Melvin menyuruh yang lainnya untuk berhenti di Rest area terdekat. Akhirnya sampai di rest area dalam tol Melvin langsung masuk kedalam kamar mandi. Keadaan di rest area lumayan sepi. Hanya ada beberapa petugas yang berjaga dan penjual.

__ADS_1


Toilet umum disana tidak cukup bersih menurut Melvin. Tangannya yang satu menutup hidungnya karena mencium bau tidak sedap dari dalam toilet. Dia membersihkan dada dan lengan yang terkena muntahan Dinka. Dinka mengambil baju dari koper untuk dipakai sang suami.


__ADS_2