Gadis Desa bukan Cinderella

Gadis Desa bukan Cinderella
Pengorbanan #3


__ADS_3

Dinka pergi kekampusnya tidak pernah berdandan. Hanya memakai lipgolls agar bibirnya tidak kering. Dan cream pelembab wajah. Dia mengenakan celana jeans dengan kaos bergambar micky mouse. Karena dirinya sangat menyukai kartun micky mouse. Bedcover dan selimutnya juga bergambar mickey mouse. Tidak lupa dengan dalamannya ada yang bergambar micky mouse.


Dinka membawa tas gendong dipundaknya. Dengan bandul kunci juga berbentuk micky mouse. Untuk masalah penampilan Reta lebih simpel darinya. Karena gaya Reta yang tomboy.


Mereka berjalan dengan santai. Reta menarik tas Dinka dari belakang. "Ehhhh tunggu dulu".


"Ada apa sih main tarik aja" gerutu Dinka. Dia membalikkan badan. Dinka ikut menatap kemana arah mata Reta tertuju.


Disana ada Abimanyu. Sejak kemarin Dinka memang mematikan ponselnya. Dia sangat tidak enak hati pada pria itu. Susah di ungkapkan rasa sakit dihatinya. Dinka juga bingung harus menjelaskan apa pada Abimanyu tentang hubungan mereka.


Pasti Abimanyu datang kekota hanya untuk meminta penjelas padanya. "Ka mending loe temuin pria itu deh" saran dari Reta dilakukan oleh Dinka.


Abimanyu masih terdiam ditempat. Menatap Dinka yang menghampirinya. Dinka mencoba untuk menahan airmata nya agar tidak keluar. "Gue tunggu di dalem kelas ya"


Dinka berjalan semakin mendekat. Suaranya yang parau memanggil tunangannya yang akan menjadi mantan "Mas Abi".


Abimanyu memeluk Dinka dengan erat. Seakan tidak mau kehilangannya. "Maafkan mas ya". Dinka terkejut kenapa Abimanyu meminta maaf padanya. Bukannya dia harusnya marah ya. Itu yang dipikirkan Dinka.


Sebenarnya Abimanyu belum tau kalau dia akan dilamar oleh lelaki lain. Abimanyu mengajak Dinka duduk dikursi bawah pohon. "Maafkan mas yang sudah bertindak bodoh" jelasnya. "Maksud mas apa?" Dinka terheran melihat Abimanyu.


"Mas tidak sengaja menghamili adikmu" perkataan dari Abimanyu seperti suara petir disiang bolong. Dinka menghembuskan nafasnya panjang. Tidak menyangka selama ini dia dibohongi oleh Abimanyu.


Dia kira Abimanyu ini hanya cinta padanya. 'Tapi apa ini' gumamnya. Tentang perasaan Abimanyu memang benar adanya. Dia dijebak oleh Bella adiknya Dinka. Karena Bella menginginkan Abimanyu.

__ADS_1


Pasti setelah Bella melihat Melvin dia juga akan merebutnya dari Dinka. Ya adik tirinya yang satu ini memang doyan merebut semua yang menjadi milik Dinka. Sudah terbiasa dari sejak kecil.


"Jadi mas selama ini berhubungan dengan Bella dibelakangku?" Dinka masih tidak menyangkanya. "Mas sudah keterlaluan" Mata Dinka sudah berkaca-kaca.


Plaaak


Dinka menampar wajah Abimanyu. Dia menatap Abimanyu dengan tajam. Dinka berlari sambil mengusap air matanya yang terjatuh. Dia tidak habis pikir kenapa Abimanyu melakukan itu.


Dinka berjalan menuju taman kampus untuk menenangkan diri. Bersembunyi dibalik akar ilalang yang menjulang tinggi. Udara disana membuatnya tenang. Itu tempat persembunyian baru yang aman. Terduduk diatas rerumputan yang hijau.


Dinka mengambil nafasnya dalam-dalam. Menghembuskannya dengan pelan. Ponselnya berbunyi menandakan ada sebuah pesan singkat yang masuk.


Pesan yang dikirim oleh Alfan. Dia membuka isi pesan yang tertulis bahwa dia akan dijemput oleh Melvin sore nanti. Mereka akan melakukan fitting gaun pengantin.


Melvin memarkirkan mobilnya di pinggir jalan dekat kampus. Bersandar pada mobilnya sambil memasukan tangannya kesaku celana. Dia sudah melepaskan jasnya. Menggulung tinggi kemeja yang dipakai. Tercetak jelas dada bidangnya yang membentuk seperti roti sobek. Seperti biasa dia selalu menjadi santapan berbagai pandangan mata dari wanita.


Reta berjalan sembari memakan cemilan di sepanjang jalan keluar kampus. Dia melihat para wanita heboh. Pasti siapa lagi kalau bukan perbuatan kakaknya. Adanya kak Fahmi juga tidak akan membuat wanita bergosip ria sampai heboh seperti itu.


Sinta dan antek-anteknya juga berada disana. Berbisik membicarakan pemandangan indah didepan. Reta mendengus. Tatapannya menatap jengah kakaknya. "Please deh kakak ngapain sih kesini?". Melvin tidak menjawab adiknya itu.


"Lah bukannya itu sitomboy temannya si wanita j*lang yang sok cantik itu ya, kenapa dia berbicara dengan pria tampan itu" ucap Rani. Sinta sangat marah melihat Reta bisa kenal dengan lelaki yang bahkan tidak dikenalnya.


"Dari mana dia bisa kenal lelaki tampan itu, pasti dia sedang mencoba untuk menggodanya" kali ini Berta yang berbicara.

__ADS_1


"Lihat pria itu juga tidak merespon ucapan darinya" ucap Rani. Mereka pergi setelah puas bergosip.


"Teman kamu mana?" tanya Melvin. "Ini juga aku lagi cari kak, Dinka sejak tadi pagi menghilang".


Dinka tertidur ditaman. Dirinya habis menangis. Matanya masih sembab. Dia melihat jam ditangannya. Dinka segera beranjak pergi dari taman.


"Loe dari mana saja ka" tanya Reta. Dirambutnya ada rumput yang tersangkut. "Loe abis nyusruk dimana? rambut loe banyak rumput nyangkut nih" ucap Reta sambil membuangi rumput di rambut Dinka.


"Kakak gue nungguin loe cukup lama tadi, pasti dia bakal marah"


"Sekarang dia dimana?" tanya Dinka. "Ya udah pulang lah. Lagian ponsel loe di hubungi kenapa gak aktif?"


Dinka mengcharge ponselnya. Banyak panggilan tak terjawab dari Alfan. "Aku boleh minta nomer kakak mu tidak?"


"Bukannya loe dah punya?" tanya Reta balik. "Aku cuma punya nomernya Alfan tapi gak punya nomernya Melvin" jelas Dinka.


Reta mengambil ponselnya menghubungi kakak tampannya. "Ada apa" jawaban dari sebrang telpon.


"Nih Dinka mau ngomong" jelas Reta. Reta memberikan ponsel miliknya. Namun sambungan telpon sudah di tutup sepihak oleh Melvin.


"Sepertinya kakak mu marah" ungkap Dinka. "Udah biarin aja palingan besok udah sembuh kok marahnya" Reta menjelaskan.


Dinka menggosok giginya dan pergi untuk tidur. Matanya lelah karena cukup lama menangis.

__ADS_1


__ADS_2