Gadis Desa bukan Cinderella

Gadis Desa bukan Cinderella
Rasa yang mulai muncul


__ADS_3

Hujan turun dengan derasnya. Disertai petir yang menggelegar. Biasanya Dinka berjalan kaki kekampusnya. Namun hari ini dia tidak di ijinkan berangkat oleh sang suami.


Reta sudah beberapa kali menghubunginya namun panggilan selalu ditolak. Sampai membuat geram dirinya. Ada apakah gerangan kenapa telpon darinya di reject. Mengirim pesan pun tak kunjung ada balasan. Tidak biasanya Dinka seperti itu pikirnya.


"Berangkat sendirian deh" gerutu Reta. Dia akan menemui Dinka sepulang kuliah nanti. Pasti ada hal yang tidak beres.


Fahmi melihat Reta berangkat kuliah sendiri berarti Dinka tidak masuk kuliah. Dia ingin bertanya pada Reta namun dia takut karena Reta gadis tomboy yang galak menurutnya.


Fahmi memutuskan mencari tahu pada teman Dinka yang lain. Tapi sama saja mereka tidak tau. Dan Fahmi penasaran tentang hubungan antara Dinka dengan pria yang datang menjemputnya.


Dikediaman keluarga Tama. Dinka masih terbaring diatas ranjang empuknya. Karena cuacanya yang mendukung untuk tetap tidur. Sebuah tangan besar memegangi pinggangnya. Tubuh Melvin sudah berada diatasnya.


Suaminya sedang memulai aksinya di pagi hari. Dinka hanya diam mengikuti alur perlakuan suami terhadapnya. Kali ini Melvin melakukannya dengan perlahan dan lembut. Tidak kasar seperti biasanya. Melvin meletakkan bantal untuk mengganjal bokong Dinka.


Setelah selesai dengan kegiatan intim dipagi hari Melvin langsung masuk kekamar mandi. Dinka melanjutkan untuk tidur.


Kemeja merah muda panjang dikenakan untuk menutupi tubuh atletisnya. Jas dan celana hitam sangat pas dipakai dipadukan dengan dasi berwarna merah. Rambut Melvin dibiarkan menutupi keningnya seperti biasa. Dia kurang begitu suka bila rambutnya memakai minyak rambut. Tapi tetap rapih.


Dia bersiul menuruni anak tangga. Alfan sudah berada dimeja makan. "Sepertinya besok bunda sudah boleh pulang" ucap Alfan. Melvin mengangguk. Dia menempati kursinya dan memulai sarapan.


"Mana istrimu?" tanya Alfan. "Dia masih tertidur kak" jawab Melvin. Alfan tersenyum mendengar panggilan kak dari Melvin.

__ADS_1


"Sepertinya suasana hatimu sedang baik" ledek Alfan. Melvin tidak menanggapinya. "Bagaimana dengan pembangunan mall yang berada di jalan Jend. Soedirman?" tanya Melvin sambil mengunyah makanan.


"Tinggal dekorasi dan beberapa perbaikan dilantai lima" jelas Alfan. Mereka berbincang seputar masalah pekerjaan. Karena tidak ada Arya jadi mereka bisa dengan bebas berbicara sembari menikmati sarapan. Karena bila ada ayanhya mereka tidak akan berani berbicara pada saat berada dimeja makan.


Ponsel Dinka kembali berdering. Sejak saat tadi banyak panggilan masuk dari teman kuliahnya. Melvin membuka banyak pesan singkat yang dikirim oleh teman kuliah istrinya. "Merepotkan sekali" keluh Melvin. Ponsel Dinka memang sengaja dibawa olehnya.


Sampai di gedung XnT Group Melvin disambut kedua sekretarisnya dilobby kantor. Karyawan yang melintas pun berhenti sejenak untuk sekedar menyapa bosnya.


"Bawakan beberapa proposal yang sudah masuk. Oiya sekalian proposal yang ditujukan untuk ayah" suruh Melvin pada sekretarisnya. "Baik pak" ucap sang sekretaris sambil mengangguk.


Melvin duduk dikursi kebesarannya. Walaupun dirinya masih menjadi direktur, suatu saat dia yang akan menjadi ketua diperusahaan itu.


Alfan masuk keruangan adiknya dengan banyak dokumen ditangan. Dia menaruh dokumen yang harus di tanda tangani Melvin. "Aku sudah mengecek semuanya tinggal ditanda tangani" jelas Alfan.


"Baiklah sini kakak bantu" ucap Alfan tersenyum. Seketika Melvin langsung menumpuk semua dokumen ditangan kakaknya. "Terimakasih" ucap Melvin menampilkan senyum manisnya.


Dinka terbangun dari tidurnya. Dia menggaruk kepalanya yang gatal. "Sudah jam berapa ini" gumamnya lirih. Dia menatap jam wekker yang berada dinakas. Dinka terkejut melihat waktu sudah siang.


"Tidurku terlalu lama" Dinka bangun. Dia melemparkan bantal yang berada di bawah badannya dan lari kekamar mandi.


Dibawah Reta sudah datang. Dia menyapa sikembar dan menanyakan tentang Dinka. "Hai kembar apakah nona kalian sedang sakit?" tanya Reta.

__ADS_1


"Wah non Reta apa kabar?" ucap Alini. "Nona kami tidak sakit non" jelas Arini. "Tapi kenapa dia tidak berangkat kuliah hari ini?" tanya Reta lagi.


"Kami tidak tau nona sepertinya dia juga belum bangun" ucap Alini. Reta melangkah kelantai tiga dimana kamar Melvin berada. Dia mengetok pintu kamar.


"Kaka ipar" panggil Reta. Tidak ada sahutan dari dalam. Reta kembali mengetok sedikit keras. "Kaka ipar" Reta mengetok secara berulang.


Dinka membuka pintu kamarnya. "Iya iya" ucap Dinka. Reta menatap dari atas sampai bawah orang yang ada didepannya. Dia mulai tersenyum usil melihat banyak tanda merah disekitar leher dan dada Dinka. Karena Dinka hanya memakai handuk.


"Wah pantas saja loe gak berangkat ya hari ini" goda Reta. Dinka terheran melihat reaksi Reta. Dia tidak maksud dengan ucapan adik iparnya itu.


"Sana pakai bajumu dulu" ujar Reta. Dinka kembali menutup pintu kamarnya.


Reta menunggu ditaman belakang rumah sambil menikmati jus. Dimeja makan sudah tersedia berbagai hidangan untuk Dinka. Banyak dari makanan itu untuk penambah darah yang memang harus rutin Dinka makan.


"Nona harus makan dulu karena tadi pagi belum sarapan" ucap Alini. "Ini lagi menunya?" tanya Dinka. "Iya nona" jawab sikembar kompak.


Dinka sudah selesai dengan semua makanannya. Kini perut rampingnya sedikit terlihat buncit setelah dia makan. Dia menghampiri Reta ditaman belakang.


"Huffftt" Dinka mendesah. "Kenapa?" tanya Reta. "Kamu lihat perut ku sekarang jadi agak buncit" gerutu Dinka.


"Buncit segitu doang ngeluh apalagi kalo loe hamil bakal lebih gede dari itu" sahut Reta. 'Hamil' batin Dinka. Dia tidak pernah membayangkan akan mengandung anak dari Melvin. Karena Melvin mungkin tidak mengijinkannya untuk hamil.

__ADS_1


"Kenapa diam?" tanya Reta. "Gak papa" ucap Dinka menggeleng. Apakah Melvin mau punya anak darinya. Apakah Melvin akan senang bila dirinya hamil. Dinka bertanya dalam hatinya sendiri.


Jawaban paling tepat mungkin Melvin tidak akan mengijinkannya untuk hamil dulu.


__ADS_2