Gadis Desa bukan Cinderella

Gadis Desa bukan Cinderella
83. Diam lebih baik


__ADS_3

Melihat sang istri tersenyum membuat Melvin sedikit lega. Namun senyuman itu bermakna bahwa Dinka sudah benar-benar lelah dengan semua perbuatan Melvin padanya. Tapi semua itu tidak diketahui Melvin. "Sayang kamu percaya kan sama aku?" tanya Melvin. Ada airmata menggenang di pelupuk matanya.


"Sudah ngomongnya" jawaban dari Dinka berhasil membungkam mulut Melvin. Dinka mengusap airmata yang sudah jatuh di pipi. Dan beranjak keluar dari kamar. Melvin hanya diam mematung di tempat. Padahal sudah panjang lebar dirinya menjelaskan namun Dinka masih tetap marah padanya. Bukan marah lebih tepatnya kecewa marah sakit hati campur aduk jadi satu.


Melvin mengambil kunci mobil dan melajukannya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit. Otaknya benar-benar kacau balau.


Sampai dirumah sakit, Melvin tidak langsung turun dari mobil. Nafasnya tidak beraturan karena sepanjang jalan airmatanya keluar. Melvin menarik nafas sedalam-dalamnya untuk menenangkan diri.


"Nah itu Melvin, tapi kenapa datang sendirian" ucap Arya. "Mungkin Dinka masih lelah yah jadi ditinggal dirumah" jelas Alfan. Arya merasa lebih curiga sekarang. Pasti ada sesuatu yang terjadi diantara mereka berdua.


"Kenapa datang sendiri, mana istrimu?" tanya Arya. "Mungkin Dinka masih lelah yah" sahut Alfan. "Ayah tidak bertanya padamu tapi ayah tanya pada Melvin" gerutu Arya.


"Dinka masih lelah yah jadi tidak ikut" jawab Melvin. "Iya lagian kasian yah sama kandungannya masa iya harus ikut kerumah sakit" ujar Reta.


"Apa? kandungan? Dinka sudah sudah hamil?" tanya Arya dengan cepat sambil menatap kearah Melvin. "Iya Dinka udah hamil yah" jawab Reta.


"Kamu kenapa tidak beritahu ayah kabar bahagia ini?" tanya Arya dengan tegas. Melvin hanya menunduk. Arya memeluk sang buah hati karena akan memberinya cucu. Melvin sedikit terkejut dipeluk oleh ayahnya. Reta dan Alfan juga ikut memeluk keduanya. Paman Jay tersenyum dan terharu melihat adegan pelukan yang hangat didepannya.


Melvin duduk dikursi sambil memegang erat tangan ibundanya yang terbaring lemah. Sudah cukup lama dirinya tidak bertemu dengan sang bunda. "Bunda cepet sembuh ya jangan sakit-sakitan terus" ucap Melvin lirih.

__ADS_1


Dinka pun datang kerumah sakit bersama dengan sikembar. Ruang rawat vvip menjadi cukup ramai. Reta diajak pulang terlebih dulu oleh Alfan. Dan Arya juga ikut pulang meninggalkan Dinka dan Melvin berada di rumah sakit. "Kembar ayo pulang" ajak Alfan. "Sikembar disini aja kak kenapa malah diajak pulang" keluh Dinka.


"Kan sudah ada Melvin yang menemani gantian dong" ujar Alfan. Dinka hanya merengut. Melvin menatap dengan dalam sang istri. Tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut mereka berdua. Dinka duduk disofa yang berada didalam kamar inap. Tangannya mengambil buah-buahan yang berada diatas meja dan memakannya.


Mereka sengaja ditinggalkan berdua untuk saling berbicara. Melvin duduk di sebelah sang istri. Dinka beranjak dari sofa dan duduk dikursi di dekat sang bunda untuk menghindari suaminya.


Arya mengajak Alfan untuk membicarakan tentang situasi yang sudah terjadi pada rumah tangga Melvin dan Dinka. Pasti Alfan tau sesuatu. "Apa yang terjadi antara mereka berdua kamu pasti tau kan?" tanya Arya. Alfan bingung mau menjawab apa. Dirinya ingin menutupi apa yang terjadi. "Jawab ayah" ucap Arya dengan tegas. Kedua tangannya disilangkan kedada.


"Untuk masalah ini ayah lebih baik bertanya langsung pada Melvin" jawab Alfan. "Ayah akan meminta penjelasan padanya tapi ayah juga ingin dengar dari kamu" ujar Arya.


Alfan pun menceritakan awal mulanya masalah itu terjadi. Panjang lebar Alfan menceritakan pada ayahnya. Arya hanya manggut-manggut mendengarkan. Reta juga diam-diam ikut menguping pembicaraan sang kakak dan ayahnya.


"Awas aja kalo gue udah pulang ke indo bakal gue cakar-cakar wajahnya" gumamnya lagi. Alfan melihat Reta dibalik tembok. Wajah Reta terlihat sangat serius. "Kamu ngapain disini" ucapan dari Alfan membuat Reta terkejut.


"Eh kakak, enggak lagi ngapa-ngapain" ujar Reta tersenyum. "Kamu nguping ya?" tanya Alfan memastikan. Dengan cepat Reta langsung geleng-geleng sambil tersenyum. Alfan menyatukan kedua alisnya. "Bener?" tanya Alfan. "Iya kak" jawab Reta.


"Ayo makan kakak laper nih" ajak Alfan sambil mengelus perut. Reta mengekori sang kakak dari belakang menuju dapur.


Diam-diam Arya mencari tahu semua yang di ceritakan Alfan. Dimulai dari Serin. Karena keluarga dari Serin yang dikenal olehnya tidak akan melakukan hal memalukan seperti itu.

__ADS_1


Arya pun menghubungi ayah angkat Serin. Orang yang sudah dikenalnya cukup dekat. Dalam bisnis maupun hal biasa.


+++


Sore hari untuk menghilangkan rasa penat Dinka mengajak si kembar berenang dikolam renang samping rumah. Karena menggunakan baju renang perut rampingnya kini terlihat buncit. Mereka asik bermain air. Reta pun ikut bergabung.


"Wah kenapa gak ngajak gue" gerutu Reta. "Ya habisnya kamu kan tadi lagi tidur, jadi gak diajak sini turun" ucap Dinka.


Diatas balkon kamar Melvin menikmati pemandangan yang ada dikolam renang. Melihat sang istri bisa tertawa senang sudah cukup baginya. Tapi masalah rumah tangganya belum selesai. Itu yang terus menerus mengganjal di pikirannya.


Kali ini Dinka benar-benar sulit untuk dimengerti. Biasanya dengan diperlakukan lembut atau romantis saja sang istri sudah meleleh. Namun sangat berbeda kali ini.


"Aku harus bagaimana supaya kamu maafin aku sayang, bingung banget rasanya" keluh Melvin berbicara pada diri sendiri.


Alfan membawakan jus untuk para wanita. "Nih kakak bawakan jus untuk kalian dan buat sikembar juga" Alfan meletakkan nampan dimeja kecil.


"Kak bawain sandwich dong laper nih" pinta Reta. "Kamu sengaja nyuruh kakak" keluh Alfan. "Heheh tolong ya kak" timpal Reta cengengesan. "Aku mau" kali ini Dinka yang berbicara.


Alfan geleng-geleng kepala disuruh oleh kedua adiknya. "Baiklah, sikembar mau juga tidak?" tawar Alfan. "Boleh tuan" jawab sikembar kompak.

__ADS_1


Melvin mendapatkan telepon dari sang ayah yang memberitahukan bahwa bundanya sudah sadar. Segera Melvin memberitahu Alfan dan yang lain. Tapi Melvin lebih dulu pergi kerumah sakit.


__ADS_2