Gadis Desa bukan Cinderella

Gadis Desa bukan Cinderella
107. Hari penting sang kakak #2


__ADS_3

Supir yang mengantar Alfan memutar balikkan laju mobil. Alfan duduk dikursi belakang. Ada yang terasa aneh ditubuhnya. Tubuhnya serasa panas dan bergairah. Alfan benar-benar tidak tau apa yang terjadi dengan tubuhnya itu. Di ambilah ponsel dari dalam saku jas untuk menghubungi Melvin. Tapi ponselnya terjatuh masuk kesela-sela.


Si supir melihat Alfan lewat kaca spion. Benar yang dikatakan bosnya itu. Melihat keadaan Alfan sepertinya reaksi obatnya sudah bekerja. Melvin memang sengaja menyuruh beberapa bodyguard sang ayah untuk membantu rencananya.


Mobil berjalan di percepat menuju tempat persembunyian. Tempat yang sudah disiapkan oleh Melvin untuk Alfan. Sampailah Alfan disebuah hotel. Alfan tadinya tidak mau dibawa ke hotel itu, tapi ditarik paksa oleh orang suruhan Melvin tanpa Alfan tau. Alfan mencoba melawan namun kalah karena kondisi tubuhnya yang tidak baik.


Alfan diletakkan bersama dengan seorang wanita didalam kamar hotel. Dia bingung kenapa bisa sampai dibawa ke hotel itu. Enzi sudah tersadar ketika Alfan dibawa masuk. "Pak Alfan" panggil Enzi. Tangannya di ikat kebelakang.


"Kamu" Alfan terkejut melihat Enzi. Mereka dikunci berdua didalam kamar hotel. Alfan lari kedalam kamar mandi. Di siramnya air ke sekujur tubuhnya agar panas yang menyerang sedikit reda. Tapi tetap saja keadaan tubuhnya tidak berangsur pulih.


Enzi kebingungan dengan tingkah Alfan. "Pak Alfan kenapa?" tanya Enzi. Alfan menatap Enzi dengan dalam. Rasa yang menyiksa tubuhnya sudah tidak bisa ditahan lagi. "Bolehkah aku menyentuhmu?" tanya Alfan. Enzi bingung dengan perkataan atasannya itu. Dia terduduk di atas tempat tidur dengan tangan yang masih terikat.


Alfan berjalan perlahan mendekati Enzi dan mulai memegangi pipi Enzi. Bibirnya meraih bibir Enzi dengan lembut. Hal yang seharusnya tidak terjadi malah terjadi. Itu memang rencana dari Melvin untuk sang kakak.


Rencananya ini memang keterlaluan. Tapi itu dilakukan Melvin agar ayahnya membatalkan pertunangan sang kakak. Alfan sama sekali tidak tau dengan rencana yang dibuat Melvin. Mungkin bila Alfan tau dia tidak akan setuju. Melvin sengaja tidak memberitahu Alfan.

__ADS_1


Alfan melakukannya dengan lembut dan pelan-pelan. Dia merasa senang karena sudah menjadi orang yang pertama menyentuh tubuh Enzi. Bagi Alfan itu juga pertama kalinya. "Makasih ya" ucap Alfan sambil mencium tangan Enzi. Mereka terlelap dalam satu selimut yang membalut tubuh.


Suasana di tempat acara masih berjalan lancar. Armand terkulai lemah duduk di kursi tamu. Dia sama sekali tidak mengira akan bertemu dengan Siti di tempat acara. "Armand ada apa?" tanya Arya sembari mendekat. "Kamu mengundang Siti?" tanya Armand bingung. Arya lebih bingung dengan pertanyaan dari Armand. "Siti itu ibunya Dinka, keluarga Dinka dari kampung datang kesini beberapa hari yang lalu jadi mereka ikut datang keacara ini" jawab Arya.


Mendengar nama Siti, Betty selaku istri sah Armand yang sekarang pun terkejut. "Apakah Siti yang kamu maksud itu mantan istri kamu pah?" tanya Betty. Armand tidak menjawabnya. Arya dan Sarah tergelak kaget mendengar Betty.


"Jadi Siti ibunya Dinka itu istri kamu yang kamu tinggalkan dulu" ungkap Arya. Seketika Reta dan Bobby yang mendengar pun ikut terkejut. Tidak pula Bella dan Abimanyu. Sedangkan Dinka sedang mengantar Siti dan Rama kembali kerumah.


Arya di bisikan sesuatu oleh pak Mimin bahwa mobil yang membawa Alfan menghilang ditengah perjalanan menuju hotel. Melvin mulai berkeringat karena sang ayah mengetahui Alfan pasti kabur. Tatapan mata Arya tertuju pada Melvin.


Arya tidak mengatakan sepatah katapun. Dia hanya menatap wajah gugup sang anak. Sarah menghampiri suaminya dan bertanya "ada apa yah?".


"Alfan kabur" jawab Arya. "Apa kakak kabur" ucap Melvin dengan cepat. Agar ayahnya tidak merasa curiga Melvin ikut panik. "Kamu cepat cari kakak kamu, jangan buat ayah murka dengan cara mempermalukan ayah" bisik Arya pada Melvin.


Melvin menelan ludahnya dengan susah payah. "Baik yah" ucap Melvin. Arya segera mengerahkan anak buahnya untuk mencari Alfan. Waktu sudah menjelang malam namun Alfan belum juga ditemukan.

__ADS_1


Melvin sengaja mencari ditempat yang berbeda dengan beberapa bodyguard sang ayah. Dia mengirim pesan teks pada bodyguard suruhannya yang menjaga Alfan dan Enzi. Isi pesan itu menyuruh untuk berhati-hati. Mereka mencari di jalan yang akan menuju ke rumah.


"Tuan muda saya berhasil melacak ponsel tuan Alfan dan berada di sebuah hotel yang cukup jauh dari sini" ungkap si bodyguard. Melvin merebut ponsel milik si bodyguard dan membantingnya.


"Jangan pernah kasih tau ayah keberadaan kak Alfan ngerti!" bentak Melvin. "Maaf tuan muda tapi saya..." belum sampai selesai berkata si bodyguard langsung mendapat tinju dari Melvin.


"Berani ada yang kasih tau sama ayah kalian semua bakal dipecat" teriak Melvin pada ke empat bodyguard yang ikut bersamanya. Melihat anak bosnya marah sontak membuat beberapa pria berbadan besar yang didepan Melvin itu menunduk.


"Kalian semua disini dan pura-pura mencari kak Alfan, aku harus kembali ke hotel untuk memberitahu ayah" ucap Melvin sambil masuk kedalam mobil. Ke empat bodyguard itu menuruti ucapan Melvin.


Arya benar-benar sudah marah karena Alfan menghilang. Dia menyuruh pak Mimin untuk membuat suatu pengumuman. Bahwa pertunangan di tunda terlebih dulu karena Alfan tiba-tiba sakit. Jadi tidak bisa datang ke acara tersebut.


Arya sangat malu atas kelakuan putranya itu. Apalagi dia tau kedua putranya kompak sedang menantangnya untuk berperang. Kalau bukan rencana Melvin siapa lagi yang membuat rencana seperti itu. Alfan pasti tidak akan sampai berpikir jauh seperti itu. Karena Alfan takut dengan segala risikonya. Berbeda dengan Melvin yang selalu membuatnya pusing sejak masih remaja.


Arya dan yang lainnya kembali kerumah setelah acara selesai. Wajahnya terlihat sangat tegas dan sangar. Sarah mencoba menenangkan suaminya. Tangannya mengelus lembut tangan Arya. "Sudah yah jangan terlalu keras sama anak-anak" ucap Sarah dengan lembut. Sarah juga paham pasti itu semua rencana Melvin. Arya mengangguk dan tersenyum menanggapi sang istri.

__ADS_1


Reta diantar pulang oleh Bobby. "Sepertinya rencana kita bakal berhasil" ucap Reta dengan girang. "Semoga saja" sahut Bobby sambil mengemudi.


__ADS_2