Gadis Desa bukan Cinderella

Gadis Desa bukan Cinderella
173. Ribetnya si tampan #3


__ADS_3

Melvin mengeluarkan mobilnya dari garasi. Dan melajukannya dengan kecepatan sedang setelah semuanya masuk kedalam mobil. Dia baru teringat ponselnya ketinggalan karena sedang di charge. Untung saja mereka belum jauh dari rumah. "Astaga ponsel ku ketinggalan pak, kita balik lagi ya" ucap Melvin. Mobilnya di arahkan menuju kembali kerumahnya.


Setelah mengambil ponsel dan charger di kamar, dia pun bergegas masuk kedalam mobil. Dia melihat lubang kunci mobil kosong. "Ada apa nak Melvin?" tanya Rama melihat Melvin kebingungan. "Astaga malah tinggal kunci mobilnya yang ketinggalan di kamar pak" Melvin pun kembali berjalan menuju kamarnya dan mengambil kunci mobil yang tertinggal tadi.


Mobil kembali melaju, kini mereka sudah di tengah perjalanan. Mendadak ada razia kendaraan. Melvin merogoh saku celananya untuk mengambil dompet. Namun naas, sayang sungguh di sayang dompetnya tertinggal juga. Melvin menepuk jidatnya sendiri. Rama yang melihatnya pun jadi bertanya lagi. "Ada apa nak Melvin?" tanya Rama untuk yang kesekian kalinya. Melvin menatap pada mertuanya disertai senyuman.


"Astaga kenapa aku begitu linglung. Sekarang tinggal dompet yang tertinggal" keluh Melvin. Mata Melvin tertuju pada Abimanyu. Matanya melihat melalui kaca spion. "Abi bukannya kamu juga bisa mengemudi? Tukar posisi sebentar" Melvin berkata sambil menatap tajam pada Abimanyu. Tapi Abimanyu hanya melirik sepintas. Polisi sudah mendekati mobil mewah Melvin yang berhenti.


"Buruan" perintah Melvin. Abimanyu pun mengikuti ucapan Melvin dan menukar posisi mereka berdua. Jendela mobil di buka dan Abimanyu ditanyai surat-surat berkendara. Untung saja hanya ditanyai SiM bukan St*k. Kini Abimanyu yang mengemudi. "Didepan sana tukar posisi lagi ya, lewat jalan pintas. Kita kembali kerumah dulu untuk mengambil dompet ku" ucap Melvin. "Iya" sahut Abimanyu dengan nada tidak mengenakan. Bella paham bahwa sang suami sedang marah. Tapi dia hanya bisa diam. Dia tau penyebab Abimanyu marah.


Sampai dirumah Melvin segera berlari kedalam kamarnya dan mengambil dompet. Ada sebuah panggilan masuk dari Alfan. "Iya kak" ucap Melvin mengangkat telepon. "Kamu sudah dijalan atau masih dirumah?" tanya Alfan dari seberang telepon. "Dirumah kak, kenapa?" tanya Melvin balik.


"Tolong bawakan baju ganti untuk istrimu, karena kata dokter Mirna Dinka masih harus menginap beberapa hari lagi dirumah sakit" jelas Alfan. "Bukannya nanti sore sudah boleh pulang?" tanya Melvin.


"Gak tau, tadi dokter bilang katanya masih harus menginap lagi, karena kondisi tubuh Dinka masih lemah" jawab Alfan menerangkan. "Iya kak" Melvin menutup telepon. Tangannya sibuk memasukan baju sang istri. Pakaian kasual dan berupa daster.

__ADS_1


Tidak sengaja Melvin menemukan sebuah kotak kecil berwarna hitam. Kotak kecil tersebut di gembok. Melvin merasa asing pada kotak itu. "Kotak apa ini" gumam Melvin sambil membolak balikan kotak itu.


"Apa ini milik Dinka, kalau bukan siapa lagi" Melvin mengocok-ngocok kotak. Berharap bisa tau apa isinya. Karena penasaran Melvin pun mencoba membuka dengan paksa kotak itu. Dia mencongkel kotak hitam tersebut dengan menggunakan linggis. Kotak pun terbuka, ada sebuah surat disertai foto didalam amplop surat. Betapa tercengangnya Melvin melihat foto sang istri bersama adik iparnya. Sebuah foto mesra, yakni Abimanyu mencium pipi Dinka.


Foto itu berhasil membuat Melvin murka. Tangannya segera merobek foto itu menjadi beberapa bagian. Dan di bacalah isi surat cinta Abimanyu untuk Dinka. Surat itu berisi tentang ungkapan hati Abimanyu yang tidak mau menikahi Bella, karena cintanya begitu besar pada Dinka. Sampai-sampai Abimanyu mengajak Dinka untuk kawin lari.


Surat itu sudah sangat lama di berikan oleh Abimanyu. Sebelum Dinka mengenal Melvin apalagi menikah dengan Melvin. Tapi Dinka masih menyimpan sebuah foto itu dan suratnya. Itu yang membuat Melvin benar-benar marah. Melvin berpikir bahwa Dinka masih belum bisa melupakan Abimanyu. Apalagi sekarang Abimanyu telah menjadi adik iparnya. Bisa saja sewaktu-waktu rasa cinta Dinka tumbuh lagi pada Abimanyu. Itu yang ditakutkan Melvin.


Tapi ketakutan itu hanyalah bayangan semu yang dipikirkan oleh Melvin. Pada kenyataan Dinka sangat mencintai Melvin. Bahkan Dinka lupa masih menyimpan surat dan foto itu.


Melvin berjalan dengan cepat menuruni anak tangga dan menuju ke mobil. Abimanyu yang asik bersandar pada mobil memandang aneh pada Melvin. Bukkkk. Sebuah pukulan mendarat di wajah Abimanyu. Melvin memukul Abimanyu pada bagian mulut. "Brengs*k" bentak Melvin karena terbakar api cemburu.


Bella dan kedua orangtuanya segera keluar dari mobil. Padahal mereka menunggu Melvin didalam mobil lumayan lama. Namun tiba-tiba saja Melvin keluar dan memukul Abimanyu. "Kamu kenapa sih?" tanya Abimanyu kebingungan. "Loe yang kenapa, masih belum bisa move on dari istri gue" ucap Melvin ketus.


Abimanyu pun akan membalas dengan sebuah pukulan juga namun di hadang oleh Rama. "Loe yang brengs*k" sahut Abimanyu tidak kalah ketus. "Dasar kep*rat" bentak Melvin balik. Merasa tidak terima Abimanyu maju kedepan untuk memukul Melvin. Namun sebuah pukulan itu meleset karena Melvin pandai bela diri. Kini Melvin yang memukul balik wajah dan perut Abimanyu. Seketika adu jotos tidak bisa dihindarkan. Rama mencoba melerai namun gagal karena tubuh kedua lelaki itu lebih besar darinya.

__ADS_1


Pengawal Melvin yang melihat mencoba ikut melerai. "Tuan muda cukup, anda bisa membunuh tuan Abimanyu kalau di teruskan" timpal kepala pengawal yang datang. Melvin menghentikan pukulannya. "Awas ya loe berani ganggu istri gue lagi. Dasar kep*rat" ucap Melvin dengan nada tinggi.


Tubuh Melvin ditahan oleh tiga pengawalnya. Karena takut akan menyerang secara tiba-tiba. Tepat Alfan pulang dan melihat perkelahian yang tengah berlangsung. "Bagus-bagus" Alfan bertepuk tangan dengan meriah. Langkahnya segera menghampiri sang adik. "Kakak nyuruh kamu untuk segera pergi kerumah sakit, kenapa malah berantem disini kaya anak kecil sih" gerutu Alfan sambil menjewer telinga Melvin.


"Ampun kak ampun sakit" gerutu Melvin. "Siapa yang nyuruh kamu berkelahi, Abimanyu itu anak orang bukan boneka. Main sembarangan pukul saja kamu" ucap Alfan dengan nada tinggi. Alfan tidak tau tentang hal yang membuat sang adik begitu marah.


"Itu kak dia..." ucapan Melvin terpotong oleh Alfan. "Kakak tidak butuh penjelasan kamu, cepat sana pergi kerumah sakit. Istri kamu sudah menunggu dari tadi" sahut Alfan.


Bella dan Rama memapah Abimanyu masuk kedalam rumah. Karena babak belur dihajar oleh Melvin. Abimanyu memang bukan tandingan Melvin dalam hal berkelahi. Karena Melvin pandai karate. Pengawal pribadi sang ayah saja yang sudah sabuk hitam masih kalah oleh Melvin.


Satu-satunya orang yang bisa mengalahkan dan menghentikan Melvin ialah sang kakak. Karena Alfan lah yang mengajarkan Melvin ilmu bela diri.


Alfan pun meminta maaf pada Abimanyu karena sudah membuatnya babak belur mewakili Melvin. "Abimanyu saya sebagai kakak dari Melvin benar-benar mohon maaf yang sebesar-besarnya pada mu karena telah menyebabkan kamu begini" ucap Alfan dengan lembut.


"Apa sebaiknya kerumah sakit saja. Takut ada tulang yang patah atau luka dalam" saran Alfan. "Tidak usah" jawab Abimanyu sambil menahan rasa perih di ujung mulutnya. "Bel kamu obati suami kamu ya" pinta Alfan.

__ADS_1


Perbuatan Melvin pada Abimanyu membuat Rama dan Siti terheran-heran. Mereka berdua sebagai mertua Melvin baru pernah melihat amarah Melvin yang meledak-ledak. Mereka bahkan menjadi takut pada Melvin karena perbuatannya tadi pada Abimanyu.


__ADS_2