Gadis Desa bukan Cinderella

Gadis Desa bukan Cinderella
175. Arogan


__ADS_3

Kedua orangtua Dinka datang kerumah sakit bersamaan dengan bi Nah. Rama sangat senang telah mendapatkan cucu dari Dinka dan Melvin. "Wah cucuku sangat tampan" Rama menggendong si kecil. "Iya pak, sangat mirip dengan menantu kita ya" sahut Siti. "Ini sama sekali tidak ada miripnya sama kamu ndo" Siti berkata pada Dinka.


"Gak papa bu yang penting sehat" jawab Dinka sambil tersenyum kecut. 'Padahal aku yang mengandung aku yang melahirkan tapi kenapa malah mirip Melvin semua' gumam Dinka mengeluh didalam hati. Matanya melihat pada sang buah hati.


Melvin sedari tadi tersenyum senang karena dipuji terus oleh mertuanya. Sebuah kebanggaan tersendiri baginya. Karena dia memang menantu idaman yang di incar oleh para mertua. Pengusaha muda yang sukses dan tampan. Siapa yang tidak mau bersanding dengan seorang seperti Melvin. Seorang pewaris tunggal kerajaan bisnis. Yang merupakan anak dari konglomerat. Walaupun kedua orangtuanya mengangkat anak, namun tidak akan berpengaruh pada apapun.


Melvin melirik tajam pada Abimanyu. Bella menyadari Melvin sedang melirik pada suaminya. "Ibu dan bapak terlalu melebih-lebihkan kakak ipar" ucap Bella. Dia tidak terima kalau suami kakaknya lebih baik dari suaminya.


"Memang benarkan kalau Melvin itu bibit unggul. Lebih segala-galanya dari siapapun. Kamu sangat beruntung lho ndo bisa mendapatkan suami sebaik dan setampan nak Melvin" ucap Siti memuji Melvin.


Dinka tertawa kecil melihat betapa senangnya wajah Melvin. "Sudah bu jangan di puji terus dia, nanti terbang nabrak angin sama awan" ucap Dinka sambil tertawa geli. Melvin kini menatap istrinya. "Iya ibu terlalu berlebihan" timpal Melvin. Abimanyu muak di banding-bandingkan terus dengan Melvin. Langkahnya keluar dari dalam kamar vvip. "Mas mau kemana?" tanya Bella. Abimanyu tidak merespon pertanyaan istrinya.


"Tuh kan mas Abi marah. Semua ini gara-gara ibu sama bapak" gerutu Bella. "Suami kamu saja yang terlalu sensitif" jawab Siti dengan ketus. "Sudah bu" sahut Rama. Untuk mengalihkan pembicaraan Rama pun bertanya pada Dinka.

__ADS_1


"Kamu kira-kira pulang kapan ndo?" tanya Rama. "Gak tau pak, mungkin besok atau nanti sore" jawab Dinka. Melvin keluar sengaja mengekori Abimanyu.


"Kayanya ada yang belum move on nih" ucap Melvin memulai pertengkaran. Abimanyu masih diam membisu tidak menanggapi. "Gue tau, loe cinta mati sama istri gue kan" Melvin mengangkat kedua alisnya. Abimanyu menatap tajam pada Melvin. Tapi Melvin mencoba santai. Dia hanya ingin tau seberapa batas kesabaran Abimanyu. Kemarahan dirumah ingin dia lampiaskan pada Abimanyu. Karena telah berani mengajak Dinka kawin lari sewaktu dulu dan masih mencintai Dinka.


"Sory nih ya kalau gue lancang, harusnya loe itu mikir. Loe udah selingkuh sama adiknya sekarang mau balikan lagi" ucap Melvin dengan santainya. Abimanyu tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Melvin. "Emang yang pernah selingkuhin Dinka cuma gue doang? Bahkan loe udah jadi suaminya juga selingkuhin dia kan? Gue selingkuh sewaktu masih jadi tunangannya. Harusnya loe yang sadar diri dong" ungkap Abimanyu.


"Ya memang gue akui pernah selingkuhin Dinka juga. Seenggaknya gue gak ngembat adiknya dia. Dan gue gak ngehamilin selingkuhan gue kan" sahut Melvin dengan bangganya. Abimanyu mulai terpancing amarah. Terlihat dari raut wajahnya yang mulai merah dan tangannya mengepal. Melvin menyadari itu. Dan itu membuat Melvin sedikit puas. "Dan lebih gak tau malunya loe ngajakin Dinka kawin lari setelah menghamili adiknya" Melvin tertawa.


Bukkk.


Melvin melihat kedatangan Rama dan sengaja mengorbankan wajah tampannya untuk di pukul oleh Abimanyu. "Astaga nak Abi" Rama berteriak pada kedua pria yang hampir berkelahi itu. "Bapak" Abimanyu terkejut melihat mertuanya datang. Selama ini dia sengaja menjaga image nya di depan sang mertua. Karena ingin di pandang baik oleh keluarga Rama. Di desa diapun di kenal baik oleh warganya karena dia pernah menjadi kepala desa.


Rama menghampiri kedua menantunya. "Apa yang kamu lakukan terhadap nak Melvin, kenapa kalian berantem lagi" ucap Rama. "Nak Melvin tidak apa-apa?" Rama beralih pada menantu kesayangannya. Sebenarnya Abimanyu menantu kesayangannya juga. "Tidak apa-apa pak" Melvin mengelap darah yang sedikit keluar di ujung bibirnya.

__ADS_1


"Ini tidak seperti yang bapak kira" Abimanyu mencoba menjelaskan. "Apa maksud kamu, jelas-jelas kamu ini memukul nak Melvin" Rama berkata dengan tegas. "Melvin dulu yang memulainya pak. Dia sengaja memancing emosi ku" ungkap Abimanyu. "Iya pak memang benar aku yang memancing emosi Abimanyu, karena dia pernah mengajak Dinka untuk kawin lari" jelas Melvin.


Melvin sengaja menceritakan itu semua. Karena dia ingin membongkar sifat Abimanyu yang sebenarnya. Sekalian melampiaskan amarah pada Abimanyu. Itu yang ada dibenak Melvin. "Apa maksud perkataan dari nak Melvin?" tanya Rama bingung. "Bapak harusnya tau dari awal bahwa Abimanyu gak cocok untuk menikah dengan Bella apalagi dengan Dinka" jawab Melvin.


Rama jadi teringat kenapa dia dulu menikahkan sang anak dengan Abimanyu. Karena Bella hamil duluan oleh Abimanyu sewaktu dia sudah bertunangan dengan putri sulungnya. Tapi untuk masalah Abimanyu mengajak Dinka kawin lari, Rama benar-benar tidak tau menahu. "Jadi apa maksud kamu nak Melvin?" tanya Rama yang belum juga paham. "Abimanyu pernah mengajak Dinka kawin lari sewaktu dia sudah menghamili Bella. Itu artinya sejak dari awal Abimanyu tidak pernah ingin menikahi Bella. Dan Bella hanya dijadikan permainan olehnya" jelas Melvin panjang lebar agar sang mertua mengerti. Maklum usianya sudah melebihi setengah abad.


"Jadi kamu memang tidak pernah menginginkan apalagi jatuh cinta pada anakku Bella? Apa benar begitu?" tanya Rama pada Abimanyu. Melvin tersenyum tipis. Akhirnya sang mertua paham apa maksud dari ucapannya. Melvin sadar saat melihat isi surat yang di temukannya di lemari sang istri. Semua tertulis jelas selain mengajak Dinka kabur, bahwa Abimanyu tidak pernah mencintai Bella. Melvin ingin membuka kedok Abimanyu.


"Aku...bukan begitu pak...hanya saja...aku" Abimanyu bingung dalam menjelaskan. "Apa ngomong yang jelas" ucap Melvin dengan tegas.


"Selama ini bapak sangat menghargai kamu dan menyayangi kamu karena kamu menantu bapak, tapi kenapa kamu menyakiti Bella. Pantas saja bapak sering melihat Bella menangis diam-diam di rumah" ungkap Rama. Tapi sebagai orangtua dia masih bersabar dan tidak membentak atau pun memukul menantunya.


"Anakku sangat mencintai mu nak Abi, cobalah untuk menerima dia sebagai istrimu" Rama menasehati menantunya. "Tapi aku hanya mencintai Dinka pak" ucap Abimanyu dengan lantang dan keras. Ungkapan dari Abimanyu membuat Rama terkejut. Karena Rama tidak tau kalau Abimanyu masih mencintai anak tirinya itu.

__ADS_1


"Kalau kamu mencintai Dinka kenapa kamu menghamili adiknya, masa iya dua-duanya mau kamu embat semua" Melvin geleng-geleng. Dia sengaja memicu kemarahan Abimanyu lagi. "Diam loe" bentak Abimanyu. "Kamu yang diam" timpal Rama dengan nada tinggi dan keras. Kini suara Rama terdengar nyaring ditelinga.


Abimanyu hanya menatap tajam pada Melvin. Kedua tangannya mengepal karena sangat marah. Dia akan mencari waktu untuk balas dendam pada Melvin.


__ADS_2