Gadis Desa bukan Cinderella

Gadis Desa bukan Cinderella
Sisi lain si tampan


__ADS_3

Dinka menyiapkan diri untuk berangkat kuliah. Dia di bantu oleh sikembar untuk dirias. Sebetulnya Dinka tidak ingin wajahnya memakai make up. Namun itu permintaan dari Melvin.


Melvin menunggu Dinka diruang tamu sambil membaca koran. "Apakah masih belum siap?" Melvin melihat jam tangannya.


"Sebentar tuan biar saya lihat dulu apakah nona sudah siap atau belum" jawab pak Mimin. Dia sudah cukup lama menunggu Dinka.


Sebenarnya dia bisa langsung berangkat tapi hari ini dia ingin mengantar istrinya kekampus. Dinka berjalan menuruni anak tangga. Dia memakai dress selutut berwarna kuning. Dengan sepatu flat berwarna hitam. Terlihat anggun.


Melvin berjalan keluar rumah diikuti Dinka. Mereka berangkat bersama. Sepanjang jalan tidak ada yang berbicara.


Sampai didepan gerbang kampus pak Iwan turun untuk membukakan pintu mobil. Sebelum turun dari mobil Dinka menyalami tangan suaminya. Mobil kembali melaju.


Banyak pasang mata yang melihat Dinka turun dari sebuah mobil mewah. Seperti biasa mereka langsung bergosip. Ada yang mengira bahwa Dinka pasti menjadi wanita simpanan om-om.


Ada juga yang mengatakan bahwa dia adalah anak orang kaya. Fahmi juga salah satunya yang melihat Dinka keluar dari mobil. Dia masih penasaran dengan Dinka yang sebenarnya.


Pada awal masuk Dinka terlihat begitu sederhana dan polos. Dimatanya Dinka adalah wanita yang apa adanya. Namun setelah melihat kejadian tadi dia berpikir bahwa ada yang mengganjal pada junior yang banyak di sukai oleh teman seangkatannya itu.


"Dinkaaa" teriak Reta memanggil dari jarak jauh. Dinka menghampiri Reta yang sudah diatas. "Cepat naik kesini" ucap Reta melambaikan tangan.


"Cie yang diantar suami" ledek Reta menyenggol bahu Dinka. "Sssttt" Dinka meminta Reta untuk diam. "Nah pak dosen datang tuh" Reta dan Dinka bergegas masuk ke kelas.


Jam kuliah pun usai. Datanglah Sinta dan antek-anteknya. "Sepertinya ada yang jadi simpanan om-om nih" ucap Berta. Mereka mengelilingi Reta dan Dinka.

__ADS_1


"Iya gosip yang beredar sih begitu" ucap Rani. "Gue gak nyangka cewek yang berlagak polos seperti loe jadi wanita simpanan" Sinta menonyor kepala Dinka. Reta tidak tinggal diam. Dia juga menonyor kepala Sinta.


"Eh jangan ngasal ya kalo ngomong" ucap Reta dengan nada tinggi. Dinka menarik tangan Reta untuk pergi. Langkahnya langsung disusul oleh Sinta dkk.


"Eitss mau kemana" ucap Rani sambil menghalangi jalan Dinka dan Reta. "Ajari gue dong agar bisa jadi wanita simpanan orang kaya" ujar Sinta.


"Mau kalian apa sih?" tanya Dinka menatap wajah Sinta. "Mau gue loe enyah dari kampus ini" mata Sinta melotot.


Reta yang tidak terima menarik rambut seniornya. "Heh kalian emang gak ada puasnya ya ganggu kita" gerutu Reta. Berta dan Rani juga menarik rambut Dinka.


Terjadilah adu tarik menarik rambut diantara mereka. Rambut Dinka yang kebetulan panjang sangat mudah memang untuk dijambak. Orang-orang yang melintas didepan kelas langsung melihat tontonan gratis tersebut.


Fahmi sedang asik menyeruput kopinya dikantin. Mengobrol bersama teman yang lain. "Eh ada yang berantem di gedung atas" ucap lelaki yang lain.


"Siapa?" tanya Fahmi. "Sepertinya junior kita" jelas sang lelaki.


"Adinka" Fahmi menarik tangan Dinka. Sinta didorongnya agar menjauh dari Dinka. Tiga lawan dua sudah jelas siapa yang menang. Apalagi Dinka tidak punya pertahanan diri yang kuat.


Reta masih mencoba meraih tangan Sinta yang agak jauh jaraknya. Dia ingin sekali mencabik-cabik wajahnya Sinta.


"Sudah cukup" teriak Fahmi. Dia membawa Dinka pergi. Reta mengikutinya dari belakang. Kalau sampai pihak komite kampus tau bisa di hukum mereka.


"Loe gak papa?" Fahmi mendudukan Dinka di bangku taman. Dinka menggeleng. "Pake nanya lagi kak Fahmi gak lihat betapa buasnya Sinta dan antek-anteknya menerkam kita" gerutu Reta.

__ADS_1


"Dia hobi banget cari perkara, padahal gue sama Dinka gak ada masalah apapun sama dia" lanjut Reta. Dinka terdiam menatap sekitar taman. Nafasnya masih tidak beraturan. Fahmi duduk disebelahnya sambil merapihkan rambut Dinka yang acak-acakan.


"Aku bisa sendiri kak" tolak Dinka. Reta menyilangka kedua tangannya kedada. "Kalau saja bukan karena kak Fahmi deketin Dinka, Sinta dan gengnya itu gak bakal ganggu kita" gerutu Reta.


"Kenapa malah gue yang disalahkan" keluh Fahmi. "Ya karena semenjak kak Fahmi deketin Dinka Sinta juga mulai mengganggu kita" ucap Reta ketus. Tangannya menarik tangan Dinka untuk pergi.


"Ayo ka mending kita pergi dari sini" ajak Reta. Fahmi hanya melihat kepergian Dinka dan Reta tanpa menghalangi.


+++


Melvin meninjau pembangunan apartemen yang hampir selesai. Sang asisten pribadi ikut berjalan di belakangnya. Ada beberapa manager yang mengikuti Melvin sampai ke lokasi pembangunan. Di belakangnya juga ada penanggung jawab pembangunan yang ikut mengekori.


Melvin melihat-lihat ke areal pembangunan banyak para pekerja menyapanya. Langkahnya terhenti setelah melihat anak kecil laki-laki yang sedang duduk. Anak kecil itu sedang melahap makanan. Terlihat begitu sangat kelaparan.


Melvin mendekati anak kecil tersebut. Dia jongkok mensejajarkan tubuhnya dengan anak kecil. Mandor yang mengekori Melvin sejak tadi merasa gugup.


"Kenapa bisa ada anak kecil disini?" tanya Melvin. Belum ada yang menjawabnya. Anak kecil yang didekati Melvin merasa ketakutan.


"Nama kamu siapa?" tanya Melvin dengan suara lembut. Anak kecil itu tidak berani menjawabnya. Dia hanya terdiam ketakutan melihat Melvin.


Seorang pekerja proyek menghampiri anaknya yang sedang di dekati Melvin. Dia takut akan dipecat karena membawa anaknya ketempat kerja.


"Maaf tuan sekali lagi maaf" ucap si pekerja sambil menunduk memohon maaf. Melvin mendongak melihat pekerja proyek. "Saya benar-benar minta maaf karena sudah membawa anak saya kesini" lanjutnya lagi.

__ADS_1


Melvin membuka kantong jasnya memberikan uang pada si pekerja. "Ambillah untuk memeriksa anakmu" Melvin menyerahkan uang pada pria paruh baya dihadapannya.


"Tidak usah tuan" ucap Si pekerja. Melvin meraih tangan pria paruh baya itu dan menggenggamkan uangnya.


__ADS_2