Gadis Desa bukan Cinderella

Gadis Desa bukan Cinderella
93. Mulai luluh


__ADS_3

Karena dirasa cukup puas jalan-jalan Melvin pun mengajak Dinka pulang sebelum sore hari. Dia tidak mau istrinya terlalu lelah. Karena akan dipakainya nanti malam. Dinka harus tidur untuk menyiapkan tenaga bertempur dengan suaminya.


Melvin membuka sedikit kaca mobil agar ada angin masuk. Dan pastinya dengan tiupan angin bisa membuat sang istri terlelap. Wah benar-benar licik si Melvin ini.


Benar dugaan Melvin istrinya sudah tertidur. Digendongnya ala bridal style. Kaki Melvin berjalan dengan pelan-pelan sambil menggendong Dinka.


Setelah meletakkan Dinka di atas ranjang, Melvin kembali membuka laptopnya. Ada email masuk dari sang kakak dan beberapa laporan pekerjaan dari staff lainnya. Melvin memberitahukan bahwa ponselnya rusak jadi tidak bisa dihubungi.


Alfan memberitahukan bahwa klien dari dubai sudah datang kemarin. Dan Melvin lah yang ditunggu untuk melakukan kerjasama.


Melvin membangunkan sang istri karena sudah sore. "Sayang bangun, udah sore mandi dulu" ucapnya sambil menepuk pipi Dinka lembut. Dinka membuka matanya dan mengumpulkan nyawa nya terlebih dulu.


Melvin memesan banyak makanan untuk makan malam. Makanan yang dipesan lebih banyak yang sesuai dengan selera Dinka. Dinka mengenakan jubah handuk sang suami dan handuk yang biasa di gunakan untuk mengeringkan rambut. Terlihat kedodoran di badan sang istri.


"Wah kayanya enak-enak nih" ujar Dinka. Bokongnya langsung didaratkan keatas kursi yang berada di meja makan. Dinka memakan hidangan yang dipesan suaminya. "Jangan habisin bagian ku" ucap Melvin.


Dinka sama sekali tidak menggubris ucapan suaminya. Melvin sekalian membawa baju ganti kedalam kamar mandi.


Setelah mandi disemprotkannya parfum lebih banyak dari biasanya. Agar wanginya tercium jelas oleh sang istri.


Setelah bersendawa Dinka pun mengelus perutnya yang sudah terisi penuh oleh makanan. Melvin hanya geleng-geleng mendengar Dinka bersendawa.


Melvin duduk dikursi dan menyantap makanannya. Dinka ikut menemani sang suami makan. Wajahnya di sangga dengan kedua tangannya. Dinka sengaja dekat-dekat Melvin karena dirinya suka bau wangi parfumnya.


Melvin kembali menyelesaikan pekerjaannya. Di selah liburannya dia harus tetap bekerja. Bila tidak di kerjakan pasti akan menumpuk.

__ADS_1


Itupun dia sudah mendapat kiriman foto banyak berkas dan dokumen yang menantinya dikantor. Alfan memang sengaja memoto dan mengirimkannya pada sang adik.


Dinka masih betah menonton televisi. Melvin mendekati istrinya. Dan mengelus perut istrinya. Dinka tidak merespon apapun fokusnya hanya pada layar televisi.


Melvin lebih mendekat kearah sang istri dan mulai menciumi leher Dinka. "Awas vin apa-apaan sih" tolak Dinka.


Melvin masih tetap melakukannya. Kini tangan Melvin masuk kedalam baju dan meremas bagian dada sang istri. Dinka mencoba untuk menyingkirkan tangan suaminya yang nakal.


Tangan Melvin mencegat tangan Dinka yang akan menyingkirkan tangannya. Melvin meraih bibir sang istri dan menciumnya. Ciuman itu begitu lembut sampai membuat Dinka menikmatinya.


Perlahan badan sang istri direbahkan. Melvin membuka semua pakaian yang dikenakan sang istri dan pakaiannya pun sudah berada dilantai.


Melvin dengan sangat hati-hati melakukan aksinya di atas tubuh sang istri. Namun karena terbakar gairah yang memuncak dirinya hampir lepas kendali. Dan itu membuat Dinka merintih sakit.


Karena mendengar rintihan sang istri Melvin akhirnya memperlambat irama gerakannya. Melvin memegangi pinggang Dinka. Tidak lupa diusapnya perut sang istri. Keringat bercucuran di tubuh kedua insan yang sedang memadu kasih.


"Vin cukup" ucap Dinka lirih karena badannya sudah lunglai. Melvin terus melakukan aktivitasnya pada tubuh Dinka. Dan akhirnya keluarlah cairan miliknya didalam inti tubuh Dinka.


Melvin mencium perut buncit Dinka. Dan dilepaskannya junior miliknya. Keduanya pun tertidur. Karena kebelet Dinka bangun dari tidurnya. Pelukan Melvin dilepaskannya.


Dinka melihat tubuhnya dari cermin dikamar mandi. Banyak tanda merah dibagian depan maupun belakang tubuhnya. Membuat dirinya geram pada sang suami.


+++


Pagi hari datang Dinka mengerjapkan matanya berulang kali. Melvin sudah bangun lebih dulu dan membuka gordin. Terlihat pemandangan laut lepas. Dan birunya air laut.

__ADS_1


Dinka dengan cepat melihat kearah pantai yang berada tidak jauh dari apartement. Matanya dibuat takjub melihat pemandangan itu.


"Wah indah sekali" ucap Dinka sambil melongo. Melvin memberikan sebuah jus alpukat pada Dinka. "Hari ini kita pulang ya" ucap Melvin.


Dinka menggelang dengan cepat. Dia masih betah berada disini. "Sayang ada klien penting aku yang datang ke indo, dan aku harus pulang. Masa iya kamu aku tinggalin sendiri disini" jelas Melvin.


"Tapi aku masih betah, pemandangannya bagus" keluh Dinka. Melvin mendesah dan mengangguk. Lebih baik mengalah dari pada bertengkar di pagi hari.


Setelah sarapan Dinka mengajak Melvin jalan-jalan. "Yakin mau jalan-jalan emang masih kuat?" tanya Melvin sambil meledek.


"Kuat dong" jawab Dinka dengan cepat. "Malam ini aku mau lagi lho" sahut Melvin. Dinka tidak menanggapinya.


Melvin mengambil beberapa foto wajah Dinka yang menikmati panorama pantai. Angin yang bertiup menambah cantiknya sang istri walaupun pipinya sudah terlihat chubby. Melvin menatap penuh makna wajah Dinka. Dia tidak akan pernah merasa bosan.


Puas jalan-jalan di tepi pantai. Dinka pun mengajak Melvin kembali ke hotel karena merasa badannya tidak enak. Sesampainya didalam kamar Dinka sengaja mengerjai sang suami. Karena perbuatan Melvin padanya semalam.


"Eskrim" ucap Dinka. Melvin menoleh dan menatap wajah sang istri. "Tadi kenapa waktu di bawah gak minta sekalian?" tanya Melvin.


"Ini juga baru terasa pengen eskrim" jawab Dinka. "Baiklah aku beli dulu ya" sahut Melvin. Dinka mengikuti langkah kaki Melvin keluar pintu kamar. Melvin pun berhenti sejenak. "Mau ikut?" Melvin bertanya tanpa membalikkan tubuhnya.


"Engga kok cuma mau nganter sampai lift" ungkap Dinka. Melvin berbalik dan tersenyum.


Melvin pulang dengan membawa sebuket bunga di tangannya. Dirinya sengaja mengetuk pintu agar dikira orang lain.


Dinka membuka pintu kamar apartemen. Sebuah bunga nampak dihadapannya. Wajah Melvin melongok di sebelah bunga. "Bunga untuk anda nona" ledek Melvin.

__ADS_1


Dinka tersenyum dan mengambil sebuket bunga dari tangan Melvin. Dilihat dari tingkah Dinka sepertinya sudah mulai memaafkan. "Bunga aja nih yang diambil, eskrimnya enggak" Melvin menunjukan kantong plastik berisi eskrim.


"Makasih" ucap Dinka lirih. Tapi suaranya terdengar jelas oleh Melvin. "Cuma gitu aja? Nih pipi nganggur lho" Melvin sengaja menggoda sang istri.


__ADS_2