Gadis Desa bukan Cinderella

Gadis Desa bukan Cinderella
129. Kejutan


__ADS_3

Karena akan kesuatu tempat Reta menyuruh pak sopir untuk pulang dengan menggunakan taksi. "Pak anda turun disini ya aku mau pergi berdua sama Bobby" ucap Reta. "Sebelumnya maaf non mau pergi kemana ya? Biar nanti tuan muda tanya saya bisa menjawab" sahut pak sopir. "Bilang aja pergi kencan" timpal Reta dengan cepat.


Reta dan Bobby pergi kesebuah tempat. Bobby bingung melihat kesekitar karena suasana yang terbilang sepi dikompleks tersebut. "Ini kita gak tersesat kan beb?" tanya Bobby. "Kalau dari petunjuk gps sih sekitar daerah ini" ujar Reta.


"Loe ini nyari alamatnya siapa sih, gak jelas banget deh" gerutu Bobby. Reta mengandalkan lirikan tajamnya pada Bobby agar mau diam saja. Bobby langsung menatap kearah lainnya. "Maju kedepan coba" ucap Reta sedikit meninggikan suaranya. "Okeh-okeh" Bobby melajukan kembali mobilnya.


"Nah berhenti didepan gerbang yang putih depan" tunjuk Reta. Dengan cepat Reta turun dari mobil dan menghubungi seseorang. Bobby sama sekali tidak tau siapa yang dihubungi oleh Reta.


Ada seorang pria paruh baya membuka pintu gerbang dan menyuruh mereka masuk kedalam. Sebuah rumah yang cukup mewah namun sederhana. Bobby memasukan mobil kedalam halaman rumah tersebut.


"Halo apa kabar" Reta memeluk seorang pria yang terbilang sama tampannya dengan Bobby. Namun si pria itu berambut sedikit gondrong. Seketika Bobby meledak melihat Reta memeluk lelaki lain. "Beb astaga kenapa loe peluk dia sih!" bentak Bobby sambil mengalihkan tubuh Reta pada si pria.


Si pria yang didepan Bobby tertawa terbahak-bahak melihat ulah Bobby. "Ini pacar loe cemburuan banget sih re" ungkap si pria berambut gondrong. "Iya maklumin aja karena dia cinta banget sama gue" ucap Reta dengan bangganya.


"Ayo masuk-masuk silahkan" ucap si pria. "Siapa cowok ini selingkuhan loe ya" Bobby menahan langkah Reta yang akan masuk kedalam rumah.

__ADS_1


"Apa sih beb astaga, dia ini namanya Ronald dia yang mau bantuin gue buat cari Enzi kekasihnya kak Alfan" jelas Reta. Bobby masih terdiam memandangi Reta. "Dia ini pinter dalam hal cari mencari orang beb, kak Melvin yang nyuruh gue buat datengin dia" sambung Reta.


"Tapi loe juga gak usah main peluk gitu aja dong" gerutu Bobby. Reta tertawa melihat Bobby yang cemburu. "Loe tenang aja dia ini temannya kak Alfan sama kak Melvin waktu kuliah dulu, dia juga bisa di bilang masih ada ikatan saudara sama keluarga gue" lanjut Reta menjelaskan.


"Bener nih apa yang loe bicarakan" Bobby menatap intens pada Reta. "Iya bener lagian gue juga udah anggep dia kaya kakak sendiri kok, tenang aja napah beb" Reta mengajak sang kekasih untuk masuk kedalam rumah.


"Silahkan duduk mau minum apa nih?" tanya Ronald. "Apa aja kak" sahut Reta. Ronald sengaja memancing kecemburuan Bobby dengan cara duduk disebelah Reta dan merangkulnya. "Wah adiknya Melvin tambah cantik aja nih" ucap Ronald. Bobby pun berhasil terpancing api cemburu. Pantatnya dia dudukan di tengah-tengah antara Reta dan Ronald. Secara otomatis Reta yang mengalah dan bergeser letak duduknya.


"Loe mau duduk dipangkuan gue atau mau duduk bersebelahan sama gue" ledek Ronald pada Bobby. "Gue masih normal" sahut Bobby ketus. Ronald kembali tertawa dengan renyahnya karena sudah berhasil membuat pacar Reta cemburu. Ronald beralih menduduki sofa di depannya.


"Sori ya gue gak sempet dateng karena waktu itu masih diluar negeri" ungkap Ronald. "Iya gak papa kak" sahut Reta. Pelayan datang membawakan minuman dan beberapa cemilan. "Gue kira Melvin bakalan nikah sama Serin, eh malah denger lagi kalau Serin tunangan sama Alfan. Bener-bener lucu tuh cewek" Ronald mengambil secangkir teh yang sudah tersaji dan meminumnya.


"Kak Ronald tau gak sih betina itu juga minta tunangan sama nih cowok yang ada di sebelah gue" Reta menunjuk Bobby dengan dagunya. Ronald kembali tertawa lagi. Dia memang suka tertawa dan termasuk orang dengan kategori humoris. "Dia sering ngajak gue ketemu belakangan ini, tapi gue tolak" jelas Ronald.


Reta terkejut mendengar ucapan dari teman kakaknya itu. "Kak Ronald seriusan, si Serin juga sering ngajak kakak buat ketemu?" tanya Reta memastikan. "Iya dia pengin cerita sesuatu ke gue, tapi gue males responin dia. Semenjak gue ditolak dulu gara-gara kakak loe" Ronald menjelaskan sedikit masa lalunya.

__ADS_1


Kini giliran Reta yang tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Ronald. "Astaga gak tau diri banget sih tuh cewek udah gagal sama kedua kakak gue dan Bobby giliran kak Ronald yang mau diembat sama dia" kata Reta sembari melanjutkan tertawanya. Bobby hanya diam membisu mendengar obrolan itu.


"Kak Ronald emang pernah suka sama betina itu?" tanya Reta. "Pernah dulu waktu awal kuliah di luar negeri. Banyak cowok yang ngejar dia karena dia cantik, tapi karena Serin lebih memilih pacaran sama Melvin yaudah deh gue nyerah" ungkap Ronald.


"Oiya gimana sama istrinya Melvin pasti dia lebih cantik dari Serin kan? Sampai bisa buat si Melvin berubah gitu?" tanya Ronald. "Kak Ronald mending lihat secara langsung aja deh biar tau kaya apa" jawab Reta.


"Kenapa malah bahas yang lain bukannya kamu kesini mau minta bantuan sama cowok gondrong ini" keluh Bobby. Dia mulai bosan mendengar obrolan yang tidak penting baginya. "Beb loe sabar dong" Reta meremas tangan Bobby. "Kayanya cowok loe ini gak sabaran ya" timpal Ronald.


Agar cepat pulang Bobby langsung saja memberitahu kedatangan mereka. "Bukannya loe disuruh buat cari seseorang kan kenapa harus ngobrol hal yang gak penting sama cewek gue" gerutu Bobby. Reta benar-benar merasa malu dengan kata-kata Bobby pada Ronald.


"Santai bro gue udah lama gak ketemu sama si tomboi ini jadi maklumin dong kalau kita banyak ngobrolin hal remeh-temeh ini" kata Ronald dengan santainya. Reta meminum teh yang ada didepannya untuk meredakkan rasa malunya.


"Oiya kak Melvin udah jelasin semua detailnya sama kak Ronald kan tentang wanita yang harus dicari itu?" tanya Reta. "Iya udah" jawab Ronald. Bobby berdiri sambil meraih tangan Reta. Dan mengajak Reta untuk pulang. "Kalau begitu aku permisi dulu ya kak" Reta melambaikan tangannya mengucapkan salam perpisahan dari dalam mobil.


"Salam buat kakak loe ya" ucap Ronald dengan menaruh kedua tangannya di mulut agar bisa didengar Reta yang sudah masuk kedalam mobil.

__ADS_1


__ADS_2